Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Emisi CO dan CO2 pada Simpang Bersinyal Bejen Kabupaten Karanganyar RA Dinasty Purnomoasri; Teguh Yuono; Sumina Sumina; Febryan Dwi Listyo Utama
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 25, No 1 (2023): Maret
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v25i1.78524

Abstract

Saat ini COVID sudah berangsur menurun ditandai dengan kembali meningkatnya pergerakan arus lalu lintas kembali normal. Simpang Bersinyal Bejen di Kabupaten Karanganyar terletak di kawasan komersial yang tentunya peningkatan pergerakan transportasi daerah tersebut cukup besar Permasalahan yang muncul di simpang tidak hanya kinerja tetapi juga lingkungan yaitu polusi udara akibat emisi gas buang yang kembali meningkat paska COVID. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui berapa emisi gas bung CO dan CO2 yang dihasilkan oleh simpang Bejen. Metode yang digunakan adalah analisis kinerja simpang menggunakan MKJI dan analisis emisi gas buang CO dan CO2 berdasarkan PERMENLH Indonesia. Hasil analisis kinerja simpang bersinyal Bejen didapatkan DS 1,171 dimana > 0,85 dan panjang antrian sebesar 458 m. Emisi CO dihasilkan sebesar 21,34085774 ton/tahun dan CO2 sebesar 3.165,728587 ton/tahun. Reduksi emisi perlu dilakukan dengan melakukan percobaan analisis alternatif pelebaran jalan 1 m dan 2 m. Hasil analisis menunjukkan dengan adanya pelebaran tersebut mampu menurunkan emisi CO dan CO2 sebesar 55,07% dan 56,85%.
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS RUAS JALAN SOLO-PURWODADI Arif Irfan Syah; Sumina; Herman Susila
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2661

Abstract

Jalan Solo - Purwodadi adalah jalan dengan status jalan kolektor dengan menggunakan sistem arus dua arah dua lajur yang menghubungkan antara kota Surakarta dan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Permasalahan di ruas jalan Solo - purwodadi disebabkan karena tingginya volume lalu lintas yang didominasi kendaraan berat dan roda dua (sepeda motor), oleh karena itu perlu dilakukan Analisis hubungan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas di ruas jalan Solo - Purwodadi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer & sekunder dari hasil penelitian, kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga metode, yaitu metode Greenshield, Greenberg dan Underwood. Hasil penelitian didapat bahwa volume kendaraan pada jalan Solo – Purwodadi termasuk padat, hasil dari perhitungan data pengamatan menunjukan kapasitas jalan sebesar 2300,471 smp/jam. Analisis hubungan lalu lintas di ruas Jalan solo - purwodadi berdasarkan ketiga model diperoleh hubungan yang paling erat antara kecepatan dan kepadatan menggunakan model Greenberg dengan model . Volume tertinggi diperoleh dengan menggunakan model Greenberg yaitu sebesar 25.826,68 smp/jam. Dengan nilai r2 = 0,986 memiliki arti bahwa kesesuaian model sebesar 98,60 % dengan tingkat kepercayaan atau meyakinkan dalam menggambarkan hubungan antara kecepatan dan kepadatan. Hubungan antara volume dan kecepatan merupakan fungsi logaritmik. Hubungan antara volume dan kepadatan juga merupakan fungsi logaritmik.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR : (Studi Kasus: Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta) Cicilia Novita Lorenza; Sumina; Dian Arumningsih D.P.
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2662

Abstract

Kota Surakarta adalah salah satu kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kota Surakarta dikenal sebagai pusat wisata, pendidikan, dan perekonomian. Pusat pembelanjaan yang merupakan kegiatan ekonomi, salah satunya pusat pembelanjaan di sepanjang Jalan Gatot Subroto, maka dari itu penyediaan fasilitas pendukung seperti ruang parkir perlu diperhatikan supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berakibat pada kemacetan lalu lintas. Aktivitas pusat pembelanjaan yang padat menyebabkan meningkatnya volume kendaraan yang masuk dan keluar di area pusat pembelanjaan sehingga banyak kendaraan yang sulit untuk parkir. Pada hari libur peningkatan pengunjung sangat tinggi berdampak pada permasalahan kapasitas ruang parkir yang tersedia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas jalan dan kapasitas parkir off street di Jalan Gatot Subroto. Metode yang digunakan mengacu pada dasar-dasar MKJI dan Pedoman Teknik Direktorat Perhubungan Darat 1996 dan karakteristik parkir dari Hobbs 1995. Data yang didapat dari hasil survei diolah dengan menggunakan Microsoft Excel agar dapat mengetahui nilai Kebutuhan Ruang Parkir dan Kapasitas Jalan. Kesimpulan dari perhitungan hasil survei lapangan, kebutuhan parkir mobil 40 SRP dan sepeda motor 143 SRP. Ditinjau dari kebutuhan dan kapasitas jumlah SRP mobil belum mencukupi. Kapasitas Jalan masih dapat menampung arus lalu lintas kendaraan kisaran <50%. Oleh karena itu harus lebih ditertibkan lagi untuk parkirannya.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU PADA JALAN TOL SOLO-YOGYAKARTA-NYIA KULON PROGO DENGAN METODE BINA MARGA 2017 DAN AASHTO 1993 (STA 02+00 – STA 07+500) Eko Prasetyo; Sumina; Kusdiman Joko Prayitno; Rasyiid Lathiif Amhudo
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2664

Abstract

Jalan Tol Solo – Yogyakarta-NYIA Kulon Progo merupakaan salah satu bagian jalan tol Trans Jawa. Tujuan utama dibangunnya jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo yaitu untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar daerah serta meningkatkan kapasitas jaringan jalan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, jalan tol tersebut berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penunjang akses ke bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk itu diperlukan perencanaan jalan tol yang tepat dan efektif antara lain dengan mempertimbangkan kapasitas jalan, beban kendaraan yang besar dan kecepatan tinggi, umur rencana dan fungsi jalan.Perencanaan perkerasan kaku (rigid pavement) dilakukan dengan dua metode perhitungan yaitu metode Bina Marga 2017 dan AASHTO 1993. Data yang diperlukan untuk perencanaan adalah data sekunder yaitu LHR (Lintas Harian Rata-Rata), CBR tanah dasar (California Bearing Ratio), dan curah hujan. Berdasarkan data analisa perencanaan yang didapatkan , diambil kesimpulan bahwa perencanaan tebal perkerasan kaku jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, dengan metode Bina Marga 2017 didapatkan hasil tebal pelat 305 mm dengan lapis pondasi LMC (Lean Mix Concrete) 100 mm, dan lapis pondasi drainase 150 mm. Sedangkan metode AASHTO 1993 didapatkan tebal pelat 285 mm dengan pondasi LMC 100 mm
EVALUASI KINERJA PRASARANA FISIK DAERAH IRIGASI WADUK PONDOK KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR Dani Wahyu Nugroho; Erni Mulyandari; Sumina Sumina
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 2 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i2.3097

Abstract

Pondok Reservoir is one of the small reservoirs in the Bengawan Solo River Basin (DAS) which has an area of 3,450 ha and can hold as much as 29 million m3 of water. Over time, weir operation activities must be in line with weir maintenance activities. In this regard, it is necessary to evaluate the performance of irrigation areas. The method used in this study was observation and direct observation in the field by tracing the irrigation network of the D.I Pondok Reservoir and conducting secondary data analysis. The results of this study indicate that the total number of physical infrastructure assets is 139 consisting of 62 control buildings and 87 auxiliary buildings. The condition of the physical infrastructure of the Pondok D.I Reservoir for the carrier channel is 70.6% in good condition and 29.4% in a slightly damaged state, for regulatory buildings 70% is in good condition, 8.3% is in a slightly damaged condition, and 21.7% is in good condition. severely damaged condition, for supporting buildings 69.6% in good condition, 19% in slightly damaged condition, and 11.4% in severely damaged condition, for drainage and buildings in good condition, and for access/inspection roads 94% in good condition well and the remaining 6% is in slightly damaged condition. Physical infrastructure performance in the Pondok D.I Reservoir was obtained at 68.84% of 100%, meaning that this performance is included in the less criteria and needs attention
Comparative Analysis of Mlipahan Signaling Intersection Performance Using Vissim Ptv Software and Mkji Method 1997 Frenky Pratama Sejati; Sumina Sumina; Erni Mulyandari
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i7.1306

Abstract

The growth of motor vehicles in Surakarta from year to year always increases while road capacity does not develop. Therefore, there are often traffic jams everywhere. The discipline of every road user also plays an important role in overcoming congestion on the highway. Stages carried out from problem formulation, research objectives, and literature review, Then preliminary surveys, geometric surveys, vehicle volume surveys, and vehicle speed surveysMonday saturation degrees (DS) decreased after changing the cycle time. This means that the traffic volume at the Mlipahan intersection has decreased due to the resetting of traffic lights on Monday Road capacity: north 1,647 smp / hour, south 1,610 smp / hour, west 786 smp / hour, east 1,348 smp / hour. Saturation Degrees: North 1.15, South 1.12, West 1.15, and East 1.13. Queue Length: North 203 m, South 195 m, West 93 m, and East 145 m. obtained a value of 210 sec/smp. Sunday obtained Road capacity: North 1,763 smp / hour, South 1,549 smp / hour, West 818 smp / hour, and East 1,050 smp / hour. Saturation Degree: North 0.54, South 0.51, West 0.95, and East 0.91. Queue Length: North 92 m, South 89 m, West 87 m, and East 104 m. And the delay was obtained at 36 sec/smp. With PTV-VISSIM software, the queue length is obtained: North 97 m, South 129 m, West 198 m, and East 83 m. The delay was obtained at 72 sec/skr. And Service Level Intersection F or poor.