Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI PENATAAN LANSKAP RUANG PUBLIK ALUN-ALUN KOTA KARAWANG BERDASARKAN PRINSIP DAN STANDAR PENATAAN LANSKAP Fauzi, Reza; Mangunsong, Nur Intan; Fitri, Rini; Danniswari, Dibyanti; Hamonangan Lumbantoruan, Samuel Febrian
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.002

Abstract

Kawasan perkotaan saat ini sangat memerlukan ruang terbuka publik yang nyaman dan indah untuk digunakan oleh masyarakatnya, selain berfungsi sebagai sarana atau fasilitas berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakatnya, ruang terbuka publik juga dapat meningkatkan nilai keindahan bagi suatu kawasan perkotaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah Masyarakat juga dengan semakin berkembanganya Pembangunan, kebutuhan akan suatu ruang terbuka publik yang aman nyaman dan memiliki fungsi yang baik menjadi penting bagi memenuhi kebutuhan Masyarakat untuk berinteraksi dan berkumpul di ruang terbuka. Alun-alun kota Karawang sudah seharusnya dapat mengakomodir berbagai kegiatan Masyarakat di sekitarnya seperti rekreasi, olahraga hingga kegiatan kebudayaan lokal yang mungkin saja dilakukan di area alun-alun. Penataan lanskap yang ada saat ini di alun-alun Karawang belum optimal kurangnya area hijau membuat alun-alun Karawang tidak dapat digunakan sepanjang hari, dengan cuaca atau iklim yang panas melakukan kegiatan pada siang hari di alun-alun Karawang menjadi tidak nyaman. Kurang tepatnya pemilihan jenis perkerasan juga menjadi salah satu faktor penyebab lebih panasnya suasana di alun-alun kota Karawang, penggunaan material seperti keramik yang justru membuat area lebih panas adalah salah satu permasalahan penataan ruang luar yang diterapkan di alun-alun kota Karawang. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi lapangan, analisis kondisi eksisting, serjta kajian literatur terkait prinsip desain lanskap. Data hasil identifikasi akan dianalisis secara fungsi dan ruang untuk mendapatkan permasalahan serta potensi pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi dan fasilitas eksisting yang ada untuk dilakukan analisis dan mendapatkan gagasan penataan ruang luar yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi iklimnya. Hasil dari penelitian ini akan menciptakan konsep atau gagasan penataan lanskap alun-alun kota Karawang yang lebih sesuai dengan kebutuhan, kegiatan dan lingkungan kota Karawang, sehingga fungsi alun-alun dapat lebih optimal baik dari segi ekologis maupun segi estetika.
PERANCANGAN LANSKAP TAMAN KULINER DENGAN INTEGRASI ESTETIKA ALAM DAN FASILITAS PUBLIK : STUDI KASUS DESA WARNASARI, PANGALENGAN, BANDUNG Fauzi, Reza; Nur Intan Mangunsong; Rini Fitri; Dibyanti Danniswari
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Perancangan lanskap dengan pendekatan antara estetika alam dan fasilitas publik merupakan rencana penting dalam menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi dengan baik tetapi juga indah dan nyaman dikunjungi. Studi ini membahas perancangan lanskap untuk suatu Taman Kuliner di Desa Warnasari, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, dengan tujuan menggabungkan potensi alam yang ada disana dengan kebutuhan ruang publik yang dapat mendukung aktivitas masyarakat dan rekreasi. Desa Warnasari memiliki kekayaan alam yang indah seperti gunung, perkebunan teh serta udara yang sejuk dapat menjadi daya tarik utama dalam pengembangan lanskap. Pendekatan desain yang digunakan mempertimbangkan faktor ekologis, budaya serta kebutuhan masyarakat dan pengunjung dari luar Desa, sehingga tercipta sinergitas antara lingkungan buatan dan alam sekitarnya. Proses perancangan dimulai dengan analisis kondisi eksisting dan potensi lahan seperti pemandangan, vegetasi dan tata guna lahan. Elemen-elemen ini kemudian ditafsirkan ke dalam suatu rancangan yang menonjolkan elemen alam, seperti penggunaan tanaman lokal dan perancangan lanskap ruang terbuka hijau yang multifungsi. Selain itu, fasilitas yang dirancang menyatu dengan lanskap atau alam di sekitarnya. Penempatan ruang interaksi di area terbuka dengan memanfaatkan pemandangan alam dengan aktivitas ringan dan bersantai yang terintegrasi dengan elemen estetika alami. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan Taman Kuliner Desa Warnasari dapat menjadi sarana pendukung dari area wisata alam di Desa Warnasari, selain sebagai sarana rekreasi warga dan sarana pendukung dari wisata alam yang sudah ada, ruang terbuka publik ini diharapkan dapat menjadi ruang yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Hasil rancangan ini berpotensi untuk menjadi model pengembangan ruang terbuka publik yang memiliki basis alam yang berkelanjutan.