Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perilaku Informasi Penyandang Disabilitas Tuna Netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang Lexmana, Moch. Nanda Indra; Dewi, Amalia Nurma; Andajani, Kusubakti
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 1 (2022): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i1.42232

Abstract

Tujuan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang selain sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mengajarkan keterampilan (soft skill) bagi tunanetra juga bertujuan untuk membentuk mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pada era informasi seperti saat ini, kedua tujuan UPT RSBN tersebut bisa dicapai apabila peserta didik pada UPT RSBN mampu memaksimalkan interaksi dengan informasi melalui perumusan kebutuhan informasi, pencarian informasi, pemrosesan dan penggunaan informasi atau yang biasa disebut dengan perilaku informasi. Melihat pentingnya peran perilaku informasi dalam pencapaian tujuan UPT RSBN Malang maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku informasi pada peserta didik di RSBN Malang dengan menggunakan teori TD Willson (1999). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Responden pada penelitian ini adalah siswa atau penyandang disabilitas tuna netra di UPT RSBN Malang. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa kebutuhan informasi penyandang disabilitas tuna netra dilatarbelakangi oleh unlearned motives dan economics motives. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyandang disabilitas tuna netra mengubah kebutuhan informasi menjadi pencarian informasi. Keputusan tersebut dipengaruhi mekanisme pengaktifan dan variabel intervensi. Perilaku pencarian informasi pada penyandang disabilitas tuna netra ditemukan hanya pada sampai tahap pencarian aktif. Hasil dari pencarian informasi tersebut diolah dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas tuna netra.
Pendampingan Literasi melalui Lokakarya Preservasi Buku Anak dengan Model Community Of Practice Rachman, Rani Auliawati; Safii, Moh.; Dewi, Amalia Nurma; Anggraeni, Sherly Rosa; Setiawan, Ari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10347

Abstract

Buku anak memiliki peran penting untuk mendukung perkembangan literasi. Kegiatan membaca anak-anak terkadang menyebabkan kerusakan fisik, sementara keterampilan preservasi di kalangan pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) maupun orang tua masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait preservasi koleksi buku anak melalaui lokakarya dan pendampingan di Ruang belajar Aqil Kota Malang. Metode pelaksanaan yang digunakan mengintegrasikan pendekatan Community of Practice (CoP) dan Community Development, dengan melibatkan sepuluh peserta dari TBM dan orang tua. Program dilaksanakan dalam tiga tahapan, pertama persiapan (penentuan domain, survei kebutuhan, penyediaan materi dan alat), tahapan kedua pelaksanaan (lokakarya daring-luring, praktik perbaikan halaman robek dan sambul buku dengan Teknik mending serta pembentukan sudut preservasi), dan tahap terakhir evaluasi keberlanjutan (survei kepuasan, observasi praktik, refleksi serta penyajian modul dan video tutorial). Hasil kegiatan menunjukkan peserta sebagian besar menilai materi relevan dan mudah dipahami serta bermanfaat. Evaluasi praktik memperlihatkan seluruh peserta mampu melakukan perbaikan buku secara mandiri, dengan tujuh orang tuntas tanpa pendampingan dan tiga lainnya masih memerlukan arahan tambahan. Keberadaan sudut preservasi menajadi sarana keberlanjutan program sekaligus pusat pembelajaran kolektif berbasis komunitas. PKM ini memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan keterampilan teknis peserta, dan jangka panjang berupa penguatan budaya preservasi berkelanjutan. Rekomendasi program selanjutnya dapat dilakukan dengan memperluas jejaring TBM serta menyesuaikan durasi kegiatan agar peserta memperoleh pengalaman praktik yang optimal.