Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Desain Masker Kain Terhadap Minat Beli Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Padang (Studi Pada Konsumen Brand Mari Ceria) Sri Suci Hariyati; Heldi Heldi
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v13i2.122563

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh desain terhadap minat beli pada produk masker kain mari ceria. Menganalisis keragaman produk, harga, dan kuaIitas produk apakah berpengaruh terhadap minat beIi masker kain mari ceria. Permasalahan yang dihadapi, konsumen tidak memahami bahwa desain belum bisa dianggap sebagai pilihan utama yang mempengaruhi minat beli konsumen. Terdapat beberapa faktor lain seperti kualitas produk, harga, keragaman produk yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Sampel penelitian berjumlah 50 responden, yaitu Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (angkatan 2017 dan 2018), data kuesioner disebarkan menggunakan google form melalui link WhatsApp. Instrument penelitian menggunakan skala likert. Dalam penelitian ini, variabel desain, keragaman produk, dan harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada produk masker kain dari brand Mari Ceria, karena H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen. Namun, untuk variabel kualitas produk, H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada produk masker kain dari brand Mari Ceria.
Digital Painting Wanita Minang Sang Pembawa Marwah Dan Nama Keluarga M. Rizky Alfajri; Heldi Heldi
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v13i3.121689

Abstract

Masyarakat Minangkabau yang menganut sistem matrilinear, menempatkan wanita pada posisi yang dimuliakan sebagaimana yang diajarkan dalam agama islam. Namun pada era modern saat ini memudahkan masuknya budaya asing dan menggerus eksistensi budaya lokal salah satunya budaya Minangkabau. Salah satu contohnya dapat dilihat pada wanita Minangkabau pada saat ini. Wanita Minangkabau pada saat ini kurang atau sedikit sekali yang mencitrakan marwah dari wanita Minangkabau. Juga kurangnya media dalam bentuk visual yang menginformasikan tentang wanita Minangkabau yang bermarwah. Tujuan perancangan ini untuk memvisualisasikan 5 karakter kedudukan serta prilaku yang dimiliki oleh wanita Minangkabau yang bermarwah sesuai ajaran adat Minangkabau. Perancangan ini menggunakan metode glass box. Pengumpulan data melalui studi litelatur. Analisis pendekatan menggunakan metode 5W + 1H (what, when, who, where, why dan how). Hasil dari perancangan ini berbentuk digital painting dengan masing-masing judul 1)Pemalu, 2)Limpapeh Rumah Nan Gadang, 3)Kupu-kupu, 4)Pembimbing, 5)Pembawa Harapan. Disertai media pendukung berupa poster, x-banner, postcard, dan artstation.
The Potential of Young Coconut Fiber as an Organic Dye and Its Applications on Silk Thread Neliyarti Neliyarti; Eri Barlian; Abdul Razak; Nurhasan Syah; Heldi Heldi; Muhamad Sholichin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12632

Abstract

Young coconut fibers, often found as waste, contain tannin and anthocyanin compounds that can produce various natural colors, so they can be used as organic dyes. The research method used was an experiment with a focus on testing silk thread dyeing using young coconut fiber extract dissolved in rice field water. This study aims to explore and develop the use of young coconut fibers as a source of environmentally friendly natural dyes. The results showed that young coconut fibers have the potential as organic dyes. Young coconut fiber extract with fermented rice field water solvents produced three color variations depending on the fixator used: brownish black (ferrous sulfate), gray (alum), and brown (lime). Structural tests using Scanning Electron Microscopy (SEM) proved that the dyeing process did not change the cross-sectional shape of the silk thread. In terms of tensile strength, yarn with alum fixation had the highest strength compared to native yarn, ferrous sulfate fixation, and lime fixation. Elongation tests showed the highest elasticity in yarn with alum fixation, followed by lime, ferrous sulfate, and native yarn. The color fastness test against washing at a temperature of 40°C showed a fairly good level of fastness for organic dyes from young coconut fiber
IMPLEMENTASI TEKNIK POUNDING ECOPRINT PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA RAGAM HIAS DI KELAS VIII SMP N 3 PADANGSIDIMPUAN Yusni Arnita Lubis; Heldi Heldi
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137950

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran seni budaya yang belum optimal dan kurang kontekstual, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya alam seperti flora di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal siswa, serta belum adanya penyesuaian terhadap RPP seni budaya pada Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Padangsidimpuan. Tujuan penelitian adalah: (1) mengidentifikasi kondisi eksisting pembelajaran seni budaya ragam hias, (2) mengamati proses pembelajaran seni budaya ragam hias menggunakan teknik pounding ecoprint di kelas VIII, dan (3) mendapatkan implementasi teknik pounding ecoprint serta hasil karyanya. Metode penelitian yang dipakai bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara terhadap pakar ahli serta guru seni budaya, dan dokumentasi karya ecoprint dari 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap 20 karya siswa oleh pakar ahli sanggar ecoprint memperoleh nilai rata-rata 83,75, pakar batik canting asasi memberikan nilai 80, dan guru seni budaya memberikan nilai 81,25 dari 14 item pertanyaan. Simpulannya, pembelajaran seni budaya materi ragam hias selama ini belum pernah menerapkan teknik pounding ecoprint, namun setelah dilakukan penelitian hasil penerapan pembelajran teknik pounding ecoprint di kelas VIII, siswa mampu memahaminya dengan sangat baik, yang tercermin dari hasil karya yang menunjukkan pemahaman optimal terhadap teknik pounding ecoprint.
STUDI MENGGAMBAR PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS JENJANG SDLB, SMPLB DAN SMALB DI SLB PERWARI PADANG Dwike Amanda; Heldi Heldi
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137910

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk, proses, serta karakteristik menggambar pada anak berkebutuhan khusus di jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB SLB Perwari Padang, dengan permasalahan utama ketidaksamaan kemampuan menggambar sebagai media ekspresi, komunikasi, dan terapi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan populasi seluruh peserta didik SLB dan sampel purposive sebanyak 7 siswa SDLB, 6 SMPLB, serta 4 SMALB. Data dikumpul melalui observasi, wawancara, dokumentasi karya gambar, serta keterlibatan peneliti dalam pembelajaran dengan menyediakan alat seperti kertas, pensil, krayon, dan spidol. Hasil menunjukkan gambar SDLB sederhana, simbolik, dengan warna terbatas dan garis dasar; SMPLB lebih beragam warna dan detail sederhana; SMALB terstruktur, variatif warna, meski belum realistis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gambar anak berkebutuhan khusus tidak hanya merepresentasikan kemampuan visual, tetapi juga mencerminkan emosi, pengalaman, dan pemahaman dunia anak.
Economic, Socio-Cultural and Environmental Influences on Relapse of Drug Abuse at the Pelita Jiwa Insani Padang Foundation Netdrawati Netdrawati; Heldi Heldi; Nurhasan Syah; Erianjoni Erianjoni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6377

Abstract

One way to recover from drug abuse is by facilitating free rehabilitation. However, even though they have undergone rehabilitation to get rid of drug addiction, quite a few of them have a tendency to use drugs again. This research was conducted at the Pelita Jiwa Insani Foundation, Padang. This research was conducted in November 2023. This research uses a quantitative and qualitative approach with a descriptive design in the form of a case study. Data were collected using questionnaires and research checklists as well as observation guides. The research results showed that 100% of all informants stated that they had been using drugs for a long time. Their habit of using drugs stems from a process of curiosity and continuing to try drugs. Furthermore, the economic influence shows that of the 10 respondents studied, 6 respondents had high economic status and were working and experienced a relapse and 4 respondents had low status and did not work and experienced a relapse. The socio-cultural influence on the curiosity aspect of using drugs has a percentage of 70%. In the prestige aspect, the percentage is 20%. In the aspect of drug use to increase stamina, the percentage is 80%. Meanwhile, the aspect of eliminating boredom received a percentage score of 70%. Family, community and peer environment factors can cause relapse