Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Dwifungsi tuturan oposisi dalam masyarakat bersosiokultur Jawa Fauzan Fauzan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.16407

Abstract

Kemunculan tindak tutur oposisi dalam wacana rembuk desa tidak terhindarkan, bahkan dalam tataran tertentu menghasilkan dwifungsi tuturan oposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan oposisi dan daya pragmatik tuturan oposisi dalam rembuk desa. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah ethno-pragmatics study yang dilaksanakan di sebuah kelurahan di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang warga pada tingkat RW dan 50 perwakilan warga dalam rapat Rencana Pengembangan Desa, rembuk desa ini dilaksanakan selama 120 menit, dan peneliti menjadi partisipan observer sebagai unsur akademisi dengan institusi berlokasi pada kelurahan tersebut. Data yang diperoleh selama observasi didokumentasikan dalam bentuk audiovisual yang ditranskripsikan dan dicatat dalam bentuk fieldnote untuk dianalisis sesuai dengan metode padan dan agih. Untuk melengkapi data, interview dilakukan secara mendalam. Temuan dari penelitian ini adalah adanya dwifungsi tuturan oposisi yang meliputi (1) tindak tutur oposisi menolak sekaligus mengeluh, (2) tindak tutur oposisi menolak sekaligus membentak, (3) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus membentak, dan (4) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus menyindir. Sementara itu, daya pragmatik yang muncul sebagai akibat munculnya dwifungsi tuturan oposisi meliputi (1) melaksanakan, (2) menyetujui (3) membujuk, (4) menggerutu, (5) menyanggah dan (6) berkonfrontasi. Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa ada pergeseran nilai dalam sosiokultural Jawa. Akan tetapi, pergeseran tersebut masih memperhatikan empan papan dan tidak berlaku sepenuhnya. Pemahaman terhadap pergeseran pola komunikasi masyarakat Jawa beserta pola tindak tutur oposisi ini dapat berimplikasi terhadap upaya meminimalisasi terjadinya konflik dalam tuturan.
Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial Daroe Iswatiningsih; Fauzan; Fida Pangesti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.18301

Abstract

Perkembangan bahasa gaul remaja di media sosial semakin cepat dan luas. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi yang dimanfaatkan dalam berkomunikasi. Untuk itu, leksikon bahasa gaul berkembang sejalan dengan dinamika remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bahasa gaul remaja milenial berdasarkan wujud, sumber dan pola pembentukannya, tujuan, dan konteks penggunaannya. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, yakni menelaah data bahasa berupa pemakaian bahasa gaul oleh remaja milenial serta memaknainya. Sumber data penelitian dari media sosial, yakni Facebook, Twitter, dan Instagram yang terdapat bahasa gaul remaja. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, simak dan catat, serta interview pada remaja sebanyak lima belas orang yang menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah conten analysis. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa gaul oleh remaja milenial bersumber dari bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing, serta gabungan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Pola pembentukan bahasa gaul dari singkatan, pemendekan kata, akronim, pembalikan kata, kata yang diplesetkan serta pergeseran makna. Tujuan penggunaan bahasa gaul oleh remaja milenial untuk menyapa, bercanda, menyindir atau mencemooh, dan membangun keakraban dalam pertemanan. Konteks penggunaan bahasa gaul berlangsung dalam obrolan santai, respon persetujuan antara penutur dan mitra tutur, respon kekaguman atas sesuatu, respon tidak suka terhadap perilaku atau sikap orang lain. Dengan demikian, penggunaan bahasa gaul bagi remaja milenial sebagai ekspresi diri dalam membangun pertemanan dan kedekatan hubungan antarremaja.
Pola penelitian membaca cepat dan implikasinya terhadap keterampilan membaca cepat bagi calon guru Bahasa Indonesia: Tinjauan pustaka sistematis Fauzan; Arif Setiawan; Musaffak; Farida Yufarlina Rosita
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.22719

Abstract

Berlimpahnya sumber informasi merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang begitu pesat. Kemajuan teknologi yang begitu pesat harus diimbangi dengan keterampilan membaca, salah satunya adalah keterampilan membaca cepat yang digunakan untuk memahami sumber informasi yang lebih luas. Tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk membandingkan temuan artikel penelitian yang diterbitkan oleh Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Kata kunci yang digunakan untuk menemukan artikel di database PPJB-SIP adalah “membaca cepat”. Hasil pencarian menemukan 58 publikasi, selanjutnya terpilih 15 naskah yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Item pelaporan yang dipilih untuk tinjauan pustaka sistematis dan meta-analisis adalah model inklusi dan eksklusi. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah publikasi didominasi tahun 2018 dengan jumlah publikasi sebanyak 5 artikel. Jenis penelitian yang dugunakan oleh peneliti dalam mengulas keterampilan membaca cepat adalah kuantitatif, kualitatif, dan PTK. Subjek penelitian yang digunakan oleh para peneliti terdiri dari siswa kelas VII, Siswa Kelas VIII, siswa kelas XI, siswa IX, dan mahasiswa. Struktur publikasi dan kutipan mengungkapkan bahwa, dari 15 makalah yang telah diterbitkan, telah dikutip 128 kali, dengan publikasi dari tahun 2018 menerima kutipan terbanyak, sejumlah 35 kali. Penulis yang memiliki rekam jejak publikasi yang mengulas keterampilan membaca sebagai dasar untuk melakukan kajian terhadap keterampilan membaca cepat adalah (1) Endry Boeriswati, (2) Zulela MS, dan (3) Falina Noor Amalia, ketiganya memiliki jejak publikasi sebanyak 14 artikel. Institusi penulis terbagi dalam dua institusi yaitu sekolah (27%) dan perguruan tinggi (73%), serta kolaborasi penulis menunjukkan jumlah yang tidak jauh terpaut, di mana penulis yang melakukan kolaborasi sebanyak 7 dan penulis tunggal sebanyak 8. Terdapat 5 gagasan untuk direfleksikan oleh calon guru Bahasa Indonesia atau guru Bahasa Indonesia dalam mengajarkan keterampilan membaca cepat.