Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 MAJENE Nurlina, Nurlina; Nurhayati, Nurhayati; Arafah, Kaharuddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.604 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1742

Abstract

Abstract: Application of Problem Based Learning to Physics Learning Achievement at X Grade SMA Negeri 2 Majene. This study was pre-experimental research that aimed to describe the physics learning achievement and to know whether the average of physics learning achievement after taught by using problem based learning could achieve 75% of ideal score at X MIA 4 SMA Negeri 2 Majene in academic year 2014/2015. Independent variable in this study was problem based learning and dependent variable was physics learning achievement about temperature, heat and heat transfer. Data of research was obtained by giving test in the last meeting and the test results were analyzed using descriptive analysis and hypothesis test.  Based on descriptive analysis result, it was obtained that the average of physics learning achievement after taught by using problem based learning was at the high category and percentage of highest score was at the knowledge level (C1) and lowest score was at analysislevel (C4). Result of hypothesis test showed that the average of physics learning achievement after taught by problem based learning did not achieved 75% of ideal score.Keywords: problem based learning, physics learning achievementAbstrak: Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Majene. Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan  hasil belajar fisika dan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya skor rata-rata hasil belajar fisika yang telah ditetapkan yaitu 75% dari skor ideal setelah diajar dengan pembelajaran berbasis masalah pada peserta didik kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Majene tahun pelajaran 2014/2015. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis masalah, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar fisika pada materi suhu, kalor dan perpindahan kalor. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan posttest yang dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis deksriptif diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi dan persentase skor tertinggi peserta didik yang menjawab benar ada pada level pengetahuan (C1) dan yang terendah pada level analisis (C4). Hasil analisis uji hipotesis diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar fisika peserta didik setelah diajarkan pembelajaran berbasis masalah tidak mencapai minimal 75% dari skor ideal.Kata Kunci:  pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar fisika
Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah melalui Workshop Penelitian Tindakan Kelas Guru SMA Negeri 1 Campalagian Nurlina Nurlina; Mutmainna Mutmainna; Nursakinah Annisa Lutfin; Mutiara Sabar; Jenni Tasik Bintoen
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i1.9189

Abstract

Salah satu pengembangan diri guru adalah dengan membuat karya tulis ilmiah melalui pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Dari hasil evaluasi kegiatan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya dan setelah dilakukan observasi ke tempat mitra yaitu SMA Negeri 1 Campalagian, maka perlu diadakan workshop untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mempersiapkan PTK. Metode dalam kegiatan ini adalah melalui pelatihan dan pendampingan yang diintegrasikan ke dalam Workshop PTK. Metode ini dipilih untuk memberikan kesempatan kepada guru untuk mengalami setiap langkah dalam proses penyusunan proposal PTK. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan pada 17-18 Juli 2021, dilanjutkan dengan penyusunan proposal PTK selama satu bulan. Melalui kegiatan ini, guru menilai bahwa mereka memiliki wawasan tentang kemungkinan ide PTK dan berencana untuk melakukan ptk. Sebagian besar guru juga merasa bahwa kegiatan ini dapat membantu mereka untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya sebagai guru.
SIMULASI MONTE CARLO UNTUK MODEL ISING 2D PADA KISI BUJUR SANGKAR MENGGUNAKAN ALGORITMA METROPOLIS Marliana Lutan; Momang Yusuf; Kurniati Abidin; Nursakinah Annisa Lutfin; Nurlina Nurlina
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 4 No 1 (2021): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.577 KB) | DOI: 10.31605/phy.v4i1.1486

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Simulasi Monte Carlo untuk Model Ising 2D pada Kisi Bujur Sangkar dengan Interaksi Nearest Neighbor and Next NN menggunakan Algoritma Metropolis. Simulasi ini bertujuan untuk menunjukan proses transisi fase dari material feromagnetik menjadi paramagnetik. Model ini dideskripsikan sebagai sistem spin dengan panjang kisi . Hasil simulasi menunjukkan bahwa spin akan semakin acak saat terjadi kenaikan temperatur. Pada magnetisasi maksimum untuk material ferromagnetik, temperatur dan energi berada pada keadaan rendah. Magnetisasi menurun secara drastis pada temperatur dan energi tertentu, kemudian hilang karena material telah bersifat paramagnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa magnetisasi bergantung pada temperatur dan energi material.
PERANAN BLENDED LEARNING BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI HUKUM NEWTON TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF Musdar M; Nurlina Nurlina; Muh. Ilham Asy'ari
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 4 No 1 (2021): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.697 KB) | DOI: 10.31605/phy.v4i1.1488

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 1 Campalagian yang diajar menggunakan blended learning berbantuan google classroom dan yang diajar tanpa menggunakan blended learning berbantuan google classroom. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Adapun sampel penelitian yang digunakan sebanyak 74 peserta didik yang dibagi menjadi dua kelompok kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes berupa essay, rpp dan lembar keterlaksanaan rpp. Sebelum instrumen tes digunakan, instrumen ini telah diuji validitasnya. Melalui validasi 20 soal diuji untuk memperoleh soal yang valid, kemudian dipilih menjadi 10 soal yang digunakan dalam penelitian dan soal tersebut sudah mewakili setiap indikator. Hasil dari tes tersebut dilakukan uji statistik menggunakan uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan blended learning berbantuan google classroom pada materi hukum Newton terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Penentuan Energi Dasar Atom Berilium (Be) Menggunakan Metode Variasional Dengan Dua Parameter Nurlina Azis; Fitriah Bidalo; Zaki Su’ud
SAINTIFIK Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.987 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v6i1.235

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan energi dasar atom Berilium (Be) menggunakan metode variasional dengan dua parameter. Perhitungan energi dasar atom Berilium dilakukan dengan meminimalisasi fungsi gelombang untuk mempeoleh nilai parameter variasi yang efektif. Dengan menggunakan metode variasional dua parameter, diperoleh energrameter. Perhitungan energi dasar atom Berilium dilakukan dengan meminimalisasi fungsi gelombang untuk mempi keadaan dasar atom Berilium sebesar -394,066 eV (1,26% dari energi referensi) dengan nilai parameter Z1 = 3,65837 dan Z2 = 2,10137. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa nilai energi keadaan dasar yang diperoleh cukup mendekati nilai energi referensi. Hal ini mengindikasikan bahwa metode variasional dua parameter cukup baik dalam menjelaskan sifat-sifat energi keadaan dasar suatu atom.
The Ground State Energy of Helium Using Hartree-Fock Roothaan With Six Expansion Terms of Gaussian Type Orbital (GTO-6G) Nurlina Nurlina; Fitriah Bidalo
Indonesian Review of Physics (IRiP) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v4i1.3862

Abstract

An implementation of the Hartree-Fock Roothaan with six expansion terms of Gaussian Type Orbitals (GTO-6G) is described and used to study the Helium atom’s ground state accurately. The objective of this research is to calculate the ground state energy of the Helium atom. The analysis was conducted using the numerical method using Matlab2017b. By using the Hartree-Fock Roothaan method, the complexity of Hartree-Fock in integrating the differential equations of eigenvalues for each electron is repeatedly successfully overcome by expressing Hartree-Fock orbitals in the form of linear combinations, known as STO (Slater Type Orbitals) and GTO (Gaussian Type Orbital). The Hartree-Fock Roothaan approximation procedure begins by assigning an initial guess value to the elements of the density matrices and then constructing the first Fock matrix from these matrices. The calculation is performed using the various iterations in multiples of 50, show that the error value expressed in relative uncertainty is getting smaller at the 150th iteration, which is around 1.84%. Compared with some literature, the relative uncertainty value is still within tolerance (below 5%). The contribution of theoretical implications in this study can be used as input for other researchers to review the Hartree-Fock Roothaan method and improve accuracy.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN SIMULASI PhET UNTUK MENINGKATKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) FISIKA DI SMA NEGERI 1 WONOMULYO Rosmiati Rosmiati; Musdar M; Nurlina Nurlina
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 4 No 2 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v4i2.1806

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan High Order Thinking Skills dengan menggunakan Model Project Based Learning Berbantuan Simulasi PhET. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Wonomulyo dan sampel terdiri dari dari dua kelas yakni kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang diambil dengan menggunakan teknik sampling purposive dengan asumsi bahwa populasi homogen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar, lembar observasi, dan lembar keterlaksanaan RPP. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Di SMA Negeri 1 Wonomulyo pada mata pelajaran fisika masih dalam kategori HOTS rendah, ini dapat dilihat dari rata-rata hasil nilai HOTS pre test kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen yang dimana skor rata-rata nilai HOTS kelompok eksperimen sebesar 57,64 dan untuk kelompok kontrol sebesar 59,05 (2) Penerapan model Project Based Learning berbantuan simulasi PhET dapat meningkatkan HOTS peserta didik, dapat dilihat dari tabel 4.10 deskripsi peningkatan hasil HOTS peserta didik kelompok eksperimen dengan selisih 17,53 dan hasil uji N-Gain yang dimana hasil interpretasi pada kelompok eksperimen berada pada interpretasi sedang.
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SECARA DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mastuti Mastuti; Nurlina Nurlina; Mutmainna Mutmainna
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2091

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan yang dialami oleh peserta didik selama pembelajaran fisika secara daring pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei, teknik pengumpulan data melalui wawancara. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 43 responden yang terdiri atas kelas XI IPA 1 dan IPA 2 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa kesulitan belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi kepemilikan HP dan laptop, jaringan internet, dan penggunaan aplikasi sedangkan faktor internal meliputi kesulitan memahami materi, motivasi, dan tugas. Ditinjau dari faktor eksternal, seluruh peserta didik memiliki HP, namun masih terdapat kesulitan dalam mengunduh file karena penyimpanan penuh dan akses jaringan yang tidak optimal membuat peserta didik kurang bersemangat mengikuti pembelajaran serta penggunaan aplikasi yang berbeda-beda menghabiskan banyak kuota sementara faktor internal, peserta didik malas membaca lewat file karena HP memiliki tampilan layar yang kecil dan peserta didik kesulitan mengerjakan tugas yang terlalu banyak. Sedangkan ditinjau dari faktor eksternal berdasarkan gender, peserta didik laki-laki cenderung mengalami kesulitan mengunduh file, cenderung peserta didik perempuan mengalami kesulitan belajar terkait kuota dan jaringan, peserta didik perempuan lebih unggul menggunakan aplikasi sementara ditinjau dari faktor internal, peserta didik laki-laki cenderung mengalami kesulitan memahami materi, peserta didik laki-laki lebih mematuhi aturan serta dalam mengerjakan tugas peserta didik perempuan lebih unggul.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MENGINTEGRASI KEARIFAN LOKAL MANDAR SIBALI PARRIQ TERHADAP KEMAMPUAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK Imradewi Imradewi; Mutmainna Mutmainna; Nurlina Nurlina; Andi Rosman N
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan kemampuan kerja sama peserta didik antara kelas yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan mengintegrasi kearifan lokal mandar sibali parriq dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tinambung. Sampel yang diteliti sebanyak 56 orang terdiri dari 28 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan 28 peserta didik sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik sampling purposive. Instrumen pengumpulan data berbentuk tes angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja sama peserta didik dari hasil uji n gain untuk kelas eksperimen berada pada kategori sedang (nilai mean sebesar 50,96), kemampuan kerja sama peserta didik pada kelas kontrol berada pada kategori kurang (nilai mean sebesar 29,92) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas diperoleh nilai sig. < 0,05.
PERANAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA DI SMPN SATAP LENGGO Lutfin, Nursakinah Annisa; Sartika, Dewi; Nur Aisyah Humairah; Rasydah Nur Tuada; Nurlina; Aulia Rahmadhani; Sartika Arifin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 2 No. 4 (2023): ABDIMAS PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v2i4.828

Abstract

Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari evaluasi yang dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2011 mengenai kompetensi literasi siswa menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-42 dari 45 negara. Berdasarkan anjuran pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti luhur kepada peserta didik dengan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Salah satu upaya pada GLS ini adalah dengan penerapan pojok baca di kelas guna menumbuhkan budaya literasi siswa. Penerapan pojok baca untuk menumbuhkan budaya literasi ini dilakukan di SMPN SATAP Lenggo melalui tiga tahapan utama yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan diskusi dengan kepala sekolah dan guru di SMPN Satap Lenggo diketahui bahwa penerapan pojok baca di ruang kelas membuat siswa lebih termotivasi untuk datang ke sekolah dan telah meningkatkan minat membaca siswa. Meningkatnya minat baca siswa ditunjukkan dari antusiasmi tinggi siswa dengan hadirnya pojok baca, frekuensi membaca siswa meningkat, siswa senang saat mambaca, dan kesadaran siswa akan manfaat penting dari membaca. Selain itu, beberapa indikator literasi telah terlaksana dengan penerapan pojok baca di SMPN Satap Lenggo. Hal ini terlihat dari jumlah dan variasi buku bacaan yang telah meningkat lewat pemeliharaan buku yang sebelumnya tidak terawat, frekuensi siswa membaca di pojok baca meningkat, terlaksananya berbagai aktivitas untuk meningkatkan budaya literasi, dukungan sekolah dan masyarakat dalam pembuatan pojok baca, dan digunakannnya hasil karya kreatif siswa untuk menghias ruangan kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pojok baca telah mampu menumbuhkan budaya literasi di SMPN Satap Lenggo.