Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA E-BOOKLET TERHADAP PENGETAHUANiIBU TENTANG STUNTING DI DESA PANGAUBAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUJAJAR TAHUN 2024: The Influence Of Education With E-Booklet Media On Mother's Knowledge About Stunting At Pangauban Village Batujajar Health Center Working Area 2024 Savitri, Rahayu; Maryati, Sri; Rianto, Budi; Yupira, Palpi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKeb | September 2024
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v10i2.2260

Abstract

Stunting is one of the problems faced in the world, especially in developing countries which have middle to lower average incomes. Based on data obtained from the West Bandung District Health Service, the prevalence of stunted toddlers reached 5.16% August (2023), this is due to several factors causing stunting, one of which is a lack of maternal knowledge which influences the incidence of stunting. The efforts to minimize the number of stunting incidents include providing education using e-booklet media. The aim of the study was to determine the influence of education using e-booklets on mothers' knowledge about stunting. This study method is pre-experimental with a one group pretest-posttest design. The population of this study was all mothers with toddlers in Pangauban Village, namely 1,520 mothers, and the sample size was 20 mothers of toddlers using a non-probability sampling technique. Data analysis uses the Dependent T-Test (Paired Samples Test). The results of this study showed that the average knowledge value of mothers before being given education using e-booklets was 68.45 and after being given education using e-booklets was 76.60, with ?-Value = 0.006, which means there was an influence of education using e-booklet media on mother’s knowledge about stunting. It is hoped that the E-Booklet can be used as a media for providing health education in order to minimize the occurrence of stunting.  
PENGETAHUAN LANSIA TENTANG DIABETES MELITUS DI PANTI WERDA BERDASARKAN PENDIDIKAN, UMUR, DAN GENDER Rianto, Budi; Oktoruddin Harun; Supiyanto; Nursaadah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.29

Abstract

Gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi karena kelainan kelainan insulin yang disebabkan gangguan kerja dan atau sekresi insulin merupakan penyebab Diabetes pada lansi. Pada umumnya lansia secara alami akan menghadapi beberapa masalah perburukan kondisi kesehatan salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia berdasarkan karasteristik Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crosstab variabel pengetahuan tentang diabetes melitus dengan karakteristik umur, pendidikan dan jenis kelamin. Jumlah penghuni panti Wredha sebanyak 33 orang, tetapi yang memungkinkkan untuk diminta keterangan berkaitan dengan data yang dibutuhkan hanya 20 orang sehingga reaponden dalam penelitian adalah 20 orang. Hasil penelitian lansia yang umurnya <65 tahun ada 3 orang tahun mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 1 orang (50,7%), lansia yang berumur 65-70 ada 4 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus 1 orang (25,0%), pengetahuan Lansia yang berumur >70 ada 14 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 6 orang (42,9%). Berdasarkan data hasil analisis disimpulkan bahwa walaupun umur lansia tinggi tetapi pengetahuan mereka tentang diabetus melitus masih cukup baik. Sehingga disarankan para lansia di Panti Wredha Karista dibuatkan program penyuluhan tentang hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus pada lansia. Kata Kunci : Dibetes Melitus, Lansia, karakteristik
Pengaruh Pendidikan Terhadap Pengetahuan Tentang Menopause Pada Wanita Lansia Awal di Kelurahan Leuwigajah Budi Rianto; Sofa Fatonah; Ita Julaeha; Nada Putri Kinanti
Health Idea Vol 1, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1202

Abstract

Setiap wanita lansia awal memiliki penilaian yang berbeda-beda tentang menopause. Penilaian tentang monopauese disebabkan oleh kondisi dan pengetahuan dan penerimaan wanita itu sendiri. Bagi yang mempunyai pengetahuan baik akan menjalani menopause dengan tenang, sebaliknya bagi mereka yang mempunyai  pengetahuan kurang akan menjadi khawatir dalam menjalani menopause. Metode yang digunakan dalam Penelitian  ini adalah metode suvei dengan analisis deskriptif analitik dengan tujuan untuk mengetahuai pengaruh pendidikan terhadap pengetahauan  tentang menopause  pada wanita lansia awal.  Jumlah populasi dalam digunakan dalam penelitian ini adalah 35 orang wanita lansia awal di Kelurahan Leuwigajah. Hasil peneltian ini adalah dari 35 ada 19 orang (54,3%) berpendidikan SD, 10 orang (28,6%) berpendidikan SMP, 4 orang berpendidikan SMA, dan 2 orang (5,7%) berpendidikan Perguruan Tinggi, dan pengetahuan respondennya adalah 17 orang (48,6%) berpengetahuannya baik, dan 12 orang (34,3%) berpengetahuan cukup, dan 6 orang (17,1%) berpengetahuan kurang. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai p sebesar 0,637> α (0,05) dengan demikian disimpulkan tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap tentang menopause pada wanita lansia awal di Kelurahan Leuwigajah. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan terus melakukan upaya meningkatkan pengetahuan  tentang menopause bagi wanita lansia awal di leuwigajah.Kata kunci: Menopause, pengetahuan, Kolmogorov
Pengetahuan Lansia Tentang Diabetes Melitus di Panti Werda Cimahi Berdasarkan Pendidikan, Umur, dan Gender Budi Rianto; Oktoruddin Harun; Supiyanto Supiyanto
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1305

Abstract

Gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi karena kelainan kelainan insulin yang disebabkan gangguan kerja dan atau sekresi insulin merupakan penyebab Diabetes pada lansi. Pada umumnya lansia secara alami akan menghadapi beberapa masalah perburukan kondisi kesehatan salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia berdasarkan karasteristik Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crosstab variabel pengetahuan tentang diabetes melitus dengan karakteristik umur, pendidikan dan jenis kelamin. Jumlah penghuni panti Wredha sebanyak 33 orang, tetapi yang memungkinkkan untuk diminta keterangan berkaitan dengan data yang dibutuhkan hanya 20 orang sehingga reaponden dalam penelitian adalah 20 orang.Hasil penelitian lansia yang umurnya <65 tahun ada 3 orang tahun mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 1 orang (50,7%), lansia yang berumur 65-70 ada 4 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus 1 orang (25,0%), pengetahuan Lansia yang berumur >70 ada 14 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 6 orang (42,9%). Berdasarkan data hasil analisis disimpulkan bahwa walaupun umur lansia tinggi tetapi pengetahuan mereka tentang diabetus melitus masih cukup baik. Sehingga disarankan para lansia di Panti Wredha Karista dibuatkan program penyuluhan tentang hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus pada lansia.Kata Kunci : Dibetes Melitus, Lansia, karakteristik
The Effect of Bay Leaf Decoction on Blood Pressure Reduction in Patients with Hypertension Budi Rianto; Atira; Emy Salmiyah; Nirmala Aqmarina Shabahati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.482

Abstract

Hypertension affects approximately 1.28 billion people worldwide and remains a major contributor to morbidity and mortality, particularly in Indonesia. Conventional pharmacological management often leads to poor adherence, highlighting the need for complementary therapies. This study aimed to examine the effect of bay leaf (Syzygium polyanthum) decoction on reducing blood pressure in patients with hypertension in Cibeunying, Bandung. This quantitative study employed a quasi-experimental design. A total of 30 hypertensive patients were selected using a non-probability purposive sampling technique and divided into an intervention group and a control group. Blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer following standard operating procedures. The intervention group received bay leaf decoction for five consecutive days. Before the intervention, 60.0% of participants in the intervention group were classified as having stage 1 hypertension. After the intervention, only 20.0% remained in stage 1 hypertension, while most participants shifted to the pre-hypertension category. Statistical analysis using the Marginal Homogeneity test showed a significant reduction in blood pressure (p = 0.02; α = 0.05). The findings indicate that bay leaf decoction has a significant effect on lowering blood pressure in patients with hypertension. Therefore, bay leaf decoction may be considered as a complementary non-pharmacological therapy for blood pressure management.
Effect of Video Education on Dengue Knowledge in Adolescents Agnes Siti Kusminah; Atira; Budi Rianto; Emy Salmiyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.507

Abstract

Dengue hemorrhagic fever remains a significant public health problem, particularly in endemic areas where adolescents are also at risk of exposure. Limited knowledge regarding transmission, symptoms, and prevention may contribute to inadequate preventive behavior. Educational media that are attractive and easy to understand are needed to improve adolescent knowledge, including video-based health education. This study aimed to determine the effect of video media on improving adolescents’ knowledge about dengue hemorrhagic fever. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The participants were 100 students in grades VII-IX at MTs Darussalam, Melong, Cimahi, recruited through total sampling. A five-minute dengue education video was shown three times during the intervention session. Knowledge was assessed immediately before and after the intervention using an 11-item study-specific questionnaire. Data were summarized descriptively and analyzed using the Marginal Homogeneity test. Before the intervention, most respondents had poor knowledge (64.0%), while only 15.0% had good knowledge. After the intervention, the proportion with good knowledge increased to 54.0%, while poor knowledge decreased to 17.0%. The Marginal Homogeneity test indicated a statistically significant change in knowledge level (p < 0.001). Video-based health education was associated with a significant improvement in adolescents' dengue knowledge. This medium may be considered as an accessible health-promotion strategy for school-age populations.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Video Animasi dan Leaflet terhadap Pengetahuan Pencegahan Anemia pada Siswi Kelas VII Siti Wulandari; Dedeh Sri Rahayu; Sri Maryati; Budi Rianto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.121326

Abstract

Background: Anemia among adolescent girls remains a health issue that can affect their health, ability to concentrate in school, and productivity. Health education through animated videos and leaflets has been shown to increase knowledge about anemia prevention. However, research comparing the effectiveness of these two media in improving adolescent girls’ knowledge of anemia prevention remains limited. Objective: To compare effectiveness of health education using animated videos and leaflets on knowledge of anemia prevention among seventh-grade female students at SMPN 8 Cimahi. Method: This quantitative study used a quasi-experimental two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 40 seventh-grade female students who met the inclusion criteria, agreed to participate, and completed the study. Respondents were allocated to an animated video group or a leaflet group. Knowledge was measured using a structured questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using the paired-sample t-test and Independent-sample t-test. Results: The mean knowledge score for the animated video group increased from 51,75 to 85,00 (p=0,001), while that for the leaflet group increased from 52,75 to 73,75 (p=0,001). The between-group comparison showed p=0,001 (p <0,005), with the increase in knowledge in the animated video group being higher than that in the leaflet group. Conclusion: Health education through animated videos and leaflets is effective in increasing knowledge about anemia prevention, with animated videos proving more effective than leaflets. Schools are encouraged to collaborate with community health centers in implementing adolescent health programs, particularly those focused on anemia prevention.INTISARILatar belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak terhadap kesehatan, konsentrasi belajar, dan produktivitas. Edukasi kesehatan melalui video animasi dan leaflet telah diketahui dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia. Namun, penelitian yang membandingkan perbedaan kedua media tersebut dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri masih terbatas. Tujuan: Mengetahui perbedaan edukasi kesehatan berbasis video animasi dan leaflet terhadap pengetahuan pencegahan anemia pada siswi kelas VII SMPN 8 Cimahi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu siswi kelas VII, setuju menjadi responden, dan mengikuti keseluruhan rangkaian penelitian. Responden dibagi menjadi kelompok video animasi dan kelompok leaflet. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum beserta sesudah intervensi. Data dianalisis melalui paired sample t-test beserta independent sample t-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan kelompok video animasi meningkat dari 51,75 menjadi 85,00 (p=0,001), sedangkan kelompok leaflet meningkat dari 52,75 menjadi 73,75 (p=0,001). Hasil uji perbedaan antara kedua kelompok menunjukkan p=0,001 (p <0,005) dengan peningkatan pengetahuan kelompok video animasi lebih tinggi dibandingkan leaflet. Simpulan: Edukasi kesehatan melalui video animasi dan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia, dengan video animasi lebih efektif dibandingkan leaflet. Sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan puskesmas dalam pelaksanaan program kesehatan remaja, khususnya pencegahan anemia.