Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Palibelo melalui Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Arsyad, Arsyad; Hakim, Arif Rahman; Agustinasari, Agustinasari; Mariamah, Mariamah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i2.593

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa di SMP Negeri 1 Palibelo kelas VIII setelah diterapkan pembelajaran  RME. Jenis penelitian adalah PTK dengan empat tahapan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palibelo di semester gasal tahun 2023/2024. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Palibelo yang berjumlah 22 orang. Instrumen Penelitian berupa lembar pengamtan kegiatan guru dan siswa serta Tes Hasil Belajar untuk mengetahui hasil belajar siswa. Analisis data hasil belajar dengan menggunakan rumus ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persentase ketuntasan klasikal siklus I sebesar 75% dan siklus II sebesar 87,5% disiklus II. Sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan pendekatan pembelajaran  Realistic Mathematics Education (RME) dapat memaksimalkan hasil belajarmatematika  siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palibelo.
Lanskap Global Etnosains dalam Pendidikan: Tinjauan PRISMA-ScR terhadap Literatur Scopus (2000-2025) sebagai Jembatan Pengetahuan Budaya dan Pembelajaran Sains Modern Fiqry, Rizalul; Agustinasari, Agustinasari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i2.2056

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis tren, kontribusi, dan kesenjangan riset etnosains dalam pendidikan global selama periode 2000–2025. Kajian ini menyoroti bagaimana pendekatan etnosains digunakan untuk memperkuat relevansi budaya dalam pembelajaran sains serta mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan epistemik. Metode yang digunakan adalah scoping review berbasis PRISMA-ScR, dengan empat tahapan utama: identifikasi literatur melalui database Scopus dengan kata kunci ”ethnoscience” dengan data awal 292 dokumen, penyaringan berdasarkan kriteria inklusi rentang waktu publikasi tahun 2000-2025 menjadi 241 dokumen. Tahap filter pada subyek area “Social Sciences” dan “Multidisciplinary” adalah 107 dokumen, kemudian di filter hanya pada jenis artikel adalah 83 dokumen. Data akhir tersebuut dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola tematik, kolaborasi penulis, dan distribusi kata kunci. Hasil studi menunjukkan bahwa publikasi tentang etnosains meningkat signifikan setelah tahun 2016, mencerminkan pergeseran global menuju pendekatan pendidikan yang lebih kontekstual dan dekolonial. Lima tema dominan meliputi integrasi pengetahuan lokal dalam sains, pengembangan keterampilan berpikir kritis, perangkat ajar berbasis budaya, dan evaluasi efektivitas pembelajaran etnosains. Namun demikian, ditemukan kesenjangan mencolok berupa keterbatasan dokumentasi pengetahuan lokal, dominasi paradigma sains modern dalam kurikulum, serta minimnya model asesmen yang relevan secara budaya.  Secara teoritis, studi ini memperkuat argumen bahwa pendidikan sains perlu melampaui dominasi epistemik barat. Secara praktis, hasil kajian ini merekomendasikan reformulasi kurikulum, pelatihan guru berbasis budaya, serta pengembangan media digital berbasis lokal. Studi ini menjadi dasar penting untuk kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap keberagaman pengetahuan dan kebutuhan lokal di era global.
An Exploratory Study of the Ethnophysics Concept in the Spiritual Dance of Mpaa Toja-Kalero Donggo to Identify Physics Learning Content as a Learning Resource Agustinasari, Agustinasari; Fiqry*, Rizalul
Jurnal IPA & Pembelajaran IPA Vol 7, No 4 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v7i4.32121

Abstract

Ethnophysics discusses the interaction between culture and physics concepts utilized as learning resources. The use of resources close to the environment fosters contextual learning and can help students develop critical thinking skills. This research assesses physics concepts in the traditional dance of Mpa'a Toja-Kalero Donggo. The research goal is to identify physics content that can be used as a learning resource. The research is descriptive-qualitative, using the content analysis method. The object of research is the Mpa'a Toja-Kalero video, documentation of Majelis Kebudayaan Mbojo (Makembo), which was determined through purposive sampling. Methods of data collection include observation and literature review. The observation method is used to examine the various elements of mpa'a Toja-Kalero, such as the music and dance moves. Meanwhile, the literature review focused on analyzing the physics concepts in the spiritual dance Mpa'a Toja-Kalero. According to the findings of the analysis, Mpa'a Toja-Kalero contains physics concepts such as sound waves, regular straight motion, centripetal force, air resistance, center of mass, moment of inertia, and downward vertical motion
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Gambar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Metamorfosis Perubahan Bentuk Makhluk Hidup Nining Nurahmani; Asriyadin Asriyadin; Agustinasari Agustinasari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2385

Abstract

Dilema primer yang dihadapi yaitu rendahnya hasil belajar siswa akibat rendahnya variasi contoh dan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Inpres Waduwani. Metode penelitian yang digunakan merupakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest- posttest. Subjek penelitian merupakan seluruh siswa kelas III yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan merupakan tes uraian pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data memberikan adanya peningkatan skor rata- rata berasal 49,40 pada pretest menjadi 88, 65 di posttest. Uji paired sample t- test membentuk nilai signifikansi sebanyak 0,000 (< 0,05) yang menampilkan adanya disparitas yg signifikan saat sebelum dan selesainya perlakuan. Dengan demikian, model CTL berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap akibat belajar siswa. pembelajaran dengan model CTL terbukti efektif karena mengaitkan materi pelajaran menggunakan konteks kehidupan konkret siswa, serta media gambar membantu memvisualisasikan konsep abstrak seperti metamorfosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL yang dibantu media gambar bisa menaikkan aktivitas serta yang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
PERANCANGAN MEDIA TRAINER DRONE MODEL EDDIE UNTUK KREATIVITAS SISWA SMPN 09 BIMA Didi Pratama Putra; Agustinasari Agustinasari; Ramli Ramli; Ita Fitriati; Wahyudin Wahyudin
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 8 No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI NOPEMBER 2025
Publisher : Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v8i2.1833

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan media trainer drone sebagai perangkat pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa SMP. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 09 Bima pada projek bertema Teknologi dan Inovasi. Media trainer drone dirancang sebagai miniatur edukatif yang aman, ringan, dan mudah digunakan. Validasi ahli media menunjukkan kategori sangat layak dengan rata-rata persentase 91,67%, sedangkan hasil angket siswa berdasarkan teori Amabile (fluency, flexibility, originality, dan elaboration) menunjukkan kategori kreativitas tinggi dengan rata-rata di atas 28%. Implementasi media ini terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, serta kemampuan eksploratif siswa dalam pembelajaran projek. Dengan demikian, media trainer drone efektif sebagai sarana inovatif untuk menumbuhkan kreativitas dan keterampilan abad ke-21 sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.Kata kunci : trainer drone, kreativitas, pembelajaran projek, Kurikulum Merdeka, ADDIE, teori Amabile ABSTRACTThis study aims to design and implement a drone trainer as an educational medium in project-based learning within the Merdeka Curriculum to foster students’ creativity. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants were eighth-grade students of SMP Negeri 09 Bima engaged in a project themed Technology and Innovation. The drone trainer was developed as a safe, lightweight, and user-friendly educational miniature. Expert validation results indicated a highly feasible category with an average score of 91.67%, while student surveys based on Amabile’s theory (fluency, flexibility, originality, and elaboration) demonstrated high creativity levels, with average percentages above 28%. The implementation of the drone trainer improved students’ motivation, participation, and exploratory skills during the learning process. Therefore, the drone trainer is considered an effective innovative medium to enhance creativity and 21st-century competencies, in line with the contextual spirit of the Merdeka Curriculum. Keywords: drone trainer, creativity, project-based learning, Merdeka Curriculum, ADDIE, Amabile’s theory
DEVELOPING ETHNOSCIENCE-BASED LOC-R MODEL ON MOODLE TO SUPPORT ANDRAGOGY IN PRACTICING CRITICAL THINKING SKILLS Agustinasari, Agustinasari; Hamid, Fatma; Fiqry, Rizalul
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 4 (2026): Volume 10, Nomor 4, August 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i4.58477

Abstract

This study aimed to design and develop Moodle features integrated with the ethnoscience-based LOC-R model to support andragogy in fostering critical thinking skills. The novelty of the study lies in integrating Moodle with the four stages of the LOC-R model (Literacy, Orientation, Collaboration, and Reflection) while incorporating the ethnoscience content of Mpa’a Gantao  martial arts as a contextual learning resource. This integration addresses the limited application of multiple andragogical principles and the LOC-R model reported in previous studies. The research adopted the first three stages of the Borg and Gall Research and Development (R&D) model: preliminary study, planning and goal setting, and product development with feasibility evaluation. Validation data were collected using 5-point rating scales and analyzed using Aiken's V at both the item and aspect levels. The findings show that the developed Moodle feature has high content validity based on expert assessments (material: V = 0.83; media: V = 0.90), indicating that it is suitable for implementation in the field. This study is limited to expert validation and does not include field testing with students; therefore, the product's effectiveness in improving critical thinking skills has not been empirically proven. Future research should evaluate its effectiveness through experimental studies and test this model across various physics topics and ethnoscience contexts to strengthen its generalizability.