Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kekuatan Tarik Komposit Serabut Kelapa dan Ijuk dengan Perlakuan Alkali (NaOH) Nurfajri Nurfajri; Arwizet K; Jasman Jasman; Andril Arafat
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.662 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi terakhir mulai meningkat khususnya dibidang material. Material komposit serat alam menjadi salah satu pilihan karena memiliki beberapa kelebihan diataranya ringan, tidak beracun, tersedia banyak dan ramah lingkungan. Sabut kelapa dan ijuk diharapkan dapat menjadi bahan baku alternatif sebagai penguat komposit pengganti serat sintetis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh alkalisasi dan sifat mekanis komposit yaitu kekuatan tarik komposit yang diperkuat serat sabut kelapa, serat ijuk dan kombinasi serat sabut kelapa dan ijuk, dengan perlakuan alkali (NaOH) sebesar 5% variasi waktu perendaman 2 jam, 4 jam dan tanpa perlakuan. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen. Matriks yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin polyester BQTN 157. Spesimen uji tarik dibuat mengacu pada standar ASTM D-638. Komposit dibuat dengan menggunakan metode hand lay-up. Pengujian tarik dilakukan menggunakan mesin uji tarik Monsanto Tensometer Education Kit. Hasil penelitian ppengujian tarik menunjukkan perlakuan alkali (NaOH) dapat meningkatkan daya serap serat terhadap matriks sehingga akan meningkatkan daya ikat antara serat dengan matrik pada akhirnya meningkatkan kekuatan tarik komposit. Hal ini dapat dilihat pada komposit yang diperkuat serat ijuk memiliki harga tegangan tarik optimum terjadi pada perlakuan alkali NaOH 5% selama 2 jam yaitu sebesar 50,75 MPa, namun perlakuan alkali (NaOH) yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada unsur selulosa sehingga serat menjadi rapuh dan mudah putus hal ini dapat kita dilihat pada komposit yang diperkuat serat kombinasi serat sabut kelapa dan ijuk yang memiliki harga tegangan tarik terkecil yaitu 36,74 MPa.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH TENTANG MATERI LAS OKSI-ASETELIN UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI SMK JURUSAN TEKNIK LAS Iqbal DN Quick Calvin; Jasman Jasman
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.677 KB)

Abstract

Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Salah satu alat komunikasi dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Di sekolah guru lebih sering menggunakan media berupa papan tulis. Media tersebut tidak melibatkan semua gaya belajar peserta didik, akibatnya peserta didik kurang termotivasi dan kurang aktif. Sebanyak 66,65% peserta didik kesulitan memahami materi Las Oksi-Asetelin sehingga dibutuhkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif. Guru diharapkan mampu meningkatkan kecakapan, ketangkasan dan keterampilan peserta didik. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan menghasilkan multimedia interaktif menggunakan macrmedia flash tentang materi Las Oksi-Asetelin untuk peserta didik kelas XI SMK Jurusan Teknik Las yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model Plomp. Model ini ada tiga tahap yaitu tahap investigasi awal, tahap pembuatan prototipe, dan tahap penilaian. Uji validasi dilakukan oleh 3 orang validator dan uji praktikalitas oleh 1 orang guru serta 10 orang peserta didik kelas XI Jurusan Teknik Las SMKN 2 Payakumbuh. Hasil validitas didapatkan nilai rata-rata yaitu 96,90% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji praktikalitas oleh guru yaitu 100% dengan kriteria sangat praktis dan nilai uji praktikalitas oleh peserta didik yaitu 92,51% dengan kriteria sangat praktis. Disimpulkan bahwa multimedia interaktif menggunakan macrmedia flash tentang materi Las Oksi-Asetelin untuk peserta didik kelas XI SMK Jurusan Teknik Las yang dikembangkan valid dan praktis..
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA DIKLAT TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI WORKSHOP SMK NEGERI 2 KOTA SOLOK Aditia Olanta Putra; Jasman
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.967 KB)

Abstract

Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat besar perannya terhadap prestasi belajar. Karena dengan adanya motivasi dapat menimbulkan atau menumbuhkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan saat Praktek Lapangan Kependidikan di SMK Negeri 2 Kota Solok penulis menemukan kurangnya motivasi belajar siswa. Semua itu terlihat dengan adanya beberapa sikap siswa yang kurang antusias dalam mengerjakan soal teori dan praktek pada mata diklat teknik permesinan bubut. Tergambar pada suasana kelas yang kurang hidup karena siswa menjadi pasif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diberikan guru. Hal ini menyebabkan siswa bosan dan malas belajar. Kurangnya motivasi siswa terhadap pelajaran ini terlihat kurangnya semangat dan keseriusan waktu bekerja atau praktek. Serta kirang disiplin dan tidak bertanggung jawab saat melakukan praktek, banyak di antara siswa yang hanya duduk dan bermain-main. Untuk mengetahui seberapa besar Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Diklat Teknik Permesinan Bubut di Workshop SMK Negeri 2 Kota Solok. Populasi 25 siswa di kelas XI TPM1 sebagai uji coba angket, dan 22 siswa di kelas XI TPM2 sebagai sampel. Penelitian data dilakukan melalui angket, analisis data uji normalitas, uji linieritas, uji regresi, analisis korelasi sederhana, uji signifikansi dan uji t. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata diklat teknik pemesinan bubut di workshop SMK Negeri 2 Kota Solok.
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TEKNIK PENGELASAN TERHADAP NILAI PRAKTEK INDUTRI DI SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH Romi Saputra; Jasman I
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.649 KB)

Abstract

Skripsi ini memaparkan tentang hubungan hasil belajar siswa terhadap nilai praktek industri Hasil di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Hasil observasi yang dilakukan peneliti dilapangan menemukan beberapa masalah yaitu : (1) masih banyak terdapat hasil belajar siswa di bawah KKM, (2) siswa PKL kurang dapat dipercayai langsung bekerja sesuai dengan kompetensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah ada hubungan Hasil Belajar Siswa Teknik Pengelasan terhadap Nilai Praktek Industri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat korelasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019. Penelitian ini melibatkan 49 orang siswa yang merupakan seluruh siswa kelas IX Las di SMK Negeri 2 Payakumbuh Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan hipotesis memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara Hasil Belajar Siswa Teknik Pengelasan terhadap Nilai Praktek Industri di SMK Negeri 2 Payakumbuh, dengan besar sumbangan sebesar 19,8%.
PENGARUH KUAT ARUS TERHADAP UJI TARIK MATERIAL BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN METAL INERT GAS (MIG) Nusulul Huda; Jasman
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.48 KB)

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan kawat las, besar arus , kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik .penentuan besarnya arus dalam penyambungan logam menggunakan las Metal Inert Gas mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan hasil las. Untuk mendapatkan kualitas sambungan las yang bagus diperlukan pemilihan arus yang tepat .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus listrik terhadap kekuatan sambungan las baja karbon rendah. Proses pengelasan dilakukan dengan metode MIG denganmenggunakan variasi arus listrik. Penelitian ini merupakan penelitian eksprimen yang menganalisis kekutan tarik pada material baja karbon rendah dengan pengelasan Metal Inert Gas (MIG) dengan empat variasi arus yaitu, : 100 A, 125 A, 150 A, 175 A. Spesimen yang digunakan adalah material plat baja karbon rendah TRS 400 dengan ketebalan 8mm yang dilas dengan kawat las merk ENKA dengan diameter 1 mm . Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kekuatan spesimen kontrol sebesar 438,5N/mm2 atau 44,75 kgf/mm2, Dan nilai rata-rata kekuatan tarik dengan arus 175 ampere sebesar 415,6 N/mm2 atau 42,33 kgf/mm².Hasil pengelasan dengan menggunakan arus 100 Ampere memiliki kekuatan tarik yang ideal , Hal ini diakibatkan karena arus 100 ampere sudah termasuk dalam standart arus pengelasan dengan ketebalan maerial 8 mm.
Appropriate Technology Application on Rice Milling Machine with Capacity of 200 Kg/Hour: Aplikasi Teknologi Tepat Guna pada Mesin Rice Milling Kapasitas 200 Kg/Jam Bulkia Rahim; Jasman Jasman; Cici Andriani; Eko Indrawan; Primawati Primawati
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 3 No. 2 (2023): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v3i2.955

Abstract

Permasalahan pertama mitra di Aurduri Jorong Simpang AA Desa Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Sumatera Barat pada Kelompok Tani Reformasi 17 dan Kelompok Tani Jaya Bersama adalah mesin Huller/Rice Milling hanya ada di simpang AA. Hal ini sebagian masyarakat sangat jauh dalam penggilingan padi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah menyediakan mesin penggilingan padi untuk menghasilkan beras. Dengan adanya mesin penggilingan padi, petani akan terbantu dalam menggiling padi untuk komsumsi makanan kebutuhan sehari hari. Selain di sediakan mesin penggiling padi juga dilakukan pelatihan usaha penggilingan padi pada Kelompok Tani Reformasi 17 dan Kelompok Tani Jaya Bersama. Pelatihan terdiri pengoperasian mesin, perawatan mesin dan pengelolaan hasil penggilingan. Degan adanya penggilingan padi dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani. Pengembangan teknologi tepat guna adalah metode yang digunakan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap, pertama adalah observasi dengan Masyarakat, melakukan diskusi sehingga memperoreh iformasi kondisi Masyarakat. kedua, pengembangan mesin Huller/Rice Milling. Program utama luaran menghasilkan tercapainya tersediaan mesin Huller/Rice Milling. Meningkatnya taraf hidup masyaraka di Aurduri Jorong Simpang AA Desa Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Sumatera Barat. Menghasilkan peningkatan pengetahuan, dan wawasan tentang teknologi mesin Huller/Rice Milling.
Appropriate Technology Application of Goat Manure Grinding Machine Jasman Jasman; Eko Indrawan; Primawati Primawati; Bulkia Rahim; Cici Andriani
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 3 No. 2 (2023): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v3i2.956

Abstract

Hewan ternak seringkali mengeluarkan kotoran dalam jumlah yang banyak sebagai hasil limbah dan memiliki bau yang tidak sedap. Namun, dalam pengolahan limbah peternakan seperti kotoran, masyarakat di Kanagarian Padang Belimbing Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Sumatera Barat masih belum maksimal untuk memanfaatkan kotoran ternak tersebut. Kotoran kambing memiliki kandungan bahan organik yang menyediakan zat hara bagi tanaman melalui proses penguraian. Proses tersebut terjadi dengan melepaskan bahan organik yang sederhana untuk pertumbuhan tanaman. Permasalahan yang di alami masyarakat adalah belum adanya mesin pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kandang. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyediakan mesin penggiling kotoran kambing untuk meningkatkan efisiensi kinerja peternak kambing dan petani. Mesin penggiling kotoran kambing merupakan mesin untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk kandang. Metode yang digunakan adalah pengembangan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu: tahap pertama, observasi dengan melakukan metode pengumpulan data dokumentasi dan diskusi dengan peternak kambing. Tahap kedua adalah tahap pengembangan mesin penggiling kotoran kambing. Hasil dalam kegiatan ini adalah tersedianya mesin penggiling kotoran kambing, peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang teknologi mesin penggiling kotoran kambing. serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Kanagarian Padang Belimbing Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Sumatera Barat.