Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SD Miftahur Wahida; I Gede Margunayasa; I Wayan Gunartha
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi dan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas V SD. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah rancangan eksperimen single factor independent grup design. Ukuran populasi dalam penelitian ini 120 peserta didik kelas V SD di Desa Banyubiru Kecamatan Negara. Dari 120 ukuran populasi peserta didik,70 peserta didik ditetapkan sebagai sampel. Data Motivasi belajar, dikumpulkan dengan lembar kuesioner, sedangkan data hasil belajar IPA peserta didik dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan secara simultan motivasi belajar dan hasil belajar IPA peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional 2) Terdapat perbedaan motivasi belajar peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas V
THE EFFECT OF THE TRI HITA KARANA-ORIENTED PROBLEM-BASED LEARNING MODEL ON ECOLOGICAL ATTITUDES AND LEARNING OUTCOMES Kade Dwi Suarni; I Wayan Gunartha; Dodi Sukmayadi
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v4i2.3048

Abstract

This study aims to determine the effect of the Tri Hita Karana-oriented problem-based learning model on ecological attitudes and science learning outcomes. The population in this study is 135 students, while the research sample is 61 students. The sampling technique uses cluster sampling and random sampling techniques. The data collection method in this study is the questionnaire method and the test method. Ecological attitude data are collected using a questionnaire instrument, while data on students' science learning outcomes are collected using a science learning achievement test. The data analysis technique used in this study is Manova. The results of the study are 1) there is a significant influence of the Tri Hita Karana-oriented problem pased learning model on ecological attitudes; 2) there is a significant influence of the Tri Hita Karana-oriented problem-based learning model on science learning outcomes; and 3) collectively there is a significant influence of the Tri Hita Karana-oriented problem-based learning model on ecological attitudes and science learning outcomes.
PENGEMBANGAN PENILAIAN BERORIENTASI HOTS: UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI ERA GLOBAL ABAD KE-21 I Wayan Gunartha
Widyadari Vol. 25 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyadari.v25i1.3660

Abstract

This research aims to: 1) provide in-depth knowledge to teachers about the concept of HOTS-oriented assessment; 2) improve teachers' ability to develop HOTS-oriented assessment. This research is a literature research, with data sources are journal articles, reference books, modules, the internet, and other relevant sources. The study was conducted from October 2023 to February 2024. Data was collected by documentation and observation techniques. The research data were analyzed using exploratory descriptive methods. The results of data analysis are: 1) Higher-order thinking skills are the ability to think not just to remember, but the ability to analyze, evaluate, and create; 2) HOTS-oriented assessment has the characteristics of a) measuring higher-order thinking skills, b) contextual problem-based, c) using various question forms, d) divergent, and e) using multirepresentation. The steps for developing HOTS-oriented questions are a) analyzing basic competencies (KD), b) compiling a grid of questions, c) choosing an interesting and contextual stimulus, d) writing question items according to the question grid, and e) making scoring guidelines (rubrics) or answer keys. The benefits of HOTS-oriented assessment are: a) improving student achievement of learning outcomes, and b) increasing student learning motivation
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Gunartha, I Wayan; Kartowagiran, Badrun; Suardiman, Siti Partini
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2122

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan model evaluasi program layanan PAUD (TK kelompok B) dan (2) menilai keefektifan model yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan research and development. Subjek coba adalah guru dan siswa TK kelompok B. Instrumen pengumpul data adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji coba dilakukan 3 tahap dengan jumlah subjek meningkat setiap tahapnya. Analisis validitas kuesioner menggunakan exploratory factor analysis dan cofirmatory factor analysis (CFA). Estimasi reliabilitas kuesioner tingkat perkembangan anak dan life skills menggunakan CFA dengan menghitung composite reliability. Estimasi reliabilitas kuesioner kompetensi guru dan fasilitas menggunakan teknik Alpha. Estimasi reliabilitas lembar pengamatan dengan dua orang pengamat menggunakan teknik Kappa. Hasil penelitian berupa model evaluasi program layanan PAUD (Model IPPO), yang terdiri atas prosedur, panduan evaluasi, dan instrumen-instrumennya yang cukup baik. Berdasarkan uji coba, semua instrumen memiliki kecocokan model yang baik (fit), validitas konstruk, dan reliabilitas yang memenuhi persyaratan akademik. Menurut penilaian para praktisi dan pengguna model, model IPPO sangat efektif untuk diterapkan.Kata kunci: pengembangan, model evaluasi, pendidikan anak usia dini______________________________________________________________DEVELOPING A PROGRAM EVALUATION MODEL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION (ECE) SERVICEAbstract The study was to: (1) develop an evaluation model of early childhood education (Group-B Kindergarten); and (2) evaluate the effectiveness of the model being developed. The study is a research and development one. The subject of the research was the teachers and the students of Group-B Kindergarten. The data gathering instruments were questionnaires and observational sheet. The experiment was performed in 3 stages with increasing number of participants for each stage. To analyze the questionnaire's validity, the researchers employed exploratory factor analysis and confirmatory factor analysis (CFA).To estimate the reliability  of the questionnaire of the children's developmental stage and life skills, the researchers employed CFA by calculating the composite reliability. To estimate the reliability of the questionnaire's of the teacher competence and the facility, the researchers employed Alpha technique. For the estimation of reliability toward the observational sheet with two observers the researchers employed Kappa technique. The result of the research was a model of evaluation of the early childhood education (IPPO Program), consisting of procedures, evaluation guideline and the well-designed instruments.  Based on the experiment, all of the instruments have had a goodness of fit (fit), construct validity and reliability that meet all of the academic requirements. According to the evaluation from the practitioners and the model users, the IPPO model is very effective to be implemented.Keyword: development, evaluation model, early childhood education.
CERITA RAKYAT DU WANGKA RANA MESE: KAJIAN MAKNA SEBAGAI REPRESENTASI NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MANGGARAI TIMUR (PERSPEKTIF LINGUISTIK KEBUDAYAAN) Ni Wayan Sumitri; Gunartha, I Wayan; Sudarthi, Ni Wayan
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 13 No. 2 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v13i2.4815

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji makna cerita rakyat “Du Wangka Rana Mese” (DWRM) sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Manggarai Timur. Fokus kajian pada aspek makna secara tekstual dan kontekstual dari perspektif linguistik kebudayaan. Sumber data utama adalah data lisan dari pencerita dengan metode simak catat serta wawancara mendalam dengan didukung oleh data kepustakaan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Temuan  menunjukkan bahwa teks cerita rakyat DWRM memiliki karakteristik bentuk prosa gaya narasi  dengan menggunakan bahasa Manggarai sebagai media penceritaan. Cerita ini sarat makna budaya  secara tekstual dan tontekstual yang saling terkait sebagai representasi kearifan lokal Masyarakat Manggarai Timur. Secara tekstual cerita DWRM mengungkap kisah mendalam, yang mengisahkan pengorbanan  tokoh Kae Anus serta cinta kasih, keberanian dan  penghargaan terhadap kebaikan hati. Dalam tataran kontekstual mengungkap makna terkait keyakinan dan kepercayaan, gotong royong dan solidaritas, hubungan harmonis dengan alam dan makhluk halus atau gaib, simbolisme lokal, dan pemberian nama terhadap peristiwa. Pengetahuan tradisional ini  merupakan nilai-nilai budaya warisan leluhur  masyarakat Manggarai Timur yang masih sangat relevan dalam dunia modern dan perlu diketahui, termasuk mempertahankan pewarisannya untuk generasi penerus.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK MATEMATIKA DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN MATERI PECAHAN DI SEKOLAH DASAR Kusumadewi, Ni Luh Wahyu; Gunartha, I Wayan; Ariawan, Putu Wisna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i1.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran komik matematika digital (KOMEDI). (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran komik matematika digital. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, pencatatan dokumen, dan angket. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian (1) Prosedur pengembangan media komik matematika digital dengan model ADDIE meliputi lima tahap: (a) tahap analisis, (b) tahap desain, (c) tahap pengembangan, (d) tahap implementasi, dan (e) evaluasi. (2) Media komik matematika digital valid dengan hasil: (a) hasil validasi dari ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran komik matematika digital memiliki predikat sangat baik (94%), (b) hasil validasi dari ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran komik matematika digital memiliki predikat sangat baik (96%), (c) hasil review dari guru menunjukkan bahwa media komik memiliki predikat sangat baik (97%), (d) hasil uji kelompok kecil menunjukkan bahwa komik media memiliki predikat sangat baik (98%). Hal ini membuktikan bahwa komik matematika digital layak dan praktis digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 5 SD materi pecahan.
HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR, MOTIVASI BERPRESTASI, EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Dwijayanti, Ary; Ariawan, I Putu Wisna; Gunartha, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i1.665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin belajar, motivasi berprestasi dan efikasi diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Pekutatan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini adalah penelitian “korelasi”. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Pekutatan Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 140 orang dan jumlah sampel 100 orang. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsioal. Setiap sekolah diambil beberapa sampel dari 8 sekolah dengan jumlah sampel penelitian 100 orang. Data disiplin belajar, motivasi berprestasi dan efikasi dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner dan data hasil belajar matematika dilakukan dengan pencatatan dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik korelasi sederhana dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar dan hasil belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,418, 2) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika dengan koefisisen korelasi sebesar 0,350,3) terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan hasil belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,365, 4) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar, motivasi berprestasi dan efikasi diri dengan hasil belajar matematika dengan koefesien korelasi sebesar 0,470 dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD di gugus II Kecamatan Pekutatan Tahun Pelajaran 2020/2021.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V Adisaka, Kade; Margunayasa, I Gede; Gunartha, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i1.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pebelajaran kolaboratif terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Melaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 185 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data minat belajar dikumpulkan dengan lembar kuesioner, sedangkan data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan program SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh metode pembelajaran kolaboratif terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa secara simultan, antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan harga Fhitung memiliki nilai signifikansi (sig) = 0,000 kurang dari (p < 0,05). (2) Terdapat pengaruh metode pembelajaran kolaboratif terhadap minat belajar siswa antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan harga Fhitung sebesar 52,931 dengan signifikansi (sig) = 0,000 kurang dari (p < 0,05). (3) Terdapat pengaruh metode pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar matematika siswa antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan Harga Fhitung sebesar 53,019 dengan signifikansi (sig) = 0,000 kurang dari (p < 0,05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran kolaboratif terhadap minat dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Melaya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SD Wahida, Miftahur; Margunayasa, I Gede; Gunartha, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi dan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas V SD. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah rancangan eksperimen single factor independent grup design. Ukuran populasi dalam penelitian ini 120 peserta didik kelas V SD di Desa Banyubiru Kecamatan Negara. Dari 120 ukuran populasi peserta didik,70 peserta didik ditetapkan sebagai sampel. Data Motivasi belajar, dikumpulkan dengan lembar kuesioner, sedangkan data hasil belajar IPA peserta didik dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan secara simultan motivasi belajar dan hasil belajar IPA peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional 2) Terdapat perbedaan motivasi belajar peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA peserta didik antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas V
CERITA RAKYAT TANTING MAS DAN TANTING RAT: MENGUNGKAP KONSEP RWA BHIENDA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI-HINDU (DALAM KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF) Ni Wayan Sumitri; Gunartha, I Wayan; Junianti, Putu Sri
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5598

Abstract

Cerita rakyat Tanting Mas dan Tanting Rat merupakan salah satu tradisi lisan masyarakat Bali-Hindu dalam istilah Bali disebut dengan satua yang artinya cerita. Teks cerita rakyat ini mengungkap ajaran-ajaran filosofis kehidupan utamanya konsep Rwa Bhineda. Tujuan tulisan ini mengkaji bagaimana pengungkapan konsep Rwa Bhineda itu digambarkan sebagai objek kajian. Fokus kajian pada aspek kognitif dalam perspektif sosio-kultural linguistik yang terintegrasi dalam analisis tekstual dan kontesktual. Sumber data utama adalah teks cerita rakyat Tanting Mas dan Tanting Rat yang dianalsis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklor dan linguistik kognitif kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara tekstual cerita rakyat Bali Tanting Mas lan Tanting Rat menunjukkan penggunaan bahasa yang khas misalnya majas (gaya bahasa) sastra prosa naratif untuk menciptakan efek kognitif ‘kesucian dan magis’ dengan memanfaatkan fitur sosio-linguistik dan simbol-simbol budaya Hindu (Bali). Efek kesucian dan magis dicapai dengan sumber daya bahasa menggunakan bahasa Bali halus yang secara sosial sarat makna simbolis, juga menunjukkan tingginya penggunaan bahasa secara simbolik sosial. Cerita ini sarat dengan lambang dan isi pengetahuan black magic yang berhubungan dengan konsep Rwa Bhineda (simbol dualistis) yakni kebaikan dan kejahatan sebagai simbol perlawanan. Dalam konteks budaya menggambarkan kehancuran negara. Ada dua elemen yang saling terkait, yakni ilmu putih dan ilmu hitam (black magic) yakni Rwa Bhineda yang saling bertentangan dan berlawanan seperti pebuatan baik dan jahat/buruk dharma-adharma yang tidak terlepas dari perbuatan manusia.