Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Inovasi Pupuk Organik Dari Tulang Ikan Dalam Upaya Mengurangi Limbah Dan Meningkatkan Produksi Pertanian Anis Tatik Maryani; Nyimas Myrna Elsa Fathia; Miranti Sari Fitriani; Sri Mulyati; Arzita Arzita; Nur Huda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110528

Abstract

Pupuk organik merupakan bahan alami yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik terbuat dari kompos, kotoran hewan, dan limbah pertanian. Penggunaan pupuk organik memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan struktur tanah, memperbaiki retensi air, dan menyediakan nutrisi secara berkelanjutan. Selain itu, pupuk organik mendukung aktivitas mikroorganisme tanah yang penting dalam proses penguraian dan penyerapan nutrisi. Inovasi pemanfaatan limbah tulang ikan sebagai pupuk organik di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi, bertujuan mengurangi limbah sekaligus meningkatkan produksi pertanian. Limbah tulang ikan kaya akan kalsium, fosfor, dan nitrogen, namun sering dibuang tanpa dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim Universitas Jambi bekerja sama dengan kelompok wanita tani (KWT). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan pembuatan pupuk organik cair maupun padat. Indikator keberhasilan ditetapkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan produksi pupuk organik secara mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta memahami materi dan mampu mempraktikkan pembuatan pupuk organik dari limbah tulang ikan. Pemanfaatan limbah rumah tangga ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan keterampilan dan penghasilan tambahan bagi KWT. Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat biaya produksi melalui pembuatan pupuk organik sendiri untuk kegiatan budidaya tanaman.
Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Kulit Kopi: Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Ungu (Solanum melongena L.) Novita, Trias; Fitriani, Miranti Sari; Hardianti, Riska
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.2.10

Abstract

Terung ungu (Solanum melongena L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan untuk buahnya. Terung ungu mengandung solasodine dan senyawa steroid yang dikenal berpotensi sebagai agen antikanker. Provinsi Jambi merupakan daerah potensial untuk budidaya terung ungu. Untuk meningkatkan produktivitas terung ungu, diperlukan teknik budidaya yang tepat, yaitu dengan pemupukan. Secara umum, petani di Indonesia sering menggunakan pupuk anorganik, namun penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus berdampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik, diperlukan penambahan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC dari kulit kopi pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu, dan untuk menentukan konsentrasi terbaik untuk hasil panen optimal. Penelitian ini dilakukan di Teaching Research Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan 5 perlakuan konsentrasi pupuk organik cair kulit kopi: 0, 15, 30, 45, dan 60 ml L-1, diulang 5 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah, diameter buah, bobot buah segar per buah, bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi POC 30 ml L-1 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, bobot buah segar per buah,  bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar.