Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kontribusi Kontrol Diri Terhadap Fear Of Missing Out Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Universitas Negeri Padang Sri Watipah, Yovani; Yusra, Zulmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9139

Abstract

Fear Of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan takut ketinggalan atau kehilangan suatu momen berharga milik orang lain. Sehingga hal ini menyebabkan seorang individu merasa harus terhubung dengan orang lain. Individu yang merasa harus selalu tetap terhubung dengan orang lain cenderung mengarah pada kontrol diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Kontrol diri terhadap Fear Of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa Pengguna Instagram di Universitas Negeri Padang. Sebanyak 346 orang mahasiswa aktif pengguna instagram di Universitas Negeri Padang menjadi subjek penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu alat ukur Kadri (2022) yang sebelumnya sudah di adaptasi dari Mohammad Ali Hasan Abdullah (2021) untuk alat ukur FoMO dan dari Cindy Putri Wardani (2019) untuk alat ukur Kontrol Diri. Analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis penelitian yaitu analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kontrol Diri berkontribusi dengan arah negative terhadap Fear Of Missing Out. Dimana semakin rendah kontrol diri individu maka semakin tinggi FoMO dan semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah FoMO.   Kata Kunci : Kontrol Diri, Fear Of Missing Out (FoMO).
Kontribusi Self-Efficacy terhadap Stres Kerja pada Guru Ddi SLB Negeri 1 Harau Auda Shufi Awalia; Zulmi Yusra
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i4.1886

Abstract

This study aims to determine the contribution of self-efficacy to teachers' work stress at SLB Negeri 1 Harau, the only public special school in Harau District. Teachers at SLB face complex challenges in dealing with students with special needs, which has the potential to cause work stress. The study used a quantitative approach with a correlational method to test the relationship between self-efficacy and work stress. The research population is all teachers at SLB Negeri 1 Harau as many as 20 people, with a total sampling technique. The research instrument was in the form of a questionnaire on self-efficacy and work stress which was compiled based on the Likert scale. The results of the analysis showed a correlation value of 0.795** with df = 18 and r table = 0.443, which means that there is a significant and strong relationship between self-efficacy and work stress. The regression test using SPSS version 29 produced an Fcount of 21.974 > a Ftable of 3.28, so that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. These findings show that self-efficacy contributes significantly to teachers' work stress. Teachers with high levels of self-efficacy tend to have better ability to manage work pressure and respond to learning challenges positively. This research provides important implications for the development of psychological intervention programs and self-efficacy improvement training for educators in an inclusive education environment.
Kontribusi Technology Acceptance Model (TAM) terhadap Technostress pada Guru Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Panti Timur Jihan Zahira Nurista; Zulmi Yusra
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6484

Abstract

Education in the modern era requires teachers to develop their competencies in mastering science and technology to be applied in the learning process. One of the challenges faced by teachers in this era of educational digitalization is technostress. Technostress is the stress experienced by individuals as a result of the use of technology,
Hubungan Persepsi Terhadap Harapan Orang Tua dengan Stres Akademik pada Siswa Kelas Unggul Tahfidz di MTsN X Bukitinggi Yulianti, Fitri; Yusra, Zulmi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 6 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i6.2142

Abstract

This study aims to investigate the correlation between perception of parental expectations and academic stress in tahfidz class students in MTsN 1 Bukittinggi city. This study uses a correlational quantitative method. Data collection was carried out offline by distributing questionnaires. The technique in taking samples was carried out in total sampling, involving 95 students from the superior class of tahfidz grades 7, 8, and 9 as participants. The data produced was analyzed using a product moment correlation test. The results of this study showed a significant positive correlation between students' perception of parents' expectations and the level of academic stress among students of the superior class of tahfidz in MTsN 1 Bukittinggi City, with a correlation coefficient value of 0.705. This shows that the higher the perception related to parental expectations, the higher the academic stress of tahfidz class students in MTsN 1 Bukittinggi City.
KONTRIBUSI WORK FAMILY BALANCE TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH MENIKAH Putri Pratama, Dinda; Yusra, Zulmi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4309-4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi work family balance terhadap work engagement pada perawat wanita yang sudah menikah di rumah sakit pemerintah di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi yang diteliti adalah perawat wanita yang sudah menikah di rumah sakit pemerintah di Kota Bukittinggi, dengan sampel sebanyak 75 perawat wanita yang sudah menikah, yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan skala work family balance yang diadaptasi dalam versi Indonesia  oleh Rahmawati et al (2022) dari teori Grzywacz Carlson (2007)  dan skala work engagement (UWES-9) yang diadaptasi oleh Ramadhani et al (2019) dari teori Schaufeli Bakker (2004). Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah regresi linear sederhana. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa work family balance memiliki kontribusi terhadap work engagement pada perawat wanita yang telah menikah di rumah sakit pemerintah di Kota Bukittinggi. Besarnya kontribusi tersebut adalah 45,7%,.
HUBUNGAN KELELAHAN MENGEMUDI TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA SOPIR BUS AKAP DI SUMATERA BARAT Agisman, Fajri; Yusra, Zulmi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1256-1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kelelahan mengemudi dan perilaku agresif pada sopir bus AKAP di Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 97 orang, dipilih melalui Teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan teori Houston Harris (2003) tentang perilaku agresif mengemudi dan Maslach (1993) tentang kelelahan mengemudi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi produk moment dengan bantuan SPSS 27 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelelahan mengemudi dan perilaku agresif mengemudi pada sopir bus AKAP di Sumatera Barat berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,624 (p 0,001), yang mengindikasikan adanya hubungan positif signifikan antara kelelahan mengemudi dan perilaku agresif mengemudi.
Kontribusi Kepuasan Kerja terhadap Work Engagement pada Pekerja Generasi Z Atthahirah, Siti; Yusra, Zulmi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 7 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i7.4464

Abstract

This study aims to determine the contribution of job satisfaction to work engagement among Generation Z workers. The entry of Generation Z into the workforce brings different behavioural patterns from previous generations, including a tendency to get bored quickly and a desire for constant renewal. These conditions can affect work engagement, so it is important to understand the factors that can increase work engagement, one of which is job satisfaction. This study used a quantitative method with a cross-sectional survey design and involved 100 Generation Z participants selected using accidental sampling techniques. The research instruments consisted of the 36-item Job Satisfaction Survey (JSS) to measure job satisfaction and the 9-item Utrecht Work Engagement Scale (UWES) to measure work engagement. Data analysis was performed using simple regression. The results show that job satisfaction has a positive and significant effect on work engagement (β = 0.171; p < 0.001) with an R² value of 0.541, which means that 54.1% of the variation in work engagement can be explained by job satisfaction. These findings indicate that the higher the job satisfaction, the higher the work engagement demonstrated by Generation Z workers. The results of this study can serve as a basis for organisations in designing strategies to increase job satisfaction in order to strengthen work engagement.
Kontribusi Perceived Social Support terhadap Psychological Well-Being pada Warga Binaan Kasus Narkoba Lapas Kelas IIA Padang Sanggerti, Atila; Yusra, Zulmi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i2.117605

Abstract

Kesejahteraan psikologis dinilai sebagai faktor penting bagi warga binaan karena hilangnya kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan dengan baik dan mencapai potensi maksimalnya meskipun berada dalam lingkungan yang terbatas. Studi ini bertujuan melihat bagaimana kontribusi persepsi dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada warga binaan kasus narkoba Lapas Kelas IIA Padang. Studi ini juga memanfaatkan jenis pendekatan kuantitatif melalui desain korelasional. Sampel diambil melalui teknik random sampling dengan responden 233 orang warga binaan kasus narkoba di Lapas Kelas IIA Padang. Penelitian ini menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale . Analisis data diterapkan analisis regresi sederhana. Hasil mendedikasikan adanya kontribusi persepsi dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada warga binaan kasus narkoba Lapas Kelas IIA Padang, dengan dukungan sosial yang dirasakan yang kontribusinya menghasilkan sebesar 80,4% terhadap kesejahteraan psikologis .
Kontribusi Driving Moral Disengagement Terhadap Parilaku Aggressive Driving pada Remaja di Kota Bukittinggi Putri, Emilya Dwinata; Yusra, Zulmi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.114946

Abstract

Driving moral disengagement diduga menjadi salah satu faktor psikologis perilaku aggressive driving pada remaja, yaitu kecenderungan individu membenarkan perilaku berkendara berisiko tanpa rasa bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi driving moral disengagement terhadap perilaku aggressive driving pada remaja di Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 remaja berusia 15–19 tahun yang merupakan pengendara aktif, dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala driving moral disengagement dan skala aggressive driving yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat driving moral disengagement berada pada kategori rendah, sedangkan perilaku aggressive driving berada pada kategori sedang. Analisis regresi menunjukkan adanya kontribusi signifikan driving moral disengagement terhadap perilaku aggressive driving (p < 0,05). Sehingga didapati hasil bahwa driving moral disengagement berperan sebagai mekanisme kognitif pendukung dan memfasilitasi perilaku aggressive driving. 
PENGARUH FATHER-LOVE ABSENCE TERHADAP INSECURE ATTACHMENT TIPE PREOCCUPIED PADA WANITA DEWASA AWAL GENERASI Z INDONESIA Nabila Aulia; Zulmi Yusra
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13895

Abstract

This study was motivated by the phenomenon of Generation Z early adult women who exhibit a tendency toward preoccupied insecure attachment in romantic relationships, characterized by fear of abandonment, emotional dependency, and a strong need for validation from their partners. One factor presumed to contribute to this condition is father-love absence, defined as the lack of paternal affection, attention, and emotional involvement during childhood. Although previous studies have extensively examined father absence and fatherlessness, research specifically investigating father-love absence as a form of emotional paternal absence and its association with preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women in Indonesia remains limited. Therefore, this study aimed to examine the effect of father-love absence on preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women in Indonesia. This study employed a quantitative approach with an associative research design. A total of 385 participants were selected using accidental sampling. Data were collected using the Father-Love Absence Scale (FLAS) and the Attachment Style Questionnaire (ASQ) and analyzed using simple linear regression with JASP version 0.19.3. The results revealed that father-love absence had a positive and significant effect on preoccupied insecure attachment (β = 0.515, t = 11.746, p < .001), with a coefficient of determination (R²) of 0.265. These findings indicate that higher levels of father-love absence are associated with a greater tendency to develop preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women. This study highlights the importance of fathers' emotional involvement in fostering adaptive attachment patterns during early adulthood and provides a basis for developing psychoeducational and family-based intervention programs to promote healthier interpersonal relationships. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena wanita dewasa awal Generasi Z yang menunjukkan kecenderungan insecure attachment tipe preoccupied dalam hubungan romantis, seperti ketakutan kehilangan pasangan, ketergantungan emosional, serta kebutuhan yang tinggi akan validasi. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah pengalaman father-love absence, yaitu kurangnya kasih sayang, perhatian, dan keterlibatan emosional ayah selama masa perkembangan. Meskipun penelitian mengenai father absence dan fatherlessnes telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus mengkaji pengaruh father-love absence terhadap insecure attachment tipe preoccupied pada wanita dewasa awal Generasi Z di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh father-love absence terhadap insecure attachment tipe preoccupied pada wanita dewasa awal Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sebanyak 385 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Father-Love Absence Scale (FLAS) dan Attachment Style Questionnaire (ASQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.19.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father-love absence berpengaruh positif dan signifikan terhadap insecure attachment tipe preoccupied (β = 0,515; t = 11,746; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,265. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pengalaman father-love absence, semakin tinggi kecenderungan wanita dewasa awal Generasi Z untuk mengembangkan insecure attachment tipe preoccupied. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan emosional ayah merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan pola kelekatan pada masa dewasa awal serta menjadi dasar bagi pengembangan psikoedukasi dan intervensi keluarga untuk mendukung hubungan interpersonal yang lebih sehat.