Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUKASI DAN DETEKSI DINI ANEMIA REMAJA PUTRI DI PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG: EDUCATION AND EARLY DETECTION OF ADOLESCENT ANEMIA IN PANCUR BATU, DELI SERDANG REGENCY Yulina Dwi Hastuty; Dodoh Khodijah; Yusrawati Hasibuan
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.154 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v1i2.384

Abstract

Anemia sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang sering dialami oleh seorang wanita. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan terkena anemia, terkait body image juga karena proses menstruasi. Dampak anemia pada remaja cukup besar bahkan dapat memengaruhi proses tumbuh kembang dan kecerdasan. Di Indonesia prevalensi kejadian anemia remaja cukup tinggi mencapai 57,1%, untuk kabupaten Deli Serdang kasusu anemia mencapai 71 % di pedesaaan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya guna mencegah terjadinya anemia pada remaja namun belum mendapat hasil yang maksimal. Pengetahuan dan pemahaman dari setiap individu diperlukan agar anemia dapat diatasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyakat ini untuk mendeteksi dan meningkatkan pemahaman siswi tentang anemia. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan penyuluhan karena metode ini dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dipahami serta pemeriksaan kadar Haemoglobin (Hb) sebagai deteksi dini.pada siswi yang ada di SMA Negeri 1 Pancur Batu Deli Serdang Sumatera Utara karena kasus anemia masih ditemukan di sekolah ini. Siswi yang mengikuti penyuluhan adalah siswi kelas X sampai XII yang hadir di sekolah pada saat kegiatan dilaksanakan sebanyak 73 orang dan yang bersedia diperiksa kadar Hb nya sebanyak 57 orang. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah terdeteksinya kadar Hb siswi dan bertambahnya pengetahuan siswi setelah diberikan penyuluhan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pre test dan post test dari 5,68  menjadi 11,05, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar Hb didapati adanya siswi yang anemia sebanyak 17 orang (29,8%). Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini anemia pada remaja khususnya siswi di SMA Negeri 1 Pancur Batu dapat terdeteksi secara dini, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan baik terhadap siswi maupun masyarakat sekitar.
EKSTRAK DAUN KELOR DAN EFEKNYA PADA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Yulina Dwi Hastuty; Sri Nitia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1176

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami oleh remaja adalah anemia yang ditandai adanya penurunan kadar hemoglobin. Anemia diartikan sebagai suatu kondisi jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Penatalaksanaan anemia pada remaja telah dicanangkan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) namun konsumsi TTD belum maksimal karena alasan rasa dan efek yang muncul setelah meminumnya. Daun kelor (Moringa oliefera) dikenal mempunyai berbagai macam kandungan gizi, diantaranya adalah zat besi,vitamin C, protein, vitamin A, kalsium dan kalium sehingga daun kelor dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi kondisi anemia. Kandungan zat besi yang terkandung dalam daun kelor sebesar 28,2 mg Metode:Jenis penelitian ini adalah pra-Experimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design dengan besar sampel berjumlah 24 dan menggunakan uji Analisis paired t test . Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor (p<0,05) dimana nilai rata-rata sebelum perlakuan 10,83 dengan standart deviasi 0,8641 dan sesudah perlakuan adalah 12,72 dengan standart deviasi 0,9399. Kesimpulan: Ektrak daun kelor efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.
PERAWATAN POSTPARTUM DENGAN MINUMAN JAMU KUNYIT ASAM MENURUT PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DI DESA BAGAN BATU KECAMATAN BAGAN SINEMBAH ROKAN HILIR RIAU TAHUN 2021 Kartika Asdi; Suswati; Yulina Dwi Hastuty; Bebi Lovita
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.239 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i2.1321

Abstract

WHO describes the postpartum period as the most critical phase experienced by a mother, but it is the most neglected phase in the life of both mother and baby. Most maternal and newborn deaths occur during this period. A woman who gives birth can leave the hospital as soon as she is medically stable, a few hours after delivery, although a normal birth takes an average of one to two days to be medically stable, in contrast to a cesarean delivery which takes three or four days to recover. During the postpartum period, many postpartum mothers consume traditional herbs to support the recovery period during postpartum care. This study is a qualitative study using a phenomenological approach, the research sample was obtained through purposive sampling technique from a population consisting of postpartum mothers, from the Javanese tribe, who had or were consuming herbal ‘kunyit asam’ during the puerperium. Through the results of interviews with two types of participants, after meeting the inclusion criteria, it was found that mothers who had or are currently consuming the traditional herbs of ‘asam kunyit’ feel the same benefits, the body feels light and fit after giving birth and can also help relieve perineal tears. In line with the results of the Indonesian Basic Health Research in 2013, it is known that 49.0% of housewives use traditional ingredients to maintain their health or fitness (Ministry of Health, 2013). While the results of Indonesian Basic Health Research in 2018 stated that 55.7% of housewives used traditional health services, 48% of mothers used processed herbs and 31.8% used herbs that were prepared by themselves.
PELATIHAN SADARI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA REMAJA KECAMATAN MEDANG DERAS: SADARI TRAINING AS AN EFFORT TO PREVENT BREAST CANCER IN ADOLESCENTS IN MEDANG DERAS SUB-DISTRICT Hastuty, Yulina Dwi; Kumalasari, Kumalasari; Khodijah, Dodoh; Hasibuan, Yusrawati
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.022 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1059

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya atensi dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini. Saat ini insiden kanker payudara meningkat sesuai bertambahnya usia, sehingga wanita muda pun bisa terserang kanker ini.Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan kepada 134 peserta yang merupakan guru dan siswi di SMA yang ada di Kecamatan Medang Deras. SMA Negeri 1, SMA Swasta Citra dan Aliyah Alwasliyah kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara. Hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang SADARI. Untuk meningkatkan pengetahuan yang lebih baik perlu dilakukan penambahan pengalaman dengan mengikuti berbagai pelatihan dan informasi kesehatan dari tenaga kesehatan, buku juga media, dan remaja putri harus memiliki pedoman dalam hidup bahwa pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan SADARI yang diberikan pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang cara pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.
Correlation between Knowledge and Personal Hygiene Behavior among Female Adolescents during Menstruation: A Study at MTSN Binanga School Hastuty, Yulina Dwi; Nasution, Nur Atika; Rahmah, Lestari; Kumalasari, Kumalasari
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i2.671

Abstract

Personal hygiene during menstruation is behavior related to maintaining health and efforts to maintain the cleanliness of the female area during menstruation. Adolescents who do not apply methods of caring for their reproductive areas during menstruation cause reproductive health problems such as sexual transmitted disease, cervical cancer and other reproductive health problems. One of the factors that influence the personal hygiene behavior of young women during menstruation is knowledge. Knowledge about personal hygiene influences behavior in maintaining and caring for reproductive health during menstruation. This study aims to determine correlation between knowledge and personal hygiene behavior of female adolescents during menstruation at MTs N Binanga school in 2022. This type of research used quantitative research, analytic survey methods with a cross-sectional design. The sample was 86 students of class IX students of MTs N Binanga school and used purposive sampling technique. Data collection using a questionnaire. Data analysis used the chi-square test. The results showed that respondents had good knowledge and positive behavior (84%) and respondents who had less knowledge and negative behavior (57%). With a p-value = 0.002 <α = 0.05, which means there was a correlation between knowledge and personal hygiene behavior of young women during menstruation. The conclusion of this study was that there was correlation between knowledge and personal hygiene behavior of young women during menstruation at MTs N Binanga school. From these results, it is suggested to young women to perform good personal hygiene during menstruation.
EKSTRAK DAUN KELOR DAN EFEKNYA PADA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Hastuty, Yulina Dwi; Nitia, Sri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1176

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami oleh remaja adalah anemia yang ditandai adanya penurunan kadar hemoglobin. Anemia diartikan sebagai suatu kondisi jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Penatalaksanaan anemia pada remaja telah dicanangkan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) namun konsumsi TTD belum maksimal karena alasan rasa dan efek yang muncul setelah meminumnya. Daun kelor (Moringa oliefera) dikenal mempunyai berbagai macam kandungan gizi, diantaranya adalah zat besi,vitamin C, protein, vitamin A, kalsium dan kalium sehingga daun kelor dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi kondisi anemia. Kandungan zat besi yang terkandung dalam daun kelor sebesar 28,2 mg Metode:Jenis penelitian ini adalah pra-Experimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design dengan besar sampel berjumlah 24 dan menggunakan uji Analisis paired t test . Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor (p<0,05) dimana nilai rata-rata sebelum perlakuan 10,83 dengan standart deviasi 0,8641 dan sesudah perlakuan adalah 12,72 dengan standart deviasi 0,9399. Kesimpulan: Ektrak daun kelor efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI ANEMIA PADA SISWI SMA DI KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA Yulina Dwi Hastuty; Evi Irianti; Melva Simatupang
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.437

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh seorang wanita termasuk remaja putri. Dampak anemia pada remaja cukup besar bahkan dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang, kecerdasan juga sistem reproduksi. Tujuan kegiatan pengabdian masyakat ini untuk mendeteksi dan meningkatkan pemahaman siswi tentang anemia.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kadar Haemoglobin pada siswi SMA di kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Sumut. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan HB sebanyak 215 orangHasil: Terdeteksinya kadar Hb siswi yang anemia dan bertambahnya pengetahuan siswi setelah diberikan penyuluhan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pre test dan post test dari 5,68 menjadi 11,05.Kesimpulan: anemia pada remaja khususnya siswi di SMA Medang Deras dapat terdeteksi secara dini, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan siswi melalui penyuluhan ABSTRACTBackground: Anemia is a health problem that is often experienced by women, including young women. The impact of anemia on adolescents is quite large and can even affect the process of growth and development, intelligence and the reproductive system. The purpose of this community service activity is to detect and improve students' understanding of anemia.Method: This community service activity is carried out through outreach activities and examination of hemoglobin levels in high school students in the Medang Deras sub-district, Batubara Regency, North Sumatra. The number of students who took part in HB counseling and examination activities was 215 peopleResults: Detection of anemic student Hb levels and increase in student knowledge after being given counseling. This can be seen from the increase in the average pre-test and post-test results from 5.68 to 11.05.Conclusion: Anemia in adolescents, especially students at SMA Medang Deras can be detected early, in addition to prevention efforts can be done by increasing the knowledge of students through counseling
MEMBERDAYAKAN REMAJA MENYUSUN MENU SEHAT UNTUK MENCEGAH DIABETES MELLITUS Yusrawati Hasibuan; Yulina Dwi Hastuty; Betty Mangkuji
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.572

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: DM merupakan masalah kesehatan yang penting bagi perempuan usia reproduksi (15-49 tahun). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi serta memberdayakan remaja khususnya siswi di SMA untuk berprilaku sehat dengan mengatur menu sehat harian yang dapat mencegah Diabetes MelitusMetode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang tanda dan gejala Diabetes Mellitus dengan media audio visual serta demonstrasi penyusunan menu sehat pencegah diabetes Mellitus pada siswa yang ada di SMA Swasta Dharma Pancasila Medan dan SMA Swasta Rakyat Yayasan Perguruan Rakyat Pancurbatu. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluh sebanyak 200 orang Hasil: Hasil pre dan post test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan remaja dengan nilai perbedaan mean 0,43 dengan Standart Deviasi 1,06Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan pada sasaran, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberdayakan sasaran menyusun menu sehat seimbang. ABSTRACTBackground: DM is an important health problem for women of reproductive age (15-49 years). The purpose of this community service activity is to provide education and empower teenagers, especially female students in high school, to behave healthily by arranging daily healthy menus that can prevent Diabetes Mellitus.Method: The method used is counseling about the signs and symptoms of Diabetes Mellitus with audio-visual media as well as demonstrations of preparing healthy menus to prevent diabetes Mellitus for students at Dharma Pancasila Private High School Medan and People's Private High School at the Pancurbatu People's College Foundation. The number of students who participated in extension activities was 200 peopleResults: The pre and post test results show a change in adolescent knowledge with a mean difference value of 0.43 with a standard deviation of 1.06Conclusion: With this community service activity there is an increase in knowledge of the target, besides that prevention efforts can be carried out by empowering the target to develop a balanced healthy menu.
Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Wedang Jahe pada Ibu Hamil di Deli Serdang Sumatera Utara Hastuty, Yulina Dwi; Sitepu, Nadroh Br; Balqis, Yunashyfa Azzura; Afdillah, Gelis Putri; Shabil, Yunasya Pradita
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol.5 No.2, April 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v5i2.925

Abstract

The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women and health workers at the Pratama Tanjung Clinic in Deli Serdang about alternative therapies or complementary therapies that are safe and can be used in overcoming nausea and vomiting in pregnant women, as well as overcoming the limitations of media used for educational activities in pregnant women. The solution to the problem offered is in the form of education with various media that have been prepared in advance related to the use of ginger tea in overcoming nausea and vomiting in pregnant women. The method was through counseling activities and demonstrations on using ginger tea as a complementary therapy in pregnant women and employees at the  Pratama Tanjung  Clinic, Deli Serdang. The media used are leaflets and pocketbooks that participants can read. The number of participants who participated in the activity was 42 people. The results obtained after community service activities showed an increase in knowledge from participants who were evaluated based on pre and post-test scores, activity participants also could access various sites containing health information.  It is hoped that with this community service activity, participants can apply the information obtained to overcome health problems faced both in the family environment and the surrounding community.
Profile of Cytostatic Drug Use in Breast Cancer Patients (Mammae carcinoma) at Medan Hospital Sitepu, Nadroh; Pasaribu, Romaito; Hastuty, Yulina Dwi
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2966

Abstract

Breast cancer is the most common type of cancer in the world (2,261,419 cases) and in Indonesia (65,858 cases). This research aims to determine the class and type of cytostatic drugs most frequently used in breast cancer chemotherapy patients from January to March 2023 at RSUP Haji Adam Malik Medan. This study used a descriptive survey method with a saturated sample of 176 medical records. Data collection was done retrospectively by gathering information from the electronic medical records of the patients. The research results show that the characteristics of the patients are as follows: the majority were female, totalling 176 patients (100%). The most common age group was 45-54 years, with 111 patients (63.1%), and the prescription of cytostatic drugs was highest in March, with 80 patients (36.9%). In conclusion, the most commonly used class of cytostatic drugs was antibiotics, with 146 cases (32.88%), and the most commonly used type of cytostatic drug was Doxorubicin, with 114 cases (25.68%). This indicates that the use of antibiotics is a significant part of breast cancer treatment, and it is important to pay attention to the safety and regularity of drug use to prevent drug resistance and the severity of the disease.