Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KESTABILAN IODIUM DALAM GARAM PADA BERBAGAI TIPE DAN RESEP MASAKAN Ance Murdiana Dahro; Sukati Saidin; Tati Hartati; Lestari K. Wiludjeng; Yenita Yenita; St. Rosmalina; Gunawan Gunawan; Yulia Fitria
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 19 (1996)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2308.

Abstract

Dalam jangka panjang fortifikasi garam dianggap cara yang paling tepat guna dan ekonomis untuk menanggulangi masalah kekurangan iodium. Dalam kaitan tersebut perlu diketahui kestabilan iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan dari berbagai tipe dan resep di tingkat lapangan. Sampel berupa masakan yang berasal dari 6 kota di 6 provinsi di Indonesia, banyak dikonsumsi dan dijual di tempat yang banyak dikunjungi orang. Penentuan sampel masakan dilakukan setelah pengujian garam yang digunakan dengan menggunakan pereaksi Iodinatest buatan Indofarma. Bila setelah penambahan pereaksi pada garam timbul warna ungu menandakan bahwa garam tersebut mengandung iodium, masakan ituu kemudian ditetapkan sebagai sampel. Jumlah garam yang ditambahkan diketahui dari wawancara dengan penjual makanan tersebut. Jumlah iodium dalam garam yang ditambahkan kedalam masakan diketahui setelah dilakukan analisis garam di laboratorium. Dari iodium yang tersisa dalam makanan dapat dihitung jumlah iodium yang hilang. Dibuat pula beberapa masakan serupa dengan menggunakan resep asli di laboratorium (simulasi). Pelepasan iodium dari makanan dilakukan melalui dua tahap yaitu digestasi kering lalu dilanjutkan dengan digestasi cara basah. Penetapan iodium dilakukan dengan reaksi "Sandell Kolthoff'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah iodium yang tersisa pada umumnya amat rendab (dibawah 50 ug/100 gram masakan). Tiap jenis masakan bervariasi dalam keasaman, jenis dan jumlah bumbu yang ditambahkan. Iodium yang rusak/hilang dari masakan tipe asam yang dimasak atau tidak dimasak (contoh kuah empek-empek atau asinan) sekitar 60-85%, dari masakan bersantan tapi dimasak tidak lama (contoh soto santan) sekitar 40-50%, dari masakan bersantan dikeringkan (contoh rendang) sekitar 60-70%, dari masakan yang digoreng (contoh sambal hijau) sekitar 45-60%, dari masakan yang diolah tidak lama (contoh sayur tettu, rujak cingur) sekitar 40-50%, sedangkan dari masakan yang dimasak lebih dari 10 jam (contoh gudeg) sekitar 60-68%. Rata-rata iodium yang hilang dari beberapa masakan yang dibuat di laboratorium (simulasi) yaitu rendang, sambal cabe hijau, kuah empek-empek, gudeg, sayur asam dan asinan masing-masing adalah 75%, 62%, 68%, 70%, 61%, dan 80%.
KOLABORASI SISWA SMPN 7 REUDEUP DAN MAHASISWA SOSIOLOGI UTU DALAM AKSI HIJAU TANAM POHON DI SMPN 7 REUDEUP KABUPATEN ACEH BARAT Azzam, Al Ismul; Amelia, Putri; Fitria, Yulia; Yeti, Rema; Handayani, Try Qauri
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i2.66580

Abstract

Artikel ini membahas tentang kolaborasi antara siswa SMP 7 Reudeup Kabupaten Aceh Barat dengan mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teuku Umar (UTU) dalam kegiatan penghijauan berupa aksi penanaman pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, mempererat hubungan antar generasi muda, dan mendukung pelestarian alam secara nyata di tingkat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, dengan penanaman pohon sebagai media pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dan adanya peningkatan pemahaman akan pentingnya menjaga ekosistem. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh sinergi antara pendidikan dasar dan pendidikan tinggi dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini.Artikel ini membahas tentang kolaborasi antara siswa SMP 7 Reudeup Kabupaten Aceh Barat dengan mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teuku Umar (UTU) dalam kegiatan penghijauan berupa aksi penanaman pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, mempererat hubungan antar generasi muda, dan mendukung pelestarian alam secara nyata di tingkat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, dengan penanaman pohon sebagai media pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dan adanya peningkatan pemahaman akan pentingnya menjaga ekosistem. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh sinergi antara pendidikan dasar dan pendidikan tinggi dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Berbasis Saintifik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Fitria, Yulia; Safnowandi, Safnowandi; Fajri, Siti Rabiatul
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 2 No. 3 (2022): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.221 KB) | DOI: 10.36312/bjkb.v2i3.97

Abstract

This study aims to determine the effect of the scientific-based guided inquiry learning model on the critical thinking skills of class X students. In this study there are 2 variables, namely the independent variable and the dependent variable, the independent variable is the guided inquiry learning model (Guided Inquiry). the dependent variable is students' critical thinking ability. The population of this study were students of class X MIA at MA Al-Ishlahul Ittihad Jabon Tentan Bagu Village, Pringgarata District, Central Lombok Regency. The selected sample is class X MIA with a total of 20 students. This study applies a quantitative approach with the Quasi Experiment method with a one group pre-test post-test design. The instrument used in the study was a written test in the form of 10 essay questions for the Pre-test 5 test questions and Post-test 5 test questions. The test questions were used to measure students' critical thinking skills on earthworm material. Based on the data analysis, the average pre-test was 63.75 which was included in the non-critical category and the post-test average was 81.75 which was included in the critical category. The data analysis technique in this study used a paired t test with the help of SPSS. Based on the results of the t-test, it was found that there was a significant difference between the results of the Pre-test and the Post-test. The results of the calculation of students' critical thinking ability data show that the value of sig = 0.000 0.05 then the HO hypothesis is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that there is an influence of the guided inquiry learning model on the critical thinking skills of class X MIA students at MA Al-Ishlahul Ittihad Jabon Tentan Bagu Village, Pringgarata District, Central Lombok Regency.
Religious Moderation: Humanitarian Values from Pope Francis Arrival in Indonesia at The End of 2024 Putra, Ahmad; Adnan, Syaiful; Fitria, Yulia; Efendi, Syafrizal; Andrianto, Andrianto; Prasetya, Bima
Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Vol. 1 No. 1 (2025): Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/insight.v1i1.228

Abstract

a history where Indonesia was visited by one of the world figures named Pope Francis who is the highest leader of the world's Catholic church. He came with the aim of voicing a message of unity between religious communities towards a better humanity and living in harmony in differences. Althousgh in addition, he wanted to meet with the Catholic community in Indonesia and build cooperation between his country, namely the Vatican and Indonesia. The common thread in this study is to see what forms of religious moderation emerged with the arrival of Pope Francis to Indonesia, where the majority of Indonesian society is filled with Muslims. This study uses a qualitative approach with the library research method, in which case the researcher utilizes information obtained from scientific works, books, and reliable sources. The results of this study show that: first, the arrival of Pope Francis was greeted with joy by the majority of Indonesian people, second, Pope Francis' mission is to voice people to live in harmony within the framework of religious differences, third, Pope Francis kissed the hand of the Grand Imam of the Istiqlal Mosque and the Grand Imam of the Istiqlal Mosque kissed Pope Francis' head, fourth, security guards through the Police and TNI during Pope Francis' activities in Indonesia
Bullying di Kalangan Mahasiswa Pada Perguruan Tinggi di Indonesia: Bimbingan dan Konseling sebagai Solusi Ahmad Putra; Muhammad Abil Wahyuda; Yulia Fitria
Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2025): Counselle: June 2025
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/6qfgpc58

Abstract

This paper is motivated by the rise of bullying among students in recent months that has appeared on social media and occurred in several national universities. This issue went viral because it happened not once or twice, but often surfaced which ultimately raised questions about the resolution of this bullying case. In this paper, the author will describe a series of several cases that occurred in 2025 and in previous years experienced by students at several national campuses and the resolution process that can be done from the scientific side of guidance and counseling and the role of BK study program lecturers in resolving the problem of bullying in higher education. The method used by the author in this research is library research, where the author searches and finds research materials through various sources, including books, journals and other accurate sources. The results of this study found that: first, bullying has occurred a lot in higher education, especially among students, second, bullying against students also involves lecturers, third, BK lecturers play a very important role in resolving the problem of bullying among students by utilizing services available in BK, such as individual counseling services, information services, consultation services, and group guidance services. It is hoped that this service can be utilized by all BK lecturers and the academic community to resolve bullying among students.
PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KANTOR DESA GEDANGSEWU KABUPATEN KEDIRI Fitria, Yulia; Wihara, Dhiyan Septa; Soeprajitno, Edy Djoko
Prosiding Simposium Nasional Manajemen dan Bisnis Vol. 1 (2022): Simposium Nasional Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/zjaakm03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antara motivasi, disiplin, dan lingkungan kerja yang mempengaruh kinerja terhadap karyawan Kantor Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalita dengan jumlah 30 responden. Teknik penggambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel motivasi, disiplin, dan lingkungan kerja secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan Kantor Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri.