Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Citra Destinasi Dan E-Wom Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Pantai Kura-Kura Baneoge Beach Club Di Kabupaten Donggala: The Influence of Destination Image and E-Wom on Tourists' Interest in Visiting Kura-Kura Baneoge Beach Club in Donggala Regency Nur Indah; Hariyanto R. Djatola; Dwi Wahyono
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra destinasi dan E-WOM terhadap minat berkunjung wisatawan baik secara simultan maupun parsial. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 pengunjung Pantai Kura-Kura Baneoge Beach Club yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra destinasi dan E-WOM secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji F yang menunjukkan nilai Fhitung sebesar 7,337 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,09 dengan tingkat signifikansi 0,001 < (0,05). Nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,471 menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat keeratan sedang antara citra destinasi dan E-WOM terhadap minat berkunjung. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,205 menunjukkan bahwa citra destinasi dan E-WOM mampu menjelaskan variasi minat berkunjung sebesar 20,5%, sedangkan 79,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,720 > t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,000 < (0,05). Sementara itu, E-WOM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai t-hitung sebesar 0,169 < t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,866 > (0,05).
Pengaruh Pemberdayaan Karyawan dan Keadilan Organisasional terhadap Komitmen Organisasional pada PT. Semua Dirgantara Sentani Imran Syafei; Nur Indah
Reliability: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Reliability
Publisher : Faculty of Business and Economics, Universitas Yapis Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/e38r8x85

Abstract

Pentingnya komitmen organisasional dalam mencapai tujuan semakin mendorong perusahaan untuk memajukan komitmen organisasional. Beberapa cara yang dilaksanakan perusahaan agar meningkatkan komitmen organisasional dengan memberdayakan karyawan, memberikan pelatihan terhadap karyawan, memperhatikan kepuasan kerja karyawan serta keadilan organisasi dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap komitmen organisasional, pengaruh keadilan organisasional terhadap komitmen organisasional dan pengaruh pemberdayaan karyawan dan keadilan organisasional secara simultan terhadap komitmen organisasional pada PT. Semua Dirgantara Sentani. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Semua Dirgantara Sentani yang berjumlah 48 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi literatur dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji t, uji F dan koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan karyawan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasional, keadilan orgabisasional berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasional, serta pemberdayaan karyawan dan keadilan orgabisasional secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasional karyawan PT. Semua Dirgantara Sentani
Actualization of Obstacles in the Implementation of Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) in Micro-Enterprise Capital Financing Nur Indah; Muhammad Achyar Hamid; Rahmatullah Rahmatullah
Mikailalsys Journal of Mathematics and Statistics Vol 4 No 2 (2026): Mikailalsys Journal of Mathematics and Statistics
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mjms.v4i2.10668

Abstract

Institutions that collect and distribute financing play a strategic role as funding pillars for micro-entrepreneurs, particularly for communities requiring business development support through accessible requirements and financing schemes that avoid excessive interest burdens. In the context of an expanding Muslim market segment, cooperatives and BMT represent microfinance institutions whose values are closely related to the ethical foundations of the Islamic economic system, which are derived primarily from the Qur’an and Sunnah and supported by ijma, qiyas, and other secondary sources of Islamic jurisprudence. This study aimed to examine the duties and functions of cooperatives and BMT in order to clarify their institutional roles and ensure that each operates in accordance with its respective principles. This study employed library research by reviewing written sources, including scientific journals, reference books, literature, encyclopedias, academic articles, scholarly works, and other relevant sources related to cooperatives, BMT, Islamic economics, and community-based economic development. The findings indicate that cooperatives and BMT both serve as important instruments for strengthening community finance, supporting micro-entrepreneurs, and advancing MSME development, yet they differ in institutional orientation, operational principles, and ethical foundations. The study concludes that a clear understanding of the distinct functions of cooperatives and BMT is essential to prevent overlapping roles and to optimize their contribution to economic development. These findings contribute to the literature on Islamic microfinance and people-centered economic systems, while offering practical implications for policymakers, cooperative managers, BMT administrators, and community economic actors in strengthening inclusive and ethically grounded financing institutions in Indonesia.