p-Index From 2021 - 2026
7.439
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sendratasik Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Channel : Jurnal Komunikasi Jurnal Orasi ETTISAL Journal of Communication JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) Jurnal Studi Komunikasi Persepsi : Communication Journal Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Humaniora Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Communicare : Journal of Communication Studies JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Literatus Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi COMMICAST MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi CITRAWIRA : JOURNAL OF ADVERTISING AND VISUAL COMMUNICATION Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Kajian Seni JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Indonesia Sosial Sains Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Kanca Wingking: reinterpreting the identity of Javanese women through video installation art Dias Adiprabowo, Vani
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i3.10254

Abstract

The identity of Javanese women has long reflected constructions by patriarchal cultural narratives, with the concept of Kanca Wingking confining them to domestic roles and subordinating them to men. This study investigates how video installation art represents and deconstructs that discourse. The research examines how visual, auditory, and interactive elements challenge the gendered symbolic order by employing a qualitative approach that integrates Julia Kristeva's semiotic theory and Foucauldian discourse analysis. The researcher collected data through a literature review and visual documentation of Javanese cultural representations. The findings demonstrate that video installation art not only symbolises patriarchal control, through elements such as the puppeteer's voice and the manipulation of women's expressions, but also subverts it by turning the audience into active participants in exposing and questioning those norms. From a Foucauldian perspective, the work reveals how domestic spaces and bodily representation function as instruments of discipline and surveillance, yet simultaneously open discursive space for agency and resistance. The study concludes that video installation art serves as both an expressive and political medium, offering critical interventions into the cultural construction of Javanese womanhood.
Analisis Visual dalam Film “Sang Prawira”: Estetika Visual Dwi Edi Hartono; Vani Dias Adiprabowo
INVENSI Vol 10, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i1.11585

Abstract

Seni sinema merupakan medium yang mengintegrasikan gambar bergerak dan elemen audiovisual untuk menyampaikan pesan dan emosi melalui estetika visual. Film “Sang Prawira”, menawarkan peluang menarik untuk menganalisis elemen-elemen visualnya secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana elemen visual seperti komposisi gambar, penggunaan warna, pencahayaan, dan pengaturan set digunakan untuk memperkuat narasi serta menciptakan pengalaman visual yang emosional dan artistik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melakukan observasi mendalam terhadap adegan-adegan kunci untuk mengidentifikasi pola, simbolisme, dan interaksi antar elemen visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi gambar dalam film ini menonjolkan aspirasi besar dan konflik emosional tokoh utama, sementara palet warna dan pencahayaan memperkuat suasana emosional di setiap adegan. Desain set yang kaya dengan budaya Batak Toba memberikan konteks visual yang autentik, dengan simbolisme seperti Danau Toba dan ulos yang menambahkan dimensi budaya pada cerita. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa estetika visual bukan hanya elemen pendukung tetapi juga alat utama dalam menyampaikan pesan naratif yang kompleks. Visual Analysis in the Film Sang Prawira: Visual Aesthetics ABSTRACTThe art of cinema is a medium that integrates moving images and audiovisual elements to convey messages and emotions through visual aesthetics. The film Sang Prawira provides an intriguing opportunity to analyze its visual elements in depth. This study aims to explore how visual elements such as composition, color usage, lighting, and set design are employed to strengthen the narrative and create an emotionally and artistically engaging visual experience. A qualitative descriptive approach was adopted by conducting in-depth observations of key scenes to identify patterns, symbolism, and interactions between visual elements. The findings reveal that the film's composition highlights the protagonist's aspirations and emotional conflicts, while the color palette and lighting enhance the emotional tone of each scene. The set design, enriched with Batak Toba cultural elements, provides an authentic visual context, with symbolism such as Danau Toba and ulos adding cultural dimensions to the story. The study concludes that visual aesthetics are not merely supporting elements but primary tools for delivering complex narrative messages.  
User-Generated Content Sebagai Branding Destinasi Gunungkidul di Youtube Two Mad Explorers Oktavia Dwi Anggreini; Vani Dias Adiprabowo
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 25, No 1 (2026): In Press
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v25i1.5718

Abstract

This study analyzes the role of foreign YouTuber content created by @Two Mad Explorers in constructing tourism promotion discourse for Gunungkidul through a descriptive qualitative approach. The study focuses on the video entitled “Sisi Lain Yogyakarta ?? Gunungkidul”, which presents the authentic experiences of foreign travelers exploring various destinations in Gunungkidul. This research examines both visual and verbal elements in the video, as well as audience responses in the comment section, to understand how User-Generated Content (UGC) contributes to destination image formation. The findings indicate that the video constructs a positive destination representation through visual narratives, personal testimonials, and emotional storytelling. The content highlights local identity, transparent and inclusive destination management, clear location signage, and unique geographical features that enrich the tourism experience. Audience responses in the comment section also demonstrate forms of electronic word-of-mouth (eWOM), indicating the potential to influence audience perceptions and travel interest toward the destination. This study confirms that social media, particularly YouTube, has significant potential as an experience-based tourism promotion medium that can organically strengthen destination branding. Therefore, collaboration between tourism stakeholders and digital creators should be optimized to enhance the competitiveness of local tourism destinations.
PERJANJIAN PRA-NIKAH SEBAGAI WUJUD KOMUNIKASI KELUARGA: STUDI KASUS DILAN JANIYAR DALAM PODCAST DENNY SUMARGO Istiana Istiana; Vani Dias Adiprabowo
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22292

Abstract

Penelitian ini membahas perjanjian pranikah sebagai bentuk komunikasi keluarga yang mencerminkan keterbukaan, kesetaraan, dan kesiapan emosional pasangan dalam membangun rumah tangga. Kajian ini berangkat dari fenomena sosial meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perjanjian pranikah, namun masih sering dipersepsikan negatif oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi pranikah dapat berperan sebagai upaya preventif dalam mencegah konflik rumah tangga serta menumbuhkan pemahaman bersama mengenai hak dan kewajiban pasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap konten podcast Denny Sumargo yang menghadirkan kasus Dilan Janiyar sebagai studi kasus. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori komunikasi Joseph A. DeVito sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pranikah berfungsi tidak hanya sebagai kontrak hukum, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menegaskan keterbukaan dan kesetaraan dalam hubungan. Pola komunikasi kesetaraan terbukti berperan penting dalam menciptakan keadilan, kepercayaan, dan stabilitas emosional dalam relasi pernikahan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi keluarga dan hukum perdata, dengan menekankan pentingnya komunikasi pranikah yang jujur dan transparan sebagai fondasi keharmonisan rumah tangga. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perjanjian pranikah merupakan manifestasi nyata dari komunikasi keluarga yang berkeadilan dan beretika.