Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Adaptasi Pedagang di Pasar Penampungan Sementara Kota Pariaman Fitra Mardatillah; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i1.226

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebijakan yang diberlakukan pemerintah Kota Pariaman untuk merevitalisasi pasar tradisional pariaman, sehingga pedagang harus direlokasi ke pasar penampungan sementara yang kodisinya tidak memadai dalam kurun waktu yang tidak dipastikan. Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi sebuah pasar akan mempengaruhi setiap elemen yang ada di dalam pasar. Pedagang sebagai salah satu elemen yang ada di dalamnya harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kondisi pasar yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi adaptasi pedagang di pasar penampungan sementara Kota Pariaman. Penelitian ini dianalisis berlandaskan pada teori struktural fungsional oleh Talcot Parson. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus, pemilihan informan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah informan 18 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan teknik analisa data model interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi adaptasi yang dilakukan pedagang di pasar penampungan sementara Kota Pariaman yaitu mengubah waktu berdagang, megurangi kuantitas barang dagangan, berjualan online, menyewa dan menyewakan kios, dan menyewa gudang.
Kehidupan Perkawinan Pasangan Tanpa Anak Witri Oktavia; Erda Fitriani; Selinaswati Selinaswati
Jurnal Perspektif Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan perkawinan pasangan tanpa anak di Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori fenomenologi oleh Alfred Scutz. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dari fenomena kehidupan dalam perkawinan pasangan tanpa anak yaitu (1) pada awal perkawinan mereka memiliki kehidupan yang berbeda, ada yang bahagia pada awal pernikahan dan ada juga setelah lama menikah, kehidupan yang mereka alami berliku-liku dan mereka bisa menghadapinya (2) setelah beberapa tahun menikah mereka melakukan perobatan berupa berobat kedokter dan juga ada yang berobat tradisional (3) konflik, istri yang ingin mengadopsi anak saudaranya tidak boleh oleh suami, anak adopsi yang tidak dihiraukan dan juga karena ekonomi dan materi tetapi hal tersebut cepat terselesaikan sehingga mereka bisa hidup damai kembali (4) Pasrah pada nasip yaitu mengangap anak adalah suatu rezeki yang diberikan Allah dan manusia mempunyai rezeki dan jalan hidup yang berbeda-bedah (5) mencari kebahagiaan dengan cara menyibukkan diri bekerja.
Kehidupan Janda di Nagari Koto Sani Fina Fina; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i3.290

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kehidupan janda di Nagari Koto Sani yang bekerja sampingan sebagai pekerja musiman. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcots Parson. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dan teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian dari fenomena kehidupan janda di Nagari Koto Sani yaitu peneliti menemukan persepsi masyarakat terhadap janda yang bekerja musiman dimata masyarakat sebagai kepala keluarga yang hebat, bisa menjaga kehormatan dan taat beribadah. Namun sebagian kecil perempuan janda muda ini dimata masyarakat sebagai pembawa sial (pambao bala), dan perempuan janda tidak bertangung jawab perempuan janda ini sibuk mencari laki-laki dan mengabaikan anak-anaknya. Secara psikologis status sebagai janda menjadikan mereka lebih berhati-hati dalam bersikap. Perempuan janda secara ekonomi di bantu oleh keluarga luasnya seperti kakak dan adik perempuan janda, tetangga, dan pemerintah memberikan bantuan Program Keluarga Harapan.
Pola Asuh Anak pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Suci Andam Sari; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.528

Abstract

Pola pengasuhan orang tua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, tidak jarang anak sering menjadi korban akibat kesalahan orang tua dalam pola pengasuhan anak. Masalah ini menarik untuk dikaji karena Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat sebuah kegiatan yang disebut dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kegiatan ini merupakan pertemuan yang dilakukan oleh pendamping dan anggota PKH dengan melakukan sosialisasi dalam peningkatan pemahaman pentingnya pendidikan dan pengasuhan anak serta kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh anak pada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kenagarian Limbanang. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah 1 Pendamping PKH dan 8 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kenagarian Limbanang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dikembangkan oleh Milles dan Hurberman (dalam Burhan Bungin) yang terdiri dari tiga alur kegiatan, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan/verivikasi. Keabsahan data dilakukan dengan melakukan metode tringulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada tahun 2013 di Kenagarian Limbanang PKH telah memulai kegiatan pelatihan Pertemuan Peningkatan Kemampuan keluarga (P2K2) dengan memberikan pengetahuan tentang pola asuh demokratis (2) terdapat tiga jenis pola pengasuhan anak di kenagarian Limbanang yaitu 5 Keluarga menerapkan pola asuh otoriter, 2 Keluarga menerapkan pola asuh demokratis dan 1 Keluarga menerapkan pola asuh permisif (3) 2 Keluarga telah menerapkan pola asuh secara demokratis tetapi belum sempurna.
Masyarakat Air Manis Sadar Wisata Adri Febrianto; Erda Fitriani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v1i1.6

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesaradan wisata masyarakat yang berada di kawasan Pantai Air Manis, Sumatera Barat. Khalayak sasaran yang strategis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anggota masyarakat Air Manis khususnya anggota masyarakat yang terlibat langsung dengan aktivitas kepariwisataan, seperti pedagang, tukang parkir, penyedia aktivitas hiburan wisata dan tokoh masyarakat Air Manis. Jumlah peserta yaitu 65 orang dan penyuluhan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2015 dengan menghadirkan narasumber, Sekretaris Dinas Pariwisata, dan peneliti bidang pariwisata dari Unand dan UNP. Secara keseluruhan tim mengamati dan menilai bahwa manfaat dari kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata dan menumbuhkan sikap yang sadar wisata serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar. Salah satu faktornya yaitu tingginya partisipasi masyarakat untuk menghadiri kegiatan ini dan peran aktif dalam kegiatan kepariwisataan.
Peluang Usaha Bagi Masyarakat Nagari Sungai Pinang untuk Pengembangan Ekowisata Mira Hasti Hasmira; Erda Fitriani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v1i2.14

Abstract

Masyarakat Nagari Sungai Pinang merupakan daerah wisata yang memiliki keindahan alam yang sangat indah. Masyarakatnya memiliki animo yang sangat tinggi untuk pengembangan ekowisata. Namun, karena kurangnya SDM, hal ini menjadi terkendala. Termasuk dalam upaya peningkatan perekonomian melalui kegiatan wisata. Tulisan ini menjelaskan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas SDM untuk pengembangan perekonomian dalam dunia wisata. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kewirausahaan, tepatnya tentang bagaimana membaca peluang usaha. Peluang usaha yang dimaksud disesuaikan dengan situasi yang ada di Nagari Sungai Pinang. Pada akhir kegiatan ini terbentuk kepengurusan dan dua kelompok usaha yang dirasa sesuai dengan situasi yang ada di Nagari Sungai Pinang.
Pengemasan (Packaging) Rakik Bada Lado Hijau Upaya Peningkatan Pemasaran dan Pelestarian Kuliner Minangkabau Erda Fitriani; Siti Fatimah; Desy Mardiah; Selinaswati Selinaswati; Muhammad Hidayat; Lia Amelia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v2i2.59

Abstract

Rakik Bada merupakan salah satu kuliner Minangkabau yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Permasalahan yang ditemui di Nagari Sungai Pinang Pesisir Selatan, usaha rakik bada sudah ada akan tetapi belum dikemas dengan baik dengan mencantumkan label, dan tangal produksi serta tanggal kadarluasa dari produk. Pencantuman tanggal kadarluasa sangat penting bagi makanan dan minuman yang memiliki waktu kualitas terbaik yang sangat singkat. Oleh karena itu untuk peningkatan nilai ekonomis dari kuliner rakik bada perlu dilakukan pendampingan, dalam hal pelatihan pengemasan atau packaging. Kelompok sasaran adalah ibu-ibu PKK Nagari Sungai Pinang. Pelatihan dilaksanakan mulai dari membuat produk rakik bada lado hijjau dan pemberian pengetahuan pentingnya pengkemasan dan pemberian label pada produk. Evaluasi hasil dilihat dari penilaian karya mandiri dan mencermati partisipasi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan dapat memberikan pengetahuan kepada mitra mengenai alternatif kemasan yang dapat dipilih untuk menampilkan produk yang lebih baik di pasaran dan pemberian label dapat membantu memberikan informasi kepada konsumen.
Perilaku Sehat Mahasiswa (Studi Kasus Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang) Ema Karlina; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perilaku sehat yang diterapkan oleh mahasiswa FIS UNP. Hal ini menarik untuk dikaji karena banyaknya ancaman berbagai macam penyakit yang mampu mengganggu kondisi kesehatan mahasiswa FIS UNP. Temuan penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori aksi Talcott Parsons. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dari tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan 1 November 2022. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada 16 orang informan terdiri dari mahasiswa aktif FIS UNP, mahasiswa yang tergabung kedalam organisasi kemahasiswaan, dan teman terdekat informan penelitian. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis data menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan diperoleh bahwa: perilaku sehat yang diterapkan oleh mahasiswa FIS UNP yakni, Menjaga pola makan minimal 2 kali, mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan suplemen atau vitamin dalam menjaga daya tahan tubuh mereka. Melakukan aktivitas fisik seperti, aktivitas olahraga ringan minimal 10 menit sehari, memperbanyak berjalan kaki, dan lain sebagainya, serta membiasakan tidur jam 10 dan tidak membiasakan untuk begadang. Menjaga kebersihan diri mereka dengan rutin mandi minimal 2-3 kali sehari, membiasakan untuk mencuci tangan dan membiasakan mencuci pakaian setelah dipakai satu kali. Menjaga kebersihan lingkungan, dengan menyapu dan membuang sampah agar kost bersih, nyaman dan layak sebagai tempat tinggal.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN EKOWISATA SUNGAI PINANG Fitriani, Erda; Selinaswati, Selinaswati; Mardhiah, Desy
SOCIUS Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v4i2.17

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan partisipasi masyarakat Nagari Sungai Pinang dalam pembangunan ekowisata. Pembangunan pariwisata dapat berjalan dengan baik jika adanya partisipasi masyarakat. Masyarakat Nagari Sungai Pinang telah mengembangkan pariwisata di daerahnya sejak tahun 2004 sebelum dikembangkannya kawasan wisata maritim Mandeh pada tahun 2014 oleh pemerintah. Destinasi wisata Nagari Sungai Pinang dikenal oleh wisatawan dengan istilah The Hidden Spot of Paradise. Untuk menggali partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekowisata dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi partisipasi, wawancara mendalam (Indept interview) dan studi dokumen. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata di Sungai Pinang merupakan hasil pemikiran, perencanaan yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dipelopori oleh kaum muda. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi pembangunan.
Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua dan Saluak Anggraini, Tuti; Fitriani, Erda; Amri, Emizal
SOCIUS Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i1.179

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna simbol pada upacara kematian masyarakat Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masyarakat Minangkabau yang beragama Islam melaksanakan prosesi upacara secara Islam seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan, akan tetapi di dalam pelaksanaan prosesi upacara kematian yang dilaksanakan masyarakat suatu nagari memiliki keunikan tertentu seperti halnya masyarakat Nagari Salayo. Pada saat mayat berada di dalam rumah dipakaikan suntiang bungo sanggua untuk mayat perempuan atau saluak untuk mayat laki-laki di bagian kepala. Simbol yang ada dalam upacara kematian dianalisa dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian ini mengungkapkan makna simbol yang ada dalam upacara kematian adalah penghormatan bagi orang yang meninggal, sebagai tanda orang beradat, hubungan kekeluargaan yang erat, dan solidaritas sosial.