Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Praktik Terapi Senam Terhadap Fungsi Motorik Pasien Jiwa Rawat Inap Rskd Dadi Makassar Yulia Dwi Cahyani; Ahmad Ridfah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.924

Abstract

Terapi senam merupakan terapi yang membantu dalam meningkatkan kondisi fisik individu. Terapi ini dilakukan dengan memberikan pasien berupa musik dan meminta untuk mengikuti gerakan dari terapis, melakukan observasi dan wawancara pada saat pasien memasuki ruangan, saat melakukan senam, dan setelah pasien melakukan kegiatan. Hasil dari kegiatan tersebut ada 2 hal, yaitu kondisi psikologis dan kondisi fisik pasien.
Peningkatan Harga Diri Untuk Mengurangi Shyness Pada Siswa Ahmad Ridfah; M Ahkam Alwi; Sitti Murdiana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2247

Abstract

Fenomena shyness sering menghambat siswa dalam berinteraksi sosial dan mempengaruhi performa akademik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri guna mengurangi tingkat shyness siswa di MAN 1 Polman. Metode pelaksanaan mencakup psikoedukasi, permainan interaktif, dan refleksi. Kegiatan ini diikuti oleh 10 siswa dengan tingkat shyness yang tergolong sedang. Pada tahap awal, dilakukan pre-test menggunakan skala shyness untuk mengukur tingkat shyness awal, diikuti dengan kegiatan intervensi yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan harga diri. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor shyness dari rata-rata 72,6 pada pre-test menjadi 64,2 pada post-test, menunjukkan efektivitas intervensi dengan penurunan median dari 69,0 menjadi 63,5. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai W = 47, p < 0,05 dengan efek besar 0,709, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari peningkatan harga diri terhadap penurunan tingkat shyness. Observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas dan peningkatan rasa percaya diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan harga diri melalui pendekatan psikoedukatif dan permainan dapat membantu mengurangi shyness secara signifikan. Disarankan agar sekolah mengadopsi program serupa secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan konselor untuk menjaga hasil positif ini. Enhancing Self-Esteem to Reduce Shyness Among Students  Shyness often hinders students from engaging in social interactions and affects their academic performance. This study aims to enhance self-esteem to reduce shyness levels among students at MAN 1 Polman. The implementation method includes psychoeducation, interactive games, and reflection. This program involved 10 students with moderate shyness levels. Initially, a pre-test using a shyness scale was conducted to measure the baseline level of shyness, followed by a specifically designed intervention to boost self-esteem. Results showed a decrease in shyness scores from an average of 72.6 in the pre-test to 64.2 in the post-test, indicating the intervention's effectiveness, with a median reduction from 69.0 to 63.5. The Wilcoxon test yielded W = 47, p < 0.05, with a large effect size of 0.709, suggesting a significant impact of self-esteem enhancement on reducing shyness levels. Observations highlighted an increase in student engagement in classroom activities and improved self-confidence. This study concludes that self-esteem enhancement through psychoeducational and game-based approaches can significantly help reduce shyness. It is recommended that schools adopt similar programs on an ongoing basis with support from teachers and counselors to maintain these positive outcomes.  
MENCEGAH FENOMENA FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA Raka Rasyal; Muhammad Setiawan Sahib; Muhammad Alif Abdi Manaf; Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.43397

Abstract

Fear of missing out is a great desire to stay connected with what other people are doing through cyberspace. This psychoeducation aims to add information to adolescents about the Fear of Missing Out phenomenon and how to prevent it. Psychoeducation was carried out by distributing posters and giving a survey using a Google form to several teenagers in Makassar and South Tangerang for three days. The results of implementing psychoeducation on 30 teenage respondents aged 17 to 20 years, namely psychoeducational activities provide information so that respondents become more aware of the Fear of Missing Out phenomenon and add insight. In addition, the insights obtained from psychoeducational activities are that respondents understand more about the Fear of Missing Out phenomenon and how to overcome it, the contents of the poster can be applied to themselves, know what to do when experiencing this situation, and get motivation after reading posters related to Fear of Missing Out prevention.
Psikoedukasi Non Pelatihan Melalui Media Poster untuk Mengurangi Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Syawaliah Nurul Fitriah; Zahwa Aryani Putri Arif; St. Najwa Nurul Barqah; St. Nurhaliza Hermansyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72577

Abstract

Kecemasan akademik merupakan masalah yang banyak dialami oleh mahasiswa. Dampak yang ditimbulkan oleh kecemasan akademik dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa. Hasil need assessment yang dilakukan terhadap 27 mahasiswa menunjukkan bahwa mayoritas mengalami gejala kecemasan akademik yang mempengaruhi kesehatan mental mereka, seperti sakit kepala, mual, dan pikiran paranoid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya preventif dengan memberi penjeleasan terkait gejala, penyebab, dampak, serta cara pencegahan dari kecemasan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa akan diberikan prevensi berupa psikoedukasi non-pelatihan melalui media poster. Metode yang digunakan dalam psikedukasi ini melibatkan pembagian poster menarik yang didalamnya berisi informasi mengenai kecemasan akademik, termasuk definisi, gejala, penyebab, serta strategi penanganannya. Sebelum pemberian psikoedukasi, mahasiswa diminta untuk mengisi pre-test untuk melihat pemahaman awal mahasiswa terkait kecemasan akademik. Setelah itu, mahasiswa kemudian akan diperlihatkan poster dan kembali mengisi post-test untuk melihat perbedaan pemahaman setelah diberi psikoedukasi berbentuk poster. Berdasarkan hasil pre-test, sebagian mahasiswa belum memahami dengan baik mengenai kecemasan akademik. Setelah menerima psikoedukasi, ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan tentang kecemasan akademik dan cara mengelolanya. Poster psikoedukasi yang dibagikan memperoleh respons positif dari mahasiswa karena dinilai informatif, mudah dipahami, dan menarik secara visual. Kegiatan ini dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya mengenali dan mengelola kecemasan akademik sejak dini.
Pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres pada narapidana di Lapas Kelas I Makassar Alifia Ainun Rizky; Widyastuti Widyastuti; Ahmad Ridfah
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p07

Abstract

Narapidana di Lapas Kelas I Makassar memiliki permasalahan baik secara fisik maupun psikis yang kompleks selama menjalani masa tahanan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor narapidana mengalami stres di dalam Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres yang dialami oleh narapidana di Lapas Kelas I Makassar. Subjek penelitian berjumlah 11 (N=11) narapidana yang memiliki tingkat stres yang berat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala stres yang disusun oleh Lovibond dan Lovibond dan telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Damanik dengan nilai reliabilitas 0,878. Analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,002, sehingga 0,002 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa mewarnai mandala berpengaruh dalam mengurangi stres pada narapidana. Implikasi dari penelitian ini adalah mewarnai mandala dapat digunakan sebagai salah satu metode intervensi dalam mengurangi stres yang dialami khususnya pada narapidana.