Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keragaman Makna Kata Al-Mayt dalam Al-Qur’ân (Kajian Aplikatif al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir) Agustiar Agustiar
Jurnal An-Nur Vol 10, No 2 (2021): Jurnal An-Nur Desember 2021
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v10i2.15456

Abstract

Tulisan ini berjudul “Keragaman Makna Kata al-Mayt dalam Al-Qur’ân  (Kajian Aplikatif al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir)”. Al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir merupakan cabang Ulumul Qur’ân yang membahas tentang pemaknaan kata. Makna yang beragam untuk satu kata disebut dengan istilah al-wujûh sedangkan pemakaian kata yang berbeda untuk satu makna disebut al-nazhâ’ir. Istilah al-mayt memiliki banyak makna dengan shighah (bentuk) dan redaksi ayat yang berbeda serta memiliki beberapa sinonimnya. Persoalan yang dikemukakan dalam tulisan ini dirumuskan pada dua hal yaitu apa saja makna istilah al-mayt dan bentuk-bentuk padanan katanya dalam al-Qur’ân. Tulisan ini merupakan bentuk penerapan kaidah al-Wujûh wa al-Nazhâ’ir dalam penafsiran ayat al-Qur’ân, khususnya dalam pemaknaan istilah al-mayt dan sinonimnya dalam al-Qur’ân dengan menggunakan pendekatan semantik. Hasil dari bahasan ini menunjukkan bahwa istilah al-mayt dalam al-Qur’ân memiliki beberapa makna, yakni nuthfah, sesat dari ketauhidan, tanah gersang, hilangnya ruh karena hukuman dan karena ajal. Sementara kata al-mayt (mayat) memiliki dua bentuk  sinonim yakni kata  jâtsimîn, dan saw’ah. Meskipun dua kata ini bersinonim dengan kata al-mayt, namun keduanya masing-masing memiliki kekhususan-kehususan tertentu.  Kata jâtsimîn yang juga bermakna mayat menekankan pada makna tentang kondisi mayat yang tak bergerak dengan keadaan wajah dan lutut di tanah seperti burung yang mati bergelimpangan. Sementara kata saw’ah menunjukkan kondisi mayat korban pembunuhan yang sudah didiamkan beberapa waktu yang hampir membusuk.
Mental health in the hadith spotlight: enlightenment for a healthy soul Yuliharti Yuliharti; Agustiar Agustiar; M. Ridwan Hasbi; Syafi'ah Syafi'ah; Usman Usman; M. Fahli Zatrahadi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244648

Abstract

This research aims to explore the concept of mental health from a hadith perspective, which is an important part of Islamic teachings. Using literature research methods, this study analyses various hadiths that are relevant to understanding the principles of mental health taught by the Prophet Muhammad. We thoroughly studied a total of 12 articles and 3 books related to this topic. The research results show that mental health in the hadith includes principles such as feelings of security, independence, responsibility, and physical and spiritual balance. These hadiths illuminate the significance of preserving mental health in the pursuit of life, emphasizing the need for appreciation and care. This study contributes to the development of a spiritual understanding of mental health, as well as offering guidance for Muslims in maintaining mental well-being based on hadith teachings.
MANAGEMENT OF ARAB LANGUAGE LEARNING PROGRAMME: (Study of Case in Al fikri IT High School) Rika Noverma; Hakmi Wahyudi; Agustiar Agustiar
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i1.351

Abstract

Learning programme management is a very important part for every institution in starting and running programmes in the institution because the success of the Arabic language programme depends on the strength of programme management in the institution. Arabic language learning programme management includes elements of planning, organisation, implementation, assessment and supervision. All are organised and designed as well as possible to match the Arabic language learning objectives that the institution already wants. However, in this article, the researcher is more focused on examining the management of planning and implementation as well as the factors that hinder and support it. This study aims to describe the process of planning and implementing the Arabic language learning programme that is currently running at SMAIT AL Fikri school as well as the factors that support and hinder the process of running Arabic language learning at the school. This research uses descriptive qualitative research method. Data collection was done by interview and direct observation techniques to the principal, teachers, language team and students studying at SMAIT AL Fikri Pekanbaru. The results of this research are1) The school has made a good Arabic learning plan, 2) the implementation of ongoing learning is good but not optimal because it is still not supported by adequate facilities and infrastructure.
Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an Randi Pratama; Agustiar Agustiar; Taufik Habib; Habib Syuhada
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38634

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji konsep manusia dalam perspektif Al-Qur’an yang meliputi hakikat penciptaan, tujuan hidup, dan potensi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersumber dari Al-Qur’an, kitab tafsir, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengidentifikasi dan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah Swt yang diciptakan secara sempurna dengan unsur jasmani dan ruhani. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt serta menjalankan peran sebagai khalifah di bumi. Selain itu, manusia dibekali potensi berupa fitrah, akal, dan nafsu yang harus dikembangkan secara seimbang agar mampu menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah Swt. Dengan demikian, pemahaman tentang manusia dalam Al-Qur’an penting dalam membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.