Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA MENGGUNAKAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF Masriani Masriani; Ummu Kalsum; Arie Arma Arsyad
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2043

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen untuk mengukur peningkatan hasil belajar 3 ranah yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif fisika SMA menggunakan problem based learning dengan pendekatan metakognitif. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 27 peserta didik tahun ajaran 2018/2019. Desain penelitian ini one group pretest posttest. Instrument yang digunakan adalah instrument hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: peningkatan kognitif fisika siswa SMA berada pada kategori rendah dengan nilai 55, nilai ranah psikomotorik sebesar 71 pada kategori cukup dan nilai afektif sebesar 74 pada kategori cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa problem based learning berorientasi pendekatan metakognitif dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Campalagian.
Pelatihan Pengembangan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA PPM Al-Ikhlas Fadhila Fadhila; Ummu Kalsum
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Desember 2020
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.793 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v1i1.153

Abstract

Fisika sebagai ilmu yang mengkaji fenomena alam melalui proses penyelidikan sangat sesuai untuk menggali keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil observasi pada sekolah mitra ditemukan bahwa pembelajaran fisika belum menyentuh ranah keterampilan proses sains. Orientasi pembelajaran difokuskan pada ranah pengetahuan semata. Sementara jika ditinjau dari fasilitas Laboratorium, SMA PPM AL-ikhlas termasuk salah satu sekolah di kabupaten Polewali Mandar yang memiliki perangka KIT IPA yang lengkap. Solusi yang ditawarkan tim pelaksana adalah memberikan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan proses sains siswa SMA PPM AL-Ikhlas. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan diketahui bahwa keterampilan proses sains siswa SMA PPM AL-Ikhlas berada pada kategori rendah dengan persentase 52,3%. Alasan mendasar dari guru adalah persiapan dan pelaksanaan praktikum membutuhkan waktu yang lama sehingga lebih memilih metode pembelajaran lainnya. Olehnya itu, melalui kegiatan pengabdian diharapkan guru fisika di SMA PPM AL-Ikhlas dapat terinspirasi untuk melatih ranah keterampilan proses sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION, ELABORATION, WRITE AND EVALUATION (POE2WE) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Ummu Kalsum; Andi Saddia; Warda Rais
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation (POE2WE) dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada peserta didik dalam pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 2 Tapalang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain nonequivalent kontrol grup desain. Pada kelas eksperimen, perlakuan yang diberikan berupa penerapan model pembelajaran POE2WE sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial. Peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik dapat dilihat dari hasil uji “t” yang menunjukkan hasil bahwa < yaitu 0,27 < 2,00. Sedangkan untuk skor N- Gain pada kelas eksperimen sebesar 57% yang berada pada kategori “cukup efektif” sedangkan kelas kontrol berada pada kategori “kurang efektif ” dengan persentase nilai sebesar 54%. Dengan demikian, hasil ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation (POE2WE) dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS SULAWESI BARAT Dewi Sartika; Ummu Kalsum; Arie Arma Arsyad
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.308 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13722

Abstract

ABSTRAKLiterasi Sains merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa pendidikan fisika. Penelitian tentang literasi sains menjadi amat penting dilakukan karena literasi sains merupakan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti dan data yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi sains mahasiswa program studi pendidikan fisika kemudian mendeskripsikan kemampuan tersebut dan menawarkan beberapa alternatif cara untuk menumbuhkembangkan budaya literasi sains di program studi pendidikan fisika pada khususnya dan di Universitas Sulawesi Barat pada Umumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research) yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penelitian pengembangan berikutnya, yakni penelitian yang berfokus pada penerapan suatu model atau metode pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan budaya literasi sains bagi mahasiswa calon guru program studi pendidikan fisika Universitas Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang memprogram Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kemampuan literasi sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat masih rendah. (2) Salah satu cara menumbuhkan budaya literasi sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat adalah dengan menerapkan model dan metode pembelajaran berbasis masalah sosial sains dalam proses perkuliahan pada mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.Kata Kunci: Literasi Sains; Pembelajaran Fisika.ABSTRACTScientific literacy was an important skill which physicists should have. Research about scientific literacy in physics instruction was significantly essential because scientific literacy was an ability to use saintific skill and comprehension, identify questions and draw conclusions based on data and evidences. The purpose of this study was to find out students’ scientific literacy and effective solution to increase the students’ scientific literacy. The study was an initial research for the next developing research about implementation of a learning model in physics instruction to increase the students’ scientific literacy. Subject of research was college students of physics education department, who had taken Earth and Space course. Data was analyzed by using descripted qualitative method. The research revealed these following conclusion: (1) scientific literacy of physics students was in low category (2) lecturer should apply a model of learning which train the students’ scientific literacy in physics instruction such as Problem Based Learning model by using socioscientific approach.Keywords: Scientific Literacy; Physics Instruction
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK PADA KELAS 5 SDN 027 TAKATIDUNG Ummu Kalsum; Sri Sulastri
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi peserta didik pada kelas 5 di SDN 027 Takatidung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis deskriptif. Adapun populasi dan sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas 5 SDN 027 Takatidung dengan menggunakan pengambilan teknik sampel jenuh. Berdasarkan analisis data diperoleh kemampuan literasi numerasi dengan capaian tiap indikator : ( 1) Menggunakan bermacam-macam angka dan simbol berkaitan dengan matematika dasar pada pemecahan masalah praktis dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan persentase 8,16% yang berada pada kategori sangat rendah. Indikator (2) Menganalisis informasi yang ditampilkan dari berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan) dengan persentase 26,53% yang termasuk dalam kategori rendah. Indikator (3) Menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan memperoleh persentase 59,18% yang berada pada kategori sedang. Secara akumulatif, rata-rata persentase kemampuan literasi numerasi peserta didik pada kelas 5 di SDN 027 Takatidung  sebesar 31,29% yang berada pada kategori rendah.
Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Wordwall bagi Guru-Guru SMA Negeri 2 Campalagian Ummu Kalsum; Musdar M; Andi Rosman N; Nur Fadhilah Umar
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 3 Number 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/jkm.v3i1.62451

Abstract

SMAN 2 Campalagian is one of the educational institutions that continuously strives to improve its learning quality. Currently, the use of technology has not been optimized in SMAN 2 Campalagian due to limited resources and knowledge about interactive learning media such as Wordwall that is effective for teachers. This community service activity (PKM) aims to introduce and train the use of Wordwall as a learning media at SMA Negeri 2 Campalagian. Through this activity, it is hoped that teachers at SMA Negeri 2 Campalagian can improve their skills in using learning technology, so as to create a more interesting and meaningful learning experience for students.  The implementation method used in this PKM activity is in the form of training and demonstration of making Wordwall-based interactive media.  The results of this service are that the training participants have been able to increase their knowledge and skills in making Wordwall-based interactive learning media. Participants have been able to use Wordwall with a percentage of 85% from previously only 30%. In addition, the use of content and features from Wordwall also increased by 90% from the initial 35%. Finally, the ability to design attractive media also showed that the partners' skills increased by 90%.
Analisis Motivasi dan Kemandirian Belajar Calon Guru Fisika dalam Eksperimen Fisika Dasar Berbasis Laboratorium Virtual Nurlina Nurlina; Aulia Rahmadhani; Irsan Rahman; Arie Arma Arsyad; Ummu Kalsum
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11117

Abstract

Virtual laboratories have emerged as innovative solutions in education, particularly in overcoming the limitations of physical laboratory infrastructure. In prospective physics teacher education, understanding how virtual laboratories influence motivation and self-regulated learning is crucial. This study aims to describe the motivation and self-regulated learning among prospective physics teachers participating in virtual laboratory-based fundamental physics experiments. A descriptive quantitative approach was employed, involving 27 prospective physics teachers at the Universitas Sulawesi Barat. Data were collected using a questionnaire adapted from the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ).  Results show that all items scored within the high category, with mean values ranging from 3.65 to 4.34 on a 5-point Likert scale, indicating generally high levels of motivation and self-regulated learning. However, one item (A5) indicated a relatively lower mean score, suggesting that some participants may be more extrinsically than intrinsically motivated. Additionally, most respondents perceived the virtual laboratory as moderately to highly helpful in understanding physics concepts. This study contributes to the development of technology-based learning strategies and emphasizes the importance of designing learning experiences that strengthen prospective teachers’ self-belief.  Further research should employ qualitative methods to explore the deeper learning experience of prospective physics teachers in virtual laboratories
Peningkatan Kemampuan Konsep Dasar Matematika Siswa Melalui Program Bimbingan Belajar LIMA: Latihan Intensif Matematika Asyik Wahyuni; Yunita Maharani; Ahmad Nur; Ummu Kalsum; Nurul Aisyah J; Arini Muhlisa
Dedikasi Cendekia: Warta Pengabdian Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/dedikasicendekia.v2i2.47

Abstract

This community service program aims to strengthen students’ understanding of basic mathematical concepts through the LIMA (Latihan Intensif Matematika Asyik) tutoring program at SMPN 3 Majene. The implementation of the program was motivated by students’ low conceptual mastery, particularly in integer operations, which hindered their learning progress. The activities were carried out in three stages: preparation through observation and socialization, implementation using the LIMA Module that provides structured exercises and intensive assistance, and evaluation through the “hiking evaluation” method designed to be more interactive and engaging. The results showed improvements in students’ conceptual understanding, confidence in asking questions, and learning motivation. Overall, the LIMA program proved effective in enhancing students’ mathematical comprehension and can serve as a relevant supplementary mentoring model for strengthening basic concepts in schools.
Complementary Feeding Initiation Timing, Responsive Feeding Practices, and the Incidence of Underweight among 6-23 Months Children Ummu Kalsum; justiyulfah Syah; Andi Sri Rahayu Kasma
Journal of Global Nutrition Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v6i1.208

Abstract

Underweight remains a multidimensional public health problem among young children, influenced by various factors, including suboptimal feeding practices. Evidence on the role of complementary feeding initiation timing and responsive feeding in underweight remains inconsistent, particularly in low-resource settings. This study aimed to examine the association of complementary feeding initiation timing and responsive feeding practices with underweight among children aged 6–23 months. A cross-sectional study was conducted among 86 children under two years of age selected using simple random sampling. Data were collected through structured interviews to assess feeding practices and anthropometric measurements to determine nutritional status. Underweight was defined based on weight-for-age indicators. The findings showed that neither the timing of complementary feeding initiation nor responsive feeding practices were significantly associated with underweight among children aged 6–24 months. These findings suggest that underweight in this population may be influenced by other underlying factors beyond feeding timing and caregiver practices. Comprehensive, multisectoral interventions addressing broader determinants of child nutrition are needed to effectively reduce underweight prevalence.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN EFEK HALL PADA BAHAN SEMIKONDUKTOR MENGGUNAKAN SENSOR TEGANGAN DC DAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Likha Afrianti Putri; Andi Rosman; Ummu Kalsum; Nur Aisyah Humairah; Mutmainnah Badu; Fatmawati Fatmawati; Deskiana Linda
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7922

Abstract

Efek Hall merupakan salah satu fenomena penting dalam karakterisasi bahan semikonduktor. Pemanfaatannya dalam penelitian maupun pembelajaran sangat penting untuk memahami sifat kelistrikan material, akan tetapi sistem pengukuran konvensional umumnya membutuhkan peralatan yang mahal dan kompleks Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran efek Hall yang sederhana, efisien, dan ekonomis dengan menggunakan sensor tegangan DC yang diintegrasikan dengan mikrokontroler Arduino UNO sebagai pusat akuisisi data. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen yang meliputi perancangan rangkaian pengukuran, pemrograman Arduino untuk pembacaan data tegangan Hall, serta pengujian sampel semikonduktor dengan variasi arus listrik dan medan magnet. Data hasil pembacaan sensor tegangan DC dibandingkan dengan nilai tegangan pada power supply untuk melihat nilai akurasi sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi tegangan Hall dengan baik pada tegangan minimal 0,64 V dan tegangan maksimal 0,88 V. Sementara pada arusnya berada pada nilai minimal 0,006 mA dan nilai maksimalnya 2,185 mA. Data arus dan tegangan Hall yang diperoleh melalui sensor tegangan DC menghasilkan persamaan y =0,3135ln(x) + 3,4297 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9787 yang menandakan tingkat kesesuaian sangat tinggi dengan teori. Nilai rata-rata error yang diperoleh sebesar 2,77% menunjukkan akurasi sistem pengukuran yang cukup baik. Dengan demikian, sistem pengukuran efek Hall berbasis sensor tegangan DC dan Arduino UNO yang dirancang terbukti mampu memberikan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi tinggi dan kesesuaian yang sangat baik terhadap teori, sehingga layak digunakan sebagai instrumen alternatif dalam penelitian maupun pembelajaran sifat kelistrikan semikonduktor.