Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK Andi Saddia
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 4 No 2 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v4i2.1632

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII A Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Langsung pada Konsep Sistem Pernapasan Manusia di SMP Negeri 19 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam siklus berulang, dimana setiap siklus terdiri atas rangkaian empat kegiatan yaitu, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi (evaluasi) dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 19 Makassar. Penelitian yang terdiri atas 2 siklus ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 hingga Februari 2014 pada semester genap. Distribusi dan persentase serta kategori hasil belajar IPA pada materi sistem pernapasan manusia, menunjukan bahwa dari 31 peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 19 Makassar yang diajar dengan menggunakan media animasi dalam pembelajaran langsung pada siklus I terlihat bahwa 29,03% atau sebanyak 9 orang peserta didik yang memperoleh nilai sangat baik yakni pada interval 80 sampai 100; 32,26% atau sebanyak 10 orang yang memperoleh nilai pada kategori baik yakni pada interval 66 sampai 79; 29,03% atau sebanyak 9 orang yang memperoleh nilai pada kategori cukup yakni pada interval 56 sampai 65 dan 9,68% atau sebanyak 3 orang yang memperoleh nilai pada kategori kurang yakni pada interval 40 sampai 55. Distribusi dan persentase serta kategori hasil belajar pada materi sistem peredaran darah manusia, menunjukan bahwa dari 35 peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 19 Makassar yang diajar dengan menggunakan media animasi dalam pembelajaran langsung pada siklus II terlihat bahwa 53,125% atau sebanyak 17 orang yang memperoleh nilai sangat baik yakni pada interval 80 sampai 100; 21,875% atau sebanyak 7 orang yang memperoleh nilai pada kategori baik yakni pada interval 66 sampai 79; 25% atau sebanyak 8 orang yang memperoleh nilai pada kategori cukup yakni pada interval 56 sampai 65.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LISTRIK STATIS KELAS IX SMP NEGERI 8 MAKASSAR Andi Saddia
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.656 KB) | DOI: 10.31605/phy.v3i1.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi listrik statis kelas IX SMP Negeri 8 Makassar melalui penerapan model Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 8 Makassar. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes tertulis, selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas belajar siswa sebesar 70% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 81%. Peningkatan hasil belajar siklus I mencapai 55,55% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.
PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI IPA KONSEP SUHU METODE DEMONSTRASI PADA SISWA SMP NEGERI 8 MAKASSAR Andi Saddia
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 3 No 2 (2021): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.814 KB) | DOI: 10.31605/phy.v3i2.1180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi pelajaran Ipa sub konsep Suhu pada siswa SMP Negeri 8 Makassar melalui metode demonstrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang berbasis kelas (class room research) yang bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi pelajaran Ipa sub konsep Suhu pada siswa SMP Negeri 8 Makassar melalui metode demonstrasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Makassar, yaitu kelas VII B dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang yang terdiri dari 26 siswa perempuan dan 10 laki-laki. Dalam penelitian ini juga dilibatkan 2 orang guru mata pelajaran Ipa sebagai partisipan dan teman diskusi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus (siklus I dan siklus II). Terjadi peningkatan tingkat pemahaman materi pelajaran Ipa siswa kelas VII B SMP Negeri 8 Makassar pada sub konsep Suhu melalui metode demonstrasi dari kategori tidak tuntas belajar klasikal dan nilai rata-rata 68,07 setelah pelaksanaan tindakan siklus I menjadi kategori tuntas belajar klasikal dan nilai rata-rata 78,41 setelah pelaksanaan siklus II.
Pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi pada Guru Madrasah Ibtidayah Andi Saddia; Nur Aisyah Humairah; Aulia Rahmadhani; Faizal Amir
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 1 (2023): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i1.265

Abstract

Theoretical studies and empirical studies show that Differentiated Learning is effective in supporting the diverse needs of students in learning. However, only a few teachers can develop differentiated learning plans. Teachers in the Madrasah Ibtidaiyah Working Group (KKMI) in Mapilli District, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi still need training and assistance in preparing Lesson Plans (RPP) according to the Differentiated Learning Concept. Therefore, this service activity aims to facilitate teachers at the KKMI in making lesson plans according to the concept of Differentiated Learning. This activity was carried out in the form of workshops and training as well as mentoring in preparing lesson plans, with a total of 21 teachers participating. The methods used are the method of lectures, discussions, questions and answers, and practice. The achievements in implementing this training and mentoring are increasing the knowledge and ability of teachers to prepare lesson plans according to the concept of Differentiated Learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION, ELABORATION, WRITE AND EVALUATION (POE2WE) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Ummu Kalsum; Andi Saddia; Warda Rais
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation (POE2WE) dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada peserta didik dalam pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 2 Tapalang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain nonequivalent kontrol grup desain. Pada kelas eksperimen, perlakuan yang diberikan berupa penerapan model pembelajaran POE2WE sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial. Peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik dapat dilihat dari hasil uji “t” yang menunjukkan hasil bahwa < yaitu 0,27 < 2,00. Sedangkan untuk skor N- Gain pada kelas eksperimen sebesar 57% yang berada pada kategori “cukup efektif” sedangkan kelas kontrol berada pada kategori “kurang efektif ” dengan persentase nilai sebesar 54%. Dengan demikian, hasil ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation (POE2WE) dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HOTS FISIKA SISWA SMA DI KOTA MAJENE Andi Saddia; Sutrisno Sutrisno; Muhammad Saldi; Muhammad Nurkhalis Agriawan
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 4 No 1 (2021): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.475 KB) | DOI: 10.31605/phy.v4i1.1275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada mata pelajaran fisika tingkat SMA di Kota Majene. Subjek penelitian ini adalah sekolah tingkat menengah atas yang ada di kota Majene, Sulawesi Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian. analisis data pada penelitian ini dengan menjadikan KKM sebagai standar ketuntasan peserta didik. Tes berupa soal essay yang memenuhi kriteria HOTS, yaitu menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Mengkreasi (C6). Analisis data akan menggunakan berbagai teknik analisis yang sesuai jenis data dan metode pengumpulan data yang digunakan. Pengolahan data bertujuan untuk mendapatkan kesimpulan berdasarkan tujuan dari penelitian. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian berupa persentase peserta didik yang sudah memiliki HOTS rendah dalam menyelesaikan soal menganalisis (C4) sebesar 27,09%, soal mengevaluasi (C5) sebesar 24,79%, dan sebesar 3,94% untuk soal mencipta (C6).
MODEL PEMBELAJARAN RADEC BERBASIS CASE STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Hutapea, Bilferi; Saddia, Andi
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v6i2.3754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran RADEC berbasis Case Study terhadap hasil belajar Mahasiswa pada mata kuliah Astronomi di Universitas Sulawesi Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika Angkatan 2022. Penentuan sampel menggunakan total sampling atau sampling jenuh yang terdiri dari 2 kelas, kelas eksperimen berjumlah 15 mahasiswa dan kelas kontrol berjumlah 15 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda dengan 30 butir soal untuk mengukur hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Astronomi. Data yang sudah terkumpulkan dihitung dan dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t dengan menggunakan program SPSS versi 24. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H1 diterima dengan artian bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar mahasiswa yang menerapkan model RADEC berbasis case study dibanding dengan hasil belajar mahasiswa yang menerapkan Model direct RADEC. Nilai rata-rata post-test hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen adalah 89 lebih besar dibandingkan hasil belajar kelas control sebesar 80. Sehingga dapat disimpulkan bahawa model pembelajaran RADEC berbasis Case Study berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GURU SATUAN PENDIDIKAN PPM AL-IKHLAS Aulia Rahmadhani; Andi Saddia; Faizal Amir; Sutrisno; Ramlah
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i1.182

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berpengaruh terhadap setiap aspek salah satunya pada bidang pendidikan. Salah satu contoh pengaruh teknologi dalam pendidikan adalah pemanfaatan IT dalam pembelajaran. Media pembelajaran merupakan komponen esensial dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran adalah salah satu komponen pembelajaran yang dapat membantu guru dalam memperluas pengetahuan peserta didik. Setiap guru dituntut untuk mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dalam pembelajaran. Salah satu contoh pemanfaatannya yaitu penggunaan aplikasi Canva dalam menyusun media pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Guru Satuan Pendidikan PPM Al-Ikhlas diangkat sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya pada Satuan Pendidikan PPM Al-Ikhlas dalam memanfaatkan teknologi khususnya aplikasi Canva dalam menyusun media pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Guru Satuan Pendidikan PPM Al-Ikhlas dengan memberikan pemaparan materi disertai latihan bagi guru-guru terkait penggunaan aplikasi Canva. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebanyak 62,5% peserta pelatihan setuju bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan.
Sosialisasi Pengenalan Program Studi Pendidikan Fisika Kepada Siswa/Siswi di SMAN, SMKN, SMAS, dan SMKS Se-Kabupaten Mamasa Andi Rosman N; Afiq Agung; Andi Saddia; Fauziah A; Fadhila Fadhila
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i3.5061

Abstract

The socialization program is carried out to introduce the academic world to students. Higher Education is the final stage of formal education, commonly referred to as a university, institute, or academy. At this level, students are guided to specialize in a particular field of interest that will later become their foundation in the professional world. High school graduates generally aspire to secure a good career in the future, which creates intense competition among students across Indonesia to be admitted into top universities and their desired programs of study. The lack of knowledge about campus life is addressed through outreach or socialization activities, using methods such as presentations on the introduction to higher education followed by discussion sessions. This program aims to provide essential information to students, especially those in high school who plan to continue their education at the tertiary level. Through these activities, students can gain a clearer understanding of the university environment as a place where learning processes take place as well as where the mission and functions of higher education are realized. They are also introduced to campus ethics and regulations that must be observed. Furthermore, campus life includes interactions with various academic communities, including fellow students, lecturers, and administrative staff.