Martua Suhunan Sianipar
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Keragaman Predator dan Parasitoid Serangga Hama Tanaman Ciplukan (Physalis peruviana L.) Fase Generatif di Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang Djaya, Luciana; Anastasya, Jessica Olivia; Sianipar, Martua Suhunan
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.36078

Abstract

Ciplukan merupakan tanaman dari daerah subtropis yang mulai dibudidayakan di Indonesia karena memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Kendala dalam budidaya ciplukan yaitu adanya gangguan serangga hama. Predator dan parasitoid merupakan komponen biotik penting dalam pengendalian serangga hama ciplukan secara alami di lapangan, oleh karena itu informasi keberadaan dan keragaman predator dan parasitoid pada pertanaman ciplukan perlu diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk memelajari keragaman arthropoda predator dan parasitoid serangga hama pada lahan ciplukan (Physalis peruviana L.) di Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan yellow sticky trap dan pitfall trap sebanyak enam kali dalam kurun waktu dua bulan. Saat pengambilan sampel, tanaman ciplukan berada pada fase generatif, yaitu sudah berbuah dan sudah beberapa kali dipanen. Pengambilan sampel dilakukan pada lahan berukuran 30 x 10 meter pada ketinggian 1013 meter di atas permukaan laut. Arthropoda yang tertangkap selama sampling terdiri dari 13 ordo dan 70 famili yang dapat berperan sebagai predator, parasitoid, dan netral, dengan jumlah individu sebanyak 7131. Berdasarkan data tersebut, diperoleh Indeks Keragaman yang termasuk kategori sedang, Indeks Kemerataan tinggi (>0,6) dan tidak ada arthropoda yang mendominasi dengan hasil Indeks Dominansi <1, yang berarti tidak ada populasi arthropoda dalam satu famili yang mendominasi di lokasi survey. Hasil perhitungan indeks keragaman, kemerataan, dan dominansi ini menunjukkan kondisi lingkungan yang stabil. Beberapa predator dan parasitoid yang banyak ditemukan berasal dari ordo Diptera, Hymenoptera, Coleoptera, dan Hemiptera. Selain arhtropoda yang berperan sebagai predator dan parasitoid, ditemukan pula arthropoda yang berperan sebagai polinator, dekomposer, dan makanan alternatif bagi predator, yaitu dari ordo Entomobryomorpha, Poduromorpha, Coleoptera, Diptera, dan Isopoda.
KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN SERANGGA HAMA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI DATARAN RENDAH JATISARI, KARAWANG, JAWA BARAT Sianipar, Martua Suhunan; Djaya, Luciana; Simarmata, Daniel P
Agrin Vol 19, No 2 (2015): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2015.19.2.240

Abstract

Padi merupakan komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Salah satu faktor penghambat dalambudidaya padi adalah adanya serangan hama. Teknis budidaya memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadapkeragaman dan kelimpahan serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman dan kelimpahanserangga hama pada tanaman padi di dataran rendah Jatisari, Karawang, Jawa Barat dan dilakukan dengan metodesurvei. Adapun pengamatan menggunakan perangkap kuning, perangkap cahaya, jaring ayun, dan pengambilansecara langsung pada pertanaman padi fase vegetatif dan generatif. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 10spesies serangga hama yang menyerang tanaman padi di dataran rendah Jatisari, Karawang Jawa Barat yaituScirpophaga innotata (Lepidoptera: Pyralidae), Scirpophaga incertulas (Lepidoptera: Pyralidae), Cnaphalocrocismedinalis (Lepidoptera: Pyralidae), Nephotettix virescens (Homoptera: Cicadellidae), Hydrellia philippina(Diptera: Ephydridae), Nilaparvata lugens (Homoptera: Delphacidae), Oxya spp. (Orthoptera: Acrididae),Leptocorisa oratorius (Hemiptera: Alydidae), Sogatella furcifera (Homoptera: Delphacidae), dan Scotionopharalurida (Hemiptera: Pentatomidae). N. lugens adalah serangga hama yang paling banyak ditemukan, yaitu 86individu dan yang paling sedikit ditemukan adalah Oxya spp. (19 individu).Kata kunci: keragaman, kelimpahan, serangga hama padi, dataran rendah Jatisari, Kabupaten KarawangABSTRACTRice is an important food commodity in Indonesia. One of the inhibiting factors in the cultivation of rice isthe existence of pest. Cultivation technique has a very strong impact to diversity and abundance of insect. Thisstudy aimed to inventory the insect pest of rice field in lowland Jatisari, Karawang, West Java. This study wasconducted by survey method. Observations by using yellow trap, light trap, sweep net and direct capture.Observations were done in rice field vegetative and generative stadia. The result showed, there were 10 speciesof insect pest that attacked rice in the field. Namely Scirpophaga innotata (Lepidoptera: Pyralidae), Scirpophagaincertulas (Lepidoptera: Pyralidae), Cnaphalocrocis medinalis (Lepidoptera: Pyralidae), Nephotettix virescens(Homoptera: Cicadellidae), Hydrellia philippina (Diptera: Ephydridae), Nilaparvata lugens (Homoptera:Delphacidae), Oxya spp. (Orthoptera; Acrididae), Leptocorisa oratorius (Hemiptera: Alydidae), Sogatellafurcifera (Homoptera: Delphacidae), and Scotionophara lurida (Hemiptera: Pentatomidae). Nilaparvata lugenswas the insect pest with the biggest amount, 86 individuals and with the smallest amount was Oxya spp. (19individuals).Key words: diversity, abundance, insect pest, Oryza sativa L, lowland Jatisari