Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Fungsi Keluarga dengan Status Gizi Anak di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung pada Tahun 2016 Hanifah, Ulfi Ainun; Arisanti, Nita; Agustian, Dwi; Hilmanto, Dany
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.557 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12498

Abstract

Malnutrisi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh kebanyakan negara berkembang yang dapat disebabkan oleh faktor langsung maupun tidak langsung salah satunya faktor keluarga. Setiap keluarga memiliki fungsi keluarga yang dapat memberi pengaruh terhadap aspek kehidupan setiap anggotanya. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara fungsi internal dan eksternal keluarga terhadap status gizi anak di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode potong lintang yang melibatkan 251 pasangan ibu dan anak balita di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Tahun 2016. Data penelitian diambil pada bulan September- November 2016 dengan pengisian kuesioner APGAR serta SCREEM oleh responden untuk menilai fungsi keluarga dan melakukan pengukuran berat serta tinggi badan balita untuk menentukan nilai Z score (berat terhadap tinggi) sebagai status gizi balita. Selanjutnya hubungan keduanya dianalisis menggunakan perhitungan koefisien korelasi spearman. Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada fungsi internal keluarga (p = 0,304; r = -0,065) dan fungsi ekternal keluarga (p = 0,116; r = -0,100) terhadap status gizi anak. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini, fungsi keluarga tidak memberikan pengaruh pada status gizi anak di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Penelitian mengenai fungsi keluarga dengan menggunakan instrumen kuesioner APGAR Keluarga dan SCREEM dibutuhkan proses analisis yang lebih lanjut.Kata kunci: APGAR keluarga, Fungsi Keluarga, SCREEM, Status Gizi Anak
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PENGUATAN OTOT KUADRISEP TERHADAP MASSA BEBAS LEMAK EKSTREMITAS BAWAH DAN KEKUATAN OTOT KUADRISEP PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK RENDAH DAN TINGGI Salsabila, Susan; Moeliono, Marina Annette; Sastradimadja, Sunaryo Barki; Agustian, Dwi
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Osteoartritis (OA) lutut lebih sering menyebabkan rasa sakit dan disabilitas dibanding OA sendi lainnya. Kualitas otot ekstremitas bawah yang terdiri dari massa otot ekstremitas bawah dan kekuatan otot kuadrisep adalah salah satu faktor risiko OA lutut. Massa bebas lemak ekstremitas bawah (MBLEB) adalah representasi massa otot ekstremitas bawah. Tingkat aktivitas fisik merupakan faktor yang mempengaruhi MBLEB dan kekuatan otot kuadrisep. Latihan penguatan otot kuadrisep merupakan upaya meningkatkan MBLEB dan kekuatan otot kuadrisep. Metode: Sebanyak 42 orang subjek wanita penderita OA lutut mengikuti penelitian ini. Dilakukan wawancara untuk mendapatkan data karakteristik, dan tingkat aktivitas fisik serta asupan energi dengan meotode recall 2 x 24 jam. Pengukuran MBLEB menggunakan segmental Multifrequency Bio-Impedance Analyzer (BIA) Tanita MC180A dan kekuatan otot kuadrisep menggunakan dinamometer isometrik BASELINE® Evaluation Instrument dilakukan sebelum dan sesudah pemberian latihan penguatan otot kuadriseps dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 8 minggu. Hasil: Latihan penguatan otot kuadrisep tidak meningkatkan MBLEB, namunmeningkatkan kekuatan otot kuadrisep secara bermakna (p=0,00) pada tingkat aktivitas fisik rendah dan tingkat aktivitas fisiktinggi. Perbedaan perubahan antara tingkat aktivitas fisik fisik rendah dan tinggi tidak berbeda pada MBLEB, dan berbeda bermakna pada kekuatan otot kuadrisep baik ektremitas kiri (p=0,01) ataupun kanan (p=0,04). Kesimpulan: Pemberian latihan penguatan otot kuadrisep tidak meningkatkan MBLEB namun meningkatkan kekuatan otot kuadrisep. Perubahan MBLEB antara aktivitas fisik rendah dan tinggi tidak berbeda, sedangkan perubahan kekuatan otot kuadrisep berbeda. Kata kunci: osteoartritis lutut, latihan penguatan otot kuadrisep, massa bebas lemak ekstremitas bawah, kekuatan otot kuadrisep
Faktor yang Memengaruhi Perilaku Penggunaan Air Bersih pada Masyarakat Kumuh Perkotaan berdasar atas Integrated Behavior Model Raksanagara, Ardini S.; Santanu, Ayu Mutiara; Sari, Sri Yusnita Irda; Sunjaya, Deni K.; Arya, Insi Farisya Deasy; Agustian, Dwi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 49, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v49n2.1059

Abstract

Kebutuhan air bersih semakin meningkat terutama di wilayah perkotaan. Kelurahan Tamansari merupakan wilayah kumuh yang berlokasi di tengah Kota Bandung, 60% penduduk menggunakan air bersih perpipaan sisanya menggunakan sumber air tanah, namun tidak semua sumber air dilindungi secara benar sehingga berpotensi terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan air bersih pada masyarakat kumuh perkotaan dengan mengaplikasikan teori Integrated Behavior Model. Penelitian potong lintang dilakukan pada 188 rumah tangga di 10 RW pada bantaran sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari. Survei dilakukan menggunakan kuesioner dan ceklist observasi pada sumber air perpipaan (PDAM), sumur terlindungi (ST), dan sumur tidak terlindungi (STT). Hasil penelitian menunjukkan sikap, norma yang dipersepsikan dan faktor personal memengaruhi niat untuk menggunakan air bersih pada ketiga jenis sumber air yang digunakan. Pada pengguna PDAM tidak ada faktor yang signifikan memengaruhi perilaku. Pada pengguna ST perilaku dipengaruhi oleh faktor kepentingan menggunakan air bersih. Pada pengguna STT faktor niat, hambatan lingkungan dan kebiasaan memengaruhi perilaku menggunakan air bersih. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku khususnya di wilayah kumuh perkotaan berbeda-beda berdasar atas sumber air bersih yang digunakan sehingga upaya promosi kesehatan untuk melakukan perubahan perilaku harus dikembangkan sesuai dengan jenis sumber air yang digunakan. [MKB. 2017;49(2):122–31]Kata kunci: Air bersih, integrated behavior model , kumuh perkotaan, perilaku  Integrated Behavior Model: Factors Influencing Clean Water Use among  Urban Slum DwellersThe increasing need for clean water, especially in urban area, is becoming more prominent. Tamansari Urban Village is a slum area located in the center of Bandung City. Sixty percents of its dwellers use pipe water as the clean water source while the rest uses ground water. However, not all water sources are protected correctly that there is a potential for contamination. This study aimed to analyze factors influencing clean water use behavior among urban slum dwellers by applying the Integrated Behavior Model. A cross-sectional study was performed on 188 households in 10 RW (neighborhood unit) on Cikapundung River Bank in Taman Sari Urban Village. Questionnaires and observation checklists were used for piping water source (Local Water Company, PDAM), protected wells, and unprotected wells. The results of this study showed that the attitude, perceived norms, and personal factors influenced the intention to use clean water for the three clean water sources. Among PDAM users, no significant factor was seen to influence behavior. Among protected well users, the behavior was influenced by the interest factor in using clean water. Among unprotected well users, attitude, environmental barriers, and habit influenced the behavior of using clean water. Factors influencing behaviors, especially in urban slum areas, are different based on the source of clean water used; hence, the implementation health promotion through behavioural change should be adapted to the type of water source used. [MKB. 2017;49(2):122–31]Key words: Behavior, clean water, integrated behavior model, urban slum 
AN ANALYSIS OF COVID-19 TRANSMISSION IN INDONESIA AND SAUDI ARABIA Ndii, Meksianis Z.; Hadisoemarto, Panji; Agustian, Dwi; Supriatna, Asep K.
Communication in Biomathematical Sciences Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Bio-Mathematical Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.2 KB) | DOI: 10.5614/cbms.2020.3.1.3

Abstract

An outbreak of novel coronavirus has been happening in more than 200 countries and has shocked society. Several measures have been implemented to slowing down the epidemics while waiting for vaccine and pharmaceutical intervention. Using a deterministic and stochastic model, we assess the effectiveness of current strategies: reducing the transmission rate and speeding up the time to detect infected individuals. The reproductive ratio and the probability of extinction are determined. We found that the combination of both strategies is effective to slow down the epidemics. We also find that speeding up the time to detect infected individuals without reducing the transmission rate is not sufficient to slow down the epidemics.
Gambaran Kesejahteraan Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) di Annafi Bird Farm, Cirebon, Jawa Barat Irfan, Mohamad; Agustian, Dwi; Hiroyuki, Andi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.683

Abstract

Dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist pada tahun 2019 status konservasi burung murai batu (Copsychus malabaricus) di dunia tergolong beresiko punah. Di Pulau Jawa murai termasuk burung langka. Penyebab utama kelangkaan dan kepunahan adalah rusaknya habitat dan perburuan untuk diperdagangkan, sehingga perlu adanya upaya konservasi salah satunya dalam bentuk kegiatan penangkaran agar keberadaanya tetap lestari. Annafi Bird Farm merupakan salah satu penangkar burung murai batu yang berada di Cirebon, Jawa Barat dalam pemanfaatannya perlu untuk memperhatikan kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan. Penilaian terhadap penerapan kesejahteraan hewan dapat membantu pihak penangkar untuk lebih memperhatikan kesejahteraan satwa dari penanganan medis maupun non-medis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesejahteraan burung murai batu yang dikelola oleh penangkar Annafi Bird Farm. Sampel responden diambil menggunakan total sampling yaitu satu animal keeper yang bekerja di penangkaran. Selain itu dilakukan pengamatan pada 65 ekor burung dari seluruh kandang. Variabel yang diamati adalah kesejahteraan hewan dan program kesejahteraan hewan pada burung murai batu di penangkaran. Pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dan lembar observasi checklist mengacu pada peraturan dirjen PHKA No. 6 Tahun 2011 yang diisi oleh peneliti dan pengelola kemudian data diolah secara deskriptif. Hasil didapatkan bahwa menurut peneliti memiliki skor 74,8 dan menurut pengelola 82. Skor tersebut termasuk kategori baik. Hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan murai batu yaitu pada dimensi bebas rasa sakit dan luka dan bebas bebas dari rasa takut dan tertekan.
Survival Analysis of Chronic Kidney Disease Patients with Hemodialysis in West Java. Indonesia, Year 2007 - 2018 Afiatin Afiatin; Dwi Agustian; Kurnia Wahyudi; Pandu Riono; Rully M. A. Roesli
Majalah Kedokteran Bandung Vol 52, No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v52n3.2124

Abstract

The prevalence of chronic kidney disease on dialysis or CKD5D is increasing with a significant impact on disease burden in many countries. Patients are usually listed in the national renal registries, which report demographic data, incidence, prevalence, and outcome. The survival rate is an important outcome measure to characterize the impact of treatment in the CKD5 patient population in the national and international renal registries. Indonesian Society of Nephrology (InaSN) has the Indonesian Renal Registry program to collect data that was endorsed to monitor dialysis treatment quality in Indonesia.  IRR releases an annual report, but there is no survival analysis yet.   This study aimed to discover the five-year survival rate of CKD5D patients in West Java between 2007–2018 and its factor based on the IRR database. A retrospective cohort study was performed by gaining all patients' data from the IRR database, then data on all of the patients from West Java province who completed a 5-year follow-up on December 31, 2018.  Kaplan-Meier analysis and Cox proportional hazard's model were used to analyze the risk factors. There were 3,199 data included in this study. In total, the 1, 2, 3, 4, and 5 year survival rates are 82%, 70%, 62%, 58%, and 55 %, respectively.  Patients whose age is above 55 years and with unknown underlying kidney disease have a worse survival rate with a hazard ratio of 1.28 and 1.50, respectively. Further exploration of IRR data will provide better information on dialysis treatment in Indonesia. Ketahanan Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Hemodialisis di Jawa Barat Indonesia tahun 2007-2018Prevalensi penyakit ginjal kronis pada dialisis atau PGK5D meningkat dan memberi beban penanganan penyakit di banyak negara. Pasien biasanya terdaftar dalam register ginjal nasional yang melaporkan data demografis, insiden, prevalensi dan luaran klisis. Tingkat ketahanan hidup merupakan parameter penting dalam registrasi ginjal untuk menggambarkan kualitas terapi pada  populasi pasien PGK stadium 5. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) memiliki program Registri Ginjal Indonesia yang disebut Indonesian Renal Registry (IRR) untuk mengumpulkan data pasien PGK5D untuk  memantau kualitas pengobatan dialisis di Indonesia. IRR merilis laporan tahunan tetapi belum dilengkapi dengan  analisis ketahanan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka ketahanan hidup lima tahun pasien PGK5D di Jawa Barat antara tahun 2007-2018 dan faktor risikonya berdasarkan basis data dari IRR. Studi kohort retrospektif dengan mengambil semua data pasien dari basis data IRR kemudian ditentukan data pasien Jawa Barat yang lengkap dan di follow up selama 5 tahun pada 31 Desember 2018.   Analisis Kaplan-Meier dan model proporsional hazard Cox digunakan untuk menganalisis faktor risiko. Subjek berjumlah 3199 data yang dimasukkan dalam penelitian ini. Kesimpulannya, angka harapan hidup satu, 2, 3, 4, dan 5 tahun berturut-turut adalah 82%, 70%, 62%, 58%, dan 55%. Usia lebih dari 55 tahun dan penyakit ginjal yang mendasari memiliki kelangsungan hidup yang lebih buruk dengan hazard ratio 1,28 dan 1,50. Eksplorasi lebih lanjut dari data IRR akan memberikan informasi yang lebih baik tentang perawatan dialisis di Indonesia.
Berbagai Faktor yang Memengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung Titik Respati; Ardini Raksanegara; Heni Djuhaeni; Asep Sofyan; Dwi Agustian; Lia Faridah; Hadyana Sukandar
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Aspirator Volume 9 Nomer 2 2017
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.153 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) reemerged as a significant public health problem, whichreflects the difficulty in sustaining DHF control program. Community-based strategy to control Aedesaegypti breeding sites needs to be understood. The objective of this study is to understand contributedfactors to DHF based on characteristics, the availability of basic sanitation, knowledge, perception, andattitude towards DHF prevention program. A survey conducted to 2035 households in 12 districts and 16villages in Kota Bandung in April to June 2015 using stratified random sampling method. A questionnairewas administered to collect information on variables related to economic status, knowledge on DBD, riskperception and practices associated with Aedes aegypti breeding sites, also basic sanitation facilities. Theanalysis used was correlation and Generalized Estimating Equation (GEE). Results showed that gender, basic sanitation availability, knowledge about dengue in general, knowledge about DHF symptoms, andperception about the disease contribute to dengue cases (p ≤ 0.05). The conclusion of this study is factorscontributed to dengue cases were sex, education, basic sanitation, knowledge about dengue in general,knowledge about DHF symptoms and perception about the disease. Program planning should also include factors and the need for the local community.
KERAGAMAN LUMUT KERAK PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DI PERKEBUNAN TEH PT. SARANA MANDIRI MUKTI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Rochmah Supriati; Helmiyetti Helmiyetti; Dwi Agustian
BERITA BIOLOGI Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v20i1.3944

Abstract

Lichen is a mutualism symbiotic organism between fungi (mycobiont) and photosynthetic symbiont in the form of algae (photobiont). It can be found from the lowlands to the highlands, growing epiphytically on soil, rocks, weathered wood, and tree bark, as shown on surface of the tea plants (Camellia sinensis (L.) Kuntze) in The PT Sarana Mandiri Mukti Tea plantation in Kepahiang regency, Bengkulu Province. The purpose of this research was to identify and find out the species of epiphytic lichens on the tea plant in this place. The study was conducted in May–November 2019. Samples was collected purposively, by taken ephyphitic lichens growth on the bark of tea plants stems. Then, samples was identified based on morphological characteristics at the Basic Science Biosystematics Laboratory, FMIPA University of Bengkulu. The data obtained were analyzed descriptively. It was identified as many as 35 species of lichens from the Ascomycota division, belonged to three classes, six orders, 11 families; those are  Graphidaaceae, Stereocaulaceae, Parmeliaceae, Lecanoraceae, Malmideaeceae, Pertusariaceae, Teloschistaceae, Caliciaceae, Physciaceae, Arthoniaceae, dan Pyrenulaceae. 23 species have crustose type thalus and 12 species have foliose type thalus.  
Hubungan Fungsi Keluarga dengan Status Gizi Anak di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung pada Tahun 2016 Ulfi Ainun Hanifah; Nita Arisanti; Dwi Agustian; Dany Hilmanto
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.557 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12498

Abstract

Malnutrisi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh kebanyakan negara berkembang yang dapat disebabkan oleh faktor langsung maupun tidak langsung salah satunya faktor keluarga. Setiap keluarga memiliki fungsi keluarga yang dapat memberi pengaruh terhadap aspek kehidupan setiap anggotanya. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara fungsi internal dan eksternal keluarga terhadap status gizi anak di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode potong lintang yang melibatkan 251 pasangan ibu dan anak balita di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Tahun 2016. Data penelitian diambil pada bulan September- November 2016 dengan pengisian kuesioner APGAR serta SCREEM oleh responden untuk menilai fungsi keluarga dan melakukan pengukuran berat serta tinggi badan balita untuk menentukan nilai Z score (berat terhadap tinggi) sebagai status gizi balita. Selanjutnya hubungan keduanya dianalisis menggunakan perhitungan koefisien korelasi spearman. Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada fungsi internal keluarga (p = 0,304; r = -0,065) dan fungsi ekternal keluarga (p = 0,116; r = -0,100) terhadap status gizi anak. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini, fungsi keluarga tidak memberikan pengaruh pada status gizi anak di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Penelitian mengenai fungsi keluarga dengan menggunakan instrumen kuesioner APGAR Keluarga dan SCREEM dibutuhkan proses analisis yang lebih lanjut.Kata kunci: APGAR keluarga, Fungsi Keluarga, SCREEM, Status Gizi Anak
Association of Chest X-Rays Features with the Length of Stay in Suspected COVID-19 Status Zulmansyah Zulmansyah; Gaga Irawan Nugraha; Dwi Agustian; Dida Akhmad Gurnida
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.315 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i2.7905

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a new type of respiratory infection that first emerged in December 2019 in Wuhan, Hubei, China. COVID-19 is caused by a new variant of virus called severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Examining the chest x-rays is one technique to diagnose COVID-19. This study aims to determine the association of chest x-rays features in suspected COVID-19 patients with the length of stay at Al-Ihsan Regional General Hospital West Java Province and Banten Regional General Hospital in June–November 2020. The subject was 29 COVID-19 people were confirmed, whereas 31 people were not. The statistical analysis used Pearson correlation and multi-linear regression. This study found that tuberculosis had a strong association with length of stay (p value=0.048, association=0.4), and also there is a robust association between bilateral pneumonia and duration of stay (p value=0.028, association=0.873). A linear regression model discovery of TB chest x-rays on the subject raises the treatment by 0.5867 days. In addition, the discovery of bilateral pneumonia increases the length of stay of treatment by 0.32218 days more than the discovery of unilateral pneumonia. In general, tuberculosis, bacterial pneumonia, viral pneumonia, and bilateral pneumonia together affected the outcome of length of stay of patients with suspected COVID-19. ASOSIASI GAMBARAN RONTGEN TORAKS DENGAN LAMA RAWAT PADA PASIEN SUSPEK COVID-19Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah jenis infeksi saluran pernapasan baru yang pertama kali mewabah pada Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Cina. COVID-19 disebabkan oleh varian virus baru yang disebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pemeriksaan rontgen toraks merupakan salah satu teknik mendiagnosis COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui asosiasi gambaran rontgent toraks pada pasien suspek COVID-19 dengan lama rawat inap di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat dan RSUD Banten pada Juni–November 2020. Subjek penelitian adalah 29 orang terkonfirmasi COVID-19 dan 31 orang tidak. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dan regresi multilinier. Penelitian ini menemukan bahwa tuberkulosis memiliki hubungan yang kuat dengan lama perawatan (p=0,048; asosiasi=0,4) dan juga terdapat hubungan yang kuat antara pneumonia bilateral dan lama perawatan (p=0,028; asosiasi=0,873). Penemuan model regresi linier rontgent toraks TB pada subjek meningkatkan risiko perawatan 0,5867 hari lebih lama. Selain itu, penemuan pneumonia bilateral meningkatkan risiko perawatan 0,32218 hari lebih lama dibanding dengan penemuan pneumonia unilateral. Secara umum, tuberkulosis, pneumonia bakteri, pneumonia viral, dan pneumonia bilateral secara bersama-sama berpengaruh terhadap luaran lama rawat inap pasien suspek COVID-19.
Co-Authors Adi Imam Cahyadi Afiatin Afiatin Andi Hiroyuki Anton Widodo Ardini Raksanegara Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Arsesiani, Angga Arya, Insi Farisya Deasy Asep K. Supriatna Asep Sofyan B. Kartasasmita, Cissy Bachti Alisjahbana Budi Sujatmiko Chrysanti Murad, Chrysanti Cica Lavemita Cissy B. Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Dani Ferdian Dany Hilmanto Dhanasari Vidiawati Dida Akhmad Gurnida Didah Edward Trihadi Fauziah, Nisa Fedri Ruluwedrata Rinawan Firman Fuad Wirakusumah Gaga Irawan Nugraha Hadi Susiarno Hadisoemarto, Panji Hadyana Sukandar Heda M. Duddy Heda Melinda Duddy Helmiyetti Helmiyetti Helni Mariani Heni Djuhaeni Ilham Muthahhari Ina Setiowati Ina Setiowati Iqbal Ainnun Azis Kurnia Wahyudi Kusnandi Rusmil Kuswandewi Mutyara Lia Faridah M. Uyeki, Timothy Maringan Diapari L.T Moeliono, Marina Annette Moeliono, Marina Annette Mohamad Irfan, Mohamad Muchamad Rizqy Nugraha Namira Oktaviani Suwarna Natalia, Lensi Ndii, Meksianis Z Nia Fararid Askar Ningsih, Fitriani Nita Arisanti Nita Arisanti Nita Arisanti obin sarwita Pandu Riono Panji Hadisoemarto Putria Carolina, Putria Ramdan Panigoro Rochmah Supriati Rully Marsis Amirullah Roesli Salsabila, Susan Salsabila, Susan Santanu, Ayu Mutiara Sastradimadja, Sunaryo Barki Sastradimadja, Sunaryo Barki Septian Mugi Rahayu, Septian Mugi Shelly Iskandar Simoes, Eric AF. Siti Santy Sianipar, Siti Santy Sri Yusnita Irda Sari, Sri Yusnita Irda Suhin, Hermanto Sunaryati Sudigdoadi Sunaryati Sudigdoadi Sunjaya, Deni K. Supriatna, Asep K. Tessa Melinda Agatta Tetty Yuniati Titik Respati Tri H. Ahmad Tri Hanggono Achmad Tri Hanggono Ahmad Ulfi Ainun Hanifah Ulfi Ainun Hanifah, Ulfi Ainun Uun Sumardi, Uun Valiant Yuvi Syahreza Wulan Mayasari Zulmansyah , Zulmansyah