Agustiar Agustiar
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Keragaman Makna Kata Al-Mayt dalam Al-Qur’ân (Kajian Aplikatif al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir) Agustiar Agustiar
Jurnal An-Nur Vol 10, No 2 (2021): Jurnal An-Nur Desember 2021
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v10i2.15456

Abstract

Tulisan ini berjudul “Keragaman Makna Kata al-Mayt dalam Al-Qur’ân  (Kajian Aplikatif al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir)”. Al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir merupakan cabang Ulumul Qur’ân yang membahas tentang pemaknaan kata. Makna yang beragam untuk satu kata disebut dengan istilah al-wujûh sedangkan pemakaian kata yang berbeda untuk satu makna disebut al-nazhâ’ir. Istilah al-mayt memiliki banyak makna dengan shighah (bentuk) dan redaksi ayat yang berbeda serta memiliki beberapa sinonimnya. Persoalan yang dikemukakan dalam tulisan ini dirumuskan pada dua hal yaitu apa saja makna istilah al-mayt dan bentuk-bentuk padanan katanya dalam al-Qur’ân. Tulisan ini merupakan bentuk penerapan kaidah al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir dalam penafsiran ayat al-Qur’ân, khususnya dalam pemaknaan istilah al-mayt dan sinonimnya dalam al-Qur’ân dengan menggunakan pendekatan semantik. Hasil dari bahasan ini menunjukkan bahwa istilah al-mayt dalam al-Qur’ân memiliki beberapa makna, yakni nuthfah, sesat dari ketauhidan, tanah gersang, hilangnya ruh karena hukuman dan karena ajal. Sementara kata al-mayt (mayat) memiliki dua bentuk  sinonim yakni kata  jâtsimîn, dan saw’ah. Meskipun dua kata ini bersinonim dengan kata al-mayt, namun keduanya masing-masing memiliki kekhususan-kehususan tertentu.  Kata jâtsimîn yang juga bermakna mayat menekankan pada makna tentang kondisi mayat yang tak bergerak dengan keadaan wajah dan lutut di tanah seperti burung yang mati bergelimpangan. Sementara kata saw’ah menunjukkan kondisi mayat korban pembunuhan yang sudah didiamkan beberapa waktu yang hampir membusuk.
Mental health in the hadith spotlight: enlightenment for a healthy soul Yuliharti Yuliharti; Agustiar Agustiar; M. Ridwan Hasbi; Syafi'ah Syafi'ah; Usman Usman; M. Fahli Zatrahadi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244648

Abstract

This research aims to explore the concept of mental health from a hadith perspective, which is an important part of Islamic teachings. Using literature research methods, this study analyses various hadiths that are relevant to understanding the principles of mental health taught by the Prophet Muhammad. We thoroughly studied a total of 12 articles and 3 books related to this topic. The research results show that mental health in the hadith includes principles such as feelings of security, independence, responsibility, and physical and spiritual balance. These hadiths illuminate the significance of preserving mental health in the pursuit of life, emphasizing the need for appreciation and care. This study contributes to the development of a spiritual understanding of mental health, as well as offering guidance for Muslims in maintaining mental well-being based on hadith teachings.