Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Desa Wisata Terpadu dengan Konsep Arsitektur Tropis di Desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas RIZQI, DWI ATTALA; WIDYANDINI, WITA; NURSRUWENING, YOHANA
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Desa Wisata Terpadu di Desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas dilatarbelakangi pergeseran tren pariwisata dari wisata massal ke wisata alternatif yang menekankan pengalaman berbasis alam, budaya, edukasi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang kawasan wisata terpadu dengan penerapan prinsip arsitektur tropis yang sesuai iklim lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, kualitatif untuk analisis sosial-budaya dan kuantitatif untuk perhitungan ruang dan fasilitas. Hasil perencanaan mencakup zonasi wisata air, edukasi flora-fauna, kuliner, seni budaya, penginapan, serta fasilitas penunjang; desain arsitektural mengimplementasikan atap miring, ventilasi silang, penggunaan material lokal, dan tata massa responsif iklim. Perencanaan ini diharapkan meningkatkan daya tarik wisata, melestarikan budaya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN STASIUN KERETA API TIPE B DI WONOSOBO Sari, Nurita Iman; Widyandini, Wita; Basuki
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Stasiun Kereta Api Tipe B di Wonosobo bertujuan untuk mendukung potensi reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo oleh pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia. Wonosobo, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan sektor pariwisata yang berkembang pesat, menyebabkan pertumbuhan jumlah kendaraan dan wisatawan setiap tahun. Oleh karena itu, perancangan stasiun ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di daerah tersebut. Desain stasiun mengintegrasikan prinsip-prinsip arsitektur modern untuk menciptakan ruang publik yang fungsional, estetis, danefisien. Lokasi strategis di Kecamatan Wonosobo dipilih untuk memaksimalkan potensi aksesibilitas bagi pengguna transportasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif, termasuk analisis data primer dan sekunder terkait rencana reaktivasi jalur kereta serta studi lapangan untuk memahami kondisi wilayah secara mendalam. Hasil dari perancangan stasiun kereta api tipe B di Wonosobo dengan konsep arsitektur modernadalah untuk wujud bangunan yang fungsional, efisien, dan estetis, selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pengguna. Desain mengutamakan skala manusia, fungsionalitas, dan bentuk sederhana dengan konstruksi yang jujur dan material industrial, serta menghindari ornamen berlebihan. Gaya international style diadopsi dengan menekankan relevansi fungsional material, prinsip form follows function, dan elemen vertikalhorizontal. Konsep skin and bone menonjolkan struktur bangunan, menghasilkan tampilan minimalis yangmenekankan kejujuran material dan efisiensi ruang. Perancangan ini bertujuan menciptakan stasiun yang tidak hanya sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai representasi visual kemajuan dan modernitas Wonosobo.