Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Altruis: Journal of Community Services

Pengembangan UMKM Melalui Literasi Digital pada Era 4.0 Untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Ismah Ismah; Suhendri Suhendri; Wiwik Kusdaryani
Altruis: Journal of Community Services Vol. 1 No. 4 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v1i4.13351

Abstract

Permasalahan perkembangan UMKM yaitu belum berkembang secara maksimal dan belum mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman yaitu perkembangan UMKM di era digital. Hal ini disebabkan masyarakat kurangnya sikap mandiri dalam mengembangkan usaha, rendahnya minat berwirausaha di era digital 4.0 dan ketidakmampuan mengembangkan strategi interaksi terhadap pemasaran produk. Jika menilik kondisi pentingnya perkembangan UMKM sangat memberikan manfaat terkait kesejahteraan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perkembangan UMKM sangat penting untuk di kembangkan agar masrayarakat mendapatkan kesejahteraan perekonomian yang baik. Program PKM ini bekerja sama dengan mitra yaitu PKK UMKM kelurahan kemijen kota semarang. Program ini, tim Universitas PGRI Semarang memberikan materi kepada anggota UMKM terkait perkembangan UMKM di era digital.Target luaran yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu anggota UMKM memperoleh pemahaman dan keterampilan terkait pengembangan UMKM sebagai sarana penting dalam pengembangan perekonomian masyarakat. Berkembangnya perokonomian masyarakay maka diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta UMKM dapat memilikin pemahaman dan keterampilan terkait pengembangan sikap mandiri dalam berwirausaha dan mampu mengembangkan minat untk mengembangkan UMKM serta memiliki keterampiian interaksi terhadap pemasaran produk.Kata kunci : Pengembangan UMKM, Meningkatkan Minat Berwirausaha
Edukasi tentang pernikahan dini dari perspektif psikososial, budaya dan kesehatan reproduksi Chr. Argo Widiharto; Farikha Wahyu Lestari; Suhendri Suhendri
Altruis: Journal of Community Services Vol. 3 No. 3 (2022): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v3i3.20988

Abstract

There has been an increase in cases of early marriage nationwide during the Covid-19 pandemic. Based on data from the Central Java DP3AP2KB, there were 11,301 cases of early childhood marriages for girls and 1,671 for boys. This also happened in Semarang Regency, Central Java, which was caused by the decline in the economic level of the community so that marrying underage children was considered as an alternative problem solving. For this reason, it is necessary to have an early marriage prevention program in the form of changing people's mindsets, especially mothers and children, which also provide solutions to the problems of early marriage. The program that is run as an effort to prevent early marriage is the Early Marriage Community Partnership Program (PKM) from Psychosocial, Cultural and Reproductive Health Perspectives. This is considered important because psychosocial, cultural problems and lack of understanding of reproductive health are the drivers of early marriage. Education for PKK mothers, youth and youth organizations has succeeded in increasing perceptions of the negative impact of early marriage. Education participants also made an agreement to jointly reduce the number of early marriages by involving youth in Karang Taruna activities.