Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Viability of Entomopathogenic Fungi Metarhizium anisopliae (Metsch) Sorokin in Some Alternative Media and Different Shelf-Life Lutfi Afifah; Rizky Desriana; Anik Kurniati; Rosalia Maryana
International Journal of Agriculture System VOLUME 8 ISSUE 2, DECEMBER 2020
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3472.506 KB) | DOI: 10.20956/ijas.v8i2.2478

Abstract

Pest control by using chemical pesticides continuously can harm the environment. Therefore it is necessary to look for environmentally friendly technologies, one of which is the use of entomopathogenic fungi such as Metarhizium anisopliae. The alternative media should be easy to obtain and has a good shelf life so the growth of M. anisopliae   should be optimum. This research aimed to obtain alternative media that provide the best growth and development at each different shelf-life. The research method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) Factorial and it was repeated 4 times. The media factors were from PDA, bran, green beans, and maize. The shelf-life factors were at 21 and 42 days old (d-old). The diameter on maize media gave the highest diameter value of 8.57 cm at 42 d-old. Green bean media gave the best spore density results of 2.08×107. Whereas the germination capacity of the media ranged from 63.94% to 94.23%. Germination showed no significant difference at 21 and 42 d-old. Therefore, green beans and maize media were effectively used for propagation of M. anisopliae   as a substitute for synthetic media.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura Fabricus) PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.): TEST THE EFFECTIVENESS OF BOTANICAL PESTICIDES ON MORTALITY AND INTENSITY OF ARMYWORM (Spodoptera litura Fabricus) ON MUSTARD PLANT (Brassica juncea L.) Salsa Malikal Mulki; Sugiarto; Lutfi Afifah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1594

Abstract

Armyworm (Spodoptera litura F.) is one of the important pests on the plant mustard greens. The purpose of this research is to get the type of pesticide that is effective gives the highest effect on mortality and the intensity of the attack armyworm (Spodoptera litura F.) in the mustard plant (Brassica juncea L.). The method used is the experimental method while the design of experiment used was Complete Random Design (RAL) a single factor for the observation of mortality and a Randomized block Design (RAK) single factor for the observation of the intensity consisting of 8 treatments with 4 replications. The standard treatment P0 (Control/No Treatment), P1 (Papaya Leaf Extract 300 g/l), P2 (Papaya Leaf Extract 500 g/l), P3 (Extract of the Stem of Lemongrass 120 g/l), P4 (Extract of the Stem of Lemongrass 160 g/l), P5 (Extract of Neem Leaves 300 g/l), P6 (Extract of Neem Leaves 500 g/l) and P7 (Karbosulfan 2ml/l). The results showed that the application of some type of pesticide (Papaya Leaf Extract 300 g/l), (Papaya Leaf Extract 500 g/l), (Extract of the Stem of Lemongrass 120 g/l), (Extract of the Stem of Lemongrass 160 g/l), (Extract of Neem Leaves 300 g/l) and (Extract of Neem Leaves 500 g/l) gives a real influence on the mortality and the intensity of the attack armyworm (Spodoptera litura F.) in the mustard plant (Brassica juncea L.) varieties of Tosakan. Types of vegetable pesticides Neem Leaf Extract 500 g/l (treatment P6) gave the highest mortality of 87.50%, the lowest attack intensity 57,37%, the lowest larval weight 0.34 g, the lowest pupa weight 0.04 g, with an average LT50 value of 4-5 days and produced the highest plant weight of 10.81 g. Keywords: Intensity of S. litura; Mortality; LT50 and Pesticide.
POTENSI DAUN PEPAYA ( Carica papaya L.) SEBAGAI RACUN KONTAK DAN PENOLAK MAKAN TERHADAP Spodoptera Frugiperda Siti Juleha; Lutfi Afifah; Sugiarto; Tatang Surjana; Anton Yustiano
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.95

Abstract

Kemunculan hama baru Spodoptera frugiperda dapat merusak hingga 80% tanaman jagung sebagai inang utamanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi pestisida nabati ekstrak daun pepaya terbaik yang mampu meningkatkan mortalitas ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan : A (Kontrol) ; B (Insektisida deltametrin 1 ml/lt) ; C (Ekstrak daun pepaya 20 g/l) ; D (Ekstrak daun pepaya 40 g/l) ; E (Ekstrak daun pepaya 60 g/l) ; F (Ekstrak daun pepaya 80 g/l). Pengaplikasian melalui pada larva. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun pepaya berpengaruh terhadap mortalitas, persentase larva berhenti makan. Pemberian ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 80g/l memberikan mortalitas tertinggi sebesar 100,00% serta mematikan 50% larva uji lebih singkat dengan rata-rata kematian 6 jam setelah aplikasi berdasarkan analiss probit LT50. Perlakuan ekstrak daun pepaya konsentrasi 80 g/l dapat direkomendasikan untuk pengendalian hama S.frugiperda yang dapat menekan populasi larva S. frugiperda.
IDENTIFIKASI DAN PENGARUH PENGENDALIAN HAMA KUTU DAUN Rhopalosiphum maidis Fitch (HEMIPTERA: APHIDIDAE) PADA PERTANAMAN JAGUNG Azizah Nurul Hawiyah; Lutfi Afifah; Slamet Abadi; Dwi Priyo Prabowo; Budi Irfan; Aditya Bagus Widiawan
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.98

Abstract

Serangan hama masih menjadi permasalahan penting dalam proses budidaya, adapun upaya pengendalian hama akan memberikan pengaruh terhadap intensitas serangan hama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan teknik pengendalian yang mampu menekan intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman jagung. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dimaksud diantaranya Kontrol (K), Pengendalian Kombinasi (PK), Pengendalian Biointensif (PB), dan Pengendalian Sintetik (PS). Hasil penelitian dengan analisis ragam menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf nyata 5% menunjukkan bahwa perlakuan PS memberikan nilai intensitas serangan hama kutu daun terendah (4,17% - 8,33%) diikuti oleh PB (5,83% - 57,50%), PK (9,17% - 59,17%), dan K (18,33% - 90,00%). Perlakuan PK memberikan hasil panen tertinggi sebesar 23,22 kg/petak diikuti oleh PS 22,20 kg/petak, PB 20,03 kg/petak dan K 18,90 kg/petak. Adapun hasil analisis korelasi antara serangan hama dengan hasil panen menunjukkan bahwa hama kutu daun tidak secara nyata berpengaruh terhadap hasil panen dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,031. Oleh karena itu, pengendalian sintetik dapat direkomendasikan sebagai alternatif teknik pengendalian dalam menekan intensitas serangan hama kutu daun.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32. Fauziah Rahmah; Lutfi Afifah; Sugiarto Sugiarto; Anton Yustiano
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12504

Abstract

Salah satu hama yang menyerang tanaman padi adalah keong mas (Pomacea canaliculata L.). Serangan paling parah terjadi pada saat tanaman padi berumur antara 1 hingga 7 setelah pindah tanam dan berlangsung sampai tanaman berumur kurang lebih 30 hari. Akibatnya, pertumbuhan padi terhambat hingga tanaman padi habis dimakan, terutama di sawah irigasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan Konsentrasi (A. indica A. Juss) Terhadap Mortalitas dan Intensitas Serangan Keong Mas (P. canaliculata) pada Tanaman Padi (Oryzae sativa L.) Varietas Inpari 32. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal (RAK), yang terdiri dari 5 ulangan 6 perlakuan: A (kontrol/tanpa perlakuan), B (ekstrak daun mimba 6 g/L), C (ekstrak daun mimba 8 g/L), E (ekstrak daun mimba 12 g/L), dan F (ekstrak daun mimba 14 g/L). Hasil penelitian, penggunaan ekstrak daun mimba dengan konsentrasi (6 g/L, 8 g/L, 10 g/L, 12 g/L, dan 14 g/L) selama 14 hari setalah aplikasi tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap mortalitas dan intensitas serangan keong mas (P. canaliculata L.) pada varietas inpari 32 dari tanaman Padi (Oryzae sativa L.). Perlakuan D dengan ekstrak daun mimba 10 g/L menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 44,00% dan intensitas serangan keong mas terendah sebesar 50,20%.
PENGARUH APLIKASI ASAP CAIR (LIQUID SMOKE) TERHADAP KEMUNCULAN HAMA PENTING PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32 Aris Aprilianto; Lutfi Afifah; Tatang Surjana; Anton Yustiano
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12807

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan penting yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia dan Dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi yaitu serangan organisme penganggu tanaman (OPT). Asap cair merupakan cairan hasil kondensasi asap pembakaran biomasa kayu dalam wadah kedap udara. Penggunaan asap cair di ketahui dapat menekan laju serangan OPT. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair dalam menekan populasi hama penting pada tanaman padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32. Percobaan ini di laksanakan di Kebun Percobaan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOPT), Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang pada bulan Mei hingga Agustus 2022. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 9 kali dengan taraf: A = Asap Cair 0,5%, B = Asap Cair 1%, C = Asap Cair 2%, K = Kontrol. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh nyata aplikasi asap cair terhadap populasi hama penting pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas inpari 32 pada populasi wereng punggung putih 13 MST. Asap cair dengan konsentrasi 2% mampu menekan populasi wereng punggung putih pada 13 MST.
PENGARUH PESTISIDA NABATI EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E. Smith.) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Ditia Wijaya; Lutfi Afifah; Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12211

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E.Smith) merupakan hama tanaman jagung yang memulai memasuki indonesia pada tahun 2019 dan dilaporkan banyak merugikan petani budidaya jagung. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kosentrasi ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) yang memberikan pengaruh efektif terhadap mortalitas dan intensitas serangan ulat grayak (S. frugiperda) pada tanaman jagung (Zea mays L.).Metode yang digunakan adalah metode eksperimen sedangkan rancangan percoban yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal untuk pengamatan intensitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal untuk pengamatan mortalitas yang terdiri dari 10 perlakuan 4 ulangan. Taraf perlakuannya yaitu A (Kontrol), B (ekstrak akar tuba 20 gr/l), C (ekstrak akar tuba 30 gr/l), D (ekstrak akar tuba 40 gr/l), E (ekstrak akar tuba 50 gr/l), F (ekstrak akar tuba 60gr/l), G (ekstrak akar tuba 70 gr/l), H (ekstrak akar tuba 80 gr/l), I (ekstrak akar tuba 90 gr/l) dan J (Insektisida sintetik klorantraniliprol 1,5 ml/l) . Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah ekstrak Akar Tuba(Derris elliptica) memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas dan intensitas serangan S. frugiperda. Perlakuan I(ekstrak akar tuba 90 gr/l) efektif terhadap mortalitas dan intensitas serangan ulat grayak S. frugiperda dengan mortalitas sebesar 100% dan intensitas serangan S. frugiperda sebesar 29,78%, nilai LC50 dan LT50 menunjukan bahwa ekstrak akar tuba 90 gr/l mampu membunuh larva S. frugiperda 50% pada rata-rata waktu 3 sampai 4 hari. Ekstrak akar tuba 90 gr/l merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas dan intensitas serangan S. frugiperda pada tanaman jagung (Zea mays L.) 
LAJU PERTUMBUHAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Lecanicillium lecanii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI SIRSAK DAN EKSTRAK UMBI GADUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN Mela Rizki Fauziyyah; Lutfi Afifah; Sugiarto Sugiarto; Anik Kurniati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.11712

Abstract

Cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii merupakan salah satu satu agens hayati yang dapat mengendalikan berbagai jenis hama. Selain cendawan entomopatogen, ekstrak tanaman seperti biji sirsak dan umbi gadung merupakan jenis pestisida nabati yang dapat digunakan sebagai alternatif tambahan sumber nutrisi pada media pertumbuhan cendawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi media pertumbuhan cendawan L. lecanii dengan penambahan ekstrak tanaman paling baik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Pengujian media tumbuh cedawan L. lecanii +  ekstrak tanaman dengan 7 perlakuan dalam 4 kali ulangan: PDA (kontrol); BS1 (PDA + ekstrak biji sirsak 1 ml.l); BS3 (PDA + ekstrak biji sirsak 3 ml/l); BS5 (PDA + ekstrak biji sirsak 5 ml/l); UG1 (PDA + ekstrak umbi gadung 1 g/l); UG3 (PDA + (ekstrak umbi gadung 3 g/l); UG5  (PDA + ekstrak umbi gadung 5 g/l). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Diameter dan laju pertumbuhan koloni cendawan L. lecanii. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi media tumbuh cendawan L. lecanii 21 hari tidak berbeda nyata dengan rata-rata diameter 8,85 – 9,00 cm, sedangkan hasil laju pertumbuhan koloni terhadap waktu inkubasi 21 hari berpengaruh nyata dengan R2 sebesar 0,649 - 0,878 yang artinya 64,9% - 87,8% laju pertumbuhan L. lecanii dipengaruhi oleh lamanya waktu inkubasi.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI PADA PROGRAM PETANI MAKMUR DI KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG Dwinesa Aprilia Prastami; Abubakar Abubakar; Lutfi Afifah
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v11i2.7042

Abstract

Rice is one of food crop commodities with the highest production yields in Karawang Regency, which corresponds to the large number of agricultural workers. Because of the large number of farmers who own rice farms, PT Pupuk Kujang Cikampek has invested in efforts to help the farmers prosper. The purpose of this study is to compare the revenue costs and income obtained in rice farming between before and after participation in the “Program Makmur” in order to assess the feasibility of rice farming based on R/C Ratio and BEP. The research topic was chosen on purpose (intentionally). Purposive sampling was used to collect information from 30 farmers. The descriptive method was used in this research, which is quantitative in nature. The research was conducted from Desember 2022 to Januari 2023. The results showed that GKP production in Lemahkarya Village and Sumberjaya Villages howed a comparison before and after participating in the "Program Makmur" that the average revenue received by farmers was IDR 20,222,560.98/ha/planting season to IDR 21,155,081.30/ha/planting season, with an average income received of IDR 7,165,567.07/ha/planting season to IDR 8,112,794.72/ha/planting season. As a result, it is possible to conclude that rice farming is possible to be cultivated. Key words: farming, feasibility, income, paddy, profit
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM PENGEMBANGAN UMKM (STUDI KASUS DI DESA MUARABARU KECAMATAN CILAMAYA WETAN KABUPATEN KARAWANG) Idam Kholiq; Lutfi Afifah; Ekalia Yusiana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13769

Abstract

Desa Muarabaru memiliki BUMDes yang sudah berjalan selama 3 tahun yaitu awal berdiri pada tanggal 27 april 2019 yang diberi nama Berkah Samudra Tani. Meskipun BUMDes Berkah Samudra Tani telah memiliki beberapa bidang usaha yang berjalan. Namun, belum terlihat dengan jelas bagaimana peranannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran BUMDes Berkah Samudra Tani dan strategi kebijakan prioritas yang tepat dalam mengembangkan UMKM di Desa Muarabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah sensus yaitu sebanyak 46 responden untuk rumusan pertama dan 24 responden untuk rumusan kedua. Pengambilan data pada penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif menggunakan skala likert sebagai alat pengukuran untuk mengetahui peran BUMDes dalam pengembangan UMKM dan Analytical Hierarchy Process sebagai alat pengambilan keputusan untuk merumuskan prioritas strategi kebijakan BUMDes. Hasil analisis deskriptif menunjukan skor aspek pengembangan produk lokal 490 (44,38%), skor aspek pengembangan sumber daya manusia 481 (43,57%), skor aspek pengembangan pemasaran 489 (44,29%), skor aspek penyediaan permodalan 461 (41,76%). Hasil Analytical Hierarchy Process menunjukan kriteria aspek permodalan sebagai prioritas pertama. Alternatif prioritas aspek permodalan yaitu BUMDes membentuk usaha baru dengan melibatkan UMKM. Alternatif prioritas aspek teknologi dan inovasi yaitu BUMDes memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan inovasi para pelaku UMKM. alternatif pada aspek pemasaran yaitu melakukan pelatihan kemasan dan penyajian agar produk lebih menarik dan alternatif pada aspek aksesbilitas bahan baku yaitu BUMDes dapat menjadi pemasok bahan baku bagi para UMKM