p-Index From 2021 - 2026
6.935
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sendratasik Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Channel : Jurnal Komunikasi Jurnal Orasi ETTISAL Journal of Communication JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) Persepsi : Communication Journal Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Communicare : Journal of Communication Studies JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Literatus Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi COMMICAST MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi CITRAWIRA : JOURNAL OF ADVERTISING AND VISUAL COMMUNICATION Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Kajian Seni JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Indonesia Sosial Sains Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication
Claim Missing Document
Check
Articles

ETIKA KOMUNIKASI NETIZEN SETELAH PERTANDINGAN SEPAK BOLA INDONESIA VS UZBEKISTAN DI AKUN INSTAGRAM @SHENYINHAO.OFFICIAL Dzulfikhram, Muhammad; Dias Adiprabowo, Vani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4509-4520

Abstract

Pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia U-23 dan Uzbekistan pada babak semifinal AFC Cup U23 menjadi sorotan publik setelah menuai kontroversi terkait keputusan wasit, Shen Yinhao. Fenomena ini menciptakan diskusi sengit di berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram resmi Shen YinHao. Penulis melihat banyak netizen kurang menjaga etika dalam berkomentar di akun Instagram Shen Yinhao. Penelitian bertujuan untuk mempromosikan diskusi yang sehat dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang dinamika interaksi manusia di era digital, khususnya dalam konteks peristiwa olahraga yang kontroversial. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan netnografi untuk menyoroti tantangan etika yang muncul dalam komunikasi online, seperti penggunaan bahasa kasar, penyebaran kebencian, dan kurangnya penghargaan terhadap pihak lain. Hasil penelitian menunjukkan bahasa yang tidak pantas dan tone yang agresif dapat menciptakan atmosfer toxic di ruang komentar. Netizen perlu memahami tanggung jawab mereka dalam menyampaikan pendapat secara konstruktif dan bertanggung jawab, serta menerima keragaman pendapat dan menghargai perspektif yang berbeda. Hal ini perlu meningkatkan kualitas dan etika komunikasi di media sosial. Ini akan membantu pengguna media sosial, terutama generasi muda, untuk lebih memahami konsekuensi dari perilaku mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih positif.
Representasi Kepemimpinan pada Karakter Monkey D Luffy dalam Anime One Piece Prayogi Setya Natanegara, Mochammad; adiprabowo, vani dias
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v6i2.6249

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi representasi kepemimpinan dalam Anime One Piece Episode 1070 melalui analisis semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis semiotika dan kerangka kerja tiga level kode-kode televisi John Fiske untuk mengurai makna kepemimpinan yang tertanam dalam episode tersebut. Analisis menunjukkan bahwa representasi kepemimpinan dikonstruksikan melalui penggambaran perilaku Monkey D. Luffy sebagai kapten bajak laut, yang mencerminkan sifat ambisius dan berani dalam mencapai tujuannya. Representasi ini dielaborasi lebih lanjut melalui analisis struktur naratif, tanda, dan ideologi yang terkandung dalam episode. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami representasi kepemimpinan dalam konteks budaya dan sosial di mana Anime One Piece dibuat dan ditayangkan. Temuan ini menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana pesan kepemimpinan disampaikan dan diinterpretasikan oleh penonton
PERJANJIAN PRA-NIKAH SEBAGAI WUJUD KOMUNIKASI KELUARGA: STUDI KASUS DILAN JANIYAR DALAM PODCAST DENNY SUMARGO Istiana, Istiana; Adiprabowo, Vani Dias
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22292

Abstract

Penelitian ini membahas perjanjian pranikah sebagai bentuk komunikasi keluarga yang mencerminkan keterbukaan, kesetaraan, dan kesiapan emosional pasangan dalam membangun rumah tangga. Kajian ini berangkat dari fenomena sosial meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perjanjian pranikah, namun masih sering dipersepsikan negatif oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi pranikah dapat berperan sebagai upaya preventif dalam mencegah konflik rumah tangga serta menumbuhkan pemahaman bersama mengenai hak dan kewajiban pasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap konten podcast Denny Sumargo yang menghadirkan kasus Dilan Janiyar sebagai studi kasus. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori komunikasi Joseph A. DeVito sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pranikah berfungsi tidak hanya sebagai kontrak hukum, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menegaskan keterbukaan dan kesetaraan dalam hubungan. Pola komunikasi kesetaraan terbukti berperan penting dalam menciptakan keadilan, kepercayaan, dan stabilitas emosional dalam relasi pernikahan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi keluarga dan hukum perdata, dengan menekankan pentingnya komunikasi pranikah yang jujur dan transparan sebagai fondasi keharmonisan rumah tangga. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perjanjian pranikah merupakan manifestasi nyata dari komunikasi keluarga yang berkeadilan dan beretika.
Representasi Kepemimpinan pada Karakter Monkey D Luffy dalam Anime One Piece Prayogi Setya Natanegara, Mochammad; Adiprabowo, Vani Dias
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11933

Abstract

One Piece merupakan salah satu karya manga dan anime paling berpengaruh yang menampilkan karakter Monkey D Luffy sebagai simbol kepemimpinan yang kuat dan menginspirasi Karakterisasi Luffy menunjukkan nilai nilai pantang menyerah keberanian dan kesetiaan yang membentuk loyalitas krunya dan memengaruhi jalannya cerita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinan Luffy dalam anime One Piece Episode 1070 melalui analisis semiotika Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis semiotika dan kerangka kerja tiga level kode kode televisi John Fiske untuk mengurai makna kepemimpinan yang tertanam dalam episode tersebut Analisis menunjukkan bahwa representasi kepemimpinan dikonstruksikan melalui penggambaran perilaku Monkey D Luffy sebagai kapten bajak laut yang mencerminkan sifat ambisius dan berani dalam mencapai tujuannya Representasi ini dielaborasi lebih lanjut melalui analisis struktur naratif tanda dan ideologi yang terkandung dalam episode Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami representasi kepemimpinan dalam konteks budaya dan sosial di mana Anime One Piece dibuat dan ditayangkan Temuan ini menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana pesan kepemimpinan disampaikan dan diinterpretasikan oleh penonton < p>
Narrative Branding Strategies on TikTok for Digital Culinary Heritage Sustainability: A Case Study of a Yogyakarta-Based MSME Anisawati, Haniffah Nurul Eka; Dias Adiprabowo, Vani
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.5694

Abstract

Few studies have examined how strategic communication on TikTok can promote Indonesia's culinary heritage amid the dominance of global food trends. The entry of various foreign foods into Indonesia, driven by globalization, has shifted local gastronomy. This study examines the role of TikTok in promoting sustainable local gastronomy, using the @bakpiajuwarasatoe.id account as a case study. This account actively markets bakpia products as part of Yogyakarta's culinary heritage. The research method used is a descriptive qualitative case study approach. Data collection techniques include observing TikTok content, conducting semi-structured interviews with the account manager, and analyzing user interactions to understand the communication strategies in place. Data were analyzed thematically to identify patterns in visual storytelling, audience interaction, and brand collaboration. The study results show that the @bakpiajuwarasatoe.id account demonstrates how TikTok features can be strategically used through visuals, live broadcasts, and platform trends. The main conclusion offers strategic insight into how local culinary brands can leverage social media to strengthen cultural identity and market presence amid global competition. This study provides a theoretical contribution by offering new insights into the use of social media as a tool for sustainability diplomacy in promoting local cuisine. Practically, the findings can guide culinary MSMEs and academics in developing digital communication strategies to preserve sustainable gastronomy and raise awareness of local culinary potential and cultural heritage in shaping Indonesia's food future.
Tolerance and Pluralism Between Religious People in the Film Kos-Kosan Arya Andryan Dimas Prasetya; Vani Dias Adiprabowo
Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpsik.v8i2.9867

Abstract

This study examines the values of tolerance between religious communities as reflected in the short film "Kos-Kosan" by Paniradya Kaistimewan. This research was carried out to explore the representation of tolerance in everyday life, reflecting the social and cultural conditions of Indonesian society in accepting religious differences and encouraging socio-religious inclusion. The research method used is descriptive qualitative. Namely, the researcher describes in depth what was obtained from observations about the film. This research aims to determine the harmony between explicit and implicit meaning in the narrative, dialogue, and scenes in the short film "Kos-Kosan" with three indicators. This study underlines the critical role of films in reflecting and promoting the values of inter-religious tolerance and pluralism. The content analysis shows that films from various genres and cultures can be a powerful medium for strengthening inclusive messages about respecting religious differences and working together across religions.
The challenge of local culture representation in the movie "Welcome to Jogja" Khozinatul Asror; Vani Dias Adiprabowo
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i1.34673

Abstract

The Special Region of Yogyakarta is renowned for its rich cultural heritage and historical significance in Indonesia. It is also a source of inspiration for numerous cinematic works. Despite the abundance of films depicting Yogyakarta, previous studies have not thoroughly elucidated its cultural significance. This research employs a qualitative methodology to examine the cultural elements of Yogyakarta as portrayed in the film "Welcome to Jogja." The objective of this study is to explore the cultural values of Yogyakarta as implied in the film. The data collection methods included observation, documentation, and a literature review of prior research. This study identifies and analyzes the representation of Yogyakarta's cultural values as reflected in the film "Welcome to Jogja." The findings indicate that the film offers a comprehensive depiction of Mataraman Javanese culture through visual and symbolic elements such as lurik clothing, dance, jemparingan, Labuhan Parangkusumo rituals, karawitan, and batik. These cultural icons are presented through props and courtyard designs. The film not only showcases the aesthetic beauty of Javanese culture but also invites the audience to comprehend the profound meanings underlying it all. Consequently, this research contributes to the understanding and appreciation of Yogyakarta's cultural richness and promotes regional cultural heritage in the film industry context.   Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. Yogyakarta juga diketahui sebagai kota yang menjadi sumber inspirasi berbagai karya film. Oleh karena banyaknya film mengenai Yogyakarta pada beberapa kajian sebelumnya tidak secara kompherensif menjelaskan budaya Yogyakarta. Melalui pendekatan kulaitatif, penelitian ini akan menguraikan mengenai beberapa budaya di Yogyakarta yang ada pada Film “Welcome to Jogja”. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai budaya Yogyakarta yang tersirat dalam film tersebut. Dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan studi literatur berdasar penelitian terdahulu, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis representasi nilai budaya Yogyakarta yang tercermin dalam film "Welcome to Jogja". Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menghadirkan representasi budaya Jawa Mataraman yang kaya melalui elemen visual dan simbolis seperti baju lurik, tari, jemparingan dan ritual Labuhan Parangkusumo, karawitan, membatik. Ikon visual tersebut muncul dalam bentuk properti dan desain pelatarannya. Film ini tidak hanya memperlihatkan keindahan budaya Jawa, tetapi juga mengajak penonton untuk memahami makna mendalam di baliknya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dan menghargai kekayaan budaya Yogyakarta, serta mempromosikan warisan budaya daerah dalam konteks industri perfilman.
Makna Aktivitas Repost TikTok bagi Gen Z dalam Mengekspresikan Diri dan Membangun Self-Image Hantarti, Rachma Aulia; Adiprabowo, Vani Dias
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.109074

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara Generasi Z mengekspresikan diri dan membentuk citra diri di ruang digital. Media sosial seperti TikTok menjadi medium utama dalam membangun identitas digital, salah satunya melalui fitur repost. Penelitian ini bertujuan mengungkap pemaknaan di balik fenomena aktivitas repost TikTok oleh Generasi Z dan hubungannya dengan pembentukan self-image. Studi ini berlandaskan teori fenomenologi sosial Alfred Schutz yang membedakan because motive (alasan berbasis pengalaman masa lalu) dan in order to motive (tujuan reflektif masa depan). Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk memahami makna subjektif tindakan repost dari perspektif pelaku, melalui wawancara mendalam pada sepuluh informan Generasi Z yang aktif di TikTok. Temuan menunjukkan bahwa because motive didorong oleh kebutuhan katarsis emosional, ekspresi perasaan, dan resonansi pengalaman hidup melalui konten yang dirasa mewakili perasaan. Sementara in order to motive terkait tujuan membangun identitas digital: memperoleh validasi sosial, mengirim kode simbolik, menjaga estetika akun, memperkuat personal branding, dan menegaskan self-image. Aktivitas repost terbukti bukan sekadar teknis, tetapi praktik komunikasi bermakna untuk memperkuat eksistensi diri di ruang digital.
Makna Aktivitas Repost TikTok bagi Gen Z dalam Mengekspresikan Diri dan Membangun Self-Image Hantarti, Rachma Aulia; Adiprabowo, Vani Dias
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.109074

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara Generasi Z mengekspresikan diri dan membentuk citra diri di ruang digital. Media sosial seperti TikTok menjadi medium utama dalam membangun identitas digital, salah satunya melalui fitur repost. Penelitian ini bertujuan mengungkap pemaknaan di balik fenomena aktivitas repost TikTok oleh Generasi Z dan hubungannya dengan pembentukan self-image. Studi ini berlandaskan teori fenomenologi sosial Alfred Schutz yang membedakan because motive (alasan berbasis pengalaman masa lalu) dan in order to motive (tujuan reflektif masa depan). Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk memahami makna subjektif tindakan repost dari perspektif pelaku, melalui wawancara mendalam pada sepuluh informan Generasi Z yang aktif di TikTok. Temuan menunjukkan bahwa because motive didorong oleh kebutuhan katarsis emosional, ekspresi perasaan, dan resonansi pengalaman hidup melalui konten yang dirasa mewakili perasaan. Sementara in order to motive terkait tujuan membangun identitas digital: memperoleh validasi sosial, mengirim kode simbolik, menjaga estetika akun, memperkuat personal branding, dan menegaskan self-image. Aktivitas repost terbukti bukan sekadar teknis, tetapi praktik komunikasi bermakna untuk memperkuat eksistensi diri di ruang digital.
Environmental Communication Based on Local Wisdom: An Ethnographic Study of the Lubuk Larangan Tradition in Tanjung Belit Village, Indonesia Cahya Wiguna, Dimas; Dias Adiprabowo, Vani
ULTIMA Comm Vol 17 No 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines environmental communication strategies based on local wisdom, focusing on the Lubuk Larangan tradition in Tanjung Belit Village, Riau Province. In the context of global ecological crises, such as water quality degradation, pollution, and climate change, it is essential to explore how local communities have safeguarded their ecosystems. Lubuk Larangan is a tradition that prohibits fishing in certain areas during specific periods, which serves as a conservation practice and as a means of environmental communication that educates the community about the importance of maintaining the balance of nature. The research method used is qualitative with an ethnographic approach, which allows researchers to explore the social and cultural interactions of the community in maintaining this tradition. The results showed that Lubuk Larangan serves as a symbol of cultural identity, supports social ties, and builds collective awareness of the importance of environmental sustainability. Despite modernization and economic pressures, participatory communication and traditional rituals have proven effective in preserving local wisdom. This research provides valuable insights for developing cultural preservation strategies and raising awareness of local traditions' role in maintaining a sustainable environment.