Claim Missing Document
Check
Articles

PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMORFIK PADA REDESAIN GOR DI KEBUMEN Sigit Pamungkas; Wita Widyandini; Yohana Nursruwening
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.712

Abstract

Abstrak Minat masyarakat Kebumen terhadap olahraga, khususnya sepak bola, bulu tangkis, dan voli, terus meningkat. Namun, kondisi fasilitas olahraga seperti Stadion Chandradimuka masih belum memenuhi standar nasional. Permasalahan yang ada meliputi kualitas lapangan yang tidak sesuai standar FIFA, drainase buruk, kapasitas tribun terbatas, dan minimnya fasilitas pendukung. Penelitian ini merancang ulang Gelanggang Olahraga (GOR) di Kebumen agar memenuhi standar Kemenpora 2014, menggunakan pendekatan arsitektur biomorfik yang menekankan keselarasan bangunan dengan lingkungan. Metode perancangan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, analisis tapak, serta perhitungan kebutuhan ruang. Hasil perancangan menampilkan tata massa organik terinspirasi aliran Sungai Luk Ulo, tribun reguler, VIP, dan VVIP, fasilitas ramah disabilitas, area atlet, ruang pengelola, parkir, dan zona komersial. Penerapan prinsip biomorfik meningkatkan estetika, kenyamanan, efisiensi energi, dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat identitas GOR Kebumen sebagai pusat olahraga modern yang harmonis dengan alam. Kata kunci: Redesain, Gelanggang Olahraga, Arsitektur Biomorfik, Kebumen. Abstract Public interest in sports in Kebumen, particularly football, badminton, and volleyball, continues to increase. However, the condition of sports facilities such as Chandradimuka Stadium still does not meet national standards. Problems include a pitch that does not meet FIFA standards, poor drainage, limited spectator capacity, and a lack of supporting facilities. This study redesigns the Sports Arena (GOR) in Kebumen to meet the 2014 standards of the Ministry of Youth and Sports (Kemenpora), using a biomorphic architectural approach that emphasizes harmony between the building and the environment. The design method combines qualitative and quantitative approaches through literature studies, observations, interviews, documentation, site analysis, and calculation of space requirements. The design results present an organic massing inspired by the flow of the Luk Ulo River, regular stands, VIP and VVIP stands, disability-friendly facilities, athlete areas, management rooms, parking areas, and commercial zones. The application of biomorphic principles improves aesthetics, comfort, energy efficiency, and sustainability, while strengthening the identity of the Kebumen Sports Arena as a modern sports center that is in harmony with nature. Keywords: Redesign, Sports Hall, Biomorphic Architecture, Kebumen.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN STASIUN KERETA API TIPE B DI WONOSOBO Nurita Iman Sari; Wita Widyandini; Basuki
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Stasiun Kereta Api Tipe B di Wonosobo bertujuan untuk mendukung potensi reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo oleh pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia. Wonosobo, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan sektor pariwisata yang berkembang pesat, menyebabkan pertumbuhan jumlah kendaraan dan wisatawan setiap tahun. Oleh karena itu, perancangan stasiun ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di daerah tersebut. Desain stasiun mengintegrasikan prinsip-prinsip arsitektur modern untuk menciptakan ruang publik yang fungsional, estetis, danefisien. Lokasi strategis di Kecamatan Wonosobo dipilih untuk memaksimalkan potensi aksesibilitas bagi pengguna transportasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif, termasuk analisis data primer dan sekunder terkait rencana reaktivasi jalur kereta serta studi lapangan untuk memahami kondisi wilayah secara mendalam. Hasil dari perancangan stasiun kereta api tipe B di Wonosobo dengan konsep arsitektur modernadalah untuk wujud bangunan yang fungsional, efisien, dan estetis, selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pengguna. Desain mengutamakan skala manusia, fungsionalitas, dan bentuk sederhana dengan konstruksi yang jujur dan material industrial, serta menghindari ornamen berlebihan. Gaya international style diadopsi dengan menekankan relevansi fungsional material, prinsip form follows function, dan elemen vertikalhorizontal. Konsep skin and bone menonjolkan struktur bangunan, menghasilkan tampilan minimalis yangmenekankan kejujuran material dan efisiensi ruang. Perancangan ini bertujuan menciptakan stasiun yang tidak hanya sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai representasi visual kemajuan dan modernitas Wonosobo.
DESAIN RUMAH SEHAT DAN SANITASI TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA ALASMALANG, KABUPATEN BANYUMAS YOHANA NURSRUWENING; WITA WIDYANDINI; NATASIA ANGGI LAXMITA; YANUAR FELIX FAUZY; TEGAS AMBARYADI
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.551

Abstract

Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi isu penting dalam pembangunan pedesaan karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Program Pengabdian Masyarakat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 51 Tahun 2026 oleh Tim Pengabdian Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto, berfokus pada desain Rumah Sehat dan sanitasi di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi, rancangan alternatif, serta rekomendasi penataan rumah sederhana sebagai respon atas kondisi rumah tidak layak huni terhadap kebersihan lingkungan dan Kesehatan masyarakat yang ada di desa Alasmalang. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan, survei lapangan dan wawancara, observasi, dan diskusi partisipatif bersama masyarakat, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan sketsa desain dan pemaparan konsep rumah sehat dan sanitasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa desain dan rekomendasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki rumah tidak layak huni secara bertahap. Evaluasi juga mengindikasikan meningkatnya pemahaman warga terhadap standar hunian sehat, menjaga kebersihan dan lingkungan yang bersih melalui sanitasi yang baik. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hunian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya rumah dan lingkungan yang sehat.