Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR BERBASIS PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELURAHAN TODABELU Maria Editha Bela; Wilibaldus Bhoke; Florintina Elvin Bara; Natalia Rosalina Rawa; Maria Carmelita Tali Wangge; Melkior Wewe; Bernadus Agustinus Dhaga Wewu Bili; Beatriks Sare; Kristiyanti Kurnia Dhajo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v3i1.440

Abstract

Tutoring activities for students at various levels of education is one of the mandatory programs in the 2021 STKIP Citra Bakti Real Work Program. This activity was carried out at SDN Koeloda Inpres, located in Todabelu, Golewa. Through Real Work Program, students are expected to gain experience in social life and apply their academic knowledge. One of the community service programs organized by the STKIP Citra Bakti College through Real Work Program in 2021 academic year is the tutoring program. Students of Mathematics Education Study Program carried out tutoring programs in elementary schools based on the Realistic Mathematics Education approach during the pandemic, in order to increase students' motivation and interest in learning. The general assumption so far that tutoring is considered to reduce students' playing time was proven otherwise. Tutoring activities actually provided value for children's learning processes, especially during the COVID-19 pandemic where students did not get maximum education materials from teachers, because they have to study online. Realistic mathematics education is an approach that places students' reality and experience as the starting point of learning where students are given the opportunity to construct their own mathematical knowledge through real problems that exist. That is, this learning places the subject matter in a meaningful context. To improve students' understanding, learning mentoring activities were based on the Realistic Mathematics Education approach. Realistic Mathematics Education (RME) was used to increase students' interest in learning and refers to students being able to understand and improve students' independent learning alternatives.
SOSIALISASI POLA HIDUP BERSIH DENGAN PROGRAM LISA (LIHAT SAMPAH AMBIL) OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PG-PAUD STKIP CITRA BAKTI DI KELURAHAN MATALOKO Prisko Yanuarius Djawaria Pare; Maria Yuliana Kua; Fransiskus Xaverius Dolo; Konstantinus Dua Dhiu; Yasinta Maria Fono; Elisabeth Tantiana Ngura; Ferdinandus Samri; Maria Editha Bela; Natalia Rosalina Rawa; Maria Carmelita Tali Wangge; Rosalia Lende
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v3i1.653

Abstract

Perilaku pola hidup bersih dan sehat merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Semua perilaku kesehatan yang di lakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat merupakan pengertian lain dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan yang digalakan oleh Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, yang bekerjasama dengan Dewan pastoral Lingkungan Mataloko mencetuskan program kegiatan yang dinamakan LISA (Lihat sampah ambil), yang melibatkan umat Lingkungan Mataloko dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari perilaku hidup bersih dan cinta lingkungan yang didasari oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan ini di aksinyatakan dengan membersihkan lingkungan tempat tinggal warga, lingkungan jalan umum, membersihkan saluran air yang menjadi sarang penyebaran nyamuk malaria, serta membudayakan masyarakat untuk bergelut dengan program liat sampah ambil. Berdasarkan kenyataan di lapangan yang terjadi akhir-akhir ini bahwa banyak ditemukan korban demam berdarah, sebagai akibat dari ketidakseriusan warga dalam membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan, terdapat banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Dari permasalahan yang terjadi ini makan, peran perguruan tinggi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan tugas inti mereka sebagai pengabdi masyarakat, maka segala upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah demam berdarah dan memberikan edukasi nyata kepada warga akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Program Lihat Sampah Ambil ini merupakan program utama dari mahasiswa STKIP Citra Bakti bersama dosen untuk memberikan sosialisasi akan pola hidup bersih dengan mengutamakan prinsip go green and go clean dalam balutan ekaristi ekologis. Tentunya kegiatan pengabdian ini menjadi sangat penting apabila masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan membersihkan dari sampah dan genangan air untuk keselamat hidup sekarang dan yang akan datang. Kata kunci: Pola Hidup Bersih, Program Lihat Sampah Ambil
TINGKAT METAKOGNISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR INTROVERT-EXTROVERT Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.48 KB)

Abstract

This research aims to know the knowledge Metacognition of the students program of study learning style PGSD introvert-extrovert on solving math problems and manganalisis the difficulties students with style introvert-extrovert in solving math problems. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. The subject is a student of the course learning style PGSD introvert-extrovert. This research uses the learning styles test introvert-extrovert, math problem solving task sheet, and the recording of the live interview. Research results show that the level of Metacognition of the students program of study PGSD STKIP Citra Bakti with learning style introvert are at categories reflective use, where the use of his thoughts both before and after or even during the ongoing process of considering the continuation and improvement of the results of his thoughts, so that students with learning styles is able to complete math problems correctly. While the level of Metacognition of the students program of study PGSD STKIP Citra Bakti with learning styles are extrovert category strategic use and aware use, where the use of his thoughts both before and after or even during a process lasting less considering the continuation and improvement of the results of his thinking, so there is some math problems that are not exactly the result calculation. Therefore, in considering the dosenperlu and associated activities of the learning styles of college students at the time of choosing the method or strategy and the ability of Metacognition is especially related to mathematical problem solving. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan metakognisi mahasiswa program studi PGSD dengan gaya belajar introvert-extrovert pada pemecahan masalah matematika dan manganalisis kesulitan-kesulitan mahasiswa dengan gaya introvert-extrovert dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PGSD dengan gaya belajar introvert-extrovert. Penelitian ini menggunakan tes gaya belajar introvert-extrovert, lembar tugas pemecahan masalah matematika, dan rekaman wawancara langsung.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat metakognisi mahasiswa program studi PGSD STKIP Citra Bakti dengan gaya belajar introvert berada pada kategori reflective use, dimana penggunaan pemikirannya baik sebelum dan sesudah atau bahkan selama proses berlangsung mempertimbangkan kelanjutan dan perbaikan hasil pemikirannya, sehingga mahasiswa dengan gaya belajar ini mampu menyelesaikan masalah matematika dengan benar. Sedangkan tingkat metakognisi mahasiswa program studi PGSD STKIP Citra Bakti dengan gaya belajar extrovert berada pada kategori strategic use dan aware use, dimana penggunaan pemikirannya baik sebelum dan sesudah atau bahkan selama proses berlangsung kurang mempertimbangkan kelanjutan dan perbaikan hasil pemikirannya, sehingga ada beberapa masalah matematika yang tidak tepat hasil perhitungannya. Oleh karena itu dalam kegiatan perkuliahan dosenperlu mempertimbangkan gaya belajar mahasiswa pada saat memilih metode atau strategi dan kemampuan metakognisi terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah matematika. Kata kunci: Metakognitif, Introvert-Extrovert, Masalah Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD DI GUGUS VI KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Brigita Siwu; Yosefina Uge Lawe; Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.397 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar dengan meggunakan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V SD gugus VI Kecamatan Golewa selatan Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 207/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus VI Golewa Selatan yang berjumlah 48 orang untuk kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan 49 orang untuk kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung dengan teknik sampel intaq group. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar pada akhir pertemuan. Bentuk tesnya adalah pilihan ganda (objektif tes) yang terdiri dari 20 butir soal. Pengujian hipotesis menggunakan program SPSS 16. from windows pada kolom Equal variance assumed nilai t-test = 11,634 > 1,98 (dengan db n1+n2-2 (48 + 49 -2= 95, taraf sig. 5%), dan nilai signifikansi = 0,000 < 0,05 sehingga keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima. Dari rata-rata hitung bahwa untuk kelompok yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah lebih besar dari kelompok yang menerapkan model pembelajaran langsung ( = 84,37 > = 58,57). Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
PENGEMBANGAN MODUL GEOMETRI RUANG BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP Maria Dolorosa Piu; Natalia Rosalina Rawa; Maria Editha Bela
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.913 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang ada di SMPN 1 Golewa Barat dimana peserta didik merasa sulit dengan pembelajaran matematika di kelas dan pendidik masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis model Learning Cycle 7e dan mendeskripsikan kelayakan modul yang memenuhi unsur keabsahan dan kebaikan modul pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Metode penelitian menggunakan model R & D (Research and Development). Penelitian ini diperluaskan dengan menggunakan lima langkah model perluasan ADDIE yaitu 1) analyze, 2) design, 3)development, 4) implementation, 5) evaluation. Teknik pengambilan data yang digunakan dengan wawancara, observasi dan kuesioner (angket). Data kuantitatif dan kualitatiff dianalisis dengan menggunakan skala likert. Sasaran utama penelitian ini adalah 5 peserta didik SMP Negeri 1 Golewa Barat di Kabupaten Ngada dengan menerapkan Modul berbasis model Learning Cycle 7e yaitu elicit ,engage, explore, explain, elaborate, evaluation, extend. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tes pakar pokok bahasan/ konten, kualitas/mutu hasil diperoleh jumlah keseluruhan skor 86 dan rerata 4.5 dengan tolak ukur “sangat valid”. Hasil tes oleh pakar Media, kualitas/ mutu hasil diperoleh jumlah keseluruhan skor 68 dan rata – rata 3.8 dengan tolak ukur “ Valid”. Hasil tes pakar Desain, kualitas/ mutu hasil diperoleh jumlah keseluruhan skor 47 dan rata –rata 4.2 dengan tolak ukur “sangat valid”. Sedangkan rerata yang diperoleh dari angket penilaian terhadap 5 peserta didik SMPN 1 Golewa Barat adalah 4,4 dengan skor rerata keterlaksanaan dalam kategori sangat tinggi dan tanggapan positif peserta didik (80%). Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penelitin ini menghasilkan modul matematika Learning Cycle 7e dengan tolak ukur sangat valid dan sangat baik serta layak digunakan dalam pembelajaran matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU ANGKA BERGAMBAR UNTUK MELATIH KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA DINI Maria Anjelina Tai; Marsianus Meka; Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.411 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan; untuk menghasilkan media kartu angka bergambar yang digunakan untuk melatih kemampuan kognitif dalam mengenal lambang bilangan pada anak usia dini 5-6 tahun di TKK Negeri Kisaraghe dengan tema alam semesta, sub tema mengenal benda-benda langit dan sub-sub tema matahari, bulan, bintang, bumi, pelangi, awan, langit dan hujan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Media kartu angka bergambar ini dikembangkan dengan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima langkah yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan media kartu angka bergambar ini berdasarkan hasil uji coba ahli dan siswa sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut; (1) uji coba ahli media ada pada kategori baik, (2) uji coba ahli konten/isi ada pada kategori sangat baik, (3) uji coba ahli desain pembelajaran ada pada kategori baik, (5) uji coba siswa melalui dua tahap yaitu; 1) uji coba perorangan dengan jumlah enam anak ada pada kategori sangat baik, dan 2) uji coba kelompok kecil dengan jumlah sebelas anak ada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil coba tersebut maka media kartu angka bergambar ini layak digunakan pada anak usia dini 5-6 tahun.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERINTEGRASI KONTEN BUDAYA LOKAL NGADA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Angelus Weto; Maria Editha Bela; Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.476 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode pengembangan ADDIE ialah Analisis (Analyze), Desain (Desaign), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementatio), Evaluasi (Evaluation). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan materi persamaan garis lurus masih kurang baik (75% belum mencapai KKM <70), Pembelajaran matematika masih menggunakan pendekatan konvensional yang didominasi guru dalam proses pembelajaran terlihat kurang efektif, sehingga minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika pada materi persamaaan garis lurus sangat menurun, Bahan ajar yang digunakan dalam pelajaran matematika dengan materi persamaan garis lurus yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang digunakan hanya berisi ringkasan materi dan soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa, Guru sangat jarang mengaitkan budaya lokal dalam proses pembelajaran khususnya pada materi persamaan garis lurus. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengembangkan buku matematika dengan pendekatan saintifik terintegrasi budaya lokal pada materi persamaan garis lurus untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan di SMPS Soegijapranata Mataloko oleh pakar desain yaitu dosen STKIP Citra Bakti Ngada dan pakar materi guru SMP Citra Bakti, insturumen yang dilakukan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan kelayakan bahan ajar dengan pendekatan saintifik terintegrasi budaya lokal untuk siswa kelas VIII SMP dengan nilai kevalidan 4,05 dengan kriteria baik serta nilai kepraktisan 4,05 dan kriteria baik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SMP KELAS VIII Yohanes Florianus Dama; Wilibaldus Bhoke; Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.921 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar dengan pendekatan Problem Based Learning berbasis etnomatematika pada materi bangun ruang sisi datar SMP kelas VIII. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE dengan tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi untuk ahli materi dan ahli desain untuk mengukur kevalidan bahan ajar, angket respon guru dan angket respon siswa untuk mengukur kepraktisan bahan ajar. Pada penelitian ini terdapat dua metode analisis data, yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Metode analisis data kualitatif peneliti lakukan pada tahap awal proses penyusunan proposal skiripsi dengan metode wawancara, sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan untuk menghitung kevalidan dan kepraktisan bahan ajar dari data yang dikumpulkan menggunakan instrumen penilaian. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Golewa. Hasil penelitian ini diperoleh penilaian kevalidan dengan skor 3,85 yang berkriteria sangat valid serta penilaian kepraktisan dengan skor 3,53 yang berkriteria praktis. Maka modul bangun ruang sisi datar berbasis etnomatematika ini memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) TERINTEGRASI KONTEN BUDAYA LOKAL NGADA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) BAGI SISWA KELAS VIII SMP Maria Ansiliana Bupu; Natalia Rosalina Rawa; Maria Editha Bela
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.639 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul sistem persamaan linear dua variabel berbasis model pendidikan matematika realistik terintegrasi konten budaya lokal Ngada untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini akan menghasilkan produk berupa modul sistem persamaan linear dua variabel berbasis pendidikan matematika realistik terintegrasi konten budaya lokal ngada yang menggunakan model pengembangan ADDIE yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima langkah yaitu Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kusioner ahli desain dan ahli materi untuk mengukur kevalidan bahan ajar, angket respon siswa dan angket respon guru untuk mengukur kepraktisan bahan ajar. Hasil dari penelitian ini adalah bahan ajar berupa modul sistem persamaan linear dua variabel berbasis pendidikan matematika realistik terintegrasi konten budaya lokal Ngada untuk siswa kelas VIII SMP. (1) Berdasarkan penilaian dari ahli desain dan ahli materi terhadap kevalidan bahan ajar mendapat rata-rata skor 4,3 dengan kriteria “Baik” (2) Berdasarkan hasil penilaian dari angket respon siswa dan angket respon guru terhadap kepraktisan bahan ajar, mendapat skor 4,6 dengan kriteria (Sangat Baik). Hal ini terbukti bahwa bahan ajar berupa modul sistem persamaan linear dua variabel berbasis pendidikan matematika realistik terintegrasi konten budaya lokal ngada pada siswa kelas VIII SMP dikatakan valid dan praktis.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL SETTING PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Yuliana Ardianti Beka; Melkior Wewe; Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.842 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar modul pada materi aritmatika sosial berbasis masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu analysis,design, development, implementation, dan evaluation.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi para ahli untuk mengukur kevalidan bahan ajar, angket respon guru dan angket respon siswa untuk mengukur kepraktisan bahan ajar.Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berupa modul aritmatika sosial berbasis masalah. (1) Berdasarkan hasil penilaian kevalidan bahan ajar, rata-rata skor keseluruhan 4,5 dengan ktiteria “Sangat Baik”. (2) Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan rata-rata skor keseluruhan 4,7 dengan kriteria “Sangat Baik”, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berupa modul aritmatika sosial berbasis masalah untuk siswa kelas VII SMP dikatakan valid dan praktis.