Asniar Asniar
Bagian Keilmuan Keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA Multazam Multazam; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan gejala yang ditandai dengan frekuensi defekasi yang lebih dari 3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah dan lendir. Perilaku ibu berperan penting untuk mengambil tindakan pencegahan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita dengan pendekatan Health Promotion Model di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden yang dipilih dengan teknik purposive proportional sampling. Pengumpulan data diolah dengan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan Chi Square Test. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa perilaku ibu-ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Cot Glie dalam pencegahan diare pada balita berada pada kategori kurang baik. Hasil penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan antara faktor manfaat perilaku yang dipersepsikan ibu (p-value = 0.009), faktor hambatan perilaku yang dipersepsikan ibu (p-value = 0.000), faktor kemampuan diri yang dipersepsikan ibu (p-value = 0.000), faktor sikap yang dipersepsikan ibu (p-value = 0.007) dengan perilaku ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita. Untuk itu, direkomendasikan kepada pihak Puskesmas Kuta Cot Glie dan Dinas Kesehatan Aceh Besar agar lebih dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan diare kepada masyarakat dengan memperhatikan fakor-faktor tersebut sehingga angka kejadian diare pada balita dapat menurun.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TENTANG PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF Rizka Aulia Putri; Budi Satria; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 3 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) menyusui merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup anak, tetapi hampir 2 dari 3 bayi tidak menyusui secara eksklusif selama 6 bulan seperti yang telah direkomendasikan dan angka ini terus menjadi tidak membaik dalam waktu 2 dekade. Penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif oleh ibu pada bayinya dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan Studi kasus ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan komunitas pada ibu hamil tentang pengetahuan ASI Eksklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan komunitas di Desa Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. ASI Eksklusif merupakan salah satu permasalahan di Desa Meunasah Papeun yang terjadi, didapatkan data bahwasanya 2 dari 5 ibu hamil belum mengetahui tentang ASI Eksklusif. Perencanaan yang disusun yaitu memberikan edukasi tentang ASI Eksklusif. Selain itu, ibu hamil juga mengikuti pre-test dan post-test menggunakan kuesioner tentang pengetahuan ASI Eksklusif. Setelah diberikan edukasi tentang ASI Eksklusif, terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil sebanyak 5 orang (100%) responden berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan intervensi edukasi ASI Eksklusif dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga termotivasi untuk memberikan ASI Eksklusif pada anaknya
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PETUGAS KEBERSIHAN DI KOTA BANDA ACEH yeti yeti; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka masalah kesehatan dan kecelakaan kerja di provinsi Aceh, khususnya pada petugas kebersihan membutuhkan perhatian khusus dan upaya pencegahan intensif. Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan alat perlindungan diri untuk mencegah masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan behavior-specific cognitions and affect dalam penggunaan alat perlindungan diri (APD) dengan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja pada petugas kebersihan di Kota Banda Aceh. Behavior-specific cognitions and affect (BSCA) yang diukur adalah persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi kemampuan diri, sikap, pengaruh hubungan interpersonal dan pengaruh situasional dalam penggunaan APD. Penelitian ini berdesain descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah 96 petugas kebersihan yang direkrut dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner self-report, meliputi kuesioner untuk mengukur masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, dan mengukur BSCA dalam penggunaan APD. Hasil pengolahan data menunjukkan sebagian besar responden mengalami masalah kesehatan dan kecelakaan pada kategori tinggi (53,1%), namun tidak ada hubungan yang signifikan antara BSCA dalam penggunaan APD dengan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja pada petugas kebersihan di Kota Banda Aceh. Hal ini menekankan bahwa intervensi pencegahan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, khususnya kepatuhan dalam penggunaan APD, harus melibatkan semua petugas kebersihan tanpa perlu membedakan kelompok petugas dengan karakteristik BSCA tertentu. Kata Kunci    :  Alat Perlindungan Diri, Behavior-Specific Cognitions and Affect, Masalah Kesehatan dan    Kecelakaan Kerja, Petugas Kebersihan
PERBANDINGAN HEALTH LITERACY BERDASARKAN STATUS DEMOGRAFI KLIEN TUBERKULOSIS PARU DI BANDA ACEH RIZKA RIZKA; asniar asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health literacy sebagai keterampilan dan kompetensi yang dikembangkan selama masa hidup individu untuk mencari, memahami, mengevaluasi, menggunakan informasi dan konsep kesehatan untuk membuat pilihan informasi, mengurangi resiko kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Health literacy berkembang seumur hidup seseorang dan dipengaruhi oleh status kesehatan, demografi, sosial politik, psikososial dan faktor budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan status demografi dengan health literacy pada klien tuberkulosis paru di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah klien tuberkulosis paru sebanyak 87 orang yang diperoleh dengan metode simple random sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan cara wawancara terpimpin. Hasil pengolahan data menunjukkan ada perbedaan yang signifikan health literacy pada klien tuberkulosis paru antara rata-rata usia muda yaitu 11,2174 dan rata-rata usia tua yaitu 8,7313 dengan nilai p-value 0,012, sedangkan rata-rata jenis kelamin laki-laki yaitu 9,1224 dan rata-rata perempuan yaitu 11,2368 dengan nilai p-value 0,034 dan rata-rata pendidikan tinggi yaitu 11,9000 dan rata-rata pendidikan rendah yaitu 9,0702 dengan nilai p-value 0,006. Diharapkan bagi Rumah Sakit agar lebih meningkatkan health literacy terhadap klien tuberkulosis paru di Kota Banda Aceh sehingga klien dapat meningkatkan health literacy pada penyakit tuberkulosis paru. 
SELF-EFFICACY, STRATEGI KOPING, DAN STRES MAHASISWA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Evy Maulya; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) cenderung menyebabkan stres pada mahasiswa. Kondisi tersebut membutuhkan keyakinan diri pada mahasiswa agar dapat membentuk koping yang efektif dalam mengatasi berbagai stresor akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy, strategi koping, dan stres mahasiswa KBK di sebuah Universitas Negeri di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani pembelajaran dengan KBK berjumlah 96 responden, yang dikumpulkan dengan metode proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner self-report, yang terdiri dari Skala Self-Efficacy, Skala Strategi Koping, dan Perceived Stress Scale (PSS). Hasil analisa data  dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan strategi koping (p value = 0,041). Selain itu, uji Mann Whitney-U memperlihatkan perbedaan yang signifikan dalam nilai stres pada mahasiswa dengan strategi koping tinggi dan mahasiswa dengan strategi koping rendah (p value = 0,001). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya self-efficacy dan strategi koping bagi mahasiswa dalam menghadapi tingginya stres dalam mengikuti pembelajaran KBK. Untuk itu, diharapkan bagi penyelenggara pendidikan KBK agar dapat mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan program atau intervensi yang dapat meningkatkan self-efficacy dan strategi koping mahasiwa.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN SKABIES YANG DIPERSEPSIKAN OLEH REMAJA SANTRI DAYAH Ulya Hakim; asniar asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak dialami oleh remaja santri dayah. Skabies dapat mengakibatkan infeksi sekunder dan berakibat menurunkan kualitas hidup dan prestasi akademik remaja. Kondisi ini perlu dicegah dengan pengetahuan, sikap dan praktik personal hygiene yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan praktik yang dipersepsikan remaja dalam pencegahan skabies. Penelitian ini berdesain deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional, yang melibatkan 183 remaja santri dayah yang dipilih dengan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakuan dengan kuesioner self report, yang dikembangkan berdasarkan teori Bloom. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa umumnya remaja santri dayah memiliki pengetahuan tentang skabies(66,7%), sikap pencegahan skabies (50,8%), kebiasaan personal hygiene (52,5%), dan frekuensi personal hygiene (59,6%) pada kategori baik. Namun demikian, skabies masih sering dialami oleh remaja santri dayah (49,2%). Hal ini menunjukkan bahwa, walaupun pengetahuan menjadi dasar pembentukan sikap dan praktik yang akan mempengaruhi perilaku, namun faktor lain mungkin dapat berkontribusi, khususnya dalam pencegahan skabies. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap perilaku pencegahan scabies pada remaja santri dayah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan terhadap upaya lebih lanjut untuk pencegahan skabies, baik bagi penyedia layanan kesehatan di masyarakat, maupun pengelola dayah, demi meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup dan prestasi akademik remaja santri dayah. 
Determinan Aktivitas Fisik pada Aggregate Dewasa Aulia Rahmi; Asniar Asniar; Teuku Tahlil
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.451 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2191

Abstract

This study aims to analyze the determination of physical activity in adult aggregates in Lhokseumawe City. The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The results showed that the majority of respondents were adults (26-35 years old) that is 61 people (62.9%), female 69 people (71.1%), higher education level 74 people (76.3%), working does not depend on time, namely, 36 people (37.1%), living in urban areas, namely 90 people (92.8%), and having a monthly income of <Rp 3,165,030, namely 69 people (71.1%). Variables related to physical activity were age (p=0.003), perceived benefits and barriers (p=0.024), and self-efficacy (p=0.000). The most dominant factor about physical activity in respondents was age, with an odds ratio of 4.622 (95% CI: 1.759-12.143). In conclusion, the most significant determinant of physical activity in the adult aggregate is age. Keywords: Aggregate Adults, Determinants of Physical Activity
Determinan Gaya Hidup Sehat Remaja Boarding School dan Non Boarding School Ridha Fitri; Asniar Asniar; Syarifah Rauzatul Jannah
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.165 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2949

Abstract

This study aims to look at the dominant differences in healthy lifestyles in Islamic boarding schools and non-Islamic boarding schools in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency. The research method used is quantitative research with the analytical survey. The results of the bivariate test showed that there was a difference in a healthy lifestyle (0.047 < 0.05), there was no difference in BMI (0.474 > 0.05), there was a difference in psychological well-being (0.025 < 0.05), and there was a difference in life satisfaction (0.01 < 0,05) in pesantren and non-Islamic boarding schools. At the same time, in the multivariate test, the dominant determinant of a healthy lifestyle is life satisfaction where the p-value (0.00 < 0.05). In conclusion, there are differences in a healthy lifestyle, psychological well-being, and life satisfaction in boarding and non-boarding adolescents, with the dominant factor being life satisfaction. Keywords: Boarding, Healthy Lifestyle, Non-Boarding, Youth
Pengalaman Klien Filariasis dalam Menjalani Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Alpi Sri Rakhmayana; Asniar Asniar; Elly Wardani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.731 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2996

Abstract

This study aims to explore the experience of filariasis clients undergoing the POPM program in Pidie Regency. This research method uses qualitative research methods with a case study approach. The study results of four participants showed nine themes and five sub-themes. Themes (1) Get symptomatic benefits of financial convenience and access; get symptomatic benefits and financial benefits and ease of access (2) Non-compliance with POPM (3) Combining with complementary therapies (4) Activity limitations (5) Feeling fatigued (6) Managing acute symptoms by seeking medical and alternative treatment; medical treatment, herbs, and treatment at a traditional healer (7) Accepting illness with all limitations (8) The role of caregiver is carried out by family members (9) Acceptance and support by the community. In conclusion, the client gets symptomatic benefits and financial convenience and access, activity limitations, and client non-compliance in undergoing POPM and seeking other alternative treatments. Keywords: Filariasis Client, Experience, POPM
Pengalaman Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Agregat Dewasa dengan Tuberculosis Paru Ramadhana Ramadhana; Teuku Tahlil; Asniar Asniar
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v6i2.4976

Abstract

This study explores the experience of using healthcare facilities in the aggregate of adults with pulmonary tuberculosis. The type of research used is qualitative research with a phenomenological approach. The study's results identified three themes: visiting healthcare facilities due to increased disease severity, visiting healthcare facilities to get further services, and visiting healthcare facilities despite being embarrassed and afraid. In conclusion, this study provides an overview of how the concept of the Health Belief Model about perceived severity makes a person with Pulmonary TB engage in Health Seeking Behavior, in this case, focusing on the desire to visit healthcare facilities. Keywords: Health Belief Model, Health Seeking Behavior, Pulmonary Tuberculosis