Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRUKTUR REPRESENTASI EKSTERNAL SISWA PADA TRANSISI PENGETAHUAN BAGUN RUANG KE BANGUN DATAR Syarifudin, Syarifudin; Fikriyah, Ummu
JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.633 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v2i2.198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur representasi eksternal siswa tentang transisi pengetahuan mereka dari bangun ruang ke bangun datar. Penelitian ini dilakukan kepada 8 siswa SMP yang sudah menempuh materi bangun ruang. Data diperoleh dari hasil pekerjaan siswa tentang membuktikan soal luas permukaan tabung dan hasil wawancara mendalam. Data-data tersebut direduksi, diverifikasi dan dianalisa. Hasil penelaitian menunjukkan bahwa representasi eksternal siswa tentang transisi pengetahuan mereka memiliki tiga karakteristik. Pertama siswa membuktikan soal tersebut dengan jawaban persegi panjang dan dua lingkaran, kedua dengan jawaban jajar genjang dan dua lingkaran, dan ketiga ada jawaban dua persegi panjang didapat dari satu persegi panjang utuh dan 4 setengah lingkaran bagian dari tutup dan alas tabung.Kata Kunci : Struktur Representasi, Transisi, dan Bangun Ruang
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI RUANG VEKTOR Syarifudin, Syarifudin
Media Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.201 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v3i2.1829

Abstract

Tujuan penelitian ini pertama untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan kedua untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika pada materi ruang vektor mata kuliah aljabar linier. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pertama dari data tentang kegiatan belajar mengajar dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan kedua prestasi belajar mahasiswa dikumpulkan dengan menggunakan tes setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar secara klasikal ? 85% dari seluruh mahasiswa yang mendapatkan nilai minimal 56 atau dengan huruf  C serta aktifitas proses pembelajaran dari dosen dan mahasiswa minimal berkategori aktif dari indikator yang digunakan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan dalam beberapa siklus dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester VI program studi pendidikan matematika STKIP Taman Siswa Bima dengan jumlah 35 orang yang terdiri dari 5 orang mahasiswa dan 30 orang mahasiswi. Proses satu siklus dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh dapat dilihat pada Siklus I dengan nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa 76,85 dengan presentase ketuntasan 82,85%, dan keaktifan mahasiswa pada pertemuan pertama dan kedua adalah sebesar 2,32 dan 2,42, jadi rata-rata siklus I adalah sebesar 2,37 yang tergolong pada kategori cukup aktif. Sedangkan aktivitas dosen pada pertemuan I dan II adalah sebesar 3,00 dan 3,11 sehingga rata-rata siklus I menjadi 3,05 yang berkategori aktif. Pada Siklus II dengan nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa 87 dan  presentase ketuntasan 88,57%. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 10,15 poin. Keaktifan mahasiswa pada pertemuan pertama dan kedua adalah 2,63 dan 2,93 dengan nilai rata-rata 2,78 yang berkategori aktif. Dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua keaktifan mahasiswa meningkat 0,41. Sedangkan aktivitas dosen pada pertemuan pertama dan kedua adalah 3,11 dan 3,22 dengan nilai rata-rata 3,14 yang berkategori aktif. Dari siklus pertama ke siklus kedua terjadi meningkatan sebesar 0,09. Hasil tersebut menunjukan sudah tercapainya indikator penelitian yang ditetapkan, sehingga dapat di simpulkan bahwa penerapan metode drill pada materi ruang vektor dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa semester VI program studi pendidikan matematika STKIP Taman Siswa Bima.
Tahap-tahap Menyelesaikan Masalah Geometri melalui Interaksi Berpikir pada Aktivitas Kognitif Siswa SMP Syarifudin Syarifudin; Ummu Fikriyah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v11i1.450

Abstract

Perubahan pengetahuan siswa sebagai hasil pengalaman belajar merupakan hal utaman yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Perubahan pengetahuan itu salah satunya melalui kegiatan interaksi berpikir. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tahap-tahap aktivitas kognitif siswa melalui kegiatan interakasi berpikir dalam memecahkan masalah geometri. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 orang siswa SMP yang berkemampuan tinggi dan sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kelima siswa dalam mendiskusikan permasalahan yang diawali dari siswa yang berkemampuan tinggi memberikan penjelasan tentang cara menjawab soal yang diberikan. Siswa yang lainnya mendengarkan dan kadang-kadang merespon dari penjelasan yang disampaikan oleh siswa yang berkemampuan tinggi tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah mereka bersama-sama mendiskusikan dan saling membantu untuk mencari solusi dari permasalah yang diberikan dengan menyampaikan pertanyaan atau penjelasan antara satu siswa dengan siswa yang lainnya. Kegitan ini terus dilakukan sampai menemukan satu solusi yang tepat untuk diputuskan bersama-sama lalu ditulis dalam lembar jawaban masing-masing. Setelah mereka menulis jawaban masing-masing, ternyata bentuk jawaban yang dituliskan berbeda-beda dan ada juga yang masih melihat jawaban dari temannya.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA SMP KELAS VIII DENGAN MATERI PRISMA DAN LIMAS YANG BERPIJAK PADA MASALAH KONTEKSTUAL, PENGGUNAAN MODEL, DAN PENEMUAN TERBIMBING Syarifudin Syarifudin
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.731 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v2i1.1056

Abstract

The development of this student book uses the Thiagarajan development model. The development of this model has four stages: definition, planning, development, and dissemination. In addition, the development of students' books is based on realistic mathematics education (PMR), especially on contextual issues, the use of models, and guided discovery. Subsequently the student's book has validated experts and practitioners to be tested in the classroom. Expert and practitioner scores were 3.46 (very valid). Furthermore, it was tested in the classroom in order to see the practicality and effectiveness. Practicality of students' books is measured through the implementation of learning in the learning process. Student book implementation data as a whole is 'high categorized'. Student book effectiveness is measured through three indicators: (1) student activity, (2) student response, and (3) mastery learning. Through classroom tests, data on students' activity observation outcomes during the learning process as a whole are 'active criteria'. Students give a positive response. Post-test data found that none of the students scored under 65% of the standard learning objectives to be achieved. Furthermore, if seen classically obtained an average of 83.1%.
Implementasi Model Problem Based Learning Berbasis Aplikasi Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Muhammad Fazryn; Adi Apriadi Adiansha; Syarifudin Syarifudin; Mariamah Mariamah; Nanang Diana
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 1 (2023): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v3i1.279

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa sekolah dasar dan kurangnya penerapan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kemampuan bernalar kritis matematika melalui penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Nggembe Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan bernalar kritis matematika dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika siswa SD. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan skor rata-rata tes kemampuan bernalar kritis matematika siswa dari siklus I (63,6), siklus II (73,6), hingga siklus III (82,4). Selain itu, terdapat peningkatan pada kualitas pembelajaran yang ditunjukkan dari hasil observasi pada setiap siklusnya. Penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra juga mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis aplikasi Geogebra dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa SD. Model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang menarik dan efektif dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis matematika pada siswa SD.
Evaluasi Program GEMAR Literasi Kabupaten Bima: Model Goal Free Evaluation Arif Hidayad; Suranto AW; Syarifudin Syarifudin; Nunung Fatimah
HUMANIKA Vol 30, No 1 (2023): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i1.52091

Abstract

Tujuan penelitian  evaluasi ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program GEMAR Literasi di Kabupaten Bima NTB. Gerakan Masyarakat Sadar (GEMAR) Literasi merupakan program Kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak akademik (STKIP Taman Siswa Bima) dalam rangka meningkatkan level kemampuan membaca siswa SD kelas 1-4 di 25 sekolah dasar. Program ini dilaksanakan selama 1 tahun (2021-2022). Subjek penelitian sebanyak 6 orang dosen STKIP Taman Siswa Bima sebagai pelaksana program. Penelitian ini merupakan studi evaluasi program dengan pendekatan kualitatif model Goal Free Evaluation. Data tentang proses pelaksanaan program dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen. Studi evaluasi hanya fokus pada efek positif, efek negative dan efek sampingan positif dari program Gerakan Masyarakat Sadar literasi. Hasil studi evaluasi menggambarkan bahwa program menunjukkan proses dan perubahan yang nyata dan hasilnya cukup signifikan. Terlaksananya semua kegiatan program dengan baik dan tepat sasaran mampu merubah paradigma keraguan pihak pemerintah daerah terhadap keberhasilan program. Akibatnya, pihak pemerintah daerah tidak ragu untuk mengimbaskan praktik baik tersebut kepada lebih dari 400 SD di kabupaten Bima.
Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Kurva Tertutup Sederhana Ditinjau dari Gaya Belajar Berdasarkan Dual Process Theory Sri Wahyuni; Puguh Darmawan; Syarifudin Syarifudin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1138

Abstract

Berpikir adalah hal penting yang harus dilibatkan dalam menyelesaikan masalah. Berpikir dipengaruhi oleh gaya belajar. Berdasarkan dual process theory, kerugian akibat aktifnya sistem 1 ditunjukkan dalam studi pendahuluan bahwa mahasiswa mendapatkan jawaban yang salah apabila tidak aktifnya sistem2. Keterlibatan sistem 2 berfungsi untuk meminimalisir kekeliruan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus jamak yang bertujuan untuk mengkaji berpikir mahasiswa berdasarkan gaya belajar dalam memecahkan masalah kurva tertutup sederhana dari perspektif dual process theory. Subjek penelitian ini adalah satu mahasiswa bergaya belajar visual, satu mahasiswa bergaya belajar auditori, dan satu mahasiswa bergaya belajar kinestetik. Seluruh subjek merupakan mahasiswa pendidikan matematika Data penelilian berupa hasil angket gaya belajar, jawaban tertulis subjek, rekaman wawancara, dan catatan Peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis untuk menjawab masalah. Sistem 2 aktif ketika mencocokkan informasi pada masalah sehingga didapatkan hasil yang sesuai dan ketika melakukan perhitungan dalam mencari luas. Penelitian ini menemukan bahwa jawaban yang dihasilkan sistem 1 tidak selalu benar dan jawaban benar ketika sistem 2 aktif. S3 merupakan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik hanya mampu membuat satu desain karena memiliki kecenderungan untuk meminta contoh terlebih dahulu untuk menerima informasi. Lebih lanjut, Peneliti menyimpulkan bahwa proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kurva tertutup sederhana dapat dijangkau berdasarkan dual process theory dengan indikator yang telah ditetapkan. Pemahaman tentang proses berpikir tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan strategi pembelejaran yang tepat.
Model Penguatan Literasi Dasar Siswa Kelas Awal melalui Pendekatan Teaching at the Ringht Level (TaRL) Syarifudin Syarifudin; Nurrahmah Nurrahmah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v3i2.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pembelajaran literasi dasar siswa kelas awal melalui model pembelajaran Teaching at the Right Level (TaRL) pada 21 SD dan 4 MI yang Kabupaten Bima. Instrumen tes berupa tes diagnosis awal dan tes progres selama pelaksanaan pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes lisan dan dilakukan dua kali tes yaitu tes awal dan tes progres untuk mengetahui perkembangan literasi membaca peserta didik. Pengelompokkan siswa di dasarkan pada level kemampuan membaca siswa, untuk level pemula dan huruf diberi nama kelompok A, level kata dan paragraph diberi nama kelompok B, dan level cerita diberi nama kelompok C. Setiap kelompok siswa dibimbing oleh masing-masing 2 orang guru. Setiap kelompok dibekali dengan modul pembelajaran TaRL yang terdiri dari beberapa paket kegiatan literasi. Pada kelompok A terdiri dari 12 paket, kelompok B sebanyak 11 paket, dan kelompok C sebanyak 10 paket kegiatan literasi. Pada akhir bulan kedua, maka dilakukan penilaian tengah (middle) untuk mengetahui perkembangan siswa dan pada akhir bulan ketiga dilakukan penilaian akhir (endline). Instrumen penilaian menggunakan instrument asesmen diagnostik dan dapat guru juga menggunakan instrument lain yang sejenis atau yang dikembangkan sendiri.
Characterization of Foundational Literacy Instruction for Early Grade Students Based on Their Skill Levels Syarifudin, Syarifudin; Nurrahmah; Sholihin; Widiyanti, Ria
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v10i1.20514

Abstract

This research aims to describe the characteristics of basic literacy learning among early grade students based on their skill levels or through Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research subjects consist of 15 third-grade students from Rompo Elementary School. The research instruments include initial diagnostic tests and progress tests conducted during the learning process. The research findings indicate that the first level group's approach involves introducing children to the smallest components of literacy skills, namely sounds and letters, as well as distinguishing various phonetic variations of these letters. In Group B, students enhance their reading fluency through regular reading exercises, building text comprehension skills, and starting to understand unusual combinations of letters and pronunciations. Group C engages in collaborative reading within small groups, answering a series of questions about the text, drawing conclusions about the meanings of foreign words, and transitioning from simple to complex conceptual understanding. Students are encouraged to practice writing daily, read together, and evaluate each other's work to strengthen their abilities in identifying spelling errors, grammar, and common punctuation.
Wordwall Application in Improving Numeracy Ability SDN RENDA Juniarti, Selfi; Syarifudin, Syarifudin; Nurrahmah, Nurrahmah
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i4.7548

Abstract

Education plays a crucial role in developing individual potential and enhancing quality of life, with numeracy skills being a key aspect of this process. This study aims to explore the effectiveness of using the Wordwall application in mathematics learning to improve numeracy skills among students at SDN Renda. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through observations, interviews with teachers and students, and documentation. The results indicate that the use of Wordwall significantly increased student engagement and motivation, with an average posttest score improvement of 20.4 points compared to the pretest. The application offers various quiz and game templates that make learning more interactive and engaging. However, challenges related to technology access limited the full implementation of the application. The discussion highlights that Wordwall is effective in enhancing mathematics understanding and numeracy skills, as well as increasing student interest in learning. In conclusion, Wordwall is a highly beneficial tool in mathematics education, and schools should provide technological support and training for teachers to maximize its benefits. The study recommends broader implementation of the Wordwall application to improve the quality of mathematics education in elementary schools.