Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Implementation of Latent Dirichlet Allocation (LDA) to Identify National Pride in YouTube Comments Rizal Kurniawan; Amin Akbar; Rinaldi Rinaldi; Aflah Zakinov Irta
Indonesian Journal of Data and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Data and Science
Publisher : yocto brain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56705/ijodas.v7i1.313

Abstract

Sports can trigger a strong sense of national pride, a psychological factor that contributes positively to collective behavior and societal cohesion. One key source of this pride is the success of athletes in prestigious international competitions. With the growing use of the internet, expressions of national pride are increasingly visible on social media, particularly in the comment sections of content related to national achievements. Previous studies on sports and national pride have mainly relied on survey methods. This study takes a different approach by analyzing expressions of national pride among Indonesian netizens in YouTube comments related to the success of Indonesian athletes in international sporting events. A case study was conducted using videos covering Indonesian achievements at the Paris Olympics 2024 in weightlifting, badminton, and rock climbing. Data were collected from 12 YouTube news videos using Mozdeh, yielding 11,972 comments, of which 10,610 were analyzed after preprocessing. The study applied Latent Dirichlet Allocation (LDA) to identify hidden topics, with the optimal number of topics determined as two based on coherence values. Term frequency–inverse document frequency (TF-IDF) was used for data representation. The results revealed two main themes: gratitude, reflecting thankfulness to God for achievements, and national pride, indicating public pride in Indonesia due to athletes’ success. These findings demonstrate that LDA effectively captures expressions of national pride in social media data and highlight the role of sports achievements in strengthening national pride online
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SULAMAN BUNGA TEMBAKAU DI NAGARI KOTO HILALANG, KECAMATAN KUBUNG, KABUPATEN SOLOK Ummul Hafidza; Zahra Nurhaliza; Feby Salsabila; Nabila Septifa Wilanra; Nuryatul Aina; Rinaldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i6.5739

Abstract

Sulaman merupakan salah satu warisan budaya tradisional Indonesia yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi, khususnya di daerah Sumatera Barat. Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok memiliki potensi pengembangan kerajinan sulaman yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain motif bunga tembakau sebagai inspirasi sulaman yang mencerminkan karakteristik lokal daerah tersebut. Bunga tembakau dipilih sebagai objek desain karena tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas pertanian yang berkembang di wilayah Solok dan memiliki bentuk bunga yang estetis untuk diadaptasi menjadi motif sulaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain motif bunga tembakau dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi pola sulaman yang unik dan menarik. Pengembangan desain ini diharapkan dapat menjadi alternatif motif baru dalam industri sulaman lokal, meningkatkan daya saing produk kerajinan masyarakat Koto Hilalang, serta melestarikan kearifan lokal.
KKN Tingkatkan Semangat Belajar & Karakter Siswa lewat Motivasi, Anti-Bullying, dan Tata Krama rinaldi; Qhalby Chelsy Nabila; Fadita Juwita; Alia Elvi Fitri; Wahyu Ningsih; rahmatul fauza
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.203

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan. Program ini dilaksanakan di dua jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), dengan penekanan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pada tingkat SMP, fokus kegiatan diarahkan pada sosialisasi motivasi belajar untuk menumbuhkan semangat siswa dalam mencapai prestasi akademik maupun nonakademik. Sementara itu, di tingkat SD kegiatan difokuskan pada edukasi anti-bullying dan tata krama sebagai upaya pembentukan karakter positif sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan penyampaian materi tambahan yang dirancang agar siswa dapat memahami materi secara lebih mudah dan aplikatif. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa SMP yang ditandai dengan antusiasme mereka dalam mengikuti proses pembelajaran, serta bertambahnya pemahaman siswa SD mengenai pentingnya saling menghargai, menjaga sopan santun, dan menghindari tindakan bullying. Dengan demikian, kegiatan KKN ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam upaya membangun generasi yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi, Anti-Bullying,Tata Krama
KKN Tingkatkan Semangat Belajar & Karakter Siswa lewat Motivasi, Anti-Bullying, dan Tata Krama rinaldi; Qhalby Chelsy Nabila; Fadita Juwita; Alia Elvi Fitri; Wahyu Ningsih; rahmatul fauza
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.203

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan. Program ini dilaksanakan di dua jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), dengan penekanan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pada tingkat SMP, fokus kegiatan diarahkan pada sosialisasi motivasi belajar untuk menumbuhkan semangat siswa dalam mencapai prestasi akademik maupun nonakademik. Sementara itu, di tingkat SD kegiatan difokuskan pada edukasi anti-bullying dan tata krama sebagai upaya pembentukan karakter positif sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan penyampaian materi tambahan yang dirancang agar siswa dapat memahami materi secara lebih mudah dan aplikatif. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa SMP yang ditandai dengan antusiasme mereka dalam mengikuti proses pembelajaran, serta bertambahnya pemahaman siswa SD mengenai pentingnya saling menghargai, menjaga sopan santun, dan menghindari tindakan bullying. Dengan demikian, kegiatan KKN ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam upaya membangun generasi yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi, Anti-Bullying,Tata Krama
The Impact of Social Forestry on Communities and Forest Areas Salimbutan Lubuk Alung Rinaldi Rinaldi; Eri Barlian; Nurhasan Syah; Iswandi Umar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7196

Abstract

Indonesia is one of the countries that has the largest area of ​​natural forest in the world and is often referred to as one of the world's lungs which contributes oxygen for the survival of living things. Even though forests have many benefits, if the benefits from forests are not managed properly and correctly, they can have negative impacts and can lead to disasters and conflicts, apart from that, there is a fairly high level of deforestation and poverty is still often found in communities in and around forests. made various parties including the Ministry of Environment and Forestry try to encourage community empowerment programs. One of these community empowerment programs is Social Forestry. This type of research uses a quantitative approach with a descriptive design in the form of a case study. The population used in this research is the area and managers of LPHN Salimbutan Lubuk Alung, Padang Pariaman Regency. The samples from this research are all areas managed by LPHN Lintasutan Lubuk Alung. The instruments used in this research were observations and questionnaires. The results of this research show that in 2017 the level of deforestation at the Salimbutan LPHN increased by 9.7 Ha, then in 2018 it decreased by 2.6 Ha, in 2019 by 0.8 Ha, in 2020 by 1.4 Ha, in 2021 with a total of 0.8 Ha, and then in 2022 it will increase again with a total of 4.7 Ha. Meanwhile, community income before the training and assistance was still relatively low with a percentage of 11.16%. The data after training and assistance was carried out in the Salimbutan LPHN area, community income increased by 28.08% in 2022 and 57.38% in 2023
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kota Jambi Luthfia Qurratu Ain; Rinaldi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6609

Abstract

Pada masa remaja, individu mengalami peningkatan rasa ingin tahu, kebutuhan afeksi,serta dorongan untuk bereksplorasi, termasuk dalam hal perilaku seksual. Pola asuh orangtua dan kontrol diri dalam konteks perkembangan sering dianggap sebagai faktorpsikologis yang membentuk perilaku remaja. Pola asuh dianggap memiliki kemampuanuntuk mempengaruhi perilaku. Kontrol diri berfungsi sebagai faktor untuk mengontroldorongan dan mempertimbangkan akibat dari perilaku yang dilakukan. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan kontrol diri terhadapperilaku seksual remaja di Kota Jambi. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakandengan analisis regresi linier berganda terhadap 150 responden berusia 15–20 tahun yangdipilih melalui teknik non-probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwaSebagian besar remaja telah melakukan perilaku seksual, dengan 140 dari 150 respondenmengaku pernah melakukan aktivitas seksual. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilaisignifikansi nilai F sebesar 0,087 yang lebih besar dari 0.05, yang mengartikan bahwa polaasuh orang tua dan kontrol diri tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku seksualremaja.
HUBUNGAN SELF-OBJECTIFICATION DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGUNA TIKTOK Bunga Aisya; Rinaldi Rinaldi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11010

Abstract

ABSTRACT Visual-based social media platforms have become an important part of adolescents’ daily lives, with TikTok emerging as one of the most frequently used applications among female teenagers. The platform exposes users to a wide range of appearance-related content, including beauty trends, edited images, and idealized body representations, which may influence how they evaluate their own physical appearance. Repeated exposure to such content can encourage self-objectification, whereby individuals prioritize external evaluations of their bodies, potentially contributing to body dissatisfaction. This study explored the relationship between self-objectification and body dissatisfaction among adolescent female TikTok users in Padang City. Using a quantitative correlational approach, data were collected from 148 participants selected through purposive quota sampling. Responses were obtained online through Google Forms using the Self-Objectification Scale and the Body Dissatisfaction Scale for Women. Pearson Product-Moment correlation analysis was employed to assess the association between the variables. The results are expected to provide empirical evidence regarding the psychological effects of social media use on adolescent girls and to contribute to a better understanding of body image development in contemporary digital environments. Furthermore, the findings may support the design of educational and preventive interventions focused on digital literacy and adolescent mental well-being. Keywords: self-objectification, body dissatisfaction, TikTok, social media, adolescent girls. ABSTRAK Penggunaan TikTok yang semakin masif di kalangan remaja perempuan memengaruhi cara individu memandang tubuhnya melalui paparan konten kecantikan, penggunaan filter digital, dan standar tubuh ideal yang tidak realistis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan self-objectification, yaitu kecenderungan individu menilai tubuh berdasarkan perspektif orang lain, yang kemudian dapat memunculkan body dissatisfaction. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara kecenderungan self-objectification dan tingkat body dissatisfaction pada remaja perempuan pengguna TikTok. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi sebagai metode analisis. Data diperoleh dari 148 remaja perempuan pengguna TikTok di Kota Padang yang ditetapkan sebagai partisipan melalui teknik purposive quota sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form dengan menggunakan instrumen Body Dissatisfaction Scale for Women dan Self-Objectification Scale. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis hubungan yang terjadi antara variabel penelitian. Melalui temuan yang dihasilkan, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan kajian psikologi perkembangan dan psikologi media digital, terutama dalam menjelaskan proses terbentuknya citra tubuh pada remaja perempuan di era media sosial visual. Selain itu, hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi upaya penguatan literasi digital dan edukasi kesehatan mental guna meminimalkan dampak psikologis negatif penggunaan media sosial pada remaja.
Validity and reliability of the Self-Care Scale for Adults (SCS-A): Indonesian version Muhammad Luthfi Asysyidqi; Rinaldi Rinaldi
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v8i1.32107

Abstract

Self-care has been recognized as an important factor in maintaining physical and psychological well-being; however, validated instruments for assessing self-care in the Indonesian context remain limited. This study aimed to evaluate the validity and reliability of the Indonesian version of the Self-Care Scale for Adults (SCS-A). The original scale developed by Gómez-Ortiz et al. (2025) consists of nine items representing two dimensions: physical and psychological self-care. A total of 500 adults aged 18 years and above in Indonesia participated in this study. The adaptation process followed the International Test Commission guidelines (ITC, 2017) to ensure linguistic and conceptual equivalence. Content validity was assessed using Aiken’s V, with coefficients ranging from .89 to 1.00, indicating high levels of expert agreement. Construct validity was examined using confirmatory factor analysis (CFA), which demonstrated a good model fit (CFI=.960; TLI=.945; RMSEA=.078; SRMR=.043). Reliability analysis using Cronbach’s alpha yielded a coefficient of .881, indicating good internal consistency. Overall, the findings provide empirical support for the psychometric validity of the Indonesian version of the SCS-A. This instrument may be used to assess self-care among adults in Indonesia in both research and applied settings. Further validation across more diverse populations is recommended to strengthen its generalizability.
HUBUNGAN LONELINESS DENGAN PARASOCIAL RELATIONSHIP PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Arriana Puspita Sari; Rinaldi Rinaldi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.11331

Abstract

The development of social media and easy access to public figures have contributed to the formation of parasocial relationship among university students, namely a one-sided relationship between individuals and public figures through media. This condition may be associated with individual psychological states, including loneliness. This study aimed to examine the relationship between loneliness and parasocial relationship among students at Universitas Negeri Padang. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants were 200 active students at Universitas Negeri Padang selected using quota sampling based on predetermined criteria. Data were collected using a loneliness scale and a parasocial relationship scale distributed through Google Form. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The findings indicate a significant negative relationship between loneliness and parasocial relationship among students at Universitas Negeri Padang, although the strength of the relationship was weak. This suggests that students with lower levels of loneliness tended to report higher levels of parasocial relationship. This finding implies that parasocial relationship among university students may not merely function as a compensation for loneliness, but may also be related to entertainment needs, attraction to public figures, and self-identification processes. ABSTRAK Perkembangan media sosial dan kemudahan akses terhadap figur publik mendorong terbentuknya parasocial relationship pada mahasiswa, yaitu hubungan satu arah antara individu dan figur publik melalui media. Kondisi ini dapat berkaitan dengan keadaan psikologis individu, salah satunya loneliness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan parasocial relationship pada mahasiswa Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 200 mahasiswa aktif Universitas Negeri Padang yang dipilih menggunakan teknik quota sampling berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala loneliness dan skala parasocial relationship yang disebarkan melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara loneliness dan parasocial relationship pada mahasiswa Universitas Negeri Padang, tetapi kekuatan hubungannya tergolong lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat loneliness yang lebih rendah cenderung memiliki parasocial relationship yang lebih tinggi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa parasocial relationship pada mahasiswa tidak selalu terbentuk sebagai kompensasi atas loneliness, tetapi juga dapat berkaitan dengan faktor lain seperti kebutuhan hiburan, ketertarikan terhadap figur publik, dan proses identifikasi diri.
The Relationship Between Social Support and Prisoners’ Compliance in Rehabilitation Activities at Class II Penitentiary Padang Puteri Aneira Muthie Syade; Rinaldi
Psyche 165 Journal Vol. 19 (2026) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v19i1.685

Abstract

The effectiveness of rehabilitation programs in correctional facilities depends not only on institutional regulations but also on the psychosocial support received by inmates. This study employed a quantitative correlational design to examine the relationship between social support and prisoners’ compliance in rehabilitation activities at the Class II Padang Penitentiary. The population consisted of 60 inmates participating in NAPZA rehabilitation, and total sampling was used to include all individuals as respondents. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed to determine the association between perceived social support and compliance levels. The results indicate a statistically significant and strong positive relationship between social support and prisoners’ compliance. Inmates who receive higher levels of social support tend to demonstrate greater adherence to rehabilitation programs, reflecting the motivational and behavioral benefits of a supportive social environment. These findings emphasize the crucial role of social support in fostering engagement, commitment, and positive behavioral outcomes in correctional rehabilitation settings. This study provides empirical evidence highlighting social support as a key factor in enhancing the effectiveness of rehabilitation programs. The findings have practical implications for correctional policy and intervention design, suggesting that strengthening social support mechanisms within and beyond the penitentiary can improve inmates’ participation and compliance. Future research is encouraged to explore additional influencing factors and adopt longitudinal approaches to better understand changes in compliance behavior over time.