Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS HARGA, FASILITAS, KUALITAS PELAYANAN DAN KERAGAMAN PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI YOGYA MALL PEMALANG Siti Masrokhah; Santi Suciningtyas
Syntax Idea Vol 1 No 2 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v1i2.18

Abstract

Judul penelitian kali ini “Analisis pengaruh harga, fasilitas, kualitas layanan, dankeanekaragaman produk terhadap loyalitas pelanggan” (Studi Kasus di Yogya Pemalang Mall). Tujuan penelitian ini adalah: pertama,guna memperoleh pengetahuan dan mampu menganalisis keterkaitan mengenai harga terhadap loyalitas pelanggan, kedua, guna memperoleh data baru sebagai bahan pertimbangan dan mengetahui fasilitas terhadap loyalitas pelanggan apakah memiliki pengaruh, ketiga, untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh layanan yang berkualitas pada loyalitas pelanggan, keempat, dapat memperoleh pengetahui dan mampu menganalisis perihal pengaruh keragaman produk t pada loyalitas pelanggan, kelima, mampu memahami serta dapat dilakukan analisis pengaruh harga, fasilitas, kualitas layanan dan keanekaragaman produk untuk loyalitas pelanggan. Pada penelitian ini digunakan purposive sampling dan accidental sampling sebanyak 100 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesa yang berbentuk uji t, uji F dan koefisien determinan. Dengan analisis regresi linier berganda pada penelitian ini diperoleh hasil b1 = 0,205 menunjukkan pengaruh yang signifikansi harga (X1) terhadap loyalitas pelanggan, b2 = 0,202 menunjukkan pengaruh yang signifikansi fasilitas (X2) terhadap loyalitas pelanggan, b3 = 0,470 menunjukkan pengaruh yang signifikansi kualitas layanan (X3) terhadap loyalitas pelanggan, b4 = 0,169 menunjukkan pengaruh yang signifikansi keanekaragaman produk (X4) terhadap loyalitas pelanggan.Sedangkan untuk uji hipotesis denngan metode parsial digunakan dengan uji t, dihalangi oleh nilai thitung untuk harga (X1) sebesar 2.283, fasilitas (X2) sebesar 2.379, kualitas layanan (X3) sebesar 7.864, produk keanekaragaman (X4) sebesar 3.213 dengan kriteria tabel sama dengan 1.984 yang digunakan dalam ujian ini. Dan untuk pemeriksaan secara keseluruhan digunakan oleh uji F. Diperoleh dengan F hitung sebesar 60.423, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 berbanding lebih kecil dari nilai 0,05 serta lebih besar dari milai Ftabel 2,47. Koefisien determinan (R2) sebesar 70,6%, yang artinya loyalitas pelanggan secara bersamaan terkena pengaruh harga, fasilitas, kualitas layanan dan keragaman produk, dan sisanya sebesar 29,4% disebabkan karena terdapat variable lainnya yang tidak masuk ke dalam variabel persamaan model.
Student Learning Difficulties the Covid-19 Pandemic Siti Masrokhah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.511 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.68594

Abstract

Pembelajaran yang dilaksanakan pada masa pandemi covid-19 adalah melalui jarak jauh.Pembelajaran secara jarak jauh memanfaatkan jaringan internet, leptop, handphone dan aplikasi seperti whatsapp group, google meet, zoom meet dan lain-lain. Pembelajaran tersebut ternyata mengakibatkan adanya kesulitan belajar yang dialami oleh pesertsa didik. Kesulitan belajar tersebut terjadi karena factor internal dan eksternal peserta didik.
Pemberdayaan UMKM Ariezta Art melalui Peningkatan Promosi Digital dan Pengembangan Bisnis Yayan Nuryana; Victor Prasetya; Siti Masrokhah; Arif Rahman
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i3.1808

Abstract

Ariezta Art is a micro-enterprise in Sidorejo Village, Pemalang Regency, producing handmade resin-based crafts. The business faces several challenges, such as limited digital marketing skills, unsystematic product design, and lack of basic financial recording. This community service program seeks to empower Ariezta Art through digital promotion training, product design assistance aligned with market demands, and basic financial literacy education. The implementation stages include identifying partner needs, preparing relevant training modules, and evaluating program outcomes. Results show improved partner capability in utilizing social media for promotion and recording daily financial transactions. Additionally, product designs have become more attractive and market-oriented. This program is expected to contribute to strengthening the competitiveness and business continuity of Ariezta Art, helping the MSME face the dynamic demands of the creative market.
Pengembangan Usaha Produksi Celana Anak UMKM Konveksi EV_Kids Product Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang Siti Masrokhah; Tri Handayani; Rengga Kusuma Putra; Nunung Wulan Sari; Anini Nihayah; Arif Hadi Prasetyo; Akhmad Maulana Malik; Sandya Khaela Nurisma; Diana Puspitasari; Fitriana Putri Kurniawati
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v2i4.2771

Abstract

In Indonesia, micro, small, and medium enterprises (MSMEs) have long been recognized as a very important business sector due to their various real roles in the economy. However, MSMEs often face many obstacles in running their businesses. More incentive support from various parties, especially the government, is needed for the development of MSMEs. In order to overcome the problems faced by MSMEs and support their sustainability, a KKU (Business Field Study) activity was carried out by Group 15 at the KKU-11 of the Institute of Technology and Business (ITB) Adias Pemalang at the MSME “Ev_Kids Product.”After conducting an observation phase, several problems faced by the SME were identified, including the lack of social media for marketing, failure to calculate the Cost of Goods Sold (COGS) and maintain simple accounting records, absence of a business logo, banners, promotional image designs, organizational structure, business profile, product catalog, stamps, receipt books, and product attributes. Additionally, the SME had never produced a production video or promotional video.After conducting the observation phase, KKU actors formulated several business development assistance programs, namely creating social media accounts, calculating the Cost of Goods Sold (COGS), creating simple bookkeeping, creating a business logo, banners, promotional image designs, organizational structure, business profile, product catalog, stamps, note books, and product attributes in the form of hangtags. They also created production videos and promotional videos.
Strategi Branding Digital UMKM Pariwisata untuk Meningkatkan Daya Saing Destinasi Wisata Lokal di Jawa Tengah Syafi'ah, Syafi'ah; Putranto, Afif Hendri; Siti Masrokhah; Wisanggeni Bagus Anggoro; Tiyan Fatkhurrokhman
DFAME Digital Financial Accounting Management Economics Journal Vol 3 No 4 (2025): November
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/dfame.v3i4.321

Abstract

This study examines the digital branding strategies implemented by tourism-based MSMEs in Central Java to enhance the competitiveness of local destinations. The study employs an exploratory approach to understand the digital communication practices carried out by business actors, focusing on the use of visual content, cultural narratives, and digital interactions as key components shaping brand identity. The findings show that MSMEs rely heavily on social media platforms to showcase destination uniqueness and build emotional engagement with potential visitors. The study identifies several major challenges, including limited technical skills, inconsistent brand identity, and weak digital reputation management, which hinder the effectiveness of branding strategies. The study emphasizes that strong branding requires improved digital competence, structured brand identity planning, and enhanced capability in handling online reviews. The study suggests that digital training, technical assistance, and multi-stakeholder collaboration are essential to strengthen the marketing foundation of local tourism destinations. Future research is encouraged to explore more specific models of branding assistance, incorporate emerging digital technologies, and involve broader tourism stakeholders in strengthening destination competitiveness.