Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Second Language Development (SLD): What Factors Might Affect Students’ English Learning During Covid19 Pandemic Ramli Ramli; Winarno Winarno; Fitriawati Fitriawati
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 6, No 1 (2022): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v6i1.26688

Abstract

Abstract. This study aimed to investigate factors affecting the students’ L2 language development. This issue was raised because second language acquisition is one of the most impressive and fascinating aspects of human communication skills. This study was also intended to help students effectively learn and understand the language. This was a descriptive quantitative study. The samples were 158 preservice students in the English Education Department, Universitas Borneo Tarakan. This data was collected using an online questionnaire through google form to indicate the students’ responses on how English as a second language is acquired by the learning experience and was analyzed using factorial analysis (principle componential analysis). This research found that second language development is affected by linguistic factors like vocabulary enrichment, the structure of the native language, and the ability to pronounce words. Besides, non-linguistic factors like cognitive styles, psychological aspects, personality traits, technology use, and age also influenced students’ learning processes and outcomes. It can be shown from personal characteristics and experiences of the learner, social and cultural environment both inside (virtual/ offline meeting) and outside (online assignment/ project/ task-based) of the classroom, the opportunities for communication, access to both oral and written corrective feedback and instruction let by teachers. Those factors were not fully controlled by the teachers but understanding those aspects will make teachers able to consider how students learn English in effective ways to mitigate their learning loss in rapid knowledge growth and technological advancement era. This study reflected teachers’ development on their professionalism and their contribution to the second language acquisition theories. Keywords: Language acquisition and learning, Teacher Professional Development, Linguistics, and Non-linguistics Factors, covid19 pandemic
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGGUNAKAN PLATFORM PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN ONLINE TEKNOLOGI PENDIDIKAN Woro Kusmaryani; Nofvia De Vega; Fitriawati Fitriawati; Romlah Ulfaika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v28i1.26589

Abstract

Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar tetap jalan di tengah pandemi corona. Meski telah disepakati, cara ini menuai kontroversi. Kesiapan guru dituntut untuk dapat mengajar dengan kemampuan dalam menggunakan teknologi pembelajaran yang efektif dan efisien, sementara fakta di lapangan masih banyak guru-guru yang belum mahir dalam menggunakan teknologi pembelajaran, terutama guru-guru yang ada di kabupaten- kabupaten provinsi Kalimantan Utara. Program Kemitraan bagi Masyarakat (PKM) yang akan dilaksanan adalah dalam bentuk memberikan pelatihan online yang difokuskan untuk memperkenalkan Teknologi Pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Pelatihan online ini diharapkan dapat membantu guru-guru dalam hal mendesain pembelajaran E-learning, menggunakan Websites dan Mobile Aplikasi yang menunjang dalam penyampaian materi ajar, membantu siswa menjadi siswa yang independen dengan kemampuan eksplorasi mandiri, menggunakan aplikasi yang sesuai untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam bentuk penugasan, kuis, dan ujian online.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Winarno Winarno; Fitriawati Fitriawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.5953

Abstract

Sebagian besar guru bahasa Inggris SMP di Tarakan mengalami kesulitan dalam menghasilkan karya ilmiah seperti penelitian tindakan kelas (PTK). Karya tulis ilmiah merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh para guru ketika guru tersebut hendak mengajukan kenaikan pangkat, seperti dari golongan IV/a ke IV/b. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru bahasa Inggris SMP di Tarakan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Workshop ini memberikan manfaat bagi guru Bahasa Inggris SMP dalam mengatasi permasalahan dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah (PTK) yang digunakan untuk memenuhi syarat kenaikan pangkat dan meningkatkan profesionalisme guru Bahasa Inggris. Peserta kegiatan ini adalah guru Bahasa Inggris SMP di Tarakan yang tergabung dalam forum guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Workshop PTK dilaksanakan selama tiga hari di ruang pertemuan SMPN 1 Tarakan. Pelatihan dan bimbingan dilakukan untuk mencapai tujuan program. Para guru bahasa Inggris dilatih dan dibimbing bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. Hasil dari program tersebut guru bahasa Inggris mampu melakukan penelitian tindakan kelas.
Pendampingan Belajar Bahasa Inggris bagi Siswa Ramli Ramli; Fitriawati Fitriawati; Winarno Winarno; Woro Kusmaryani; Farid Helmi Setyawan; Arifin Arifin
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i1.2486

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi siswa meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris siswa secara umum sekaligus persiapan diri memasuki perguruan tinggi. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara luring di SMAN 8 Kabupaten Malinau Kalimantan Utara, yang diikuti oleh 30 siswa di kelas XII. Metode pengabdian adalah metode pembelajaran terbimbing dengan berfokus pada pengetahuan dan pemahaman siswa. Sebanyak 6 dosen dibagi kedalam tiga kelompok yaitu observasi, pendampingan, dan evaluasi dengan pelaksanaan mulai tanggal 4 sampai 19 oktober 2022. Selama proses pendampingan para siswa sangat antusias, suasana kelas sangat interaktif melalui diskusi dan umpan balik, mereka juga mampu berkolaborasi dan memecahkan masalah melalui kelompok belajar. Hasil dari pendampingan bahwa Penguasaan bahasa Inggris siswa meningkat berdasarkan hasil tes yang diberikan dan pemahaman bagaimana menjawab soal secara akurat. Namun disadari bahwa kemampuan Bahasa Inggris belum signifikan meningkat hanya dengan pendampingan singkat, sehingga dosen dan pihak sekolah berharap diadakannya kegiatan lanjutan. Ini juga berilmplikasi pada kontribusi guru dan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris.The purpose of this community service activity is to assist students to improve students English knowledge in general as well as to prepare them for entering college. This mentoring activity was carried out offline at SMAN 8 Malinau Regency, North Kalimantan, which was attended by 30 students in class XII. The service method is a guided learning method focusing on students' knowledge and understanding. A total of 6 lecturers were divided into three groups: observation, mentoring, and evaluation, with implementation starting from October 4 to 19, 2022. During the mentoring process, the students were very enthusiastic, the class atmosphere was very interactive through discussion and feedback, and they could collaborate and solve problems. problems through study groups. The result of the mentoring is that students' English mastery increased based on the results of the test given and their understanding of how to answer questions accurately. However, it is realized that English language skills have not significantly improved with only brief mentoring, so the lecturers and the school hope that further activities will be held. This also has implications for the contribution of teachers’ and students' motivation in learning English.
Implementasi Metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) dalam Pengenalan Bahasa Inggris di Kelompok Bermain GENIUS Fitriawati Fitriawati
Jurnal Lentera Pedagogi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Lentera Pedagogi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.117 KB) | DOI: 10.54895/lentera.v1i2.46

Abstract

Metode Beyond Center and Circle Time merupakan salah satu metode pembelajaran yang menarik untuk diterapkan bagi Pembelajar di Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini dalam pengenalan pembelajaran bahasa Inggris. Metode BCCT ini anak dirangsang untuk secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran. Guru dapat menggunakan kartu bergambar, bola atau yang lain dengan membuat lingkaran. Permainan ini dapat membuat siswa lebih menarik dan menyenangkan sehingga mampu diserap oleh anak-anak usia dini dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Metode BCCT dalam pengembangan kecerdasan linguistic (berbahasa Inggris) pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan bagaimana pengenalan bahasa Inggris pada anak usia dini yang dilaksanakan di Kelompok Bermain GENIUS yang meliputi warna, nama-nama binatang, mengenal angka, mengenal nama-nama buah, mengenal kendaraan dengan lagu, bernyanyi sebelum dan sesudah kegiatan sentra, serta dalam kegiatan fisik motorik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dengan sering mengajak anak bernyayi, bermain baik dalam kegiatan sentra maupun kegiatan yang lain dengan bahasa Inggris maka akan semakin banyak kosa kata bahasa Inggris yang dimiliki anak. Selain itu anak usia dini tidak merasa terbebani dengan pembelajaran yang sulit karena dilakukan dengan permainan yang menyenangkan dan membuat anak tidak bosan. Tema yang diberikan adalah yang berkaitan dengan apa yang keseharian dijumpai oleh anak misalnya sapaan, nama-nama binatang, pengenalan warna, alat transportasi akan membantu memudahkan anak mengasosiasi pengetahuan dengan lingkungannya.
TALKING STICK: A STRATEGY FOR STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE Ramli Ramli; Fitriawati Fitriawati; Nurul Wardian
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v10i1.162

Abstract

This study aims to determine the mastery of students' speaking skills by using the talking stick strategy. This study used a quantitative approach with a pre-experimental research design. The researcher selected one class as the research sample and used cluster random sampling to select the research sample. Data analysis used a t-test to compare whether there are similarities and differences after normality and homogeneity tests. The results of this study showed that using the talking stick strategy affects students' speaking ability. Data analysis found that the hypothesis test has a value of 0.00 <0.05, indicating that Ha is accepted while H0 is rejected. The talking stick strategy can affect students' speaking ability. This study interprets that talking sticks can be one of the alternative strategies to create an exciting teaching and learning process in improving students' speaking ability.
PENGUATAN LITERASI AKADEMIK SISWA SMAN 1 TANAH KUNING MELALUI PELATIHAN KARYA ILMIAH Ramli Ramli; Alfi Suciati; Fatmawati Fatmawati; Woro Kusmaryani; Fitriawati Fitriawati; Winarno Winarno; Uzlifatul Masruroh Isnawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.%p

Abstract

Penguatan literasi akademik merupakan aspek penting dalam menyiapkan peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) agar mampu berpikir kritis, sistematis, dan komunikatif secara ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi akademik siswa melalui pelatihan penulisan karya ilmiah di SMAN 1 Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, wilayah strategis yang sedang berkembang pesat. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 20 siswa kelas X dan XI yang dipilih berdasarkan kemampuan akademik, minat menulis, dan komitmen mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 58,5 pada pretest menjadi 68,61 pada posttest. Selain peningkatan kuantitatif, siswa juga menunjukkan perkembangan kualitatif dalam memahami struktur karya ilmiah, menyusun kajian pustaka, menentukan fokus dan kebaruan penelitian, serta merancang metode penelitian secara lebih sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan penulisan karya ilmiah berbasis konteks lokal efektif dalam meningkatkan literasi akademik dan kesiapan siswa menghadapi tantangan akademik lanjutan.
PEMBERDAYAAN DESA MENDUPO MELALUI TOGA, LITERASI TBM, DAN EDUKASI STUNTING Ramli Ramli; Woro Kusmaryani; Fitriawati Fitriawati; Winarno Winarno; Muhammad Arya Wicaksana Jakra
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38664

Abstract

ABSTRAKManuskrip pengabdian ini melaporkan program utama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) di Desa Mendupo, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, yang dilaksanakan pada 22 Desember 2025 s.d. 30 Januari 2026. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan kapasitas desa pada aspek kesehatan keluarga, literasi anak, dan pemanfaatan sumber daya lokal yang masih memerlukan pendampingan yang lebih terstruktur. Program dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UBT Kelompok 01 dengan mitra kelembagaan utama Pemerintah Desa Mendupo, PKK/kader posyandu, pengelola TBM, dan Karang Taruna, serta melibatkan warga, anak-anak, ibu hamil, dan keluarga balita sebagai sasaran kegiatan. Program dirancang terintegrasi pada tiga kegiatan prioritas: (1) penanaman dan penguatan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya ketahanan kesehatan rumah tangga; (2) penguatan literasi anak melalui revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan model belajar sambil bermain; dan (3) sosialisasi persuasif pencegahan stunting bagi ibu hamil serta ibu/pengasuh balita. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan critical participatory action research (CPAR) melalui tahapan koordinasi awal dan analisis situasi, perencanaan kolaboratif bersama mitra, pelaksanaan program melalui pendampingan praktik langsung, serta evaluasi-refleksi untuk menyusun tindak lanjut. Keberhasilan kegiatan tidak diukur melalui pretest-posttest formal, tetapi melalui evaluasi formatif berupa observasi partisipatif, logbook, dokumentasi, tanya jawab, tingkat partisipasi, dan refleksi bersama mitra pada akhir rangkaian kegiatan. Hasil menunjukkan meningkatnya pemahaman warga tentang manfaat dan perawatan TOGA, meningkatnya minat anak mengikuti kegiatan TBM ketika dipadukan dengan aktivitas kreatif (mendongeng, menggambar, mewarnai), serta menguatnya pemahaman bahwa stunting tidak semata faktor keturunan, melainkan terkait gizi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan pada periode 1.000 HPK. Simpulan pengabdian menegaskan bahwa integrasi program kesehatan-literasi-pemberdayaan sumber daya lokal melalui kemitraan kampus dan desa efektif memperkuat kapasitas masyarakat dan layak direplikasi pada konteks pedesaan serupa.Kata Kunci: TOGA; TBM; Pencegahan Stunting; KKN; Pengabdian Masyarakat. ABSTRACTThis community service manuscript reports the main programs implemented during the University of Borneo Tarakan (UBT) Community Service Program (KKN) in Mendupo Village, Betayau Sub-district, Tana Tidung Regency, North Kalimantan, from 22 December 2025 to 30 January 2026. The activities were initiated in response to the need to strengthen village capacity in family health, children's literacy, and the use of local resources through more structured assistance. The program was carried out by UBT KKN Group 01 students in collaboration with four main institutional partners: the Mendupo Village Government, PKK/posyandu cadres, TBM managers, and Karang Taruna, while community members, children, pregnant women, and families with under-fives served as the main participants. The program integrated three priority activities: (1) the establishment and strengthening of a Family Medicinal Plant (TOGA) garden to support household health resilience; (2) revitalization of the Community Reading Park (TBM) through joyful literacy activities for children; and (3) persuasive education on stunting prevention for pregnant women and caregivers of under-fives. The method adopted a critical participatory action research (CPAR) approach covering initial coordination and situation analysis, collaborative planning with local partners, hands-on implementation, and evaluation-reflection to formulate follow-up actions. Program success was not measured through a formal pretest-posttest design; instead, formative evaluation was conducted through participatory observation, daily logbooks, documentation, question-and-answer sessions, participation records, and joint reflection with partners. Findings indicated that improved community understanding of the benefits and maintenance of medicinal plants, stronger children's engagement in TBM activities when reading was combined with creative tasks (storytelling, drawing, and coloring), and better awareness that stunting is not merely hereditary but is closely related to nutrition, caregiving, and environmental hygiene during the first 1,000 days of life. The manuscript concludes that integrating health, literacy, and local-resource empowerment through village-university partnership can strengthen community capacity and is worthy of replication in similar rural contexts.Keywords: TOGA; Community Reading Park; Stunting Prevention; KKN; Community Service.