Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Emilia Prananda; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai bahan pangan oleh Orang Lom di Kabupaten Bangka mencerminkan kearifan lokal yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pangan yang digunakan serta menganalisis tingkat signifikansi budayanya menggunakan Cultural Food Significance Index (CFSI). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, juru masak, tokoh adat, dan individu yang diakui memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 32 suku tumbuhan. Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kelamay, aruk, buk ajit, dan lempah darat, yang sebagian memiliki keterkaitan dengan upacara adat dan tradisi budaya Orang Lom. Berdasarkan analisis CFSI, diperoleh kategori sangat tinggi sebanyak 16 jenis tanaman, tinggi 24 jenis, sedang 20 jenis, rendah 10 jenis, sangat rendah 9 jenis, dan tidak signifikan 4 jenis. Tanaman dengan nilai sangat tinggi antara lain Singkong (Manihot esculenta), Kencur (Kaempferia galanga) dan Pepaya (Carica papaya). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional Suku Lom mengenai tanaman pangan masih lestari dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI SUNGAI ENIM Dimas Adventio; Didi Jaya Santri; Nike Anggraini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah mentah dari daerah perumahan dan kegiatan aktivitas hasil rumah tangga yang membuang sampah plastik ke pinggiran Sungai Enim menyebabkan pencemaran serius dan meningkatkan risiko kontaminasi plastik yang berdegredasi menjadi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikroplastik pada perairan di Sungai Enim. Sampel air didapatkan di 5 stasiun daerah aktivitas masyarakat Sungai Enim. Sample air sebanyak 250 mL dicampurkan H2O2 30% 25 mL lalu diinkubasi setelah 24 jam sampel disaring menggunakan kertas Whatman lalu sampel diidentifikasi menggunakan mikroskop stereo. Identifikasi mikroplastik meliputi bentuk, ukuran, warna dan kelimpahan. Hasil analisis menunjukan bahwa sampel air mengandung mikroplastik dengan dominasi bentuk serat dan fragmen. Ukuran mikroplastik yang ditemukan antara 300 um – 1200 um. Warna mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh warna biru dan merah. Kelimpahan yang terkecil didapatkan  pada stasiun pertama yaitu 23 partikel dan terbanyak di stasiun ketiga sebesar 41 partikel. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan limbah dan edukasi masyarakat untuk menekan pencemaran mikroplastik.
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT TRADISIONAL SUKU SEMENDE MARGA BERSEMA OKUS Muhammad Fathan Rayyis; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto                    (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Dwi Maharani; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.
INDEKS SAPROBIK: UJI KUALITAS AIR BERDASARKAN KEBERADAAN PLANKTON DI PERAIRAN KAMBANG IWAK Sandrina Widya Kartika; Susy Amizera; Didi Jaya Santri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Kolam Retensi Kambang Iwak Palembang berdasarkan indeks saprobik plankton. Penelitian ini dilakukan pada empat titik stasiun yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data meliputi keanekaragaman, dominansi, dan indeks saprobik plankton. Berdasarkan hasil penelitian, plankton yang ditemukan di perairan Kolam Retensi Kambang Iwak terdiri atas enam kelas, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Conjugatophyceae, Cyanophyceae, dan Euglenophyceae sebagai fitoplankton, serta Ciliata sebagai zooplankton. Nilai koefisien saprobik berkisar antara 1,00–1,22, yang menunjukkan fase β-mesosaprobik hingga β–meso/oligosaprobik. Hal ini mengindikasikan  bahwa  perairan  Kolam Retensi  Kambang  Iwak  Palembang  berada  pada tingkat pencemaran ringan, dengan bahan pencemar berupa organik dan anorganik.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA INTERAKSI BIOTIK DI TAMAN WISATA GREEN PARADISE PAGAR ALAM Olivia Edgina Aurelia; Didi Jaya Santri; Nike Anggraini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan pola interaksi biotik di Taman Wisata Green Paradise Pagar Alam. Metode yang digunakan adalah jalur jelajah dengan pendekatan eksploratif melalui pendataan jenis organisme dan bentuk interaksinya di sepanjang jalur pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas di Green Paradise terdiri atas 5 kelompok, yaitu produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, tersier dan dekomposer. Contohnya, produsen diwakili oleh berbagai tumbuhan seperti bunga seribu bintang (Melampodium divaricatum) dan pacing merah (Costus woodsonii), Konsumen primer diwakili oleh lebah madu (Apis cerana) dan semut (Camponotus floridanus), Konsumen sekunder diwakili oleh laba-laba bola emas (Nephila pilipes) dan biawak benggala (Varanus bengalensis), serta dekomposer diwakili oleh lalat hijau (Lucilia sericata). Pola interaksi biotik yang ditemukan terdiri dari 5 jenis, yaitu mutualisme, komensalisme, predasi herbivori, kompetisi dan netralisme. Contohnya, mutualisme antara lebah madu (Apis cerana) dan bunga miana (Coleus scutellarioides), Komensalisme antara tawon kertas (Polistes sagittarius) dan pohon pinang (Areca catechu) serta kupu-kupu kuning (Eurema blanda ssp), Predasi herbivori oleh ulat (Polyura schreiber) dan belalang sembah (Mantis religiosa), serta netralisme antara ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dan itik serati (Cairina moschata). Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem Green Paradise memiliki keanekaragaman hayati dengan interaksi ekologis yang kompleks dan stabil.
STUDI FLORISTIK KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGARALAM Nazwa Uswatun Hasana; Didi Jaya Santri; Ermayanti Ermayanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan merupakan komponen penting dalam ekosistem dan perlu didokumentasikan untuk mendukung konservasi biologi serta pembelajaran kontekstual. Taman Wisata Alam Green Paradise Pagaralam memiliki kondisi lingkungan yang mendukung keberadaan berbagai jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keanekaragaman tumbuhan di kawasan TWA Green Paradise Pagaralam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode jelajah untuk mengumpulkan data di lapangan. Setiap tumbuhan diamati berdasarkan karakteristik morfologisnya dan diidentifikasi hingga tingkat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Wisata Alam Green Paradise terdapat 194 jenis tanaman yang terdiri dari 4 jenis Bryophyta, 18 jenis Pteridophyta, dan 172 jenis Magnoliophyta. Jenis-jenis tanaman tersebut memiliki variasi habitus, ciri morfologi yang beragam, serta menempati habitat yang berbeda-beda, sehingga mencerminkan tingginya keanekaragaman tumbuhan di kawasan tersebut. Temuan ini memberikan data floristik yang komprehensif dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi untuk mendukung pemahaman siswa terhadap klasifikasi, morfologi, dan keanekaragaman tumbuhan secara nyata.
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAN ALAT RUMAH TANGGA OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Jingga Y Ana Tasya; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Orang Lom di Bangka Belitung masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan sebagai bagian integral dari kearifan lokal yang mencerminkan praktik budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan alat rumah tangga oleh Orang Lom serta mendokumentasikan pengetahuan tradisional yang berpotensi terancam oleh perubahan sosial dan lingkungan. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan identifikasi dengan 11 informan yang meliputi ketua lembaga adat Mapor, ketua adat, ibu rumah tangga, serta warga yang memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 21 jenis tanaman yang terbagi dalam 10 bangsa dan 11 suku, yang diolah menjadi 24 jenis komponen bahan bangunan serta 31 jenis alat rumah tangga. Analisis nilai guna menunjukkan bahwa Mentangor (Calophyllum inophyllum), Pelempang putih (Adinandra sarosanthera Miq.), Mengkuang (Pandanus artocarpus), dan Rotan (Calamus manan) merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat Orang Lom dalam pemanfaatan tumbuhan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga masih terjaga dengan baik dan berperan penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya hayati sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas lokal.