Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

OPTIMALISASI MEDIA PERKECAMBAHAN YANG BERBEDA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SELADA MERAH (Lactuca sativa L. Var. Olga Red) Sri Sudewi; Abdul Rahim Saleh; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Taufik Hidayat; Andi Nurfitriani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2022): AGROVITAL VOLUME 7, NOMOR 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v7i2.3666

Abstract

Viabilitas dan vigor yang tinggi ditandai dengan morfologi kecambah yang tahan terhadap faktor pembatas. Pengujian viabilitas dan vigor benih dengan penggunaan media perkecambahan yang tepat akan memberikan hasil tanaman yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi penggunaan berbagai media perkecambahan dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih selada merah. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu yang berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yang diujikan pada tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. Olga Red). Perlakuan yang digunakan adalah berbagai jenis media perkecambahan yang terdiri dari M0 (Tanah), M1 (rockwool), M2 (arang sekam), M3 (serbuk gergaji), dan M4 (cocopeat). Sumber nutrisi untuk perlakuan M1-M4 menggunakan larutan nutrisi AB Mix sebanyak 15 mL per media perkecambahan, sedangkan M0 (tanpa penyemprotan larutan nutrisi AB Mix). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada pengujian viabilitas dan vigor benih media perkecambahan cocopeat memberikan hasil terbaik yang ditunjukkan dengan daya berkecambah sebesar 95,55%, indeks vigor 35,56%, keserempakan tumbuh sebesar 51,11% dan panjang akar sebesar 8,20 cm. 
Study of Interest of Farmer Group Like Forward in The Use of Trichoderma Asperellum in Rice Cultivation in Bomba Village, Sigi District Sayani sayani; Sri Sudewi; Ratnawati ratnawati; Kasman Jaya; Renaldi renaldi; Abdul Rahim Saleh
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 9 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v9i1.9242

Abstract

The intensive and excessive use of chemical fertilizers and pesticides can have various impacts on soil fertility, farmers' health, and impacts on the environment. One alternative to minimize this impact is by using microorganisms, namely the fungus Trichoderma asperellum. This study aims to find out how interested or interested members of the Suka Maju Farmer Group in Bomba Village, Sigi Regency, Central Sulawesi, are in applying Trichoderma asperellum to rice cultivation land. The method used is quantitative descriptive analysis with primary data collection including observation, direct interviews, and semi-structured questionnaires that have been prepared, while secondary data is obtained from literature studies or source tracing related to research issues. Respondents in this study were all members of the Suka Maju Farmer Group, totaling 25 people. Data analysis used descriptive analysis using Microsoft Excel 2013 software. The observational variables of this study were the internal and external factors of the respondents, the level of interest of the respondents based on indicators of disinterest, lack of interest, interest, and very interest as well as the distribution of interest indicators (satisfaction, willingness, spirit, skill) with the use of T. asperellum. The results obtained were that members of the Suka Maju Farmer Group in Bomba Village had an interest of ≥ 70% in the use of T. asperellum in rice cultivation. To attract farmers' interest, counseling strategies, training, and continuous assistance from agricultural extension workers are needed, information delivery using effective and optimal media and supported by effective communication between extension farmers and related parties.
SIDEROPHORE PRODUCTION OF THE RHIZOBACTERIA ISOLATED FROM LOCAL “KAMBA” RICE PLANTS, POSO REGENCY IN CENTRAL SULAWESI Sri Sudewi; Baharuddin Patandjengi; Ambo Ala; Muh Farid BDR; Abdul Rahim Saleh; Ratnawati Ratnawati
Agric Vol. 34 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2022.v34.i2.p225-238

Abstract

Rhizobacteria isolated from plant roots have the ability to produce siderophore compounds. These compounds play a role in inhibiting the growth of pathogens by binding to iron (Fe3+) which is needed by pathogens in their development. This research was aimed to find out the siderophore-producing bacteria isolated from local Kamba rice plants and their potential as biocontrol agents. Among the 28 isolates that were successfully isolated from the Kamba local rice rhizosphere, 10 isolates had the potential to produce siderophores with different morphological characters. The test was carried out to see the bacterial isolates capabilities to produce siderophores from two types of siderophores namely catechol and salicylate types. For the catechol type, the highest concentration of siderophore was found in the KBA8 bacterial isolate with 10.990 mg L-1, while the lowest was in the KBA1 bacterial isolate with only 5.876 mg L-1. The salicylate type siderophore with the highest concentration produced 9.493 mg L-1 was from the RKGU15 isolate and the lowest was found in KBU14 isolate which produced only 2.994 mg L-1. The isolates included in the Gram-positive group were 4 isolates while the Gram- negative group were 6 isolates and 90% isolates were able to produce the enzyme catalase. The results of this study indicate that all bacterial isolates can produce siderophores so that they have the potential as biocontrol agents to support environmentally friendly and sustainable agriculture.
PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SANGURARA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DAN KEMANDIRIAN PETANI DI DESA TULO KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Kasman Jaya; Ratnawati; Marjun; Sri Sudewi; Arfan
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.287

Abstract

Ketersediaan potensi lokal di desa sering kali tidak termanfaatkan dengan baik. Desa Tulo di kabupaten Sigi memiliki potensi lokal yang cukup melimpah yang dapat dijadikan pupuk organik dan pestisida nabati. Lewat PKM pemberdayaan kelompok tani Sangurara dengan penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya pengembangan potensi lokal dan kemandirian petani di desa Tulo kabupaten Sigi, memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani mitra dalam memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ternak menjadi pupuk yang bernilai ekonomi serta memanfaatkan tanaman-tanaman potensial disekitar mitra untuk dijadikan pestisida nabati, serta keterampilan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik. Pendekatan digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan melibatkan mitra secara menyeluruh mulai dari studi awal, pelatihan dan bimbingan teknis serta demplot untuk meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik dan pestisida nabati. Selain itu mitra juga dibekali keterampilan dalam pembuatan formulasi MOL. Ceramah, diskusi, tanya jawab untuk materi dasar tentang pemanfaatan limbah pertanian, jenis-jenis pupuk, pestisida nabati, manfaat mikroorganisme lokal (Trichoderma), dampak samping penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Hasil telah dicapai adalah 1. Adanya peningkatan pemahaman petani mitra kelompok tani Sangurara terkait pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan 2. Terjadi peningkatan keterampilan membuat pupuk organik padat dan cair dari limbah pertanian dan kotoran ternak serta pestisida nabati dari tanaman disekitar mitra tani. 3. Terjadi peningkatan keterampilan membuat formula berbahan mikroba lokal (MOL) yang dimiliki oleh kelompok mitra tani, dan 4. Tersedia pupuk organik padat dan cair serta pestisida nabati berbagai ukuran kemasan dan kualitas yang baik di tingkat petani mitra.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Kelurahan Boyaoge Kota Palu Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Teknik KNF (Korean Natural Farming) Sri Sudewi; Kasman Jaya; Nurapiah Nurapiah; Ratnawati Ratnawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6948

Abstract

Permasalahan mengenai sampah/limbah rumah tangga merupakan trend isu yang banyak dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam RT 005 RW 03 Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu selaku mitra sasaran non produktif tidak luput dari kegiatan menghasilkan sampah rumah tangga dalam aktivitas kesehariannya. Tujuannya adalah meningkatkan pemberdayaan mitra untuk terampil, mandiri secara ekonomi dalam mengelolah sampah rumah tangga dengan Teknik Korean Natural Farming (KNF) menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal) dalam menyelesaikan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Selanjutnya memberikan edukasi secara langsung melalui penyuluhan/sosialisasi, kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah, pelatihan dan pendampingan yang komprehensif dalam proses pembuatan produk olahan limbah rumah tangga bernilai komersil serta evaluasi monitoring. Pelaksanaan kegiatan edukasi melalui sosialisasi berjalan lancar, antusiasme ibu-ibu rumah tangga sangat tinggi dengan kehadiran 100% dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sehingga kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga RW 005 RT 03 sangat potensial untuk diberdayakan dalam menghasilkan produk bermanfaat dengan teknik KNF. Keterampilan peserta dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Pemanfaatan sampah rumah tangga ini merupakan salah satu solusi yang tepat dalam mengurangi pencemaran lingkungan khususnya di perkotaan
Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
Isolasi dan karakterisasi cendawan endofit asal rizosfer bawang merah “Lembah Palu” dan potensinya menghambat penyakit bercak ungu Alternaria porri (ELL) CIF Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Sitti Hardiyanti
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/28242

Abstract

The decrease in shallot production due to Alternaria porri infection can reach 50%-70% or can even cause crop failure. One of the biological control methods to overcome this is by utilizing antagonistic microbes. The purpose of this study was to identify endophytic fungi from the rhizosphere of shallots "Lembah Palu " that have the potential to inhibit the A. porri fungus that causes purple spot disease. Research January-September 2022, the activity began with isolating endophytic fungi using the surface sterilization method, followed by characterization and identification of morphology macroscopically and microscopically, compatibility testing between isolates, and antagonism power test. The results obtained 5 isolates of endophytic fungi identified in the genus Fusarium sp., Aspergillus flavus, Penicillium sp., Aspergillus niger, and Trichoderma sp. A total of seven compatible interactions between endophytic fungi resulted from compatibility tests, while 3 other interactions were not compatible. The antagonism test of 5 fungal isolates against the A. porri produced an average inhibition of ≥ 75%. The HKP5 isolate (Penicillium sp) had the best inhibition of 78.96%. This indicates that endophytic fungal isolates have some potencies the potential to be developed as biological control agents in an effort to support sustainable agriculture.ABSTRAKPenurunan produksi tanaman bawang merah akibat serangan Alternaria porri dapat mencapai 50%-70% bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Salah satu metode pengendalian hayati untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memanfaatkan mikroba yang bersifat antagonis . Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi cendawan endofit asal rizosfer bawang merah “Lembah Palu” yang berpotensi dalam menghambat cendawan A. porri penyebab penyakit bercak ungu. Penelitian Januari-September 2022, kegiatan diawali dengan mengisolasi cendawan endofit menggunakan metode sterilisasi permukaan, dengan perendaman sampel akar berurutan dalam 2% Natrium hipoklorit, etanol 70% dan air steril, kemudian dikulturkan dalam media Potato Dextrose Agar (PDA). Selanjutnya setelah isolat tumbuh, disubkultur kembali untuk dilakukan karakterisasi dan identifikasi morfologi secara makroskopis dan mikroskopis, pengujian kompatibilitas antarisolat serta uji daya antagonisme. Dari hasil penelitian diperoleh 5 isolat cendawan endofit yang teridentifikasi dalam genus Fusarium sp., Aspergillus flavus, Penicillium sp., Aspergillus niger, dan Trichoderma sp. Sebanyak tujuh interaksi kompatibel antarcendawan endofit dihasilkan dari uji kompatibilitas, sedangkan 3 interaksi lainnya tidak kompatibel. Uji daya antagonisme 5 isolat cendawan terhadap patogen A. porri menghasilkan rata-rata daya hambat ≥ 75%. Isolat HKP5 (Penicillium sp) memiliki daya hambat terbaik sebesar 78,96%. Hal ini mengindikasikan bahwa isolat cendawan endofit berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens pengendali hayati dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Kelurahan Boyaoge Kota Palu Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Teknik KNF (Korean Natural Farming) Sri Sudewi; Kasman Jaya; Nurapiah Nurapiah; Ratnawati Ratnawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6948

Abstract

Permasalahan mengenai sampah/limbah rumah tangga merupakan trend isu yang banyak dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam RT 005 RW 03 Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu selaku mitra sasaran non produktif tidak luput dari kegiatan menghasilkan sampah rumah tangga dalam aktivitas kesehariannya. Tujuannya adalah meningkatkan pemberdayaan mitra untuk terampil, mandiri secara ekonomi dalam mengelolah sampah rumah tangga dengan Teknik Korean Natural Farming (KNF) menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal) dalam menyelesaikan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Selanjutnya memberikan edukasi secara langsung melalui penyuluhan/sosialisasi, kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah, pelatihan dan pendampingan yang komprehensif dalam proses pembuatan produk olahan limbah rumah tangga bernilai komersil serta evaluasi monitoring. Pelaksanaan kegiatan edukasi melalui sosialisasi berjalan lancar, antusiasme ibu-ibu rumah tangga sangat tinggi dengan kehadiran 100% dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sehingga kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga RW 005 RT 03 sangat potensial untuk diberdayakan dalam menghasilkan produk bermanfaat dengan teknik KNF. Keterampilan peserta dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Pemanfaatan sampah rumah tangga ini merupakan salah satu solusi yang tepat dalam mengurangi pencemaran lingkungan khususnya di perkotaan
Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI RIZOBAKTERI PENAMBAT NITROGEN DARI EKOSISTEM PADI SAWAH ORGANIK Sri Sudewi; Abdul Rahim Saleh; Lisa Indriani Bangkele; Endang Sri Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7493

Abstract

Rhizobakteri mampu mengfiksasi nitrogen (N) secara mutualisme, mengubah N dari atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang tersedia bagi tanaman, sehingga meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri penambat N pada ekosistem padi sawah organik di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bakteri diisolasi dari rizosfer tanaman padi yang sehat, untuk selanjutnya dikulturkan dengan menggunakan media Burk N-bebas. Hasil yang diperoleh sebanyak 12 isolat bakteri memiliki kemampuan tumbuh pada media Burk N-bebas dengan karakter yang berbeda-beda setelah diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Isolat RFN7 menghasilkan kadar nitrogen total sebesar 0.41%, sedangkan yang terendah pada isolat RFN4 sebesar 0.16%. Isolat rizobakteri yang mampu tumbuh pada media Burk-N bebas mempunyai kemampuan untuk mengikat nitrogen bebas yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga isolat-isolat tersebut berpotensi sebagai biofertilizer dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan.