Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI RIZOBAKTERI PENAMBAT NITROGEN DARI EKOSISTEM PADI SAWAH ORGANIK Sri Sudewi; Abdul Rahim Saleh; Lisa Indriani Bangkele; Endang Sri Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7493

Abstract

Rhizobakteri mampu mengfiksasi nitrogen (N) secara mutualisme, mengubah N dari atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang tersedia bagi tanaman, sehingga meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri penambat N pada ekosistem padi sawah organik di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bakteri diisolasi dari rizosfer tanaman padi yang sehat, untuk selanjutnya dikulturkan dengan menggunakan media Burk N-bebas. Hasil yang diperoleh sebanyak 12 isolat bakteri memiliki kemampuan tumbuh pada media Burk N-bebas dengan karakter yang berbeda-beda setelah diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Isolat RFN7 menghasilkan kadar nitrogen total sebesar 0.41%, sedangkan yang terendah pada isolat RFN4 sebesar 0.16%. Isolat rizobakteri yang mampu tumbuh pada media Burk-N bebas mempunyai kemampuan untuk mengikat nitrogen bebas yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga isolat-isolat tersebut berpotensi sebagai biofertilizer dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik: Solusi Hijau bagi Kelompok Tani Taruna Mas di Kelurahan Poboya Kota Palu Ratnawati, Ratnawati; Jaya, Kasman; Sudewi, Sri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11387

Abstract

Kelurahan Poboya terletak di Kota Palu Sulawesi Tengah yang sebagian penduduknya bekerja sebagai petani. Petani di wilayah tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Taruna Mas yang secara tradisional melakukan kegiatan beternak sapi sebagai usaha sampingannya. Limbah kotoran ternak yang dihasilkan dari kegiatan beternak kelompok kani tersebut belum diolah secara optimal sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan kepada masyarakat untuk mengubah limbah ternak berupa kotoran sapi menjadi pupuk organik yang dapat menguntungkan secara ekonomi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode atau pendekatan Asset Based Communities Development (ABCD) Method. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi tahap persiapan (koordinasi, peninjauan lokasi, persiapan sarana & prasarana), tahap sosialisasi program kegiatan, tahap pelatihan dan pendampingan serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM yang telah dilaksanakan, berjalan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan, ditunjukkan melalui partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik, serta adopsi metode baru yang diperkenalkan selama kegiatan PKM berlangsung. Optimalisasi pemanfaatan pupuk organik dari limbah kotoran ternak ini menjadi langkah strategis dan solusi hijau yang menjanjikan dalam mendukung pertanian berkelanjutan, karena berpotensi dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
PENGARUH COATING BENIH DENGAN PGPR DAN JENIS BAHAN PELAPIS TERHADAP VIABILITAS BENIH PADI Sudewi, Sri; Idris, Idris; Tiara, Tiara; Saleh, Abdul Rahim
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12544

Abstract

Keberhasilan pertumbuhan dan hasil panen tanaman salah satu faktornya ditentukan adalah viabilitas benih. Teknologi coating benih atau pelapisan benih merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi PGPR pada proses pelapisan benih dan mengidentifikasi jenis bahan pelapis yang efektif terhadap peningkatan viabilitas benih padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 unit uji perkecambahan. Perlakuan terdiri dari kombinasi suspensi PGPR konsorsium rizobakteri (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) dan berbagai macam bahan pelapis (bubuk kelor, bubuk kopi, bubuk kunyit, tapioka, dan brown sugar). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan coating benih kombinasi PGPR dan bahan pelapis bubuk kelor memberikan kombinasi yang efektif terhadap rata-rata daya kecambah (59,92%), keserempakan tumbuh maksimum (47,67%KN/etmal), jumlah kecambah normal (65,00 biji), benih keras (2,33 biji), dan rata-rata benih mati (3,33 biji) dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan teknologi pelapisan benih yang lebih efisien, hemat biaya dan ramah terhadap lingkungan sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. The success of plant growth and yield is determined by seed viability. Seed coating technology is a solution that can be applied to increase seed viability. This study aims to analyze the application of PGPR in the seed coating process and identify the type of coating material that is most effective on rice seed viability. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments and three replications to obtain 18 germination test units. The treatments consisted of a combination of PGPR suspension of rhizobacterial consortium (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) and various coating materials (Moringa powder, coffee powder, turmeric powder, tapioca, and brown sugar). The results obtained showed that the seed coating treatment of a combination of PGPR and moringa powder coating material provided an effective combination of average germination (59.92%), maximum growth uniformity (47.67%KN/etm), number of normal sprouts (65.00 seeds), hard seeds (2.33 seeds), and average dead seeds (3.33 seeds) compared to other treatments. The results of this study can be the basis for the development of seed coating technology that is more efficient, cost-effective and environmentally friendly so that it can ultimately contribute to increasing agricultural productivity as an effort to maintain food security.
INVENTARISASI DAN POTENSI MANFAAT TUMBUHAN LIAR DI BAWAH TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSSI) DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Sudewi, Sri; Saleh, Abdul Rahim
AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i1.4737

Abstract

Palm oil is one of the plantation commodities that play an important role in the Indonesian economy. Wild plants are still considered as harmful plants because in general people do not know their benefits. The purpose of this study was to identify and document wild plant species that grow under pine stands in Tinggimoncong District, Gowa Regency, South Sulawesi and analyze the potential benefits of wild plant species, especially related to their use in the fields of health, economic agriculture and other value-added products. The method used was the Exploration Method by exploring the research location of the habitat of wild plants under pine stands. The identification process is carried out by taking pictures of samples through the Picture This application available on the Google Playstore platform then matching using an invasive plant identification book. The results of the study found as many as 20 species of potential wildplants consisting of the families Asteraceae Poaceae Phyllanthaceae, Melastomataceae, Umbelliferae, Lamiaceae, Nephrolepidaceae, Polypodiaceae, Urticaceae, Plantaginaceae, Polygalaceae, Pteridaceae, Solanaceae, Rubiaceae, Verbenaceae, Caryophyllaceae. Families from Asteraceae, Poaceae, and Polypodiaceae produced more than 1 wild plant species compared to other families which only produced an average of 1 plant species. Overall, wild plants found under pine stands are useful as medicinal plants. Some species are useful as food for animal feed, ornamental plants, mosquito larvicides, foot sanitizers, sunscreen, natural pesticides, insecticides, and vegetable herbicides. This research contributes to the development of science, providing a positive impact on the empowerment of local communities, which not only provides scientific contributions but also sustainable socio-economic and environmental.
Chemical and Functional Characteristics of Soy Milk Kefir at Various Doses of Starter and Addition of Telang Flower Juice (Clitoria ternatea L.) If'all; Sultan Bisinda; Sri Sudewi; Sitti Sabariyah; Ratnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11035

Abstract

Soy milk kefir offers a plant-based alternative to dairy probiotics. This study aimed to enhance both the chemical and functional characteristics of soy milk kefir by evaluating the effects of varying kefir grain starter doses and added Clitoria ternatea (telang) flower juice. A 3x4 factorial design was employed using three starter levels (40g, 50g, 60g per liter soy milk) and four telang juice concentrations (0ml, 10ml, 20ml, 30ml per liter). Key parameters analyzed post-fermentation included protein content (Kjeldahl), lactic acid (titration), pH, Water Holding Capacity (WHC, centrifugation), anthocyanin content (differential pH method), and Lactic Acid Bacteria (LAB) count (plate count). Results indicated significant (p<0.05) effects of both starter dose and telang juice concentration, and their interaction, on all measured characteristics. Specifically, the 40g starter + 30ml juice treatment yielded the highest protein (39.35%) and anthocyanin (18.42 mg/mL). The 50g starter + 20ml juice treatment showed the highest WHC (67.30%). The 60g starter + 30ml juice treatment produced the highest lactic acid (20.30%). Higher LAB counts were observed in several treatments including A0B0, A1B1, A2B2, and A2B3 compared to others. In conclusion, optimizing kefir grain dosage and adding telang flower juice significantly improves soy milk kefir's nutritional profile (protein) and functional attributes (anthocyanins, WHC, LAB), demonstrating its potential as an enhanced plant-based functional food.