Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STRUKTUR REPRESENTASI EKSTERNAL SISWA PADA TRANSISI PENGETAHUAN BAGUN RUANG KE BANGUN DATAR Syarifudin, Syarifudin; Fikriyah, Ummu
JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.633 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v2i2.198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur representasi eksternal siswa tentang transisi pengetahuan mereka dari bangun ruang ke bangun datar. Penelitian ini dilakukan kepada 8 siswa SMP yang sudah menempuh materi bangun ruang. Data diperoleh dari hasil pekerjaan siswa tentang membuktikan soal luas permukaan tabung dan hasil wawancara mendalam. Data-data tersebut direduksi, diverifikasi dan dianalisa. Hasil penelaitian menunjukkan bahwa representasi eksternal siswa tentang transisi pengetahuan mereka memiliki tiga karakteristik. Pertama siswa membuktikan soal tersebut dengan jawaban persegi panjang dan dua lingkaran, kedua dengan jawaban jajar genjang dan dua lingkaran, dan ketiga ada jawaban dua persegi panjang didapat dari satu persegi panjang utuh dan 4 setengah lingkaran bagian dari tutup dan alas tabung.Kata Kunci : Struktur Representasi, Transisi, dan Bangun Ruang
Tahap-tahap Menyelesaikan Masalah Geometri melalui Interaksi Berpikir pada Aktivitas Kognitif Siswa SMP Syarifudin Syarifudin; Ummu Fikriyah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v11i1.450

Abstract

Perubahan pengetahuan siswa sebagai hasil pengalaman belajar merupakan hal utaman yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Perubahan pengetahuan itu salah satunya melalui kegiatan interaksi berpikir. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tahap-tahap aktivitas kognitif siswa melalui kegiatan interakasi berpikir dalam memecahkan masalah geometri. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 orang siswa SMP yang berkemampuan tinggi dan sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kelima siswa dalam mendiskusikan permasalahan yang diawali dari siswa yang berkemampuan tinggi memberikan penjelasan tentang cara menjawab soal yang diberikan. Siswa yang lainnya mendengarkan dan kadang-kadang merespon dari penjelasan yang disampaikan oleh siswa yang berkemampuan tinggi tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah mereka bersama-sama mendiskusikan dan saling membantu untuk mencari solusi dari permasalah yang diberikan dengan menyampaikan pertanyaan atau penjelasan antara satu siswa dengan siswa yang lainnya. Kegitan ini terus dilakukan sampai menemukan satu solusi yang tepat untuk diputuskan bersama-sama lalu ditulis dalam lembar jawaban masing-masing. Setelah mereka menulis jawaban masing-masing, ternyata bentuk jawaban yang dituliskan berbeda-beda dan ada juga yang masih melihat jawaban dari temannya.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA SMP KELAS VIII DENGAN MATERI PRISMA DAN LIMAS YANG BERPIJAK PADA MASALAH KONTEKSTUAL, PENGGUNAAN MODEL, DAN PENEMUAN TERBIMBING Syarifudin Syarifudin
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.731 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v2i1.1056

Abstract

The development of this student book uses the Thiagarajan development model. The development of this model has four stages: definition, planning, development, and dissemination. In addition, the development of students' books is based on realistic mathematics education (PMR), especially on contextual issues, the use of models, and guided discovery. Subsequently the student's book has validated experts and practitioners to be tested in the classroom. Expert and practitioner scores were 3.46 (very valid). Furthermore, it was tested in the classroom in order to see the practicality and effectiveness. Practicality of students' books is measured through the implementation of learning in the learning process. Student book implementation data as a whole is 'high categorized'. Student book effectiveness is measured through three indicators: (1) student activity, (2) student response, and (3) mastery learning. Through classroom tests, data on students' activity observation outcomes during the learning process as a whole are 'active criteria'. Students give a positive response. Post-test data found that none of the students scored under 65% of the standard learning objectives to be achieved. Furthermore, if seen classically obtained an average of 83.1%.
Implementasi Model Problem Based Learning Berbasis Aplikasi Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Muhammad Fazryn; Adi Apriadi Adiansha; Syarifudin Syarifudin; Mariamah Mariamah; Nanang Diana
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 1 (2023): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v3i1.279

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa sekolah dasar dan kurangnya penerapan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kemampuan bernalar kritis matematika melalui penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Nggembe Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan bernalar kritis matematika dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika siswa SD. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan skor rata-rata tes kemampuan bernalar kritis matematika siswa dari siklus I (63,6), siklus II (73,6), hingga siklus III (82,4). Selain itu, terdapat peningkatan pada kualitas pembelajaran yang ditunjukkan dari hasil observasi pada setiap siklusnya. Penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra juga mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa SD. Model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang menarik dan efektif dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa SD.
Evaluasi Program GEMAR Literasi Kabupaten Bima: Model Goal Free Evaluation Arif Hidayad; Suranto AW; Syarifudin Syarifudin; Nunung Fatimah
HUMANIKA Vol 30, No 1 (2023): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i1.52091

Abstract

Tujuan penelitian  evaluasi ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program GEMAR Literasi di Kabupaten Bima NTB. Gerakan Masyarakat Sadar (GEMAR) Literasi merupakan program Kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak akademik (STKIP Taman Siswa Bima) dalam rangka meningkatkan level kemampuan membaca siswa SD kelas 1-4 di 25 sekolah dasar. Program ini dilaksanakan selama 1 tahun (2021-2022). Subjek penelitian sebanyak 6 orang dosen STKIP Taman Siswa Bima sebagai pelaksana program. Penelitian ini merupakan studi evaluasi program dengan pendekatan kualitatif model Goal Free Evaluation. Data tentang proses pelaksanaan program dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen. Studi evaluasi hanya fokus pada efek positif, efek negative dan efek sampingan positif dari program Gerakan Masyarakat Sadar literasi. Hasil studi evaluasi menggambarkan bahwa program menunjukkan proses dan perubahan yang nyata dan hasilnya cukup signifikan. Terlaksananya semua kegiatan program dengan baik dan tepat sasaran mampu merubah paradigma keraguan pihak pemerintah daerah terhadap keberhasilan program. Akibatnya, pihak pemerintah daerah tidak ragu untuk mengimbaskan praktik baik tersebut kepada lebih dari 400 SD di kabupaten Bima.
Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Kurva Tertutup Sederhana Ditinjau dari Gaya Belajar Berdasarkan Dual Process Theory Sri Wahyuni; Puguh Darmawan; Syarifudin Syarifudin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1138

Abstract

Berpikir adalah hal penting yang harus dilibatkan dalam menyelesaikan masalah. Berpikir dipengaruhi oleh gaya belajar. Berdasarkan dual process theory, kerugian akibat aktifnya sistem 1 ditunjukkan dalam studi pendahuluan bahwa mahasiswa mendapatkan jawaban yang salah apabila tidak aktifnya sistem2. Keterlibatan sistem 2 berfungsi untuk meminimalisir kekeliruan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus jamak yang bertujuan untuk mengkaji berpikir mahasiswa berdasarkan gaya belajar dalam memecahkan masalah kurva tertutup sederhana dari perspektif dual process theory. Subjek penelitian ini adalah satu mahasiswa bergaya belajar visual, satu mahasiswa bergaya belajar auditori, dan satu mahasiswa bergaya belajar kinestetik. Seluruh subjek merupakan mahasiswa pendidikan matematika Data penelilian berupa hasil angket gaya belajar, jawaban tertulis subjek, rekaman wawancara, dan catatan Peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis untuk menjawab masalah. Sistem 2 aktif ketika mencocokkan informasi pada masalah sehingga didapatkan hasil yang sesuai dan ketika melakukan perhitungan dalam mencari luas. Penelitian ini menemukan bahwa jawaban yang dihasilkan sistem 1 tidak selalu benar dan jawaban benar ketika sistem 2 aktif. S3 merupakan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik hanya mampu membuat satu desain karena memiliki kecenderungan untuk meminta contoh terlebih dahulu untuk menerima informasi. Lebih lanjut, Peneliti menyimpulkan bahwa proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kurva tertutup sederhana dapat dijangkau berdasarkan dual process theory dengan indikator yang telah ditetapkan. Pemahaman tentang proses berpikir tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan strategi pembelejaran yang tepat.
Model Penguatan Literasi Dasar Siswa Kelas Awal melalui Pendekatan Teaching at the Ringht Level (TaRL) Syarifudin Syarifudin; Nurrahmah Nurrahmah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v3i2.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pembelajaran literasi dasar siswa kelas awal melalui model pembelajaran Teaching at the Right Level (TaRL) pada 21 SD dan 4 MI yang Kabupaten Bima. Instrumen tes berupa tes diagnosis awal dan tes progres selama pelaksanaan pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes lisan dan dilakukan dua kali tes yaitu tes awal dan tes progres untuk mengetahui perkembangan literasi membaca peserta didik. Pengelompokkan siswa di dasarkan pada level kemampuan membaca siswa, untuk level pemula dan huruf diberi nama kelompok A, level kata dan paragraph diberi nama kelompok B, dan level cerita diberi nama kelompok C. Setiap kelompok siswa dibimbing oleh masing-masing 2 orang guru. Setiap kelompok dibekali dengan modul pembelajaran TaRL yang terdiri dari beberapa paket kegiatan literasi. Pada kelompok A terdiri dari 12 paket, kelompok B sebanyak 11 paket, dan kelompok C sebanyak 10 paket kegiatan literasi. Pada akhir bulan kedua, maka dilakukan penilaian tengah (middle) untuk mengetahui perkembangan siswa dan pada akhir bulan ketiga dilakukan penilaian akhir (endline). Instrumen penilaian menggunakan instrument asesmen diagnostik dan dapat guru juga menggunakan instrument lain yang sejenis atau yang dikembangkan sendiri.
Wordwall Application in Improving Numeracy Ability SDN RENDA Juniarti, Selfi; Syarifudin, Syarifudin; Nurrahmah, Nurrahmah
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i4.7548

Abstract

Education plays a crucial role in developing individual potential and enhancing quality of life, with numeracy skills being a key aspect of this process. This study aims to explore the effectiveness of using the Wordwall application in mathematics learning to improve numeracy skills among students at SDN Renda. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through observations, interviews with teachers and students, and documentation. The results indicate that the use of Wordwall significantly increased student engagement and motivation, with an average posttest score improvement of 20.4 points compared to the pretest. The application offers various quiz and game templates that make learning more interactive and engaging. However, challenges related to technology access limited the full implementation of the application. The discussion highlights that Wordwall is effective in enhancing mathematics understanding and numeracy skills, as well as increasing student interest in learning. In conclusion, Wordwall is a highly beneficial tool in mathematics education, and schools should provide technological support and training for teachers to maximize its benefits. The study recommends broader implementation of the Wordwall application to improve the quality of mathematics education in elementary schools.
Improving Reading Literacy Through the Teaching At The Right Level Approach for Second Grade Students at SDN Inpres Pandai Komalasari, Nur; Mulyadi, Mulyadi; Haryadi, Didit; Zulkifli, Zulkifli; Syarifuddin, Syarifuddin
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 4 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.4.p.2397-2408

Abstract

This study aims to improve the early reading literacy skills of second-grade students at SDN Inpres Pandai through the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The background of the research is the low reading ability among lower-grade primary students, indicating the need for instructional strategies aligned with students’ actual learning levels. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles involving 20 students. Research instruments included an initial diagnostic assessment, reading tests, and observation sheets. Data were analyzed quantitatively by calculating average scores and percentage of achievement in each cycle. The findings showed consistent improvement in students’ reading performance. In the initial assessment, the average score was 52.05%, with most students struggling to recognize letters or read simple syllables. After the first cycle of TaRL implementation, the score increased to 66.26%, and in the second cycle, it significantly rose to 88.74%. In addition to academic gains, students showed increased confidence, participation, and interest in reading. The results suggest that the TaRL approach is effective in improving foundational reading skills. By adapting instruction to each student’s learning level, the method supports gradual and equitable learning progress, making it a promising strategy for early literacy development.
Patterns of Student Thinking Interaction in Group Discussion: The Effect of Explorative Interaction on Understanding Statistical Concepts Syarifudin, Syarifudin; Haris, Abd.; Nurrahmah, Nurrahmah
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v9i2.30091

Abstract

This study aims to analyze patterns of students' thinking interaction during group discussions in statistics learning and examine their impact on conceptual understanding, particularly across different levels of academic ability. A qualitative approach was employed using discourse and interaction analysis. Data were collected through classroom observations, video/audio recordings, transcription of student discussions, students' written work, and in-depth interviews. These instruments enabled comprehensive documentation and triangulation of students' verbal and behavioral interactions. Twelve junior high school students were selected and categorized into high, medium, and low academic ability groups. Discourse structures were analyzed using the Sinclair & Coulthard model (to identify classroom discourse moves) and Mercer's framework (to detect exploratory and cumulative talk). Furthermore, interaction patterns were categorized using the ICAP model—which distinguishes passive, active, constructive, and interactive engagement—and Bales’ Interaction Process Analysis (IPA), which classifies social-emotional and task-related behaviors in small groups. The findings revealed that groups with explorative interaction patterns demonstrated deeper conceptual understanding, facilitated by active questioning, argument construction, and peer clarification. In contrast, static interaction groups were characterized by passive reception and rote learning, while counterproductive groups showed fragmented participation and communication breakdowns. These results confirm the vital role of interaction quality in supporting conceptual development. The novelty of this study lies in its integration of discourse- and interaction-based frameworks to reveal how different thinking dynamics shape learning outcomes in heterogeneous academic groups. Practically, the study highlights the importance of scaffolding, open-ended questioning, and structured facilitation to promote argumentation-rich discussions. These strategies are essential for fostering critical thinking and improving students’ understanding of statistics concepts.