n/a Soemarwanto
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH FILTERISASI MINYAK TRAFO TERHADAP KINERJA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA DI GARDU INDUK SENGKALING Rendy Hari Widodo., Hari Widodo; n/a Soemarwanto; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.157 KB)

Abstract

Transformator daya dilakukan untuk menjagaefektivitas dan daya tahan peralatan sistem tenagalistrik, khususnya transformator daya agar dapatbekerja sebagaimana mestinya sehingga kontinuitaspenyaluran tetap terjaga dengan baik.Proses filterisasi dilakukan untuk mengurangikandungan gas - gas yang dapat mengakibatkankerusakan pada transformator. Dari hasil perhitungankinerja transformator diketahui kandungan TDCG padakondisi III dan setelah dilakukan filterisasi kandunganTDCG berada pada kondisi I. Dalam kaitannya umurminyak trafo hasil perhitungan menunjukan sisa usiaefektif minyak sebelum filterisasi sebesar 2 tahun 2 bulan12 hari, sedangkan pada minyak sesudah filterisasisebesar 39 tahun 7 bulan 21 hari.Rekomendasi dilakukan penggantian minyak trafodan dilakukan perhitungan menggunakan metodemarkov untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.Kata kunci-filterisasi, minyak trafo, TDCG.
Karakteristik Fisik dan Elektris Minyak Zaitun Sebagai Alternatif Minyak Isolasi Pada Transformator Bagus Mitra S.; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
ANALISIS PENGARUH PROFIL DAN KONFIGURASI BUSBAR TERHADAP KEMAMPUAN HANTAR ARUS (KHA) Anastasia Indah. L S.; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busbar itu sendiri merupakan salah satu komponen inti kedua setelah circuit breaker, yang juga merupakan penghantar listrik yang memadai arus dan tegangan listrik kapasitas besar, yang juga berfungsi sebagai tempat atau mediator untuk menghubungkan beberapa rangkaian atau peralatan listrik lainnya. Pada penelitian ini dilakukan simulasi pada Finite Elemen Method Magnetics (FEMM) 4.2. dengan tujuan untuk mendapatkan nilai intensitas medan magnet, nilai fluksi, dan juga nilai rapat arus. Dimana hasil FEMM 4.2. tersebut akan dipakai untuk perhitungan efisiensi, impedansi, dan juga kemampuan hantar arus (KHA) dari masing-masing profil dan konfigurasi busbar. Hasil simulasi aplikasi Finite Elemen Method Magnetics (FEMM) 4.2 didapat untuk semua profil dan konfigurasi, intensitas medan magnet akan berubah  nilainya sesuai dengan jarak titik uji, intensitas medan magent akan mencapai nilai maksimum pada jarak tertentu dan kemudian nilainya akan turun secara linier pada jarak tertentu juga. Dari penelitian ini didapat bahwa distribusi paling merata terdapat pada profil batang dengan nilai efisiensi sebesar 2,86 dan yang paling tidak merata yaitu pada profil bulat dengan nilai efisiensi sebesar 1,83. Perbedaan profil dan konfigurasi juga akan mempengaruhi besarnya impedansi dari tiap profil dan konfigurasi busbar. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa impedansi yang paling baik terdapat pada profil batang L yakni sebesar 8,5x10-6 Ohm dan yang paling buruk terdapat pada profil bulat dengan nilai 1,71 x 10-4 Ohm. Perbedaan nilai intensitas medan magnet juga akan membuat rapat arus yang mengalir di busbar akan berbeda. Perbedaan rapat arus dari busbar akan mempengaruhi besarnya kemampuan hantar arus (KHA) dari tiap profil busbar dimana berdasarkan kemampuan hantar arus dari profil yang paling baik sampai yang kurang baik dapat diurutkan yakni profil batang L dengan nilai KHA 5555 Ampere, profil bulat dengan nilai KHA 124,618 Ampere, profil batang dengan nilai KHA 123,750 Ampere, dan profil bulat berongga dengan nilai KHA 123,112 Ampere. Kunci kunci: busbar, profil, konfigurasi, FEMM 4.2, medan magnet, impedansi, KHA ABSTRACT The busbar is one of the second core components after the circuit breaker, which is also an adequate electrical conductor of large voltage current and voltage, which also serves as a place or mediator for connecting several circuits or other electrical appliances. In this study a simulation was performed on Finite Element Method Magnetics (FEMM) 4.2. With the aim of obtaining magnetic field intensity values, flux values, as well as current density values. Where FEMM results 4.2. Will be used for efficiency calculations, impedances, as well as current-carrying capacity (CRC).The result of Finite Element Method Magnetics (FEMM) 4.2, for all profiles and configurations, the intensity of the magnetic field will change in value according to the distance of the test point, the magnet field intensity will reach the maximum value at a certain distance and then its value will fall linearly at a certain distance as well. From this research, it is found that the most equally distributed is in the bar profile with an efficiency value of 2.86 and the most unequally is the round profile with an efficiency value of 1.83. Differences in busbar’s profile and configuration will also affect the magnitude of the impedance of each busbar profile and configuration. From the result of this research, it is found that the best impedance is found in the L bar profile which is 8,5x10-6 Ohm and the bad is in round profile with value 1,71 x 10-4 Ohm. The difference in magnetic field intensity value will also make the current density flowing in the busbar to be different. The current density difference of the busbar affects the current carrying capacity (CRC) of each busbar profile which is based on current carrying ability from the best profiles can be sequenced in the L bar profile with 5555 Ampere, round profile with 124,618 Ampere, bar profile with 123,750 Ampere, and hollow profile with 123,112 Ampere. Keywords: busbar, profil, configuration, FEMM 4.2, magnet field, impedance, CRC
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RANTAI BERBAHAN GELAS DENGAN LAPISAN HIDROFOBIK DALAM KONDISI KERING DAN BASAH Inggil Lazuardi; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi listrik merupakan hal yang penting pada saluran transmisi maupun distribusi. Pada saluran udara, isolator yang digunakan ada beberapa jenis, dan salah satunya berupa rangkaian isolator yang disusun berantai dan cara peletakkannya digantungkan pada menara transmisi. Isolator rantai terdiri dari isolator piring yang disusun secara seri sehingga membentuk rantai isolator. Komponen isolator rantai terdiri dari “konduktor-dielektrik-konduktor” yang analog dengan komposisi suatu kapasitor. Isolator rantai digunakan pada ruang terbuka, sehingga mudah dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan terutama air hujan. Dalam penelitian ini, untuk mengurangi pengaruh kondisi lingkungan yang basah karena hujan, digunakan lapisan hidrofobik. Penelitian ini mengamati distribusi tegangan dan arus bocor pada isolator rantai berbahan gelas tipe ball and socket. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh lapisan hidrofobik terhadap distribusi tegangan sangat kecil baik dalam kondisi kering maupun basah, sedangkan pengaruh terhadap arus bocor cukup besar terutama dalam kondisi basah. Arus bocor pada kondisi basah tanpa lapisan hidrofobik sangat besar sehingga menyebabkan membesarnya rugi daya, sedangkan saat sesudah dilapisi, arus bocor dan rugi daya menjadi jauh lebih kecil. Hal ini menunjukkan peningkatan performa dari kekuatan isolasi dari isolator piring tersebut.Kata kunci— lapisan hidrofobik, distribusi tegangan, arus bocor.
ANALISIS PREDICTIVE MAINTENANCE TRANSFORMATOR UTAMA UNIT I DI PLTA SUTAMI n/a Stefani; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

PLTA Sutami sebagai salah satu PLTAyang memanfaatkan transformator sebagai penyalur dayaatau tegangan yang dihasilkan generator. Sebagai produsenlistrik khususnya di Jawa-Bali PLTA Sutami harus mampumenjaga kualitas pelayanannya agar mampu memenuhikebutuhan listrik. Salah satu usaha yang dilakukan adalahdengan melakukan pemeliharaan yang tepat untuktransformator agar kinerja dari transformator tidakterganggu. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan dananalisis terhadap hasil uji DGA, yaitu kandungan TDCGuntuk menentukan waktu pemeliharaan dari transformator,dengan menghitung peluang nilai keandalan (Reliability)dan ketersedian (Availability) dari transformatormenggunakan metode Markov.Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Markov padaTDCG, didapatkan penurunan nilai keandalan terbesarterjadi saat hari ke-180 yaitu sebesar 8.15% untuk fasa R,7.55% untuk fasa S dan 8.77% untuk fasa T. Sedangkanpenurunan nilai ketersediaan terbesar juga terjadi saat harike-180, yaitu sebesar 10.38% untuk fasa R, 9.52% untukfasa S, dan 15.71% untuk fasa T. Sehingga waktupemeliharaan yang tepat adalah dilakukan sebelum hari ke-180, dengan total pemeliharaan minimal 2 kali selama 1tahun penggunaan transformator.Kata Kunci – Transformator, Markov, Keandalan(Reliability), Ketersediaan (Availability