Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENGGUNAAN TES CEPAT MOLEKULER (TCM) UNTUK DETEKSI DINI TUBERKULOSIS (TBC) BAGI KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS DELI TUA Jekson Martiar Siahaan; Nurmala Sari; Firdaus Fahdi; Vitrilina Hutabarat
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader kesehatan memiliki kerentanan tinggi terhadap paparan Tuberkulosis (TBC), yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dan menular melalui percikan dahak penderita. Risiko ini semakin meningkat karena kader sering berinteraksi langsung dengan pasien saat memberikan edukasi maupun pelayanan kesehatan di puskesmas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat risiko infeksi TBC pada kader kesehatan di Puskesmas Deli Tua, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta (3) mengevaluasi strategi pencegahan melalui edukasi dan pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan mencakup pelatihan kader guna meningkatkan kewaspadaan, serta penerapan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang mampu mempercepat dan meningkatkan akurasi pemeriksaan TBC dibandingkan metode mikroskopis konvensional. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap kader dalam pencegahan infeksi, sementara TCM terbukti efektif dalam mempercepat diagnosis TBC sehingga pengobatan dapat segera diberikan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas kader kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada upaya penanggulangan TBC di masyarakat.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PENGARUH TERAPI KEDOKTERAN KERJA TERHADAP PEMULIHAN PASCA PENYAKIT STROKE BERDASARKAN ASPEK FISIOLOGIS DI RSU SEMBIRING Jekson Martiar Siahaan; Nurmala Sari; Firdaus Fahdi; Vitrilina Hutabarat
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit stroke adalah salah satu salah satu kondisi medis yang memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak yang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otak. Dampak yang ditimbulkan oleh stroke acapkali berupa kelumpuhan, gangguan bicara, penurunan fungsi motorik, dan masalah lainnya yang sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa stroke adalah penyebab utama kecacatan fisik dan kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angka kejadian stroke yang tinggi di Indonesia menuntut perhatian lebih dalam hal penanganan dan pemulihan pasca-stroke.
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya (Carica papaya) Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Nifas Vitrilina Hutabarat
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8265

Abstract

Pemberian ASI pada ibu nifas seringkali mengalami kendala akibat terlambatnya keluarnya ASI atau produksi ASI yang tidak mencukupi. Upaya meningkatkan gizi ibu menyusui dengan memberikan makanan kaya gizi yang dapat merangsang produksi ASI yaitu rebusan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI. Penelitian ini dilakukan di BPM Winda STR.Keb Kecamatan Selesai pada 27 orang ibu menyusui. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value = 0,001, (p0,05). Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh pemberian semur buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di BPM Winda STR.Keb Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Tahun 2023. Saran diharapkan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan pemahamannya tentang cara merawat anaknya. payudara dan manfaat mengkonsumsi rebusan pepaya secara rutin agar produksi ASI tetap meningkat sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif