Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANAK DENGAN GANGGUAN EMOSI Fitri Rahayu; Sri Wahyuni
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.470

Abstract

Gangguan emosi pada anak merupakan kondisi yang dapat menghambat perkembangan psikologis, sosial, dan akademik mereka. Anak dengan gangguan emosi sering menunjukkan kesulitan dalam mengelola perasaan, berinteraksi dengan orang lain, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Faktor penyebabnya meliputi aspek biologis, lingkungan keluarga, pola asuh, serta tekanan sosial. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan anak. Artikel ini membahas karakteristik gangguan emosi pada anak, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi intervensi yang dapat diterapkan oleh orang tua, pendidik, dan tenaga profesional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gangguan emosi pada anak, diharapkan dapat ditemukan pendekatan yang efektif untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan emosional yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka
MEMAHAMI PESAN AL-QUR'AN LEBIH DALAM: APLIKASI RETORIKA BALAGHAH UNTUK PENINGKATAN LITERASI KEAGAMAAN MASYARAKAT SEBUAH PENDEKATAN KONSEPTUAL Muhammad Zul Fahmi; Muhammad Ihsan; Riska Handayani; Pandapotan Simbolon; Fitri Rahayu; Muhammad Hanafi; Fauziah Nur Ariza
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i1.2109

Abstract

This article examines the role of balaghah (Arabic rhetoric) as a methodological approach to achieving a deeper and more contextual understanding of the Qur'an, and its contribution to enhancing religious literacy within Muslim communities. In Islamic tradition, balaghah consists of three primary branches—ma‘ānī (semantics), bayān (clarity through figurative language), and badī‘ (aesthetic embellishment)—which function to reveal the rhetorical power and layered meanings of the sacred text. Employing a qualitative-conceptual method based on literature review, this study analyzes both classical and contemporary sources, including peer-reviewed scholarly works. The findings demonstrate that integrating balaghah into Islamic education and da’wah practices can significantly improve critical and spiritual comprehension of the Qur’an, while countering rigid and literalist interpretations. Despite challenges such as the complexity of materials and lack of contextualized learning resources, pedagogical innovations—such as contextualized curriculum, digital media integration, and teacher training—offer promising solutions. Thus, balaghah is not only essential for understanding Qur'anic linguistic beauty, but also serves as a strategic tool for cultivating reflective, moderate, and textually literate Muslim communities. Keywords: Balaghah, Qur'anic Rhetoric, Religious Literacy, Tafsir, Islamic Education
Mewujudkan Lingkungan Belajar Islami : Kolaborasi Antara Orang tua, Mesjid dan Sekolah berdasarkan Pemikiran Abdullah Nasih Ulwan Fitri Rahayu; Hakmi Wahyudi
Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration Vol. 1 No. 04 (2023): Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/tls.v1i04.411

Abstract

The aim of this research is to explore effective collaboration strategies among parents, mosques, and schools to create an Islamic learning environment that fosters strong character and morals for children in Indonesia. Using a library research approach, this study analyzes literature on Islamic education and the collaboration dynamics between these institutions, drawing insights from Abdullah Nasih Ulwan's perspectives. Data gathered from academic sources and digital libraries highlight gaps in implementation and propose strategies to enhance interaction and synergy among parents, mosques, and schools. Effective communication between parents and children is crucial in mitigating negative behaviors like unwanted sexual conduct among teenagers. Many parents encounter challenges in supporting their children's home study, necessitating increased support from schools and mosques. Optimizing mosques as centers for intensive spiritual education and improving school programs for holistic character development are essential. This research underscores the importance of integrated efforts among home, school, and mosque in nurturing intellectually capable and morally upright young generations who contribute positively to society and uphold their religious values.
Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Khoirul Bariyyah; Fitri Rahayu; Maulana Muhammad Taufiqi
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v4i1.12104

Abstract

The management of teaching and educational staff is an activity that must be carried out starting from the teaching and education staff entering the educational organization until it finally stops through the process of HR planning, procurement, placement, awarding of compensation, awards, education and training development and termination. The management of educational staff (teachers and staff) absolutely must be implemented by school principals so that they can utilize educational staff effectively and efficiently to achieve optimal results. In accordance with this, a school principal must be able to find, position, evaluate, direct, motivate, and develop the talents of each teacher and staff and be able to align individual and organizational goals. Management is the science and art of managing the process of using human resources effectively, which is supported by other sources within the organization to achieve certain goals. In the world of education, human resources that we know are educators and educational staff, or what we often call teachers. For the success of an educational institution there are several things that need to be considered in the management of teaching and educational staff. The activities carried out in the management of teaching and educational staff begin with employee planning, employee procurement, employee coaching and development, promotions and transfers, employee dismissals and finally employee performance appraisal. Each stage is carried out in a coherent manner to produce qualified teaching and educational staff professional, reliable and efficient. Furthermore, regarding the explanation of the criteria for an educator and Islamic education based on the Qur'an and Hadith. It is hoped that with the running of teaching and educational staff management activities it can support the process of teaching and learning activities in an educational institution in accordance with the goals of the national education system. Teaching staff and education staff realize several main aspects in the competency development program for teaching staff and education staff.
ANAK DENGAN GANGGUAN EMOSI Fitri Rahayu; Sri Wahyuni
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.470

Abstract

Gangguan emosi pada anak merupakan kondisi yang dapat menghambat perkembangan psikologis, sosial, dan akademik mereka. Anak dengan gangguan emosi sering menunjukkan kesulitan dalam mengelola perasaan, berinteraksi dengan orang lain, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Faktor penyebabnya meliputi aspek biologis, lingkungan keluarga, pola asuh, serta tekanan sosial. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan anak. Artikel ini membahas karakteristik gangguan emosi pada anak, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi intervensi yang dapat diterapkan oleh orang tua, pendidik, dan tenaga profesional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gangguan emosi pada anak, diharapkan dapat ditemukan pendekatan yang efektif untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan emosional yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka
PEMBIASAAN SALAT DUHA DALAM MENGEMBANGKAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 PALU Isna Nur Hidayati; Retoliah; Fitri Rahayu
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol6.Iss2.216

Abstract

Pembiasaan ibadah sejak usia dini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter dan nilai moral anak. Salah satu bentuk kegiatan pembiasaan yang dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu adalah pembiasaan salat duha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembiasaan salat duha serta dampaknya dalam mengembangkan nilai agama dan moral peserta didik usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembiasaan salat duha di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu memberikan dampak yang signifikan terhadap pengembangan nilai-nilai agama dan moral pada anak usia dini. Melalui pelaksanaan yang konsisten setiap hari, peserta didik mengalami perkembangan dalam berbagai aspek, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta keterampilan sosial seperti empati, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dukungan orang tua dan tersedianya sarana prasarana yang memadai. Namun demikian, terdapat hambatan seperti kurangnya keterlibatan peserta didik serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan salat duha secara rutin di TK dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada anak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan serupa layak dijadikan program tetap dalam kurikulum PAUD untuk mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis spiritual. Selain itu, implikasi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga, serta perlunya pelatihan bagi guru dan penyediaan sarana ibadah yang memadai agar proses penanaman nilai-nilai agama dan moral dapat berjalan optimal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH DI POSYANDU ILP BANGKINANG Siswanto Pabidang; Yunri Merida; Fitri Rahayu
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/sg2djk57

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu upaya pencegahan anemia, namun tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat dan cara konsumsi TTD masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi TTD di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kelurahan Bangkinang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil, di mana sebelum edukasi hanya 36,7% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 80,0%. Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya konsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu ILP dalam peningkatan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan.