Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

ADJEKTIVA BERMAKNA RUANG DALAM BAHASA RUSIA Tri Yulianti Karyaningsih; Trisna Gumilar
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.25105

Abstract

Dalam bahasa Rusia terdapat adjektiva yang menyatakan makna ruang atau tempat, yakni berupa lokasi dan arah. Adjektiva demikian berbeda secara morfologis, sintaktis, dan semantis dengan adjektiva kualitatif biasa. Untuk itu, dalam artikel ini dibahas mengenai perilaku morfologis, sintaktis, dan semantisadjektiva bermakna ruang dalam bahasa Rusia.Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif dengan model analisis morfologis, sintaktis, dan semantis. Data berupa adjektiva bermakna ruangberasal dari buku-buku gramatika,sementara data analisis berupa kalimatdiambildari korpus nasional bahasa Rusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adjektiva bermakna ruang merupakan adjektiva derivatif yang dibentuk dari nomina dan adverbia secara morfologis melalui afiksasi dan pembubuhan fleksi pemarkah adjektiva. Secara semantis, makna ruang pada adjektiva ditunjukkan oleh kata pembentuknya, yakni nomina dan adverbia bermakna tempat, serta prefiks pada adjektiva denominal. Adapun secara sintaktis, adjektiva ini umumnya bersifat atributif.
MEMBACA SASTRA, MENYOAL REALITAS POLITIK PADA TAHUN 2005 MELALUI CERPEN ROKOK MBAH GIMUN KARYA F RAHARDI Trisna Gumilar; Baban Banita; Mega Subekti; Rasus Budhyono
Metahumaniora Vol 11, No 3 (2021): METAHUMANIORA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i3.36953

Abstract

Cerpen Rokok Mbah Gimun karya F. Rahardi yang dimuat di harian Kompas pada tanggal 10 Juli 2005 merupakan sebuah karya sastra yang kontekstual dengan realitas politik yang terjadi pada tahun itu, yaitu pilkada (pemilihan kepala daerah). Tulisan ini mencoba mengungkapkan sisi lain dari masyarakat yang terlibat secara langsung dalam peristiwa politik yang baru pertama dilangsungkan dalam sejarah Indonesia merdeka. Utamanya, masyarakat yang direpresentasikan melalui sosok bernama Mbah Gimun dalam merespon praktik-praktik kotor terkait dengan pemilihan bupati di sebuah daerah di pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika dan argumentasi Lotman (1990) yang menganggap cerpen tidak saja sebagai sebuah karya sastra tetapi juga dokumen budaya yang memotret realitas sosial masyarakat. Cerpen ini terlihat mencoba menawarkan sebuah gagasan cerdas  melalui suara Mbah Gimun sebagai representasi masyarakat kelas bawah dalam menghadapi suatu situasi politik yang carut-marut dalam pilkada, yaitu menghadapinya dengan keluguan sekaligus di saat yang sama menunjukkan resistensi dan kemandiriannya.
NASIB PEREMPUAN DI TANGAN LAKI-LAKI: ANALISIS LINGUAKULTURA PERIBAHASA RUSIA Trisna Gumilar; Hilman Fauzia Khoeruman
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26968

Abstract

Peribahasa dalam konteks Rusia tidak hanya terbatas pada struktur dan makna, lebih dari itu melibatkan budaya. Memahami pola pikir, cara pandang, dan nalar masyarakat Rusia dapat ditempuh melalui peribahasa. Dalam hal ini peribahasa menjadi salah satu objek kajian dari lingkup linguakulturologi. Bidang tersebut menyajikan bagaimana bahasa berperan dalam penyampaian maupun penyebarluasan budaya dalam arti sosio-humaniora. Dalam artikel ini dibahas bagaimana Eksistensi perempuan direpresentasikan oleh peribahasa Rusia. Metode kualitatif dianggap cukup memadai untuk membongkar masalah sosio-humaniora, termasuk untuk menganalisis peribahasa. Pemaparan analisis data disampaikan secara deskriptif. Konsep linguakulturologi dari Gasanoca (2016), Fedorov (2014), dan Farkhutdinova (2000) dijadikan sebagai landasan teori penulisan artikel ilmiah ini, sedangkan konsep peribahasa Dahl (2003) menjadi lingkup data artikel. Simpulan artikel berupa gambaran eksistensi perempuan dalam peribahasa Rusia yang dipersepsikan secara semantis sebagai pihak yang dikuasai baik itu secara sosial, stereotifikasi, dan patriarki.
Tanggapan dan Horizon Harapan Pembaca terhadap Le Petit Prince Karya A. De Saint-Exupery: Tinjauan Resepsi Sastra Tania Intan; Trisna Gumilar
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20709

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendekripsikan tanggapan pembaca terhadap novel Le Petit Prince (2) mendeskripsikan horizon harapan pembaca terhadap novel Le Petit Prince, dan (3) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perbedaan tanggapan dan horizon harapan pembaca. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks yang memuat tanggapan pembaca novel Le Petit Princeyang terdiri dari 20 orang, sedangkan sumber datanya berupa artikel dan makalah yang dimuat di media massa cetak dan elektronik termasuk internet. Instrumen penelitian berupa seperangkat konsep tentang pembaca, tanggapan pembaca, dan horizon harapan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapat sebagai berikut. (1) Seluruh pembaca menanggapi atau menilai positif unsur tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, gaya bahasa, teknik penceritaan, bahasa, dan isi novel Le Petit Prince. (2) Harapan sebagian besar pembaca sebelum membaca novel Le Petit Prince sesuai dengan kenyataan ke sembilan unsur di dalam novel Le Petit Prince, sehingga pembaca dapat dengan mudah menerima dan memberikan pujian pada novel Le Petit Prince. (3) Faktor penyebab perbedaan tanggapan dan horizon harapan pembaca selain perbedaan stressing unsur yang ditanggapi juga karena perbedaan pengetahuan tentang sastra, pengetahuan tentang kehidupan, dan pengalaman membaca karya sastra.Kata kunci: tanggapan pembaca, horizon harapan, Le Petit PrinceAbstractThis study aims to (1) describe reader’s responses to the novel Le Petit Prince (2) to describe the reader's expectations horizon of Le Petit Prince's novel, and (3) to describe the factors causing differences in responses and the horizon of readers' expectations. This research is a descriptive qualitative research type. The research data consist of a set of paragraphs that contains readers' responses to Le Petit Prince's novel, while the data sources are articles and papers published in print and electronic mass media including the internet. The research instruments are a set of reader concepts, reader responses, and expectations horizon. The technique of collecting data is observation and data are analyzed by using qualitative descriptive technique. The results obtained are as follow: (1) All readers respond and valuethe theme elements,plots, characters, background, point of view, language, titles, storytelling techniques, language, and extrinsic novel Le Petit Prince positively. (2) The expectations of most readers before reading Le Petit Prince's novels are in accordance with the nine facts in Le Petit Prince's novel, so readers can easily accept and give prise to Le Petit Prince's novel. (3) Factors causing differences in responses and horizon of readers' expectations other than the stressing differences of the elements being addressed also due to the differences in knowledge of literature, knowledge of life and literary reading experience. Keywords: readers responses, expectations horizon, Le Petit Prince
Transposisi pada Penerjemahan Adjektiva Bahasa Rusia ke dalam Bahasa Indonesia Trisna Gumilar; Tri Yulianty Karyaningsih; Ladinata Ladinata
Metahumaniora Vol 9, No 1 (2019): METAHUMANIORA, APRIL 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i1.22869

Abstract

Transposisi pada penerjemahan tidak dapat dihindari karena pada setiap bahasa, bahkan pada unit-unit bahasa, terdapat sistem yang berbeda, seperti pada adjektivabahasa Rusia dan Indonesia. Untuk itu, dalam penelitian ini dibahas mengenai berbagai macam transposisi yang terjadi pada penerjemahan adjektiva bahasa Rusia ke dalam bahasa Indonesia serta alasan terjadinya transposisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan model komparatif. Sumber data penelitian diambil dari cerpen Rusia dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penerjemahan adjektiva bahasa Rusia ke dalam bahasa Indonesia terjadi transposisi level dan kategori berupa struktur, unit, kelas, dan intra-sistem. Beragam transposisi ini pada dasarnya terjadi karena adjektiva bahasa Rusia dan Indonesia, secara gramatikal, memiliki banyak perbedaan. Transpositions or shifts in translation cannot be avoided since in each language, even in language units, there are different systems, such as in Russian and Indonesian adjectives. Therefore, this study discussed the various types of transpositions in translation of Russian adjectives into Indonesian and the reasons for this transposition. The method used in this study is a qualitative-descriptive method with a comparative model. The source of the data is taken from Russian short stories and its translation in Indonesian. The results of the study showed that in translation of Russian adjectives into Indonesian there were level shifts and category shifts, viz. structures, units, classes, and inter-systems. These various transpositions basically occur because the adjectives in Russian and Indonesian have many differences grammatically.  
ANUGERAH BUDAYA KOTA BANDUNG DAN KONSISTENSINYA SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI KOTA BANDUNG Maulana, Sandya; Gumilar, Trisna; Ampera, Taufik
Metahumaniora Vol 13, No 3 (2023): METAHUMANIORA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v13i3.50820

Abstract

Anugerah Budaya Kota Bandung adalah penghargaan dalam bidang budaya yang diberikan oleh pemerintah Kota Bandung kepada para pelaku budaya di kota Bandung atau yang berasal dari kota Bandung. Anugerah ini telah diberikan setiap tahun sejak 2006, kecuali pada tahun pandemi 2020. Konsistensi pemerintah kota Bandung dalam Anugerah Budaya ini kerap mendapat perhatian dari banyak pihak, terutama media. Artikel ini berupaya menafsir apa makna konsistensi tersebut dalam konteks penghargaan terhadap kebudayaan yang lebih menyeluruh dan inklusif. Artikel ini pula berupaya untuk memaknai konsistensi tersebut dalam konteks pemajuan dan pelestarian kebudayaan di kota Bandung.Ditemukan bahwa dalam kurun waktu tujuh belas tahun, konsistensi Anugerah Budaya Kota Bandung juga menunjukkan upaya untuk memahami kebudayaan secara lebih menyeluruh dan inklusif, yang tercermin bukan hanya dalam penambahan kuantitas penerima anugerah, tetapi juga kategori penerima yang juga semakin beragam. Konsistensi ini pula menunjukkan bahwa Anugerah Budaya juga berupaya memajukan dan melestarikan budaya Kota Bandung selama masa penganugerahannya dengan memberikan penghargaan kepada bukan hanya pelopor, tetapi juga penerus dan komunitas pelestari kebudayaan. Akan tetapi, terdapat pula beberapa aspek yang perlu dikritisi, antara lain kurangnya publikasi tentang transparansi atau pertanggungjawaban dewan juri dalam pemberian anugerah setiap tahunnya, serta konsistensi pengkategorian penerima anugerah.