Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN INTERVENSI SENAM KEGEL UNTUK MENGATASI SERING BAK Nursifa, Niknik; Winarti, Winarti; Oktri, Yosi
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.193

Abstract

Kehamilan, persalinan, nifas dan BBL merupakan suatu keadaan yang fisiologis. Dimana pada masa tersebut terjadi perubahan fisiologis maupun patologis, Sering buang air kecil merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering terjadi pada kehamilan khusunya kehamilan trimester III, ditemukan sekitar 50% di indonesia dan di Puskesmas ”C” ditemukan sebanyak 29 % ibu hamil yang mengalami sering buang air kecil. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan senam kegel terhadap ibu dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan pengkajian sampai memberikan asuhan. Subjek penelitian Ny.”Y” yang mengalami sering buang air kecil pada kehamilan trimester III dan diberikan intervensi senam kegel. Hasil studi kasus yaitu asuhan senam kegel yang dilakukan selama ±2 minggu dengan perlakuan 5x sehari dengan masing-masing frekuensi sebanyak 10x kontraksi dengan istirahat selama 5 menit. Hasil dari penelitian didapatkan keluhan ibu berangsur-angsur membaik. Simpulan senam kegel efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan sering buang air kecil pada kehamilan trimester III. Disarankan bagi bidan untuk melakukan asuhan senam kegel pada ibu hamil sebagai penatalaksanaan ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III sering buang air kecil.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF RENDAM AIR HANGAT PADA NY “Y” G1P0A0 DENGAN KETIDAKNYAMANAN KAKI BENGKAK DI PMB “P” CIMAHI SELATAN Yulianti, Vina; Nursifa, Niknik; Maryati, Sri; Purwanti
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Agustus-Oktober
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses yang dialami oleh setiap wanita sebelum melahirkan dan memiliki anak. Pada masa kehamilan sering kali terjadi ketidaknyamanan yang sering mengganggu kegiatan ibu, diantaranya yaitu bengkak kaki. Menurut survey di PMB “P” dari 65 ibu hamil ada sebanyak 49 atau 75 % dari mereka mengeluhkan rasa tidak nyaman akibat kaki bengkak. Salah satu cara untuk mengurangi bengkak kaki yaitu dengan melakukan rendam air hangat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk Memberikan Asuhan Kebidanan pada Ny. “Y” dengan Terapi Rendam Air Hangat Terhadap Pengurangan Bengkak Kaki. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny. “Y” G1P0A0 dimulai dari usia kehamilan 36 minggu sampai dengan ibu menggunakan kontrasepsi. Subjek penelitian yaitu Ny. ”Y” yang mengalami ketidaknyamanan bengkak kaki pada kehamilan trimester III. Hasil studi kasus yaitu setelah diberikan terapi rendam air hangat setiap 15 menit selama 2 minggu, bengkak kaki pada kehamilan berkurang, sedangkan masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir ibu dalam keadaan normal. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu rendam air hangat efektif dalam mengurangi bengkak kaki pada Ny. “Y”. Saran dari studi kasus ini adalah asuhan rendam air hangat bisa diberikan pada ibu hamil trimester III yang mengalami ketidaknyamanan bengkak kaki.
EFEKTIVITAS PIJAT WOOLWICH TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI PMB “N” KABUPATEN BANDUNG yulianti, vina; Maryati, Sri; Nursifa, Niknik; Amelia, Rizki
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 10 No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v10i2.472

Abstract

The Millennium Development Goals program which consists of eight topics of discussion, one of the targets of which is to reduce maternal and infant mortality. The main causes of infant and toddler deaths are diarrhea and pneumonia, more than 50% of infant and toddler deaths are due to lack of nutrition given by mothers. Surveys in Indonesia reported that 38% of mothers stopped giving breast milk due to a lack of milk production, a comparison of these data showed a decrease to 27.26%. In PMB N, there were 51 postpartum women who experienced insufficient breastfeeding, so the purpose of this study was to determine the benefits of applying woolwich massage to postpartum mothers' milk production. The method used was a descriptive study with a study population of 51 postpartum mothers. The sample was determined by 34 postpartum mothers. Data analysis used univariate analysis to determine changes in increased milk production for postpartum mothers and the outcome of this study was published journals. The results of this study after being given Woolwich massage for 3 consecutive days, the average milk output was 41.76 ml, where the normal milk output for 1-7 days according to the Ministry of Health was 36 ml/day. In conclusion, there is an effect of applying Woolwich massage to postpartum mother's milk production. It is recommended for PMB N to apply woolwich massage to postpartum mothers or hold woolwich massage classes to stimulate milk production to support the reduction of IMR (Infant Mortality Rate).Keywords: Woolwich massage, postpartum EFEKTIVITAS PIJAT WOOLWICH TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI PMB “N” KABUPATEN BANDUNG Sri Maryati 1) Niknik Nursifa2) Rizki Amelia3), Vina Yulianti4)1Program Studi DIII Kebidanan, STIKes Budi Luhur Cimahi, Jl. Kerkof No 243 Leuwigajah, Kota Cimahi, 40532E-mail: Rizkiameliadz09@gmail.com ABSTRAK Program Millenium Development Goals yang terdiri dari delapan pokok bahasan yang salah satu targetnya adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penyebab utama kematian bayi dan balita adalah terjadinya diare dan pneumonia, lebih dari 50 % kematian bayi dan balita ini disebabkan karena kurangnya gizi yang diberikan oleh Ibu. Survei di Indonesia melaporkan bahwa 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI, perbandingan data tersebut menunjukkan terjadi penurunan menjadi sebesar 27,26%. Di PMB N sebanyak 51 postpartum yang mengalami ASI kurang sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manfaat penerapan pijat woolwich pada produksi ASI ibu postpartum. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan populasi penelitian sebanyak 51 ibu postpartum, sampel yang ditentukan 34 ibu postpartum analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui adanya perubahan pada peningkatan produksi ASI ibu postpartum dan lauaran dari penelitian ini yaitu publish jurnal. Hasil penelitian ini setelah diberikan pijat woolwich selama 3 hari berturut-turut didapatkan rata-rata pengeluaran ASI yaitu 41,76 ml dimana normal pengeluaran ASI 1-7 hari menurut kemenkes yaitu 36 ml/hari. Kesimpulannya terdapat pengaruh penerapan pijat woolwich terhadap produksi ASI ibu postpartum. Disarankan bagi PMB N untuk menerapkan pijat woolwich kepada ibu postpartum atau mengadakan kelas pijat woolwich untuk merangsang pengeluaran ASI guna mendukung pengurangan AKB (Angka Kematian Bayi).Kata kunci : Pijat woolwich, postpartum
THE EFFECT OF USING THE ‘KLIK KB’ APPLICATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE, ATTITUDES AND BEHAVIOR IN CHOOSING CONTRACEPTIVES AT PMB “R” Nursifa, Niknik; Fatonah, Sofa
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 8, No 3 (2025): Journal of Maternity Care Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v8i3.12346

Abstract

Research on digital platforms for family planning was scarce, and many studies only measured knowledge without examining changes in attitudes or actual contraceptive-choice behavior. Comprehensive evaluations of the application before and after use were also lacking, leaving insufficient evidence of its effectiveness as an educational tool. This created a clear research gap, highlighting the need to examine the influence of the “KLIK KB” application on users’ knowledge, attitudes, and behaviors in choosing contraceptive methods. This study was to determine the increase in knowledge, attitudes and behaviors in women of childbearing age about contraceptive methods before and after using the Klik KB application. The design of this study was quantitative research that used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest type. This design did not have a comparison (control) group. The instruments used were questionnaires, all of which had been validated and reliability-tested beforehand. The population consisted of 30 respondents, and total sampling was used with accidental sampling to select all 30 respondents. This study used a paired sample t-test. The research was conducted in the Batu Jajar area of West Bandung Regency from May to August 2025. The result is an influence on the use of the Klik KB application on knowledge, attitudes and behavior in choosing contraceptives. There is an influence on the use of the Klik KB application on knowledge, attitudes and behavior in choosing contraceptives. Suggestions for future researchers were advised to use a larger sample for stronger results. Keywords: Attitude, behavior, klik KB application, knowledge, women of childbearing, age.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.“A” Dengan Nyeri Punggung Di PMB “N” Kabupaten Bandung Tahun 2022 Ai Nur Azizah; Yosi Oktri; Neng Suaidah; Niknik Nursifa
Health Idea Vol 1, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1201

Abstract

Latar belakang : Terjadinya kehamilan adalah proses pembuahan atau fertilisasi bertemunya sel telur atau ovum wanita dengan sel benih atau spermatozoa pria, dari proses pembuahan tersebut terjadilah pembelahan sel (zigot). Tujuan penelitian : memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.“A” G3P2A0 dengan ketidaknyamanan nyeri punggung di PMB “N” Kabupaten Bandung Tahun 2022. Rancangan pada penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny.“A” G3P2A0 dimulai dari usia kehamian 37 minggu 1 hari sampai dengan KF4, KN3 dan KB. Waktu dan pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November – Desember  2022 di PMB "N". Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil : asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan berlangsung normal tanpa adanya penyulit maupun komplikasi. Pada masa kehamilan Ny.”A” mengalami ketidaknyamanan nyeri punggung di trimesrter III dilakukan asuhan Massage effleurage untuk meredakan nyeri punggung. Simpulan : Setelah dilakukan intervensi sebanyak 5 kali yaitu dengan frekuensi Massage effleurage dimulai pada hari pertama kunjungan ke PMB dan dilakukan kembali pada hari ke 3, hari ke 5, hari ke 6 dan hari ke 7 setelah kunjungan ke PMB. Setelah dilakukan intervensi Massage effleurage nyeri punggung pada Ny.”A” berkurang dan ibu mengatakan merasa nyaman serta lebih rileks.Kata kunci: Nyeri Punggung, Massage effleurage
Enhancing Capacity of Health Workers and Community Health Cadres in Preterm Infant Care Through Behavior Change Communication: A Community-Centric Training Initiative in Bandung District Mira Miraturrofiah; Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani; Dwi Agustian; Yanyan Mulyani; Citra; Niknik Nursifa; Hana Nurhanifah; Ika Khairunnisa; Wenny Desmana; Nenden Nurul Aulia; Dany Hilmanto
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i2.690

Abstract

Background: Preterm birth, characterized as childbirth prior to 37 weeks of gestation, continues to pose a significant challenge in mother and child health due to the heightened susceptibility of preterm newborns to complications, including respiratory issues, hypothermia, infections, feeding difficulties, and developmental issues. Efficient post-discharge care is crucial to avert difficulties and hospital readmissions; nevertheless, numerous families possess insufficient knowledge and abilities to care for preterm newborns at home. Enhancing the capabilities of healthcare professionals and community health workers is essential to support families and maintain treatment continuity, thereby improving families’ ability to provide appropriate home care for preterm infants and reducing the risk of complications and readmissions.Aims: This study sought to enhance the capabilities of health workers and community health cadres to assist families of preterm children through a Behavior Change Communication (BCC)-oriented mentorship strategy in Bandung Regency, Indonesia.Methods: This community-oriented program employed a participatory capacity-building training methodology, engaging 69 participants, including 23 midwives and 46 community health workers from 23 primary health facilities. The program was delivered over three days, utilizing a blended learning strategy that integrated online lectures, workshops, discussions, simulations, role-playing, and skill-based practice stations. Knowledge enhancement was evaluated by pre-test and post-test assessments.Results: The findings indicated a significant enhancement in participants' understanding. The percentage of cadres with adequate knowledge rose from 58.7% to 91.3%, while among health workers it increased from 65.2% to 91.3%. Knowledge scores enhanced in 89.1% of cadres and 87.0% of health workers.Conclusion: The findings demonstrate that participatory training, which combines clinical care and behavior change communication, effectively enhances the capabilities of health workers and community cadres to support families in the home care of preterm newborns.