Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Formulation of Serum Sunflower (Helianthus annuus L.) Seed Oil as Antiacne Preparation Mita, Soraya Ratnawulan Mita; Sri Agung Fitri Kusuma; Devani Olivia Winardi; Patihul Husni; Yoshihito Shiono
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.11.3.197-207.2024

Abstract

Acne is caused by a microbial imbalance due to the overgrowth of Propionibacterium acnes in the skin microbiome. Sunflower seed oil (Helianthus annuus L.), which contains linoleic acid and terpenoids, has an antibacterial activity against P. acnes. This study aimed to increase the availability of anti-acne compounds from natural resources by formulating an anti-acne serum containing sunflower seed oil. The research methods included antibacterial activity testing of sunflower seed oil, serum formulation, product evaluation, and serum effectiveness testing. The results of the antibacterial activity test of sunflower seed oil against P. acnes ATCC 6919 showed a minimum inhibitory concentration (MIC) of 100 mg/mL and a minimum bactericidal concentration (MBC) of 200 mg/mL. The result of serum evaluation and stability testing during the freeze-thaw cycling test depicted stable formulation for all formulas based on organoleptic parameters, homogeneity, pH, viscosity, and spreadability. The effectiveness test results of the serum preparation showed that formula 3, containing 200 mg/L of sunflower seed oil, was the best formula with an inhibition zone diameter of 12.76 ± 0.03 mm. In conclusion, sunflower seed oil demonstrates the ability to prevent and treat acne-prone skin, making it a suitable alternative anti-acne compound.
Artikel Ulasan: Perkembangan Metode Analisis Penetapan Kadar Albumin dalam Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Mariska, Revi; Mita, Soraya Ratnawulan; Nuryani, Tri Winarsih
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i3.62734

Abstract

Albumin merupakan protein utama dalam plasma darah yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mempercepat pemulihan jaringan. Kandungan albumin menjadi indikator mutu dalam produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang kian banyak digunakan masyarakat. Oleh karena itu, penetapan kadar albumin secara akurat sangat diperlukan guna menjamin kualitas dan keamanan produk tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mereview berbagai metode analisis kadar albumin yang telah mengalami perkembangan signifikan seiring kemajuan teknologi. Metode penulisan dilakukan melalui studi literatur dari berbagai sumber elektronik terpercaya dalam kurun waktu 2014–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode seperti spektrofotometri UV-Vis, reverse-phase high-performance liquid chromatography (RP-HPLC), elektrokimia, elektroforesis kapiler, dan fluoresensi memiliki karakteristik berbeda dalam hal sensitivitas, selektivitas, serta efisiensi. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan keterbatasan yang harus disesuaikan dengan tujuan analisis serta kondisi teknis yang tersedia. Dengan demikian, pemilihan metode analisis albumin yang tepat menjadi kunci untuk memperoleh hasil yang optimal dan dapat diandalkan dalam industri farmasi maupun penelitian.