Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN OBAT HERBAL DARI TANAMAN TRADISIONAL DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KAMPUS IV UNIVERSITAS KHAIRUN Sri Wahyuni; Muhammad Ade Salim; Sri Utami
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3513

Abstract

Foot and Mouth Disease (FMD) is currently endemic in Indonesia. FMD is caused by the Foot and Mouth Disease Virus (FMDV), which affects various livestock such as cattle, buffalo, goats, and sheep, as well as wild animals like deer, elephants, and camels. It is classified as an acute disease that spreads rapidly through viral infection and is highly contagious. North Maluku Province currently holds a green zone status for Foot and Mouth Disease (FMD). Campus IV of Khairun University (Unkhair), located in Bangko Hamlet, Bobaneigo Madihutu Village, West Halmahera Regency, North Maluku Province, covers an area of approximately 150 hectares. The majority of cattle breeders on Campus IV are traditional breeders, where management practices for maintenance and health are often still conducted traditionally, with knowledge passed down from older generations of breeders to their successors. In recent years, herbal medicines have gained popularity not only for humans but also among livestock breeders. Community service activities will be conducted in May 2024, involving livestock groups in Bangko Hamlet, Bobaneigo Madihutu Village, West Halmahera Regency, North Maluku Province. Ten participants, including lecturers from the Animal Husbandry Study Program and local breeders, will take part in this initiative. The aim of the community service is to introduce Foot and Mouth Disease to the local community and to provide practical training on making herbal medicine for livestock. The community service activities are well-received and valued by the local breeders. During the service, participants have shown great enthusiasm in engaging with the activities, which range from discussion-based counseling to the practical preparation of herbal medicine for cattle
PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI LIMBAH PANGAN, LITER ARANG SEKAM AMPAS GERGAJI PADA KELOMPOK ITIK MILLENNIAL DI SANGAJI UTARA KOTA TERNATE Sariffudin Fatmona; Sri Utami; Oktora Dwi Putranti; Eny Edrawati; Gunawan Gunawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1188-1197

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada kelompok ternak terkait manfaat dari tatalaksana pemeliharaan, pembuatan pakan ferementasi dari limbah sayur pasar tradisional dan pembuatan arang dari ampas gergaji sebagai bahan campur alas kandang.  Yang menjadi masalah utama adalah mengenai pakan yang diberikan adalah pakan komersial yang harganya cukup mahal, bahkan karena mahalnya pakan tersebut peternak terkadang hanya memberikan makanan seadanya, seperti sisa-sisa makanan dari dapur, karena tidak bisa menyediakan pakan berkualitas dalam jumlah sesuai kebutuhan, kebutuhan gizi itik yang tidak terpenuhi hal ini berdampak pada produktivitas telur yang tidak optimal. Masalah lain yaitu bau yang ditimbulkan dari feces ternak sehingga kerapkali menimbulkan protes masyarakat sekitar. Pengolahan sampah organik menjadi pakan fermentasi dan pemanfaatan ampas gergaji menjadi arang sebagai bahan liter ternak itik diharapkan dapat menjadi solusi selain mengurangi sampah organik juga menjadi solusi dari masalah pakan, juga dapat mencegah timbulnya bibit penyakit dan bau yang diakibatkan oleh kotoran ternak tersebut. Pakan fermentasi dapat menekan biaya pakan dan arang ampas gergaji dapat mengatasi masalah bau kandang Itik bahkan dapat di jual sebagai media tanaman di berbagai pekarangan rumah tangga, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok. Kegiatan dilakukan dengan cara ceramah, sosialisasi dan bimbingan. Pertemuan lapangan, Demplot (Demonstrasi). Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil yang cukup baik dilihat dari hasilnya yaitu peternak dapat memahami, membuat dan mengaplikasikannya. Terjadi peningkatan produksi telur setelah kegiatan PKM dan bau feces dapat teratasi.Â