Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Gula Pasir Terhadap Kualitas Makanan Kelinci dari Limbah Sayuran Pasar dengan Teknologi Fermentasi Sutrisno, Endro; Hadiwidodo, Mochtar; Handayani, Dwi Siwi; Wardhana, Irawan Wisnu; Sabrina, Azzura
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.649 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i1.16-23

Abstract

Sampah merupakan masalah yang paling umum ditemui di Indonesia.  Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Berkembangnya Kota Semarang mengakibatkan jumlah penduduk di Kota Semarang meningkat disertai dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Masyarakat di Kota Semarang dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian salah satunya dilakukan di pasar. Dengan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat di pasar mengakibatkan jumlah limbah padat organik pasar-pasar di Kota Semarang khususnya limbah sayuran ikut meningkat. Pemanfaatan limbah sayuran pasar biasanya dijadikan pupuk. Selain dimanfaatkan menjadi pupuk, limbah sayuran pasar dapat juga dijadikan pakan ternak yaitu pakan kelinci. Jika diolah menjadi pakan kelinci, sampah tersebut tidak hanya menjadi sebuah produk saja tetapi dari hasil pakan yang dikonsumsi oleh kelinci tersebut menghasilkan daging dengan kualitas yang baik serta menghasilkan pupuk organik hasil dari kotoran kelinci. Pemanfaatan limbah sayuran pasar ini dilakukan dengan pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dengan penambahan gula pasir sebagai sumber energi. Pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dilakukan dengan teknologi fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari.  
Penggunaan Nano-bio Koagulan dari Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) untuk Menurunkan COD, Kekeruhan, dan TSS Limbah Cair Industri Farmasi Hadiwidodo, Mochtar; Ainurrofiq, Mohammad Naffah; Purwono, Purwono; Oktiawan, Wiharyanto
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.265 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i3.133-139

Abstract

Salah satu industry farmasi di Semarang, Jawa Tengah menggunakan koagulan Poly Alumunium Chloride (PAC) untuk mengolah limbah cair. Penggunaan PAC atas dasar kelayakan biaya dan efektivitas pengolahan. Apabila ditinjau dari aspek lingkungan, penggunaan koagulan sintetik dalam jumlah besar akan menimbulkan limbah lumpur yang sulit didegradasi, dan mampu mengubah tingkat keasaman air dan tanah disekitarnya, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Pada penelitian ini kitosan digunakan sebagai nano bio koagulan untuk mengolah limbah cair industri farmasi. Variasi dosis nano bio koagulan dan kecepatan pengadukan dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi penyisihan parameter Chemical Oxygen Demand (COD), kekeruhan, dan Total Suspended Solid (TSS), limbah. Nani bio koagulan dibuat dari Cangkang keong Sawah (Pila Ampullacea) dan ukuran biokoagulan dibuat skala  nano partikel dengan harapan mampu meningkatkan efektifitas penyisihan. Metode persiapan berupa deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Proses nano partikel menggunakan alat HEM, ukuran partikel diuji menggunakan SEM dan uji gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan memiliki warna coklat abu-abu, ukuran partikel serbuk nano, kadar air 5,34 %, kadar abu 1,14 % dan derajat deasetil 25,27 %. Efisiensi penyisihan TSS yang tinggi sebesar 55,19 %, kekeruhan 64,73 % dan COD 55,63 %. Dosis yang optimum sebesar 200 mg/L dengan kecepatan pengadukan cepat 150 rpm. Nano biokoagulan kitosan paling efektif untuk menyisihkan kekeruhan dibandingkan dengan COD dan TSS limbah cair indutri farmasi.
PENENTUAN FORMULA PENAMBAHAN VOLUME AIR KONSTAN PADA PENGOMPOSAN SAMPAH DAUN Samudro, Ganjar; Sumiyati, Sri; Ratna, Dian Asri Puspa; Hastuti, Sindi Martina; Kurnia, Vaneza Citra; Hadiwidodo, Mochtar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 14, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.538 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v14i1.41-44

Abstract

Penambahan volume air pada pengomposan sampah daun masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu yang banyak, dan tenaga kerja yang besar. Tujuan penentuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan formula penambahan volume air konstan pada pengomposan sampah daun secara kontinyu. Metode penelitian diawali dengan observasi penelitian hubungan waktu terhadap kadar air berdasarkan variasi kadar air yang diinginkan 50% dan 60% sebagai kadar air optimum dalam proses pengomposan, kemudian dilanjutkan analisis kuantitatif deskriptif dalam penentuan formula. Formula penambahan volume air konstan pengomposan sampah daun sebagai berikut: debit input (mL/L/hari): y = 1,764e0,048x, volume air (mL/L): y = 10,01e0,049x, dan volume air (%):y = -0,698x + 61,09.
REVITALISASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DI KELURAHAN PUDAKPAYUNG SEMARANG Samadikun, Budi Prasetyo; Hadiwidodo, Mochtar; Jusihdani, Atiya Nurul
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 13, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.755 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v13i2.66-74

Abstract

This study focused on the existing condition of waste management in Pudakpayung Village Semarang and revitalization efforts on the operational aspects, institutional, and community participation, due to the lack of optimization waste management process in the region. By using the survey method, it is known that the placing and sorting process in existing condition have individual place pattern but have not done the sorting activity which is not entirely discarded inWaste Processing Unit Pudakpayung, with collecting periodization in 2 days and 3 times ritation. Waste Processing Unit Pudakpayung only serve 5 RW in the Pudakpayung Village, and partly Gedawang Village area.
EVALUASI DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR PDAM IBU KOTA KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN Arifiani, Nur Fajri; Hadiwidodo, Mochtar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 3, No 2 (2007): Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.64 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v3i2.78-85

Abstract

To  supply  good  water  quality,  quantity,  and  continuity  is  needed  an  Water  Treatment Plant (WTP).  The  unit  process  and  operation  is  dependent  on  quality  of    water  resources.  WTP in Klaten Unit Prambanan had a design flow of 20 L/s and had quality of water resources which is more than  water  parameter  regulation.  There  are  ferrous  (3,36  mg/L),  mangan  (0,58  mg/L), colour (159  TCU),  and  bad  odour.  So,  it  is  needed  aeration,  koagulation,  flocculation, sedimentation, and filtration units to separate them. Quality of water  efluent in this WTP is less than water parameter regulation. There are ferrous (0,18 mg/L) , mangan (0,21 mg/L), colour (3 TCU), and no odour. But, its need more improvement to optimalize reducing parameters.
PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN Samudro, Ganjar; Hadiwidodo, Mochtar; Aji, Fachrian
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 13, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.768 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v13i1.13-20

Abstract

Lumpur  Lapindo  (LL)  atau  Lumpur  Sidoarjo  (Lusi)  merupakan  lumpur panas,  yang pemanfaatannya sangat terbatas dan menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang cukup besar.  Karakteristik Lumpur Lapindo  mengandung silikat (SiO 2 ) dan kapur (CaO) yang cukup tinggi  dan  bersifat  pozoland. Selain  kandungan  kimia  yang  menguntungkan,  Lumpur  Lapindo juga bersifat B3 dengan kandungan logam berat Pb 35,41 ppm dan Cu 21,9 ppm yang melebihi baku  mutu  Kepmenkes  no.907/2002,  PP  no.82/2001  dan  PP no.18/1999.  Teknik  solidifikasi menjadi paving block dapat digunakan untuk mengubah watak fisik dan kimia limbah B3 dengan cara  penambahan  senyawa pengikat  sehingga  pergerakan  senyawa-senyawa  B3  dapat dihambat  dan membentuk  ikatan  massa  monolit  dengan  struktur  yang  kekar. Penambahan Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen dan pasir ditentukan sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, dengan pengujian terhadap kuat tekan, daya serap air dan perlindian. Penelitian ini didapatkan  variasi  Lumpur Lapindo  sebagai  substitusi  pasir  dan  semen  optimum  masing-masing sebesar 30% dengan kuat tekan 408 kg/cm 2 , daya serap air 10,17% dan uji perlindian dihasilkan  dibawah  0,03  ppm  Pb  dan  Cu,  serta  biaya pembuatan  1  buah  paving  block berkurang dari Rp 1.302,86 per buah menjadi Rp 1.059,40 per buah. Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen lebih baik penggunaannya dalam pembuatan paving block ramah lingkungan.
PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN PROSES KOMBINASI BIOFILTER ANAEROB-AEROB DAN WETLAND Hadiwidodo, Mochtar; Oktiawan, Wiharyanto
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.932 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v9i2.84-95

Abstract

In Indonesia leachate is still an issue yet to be addressed. With a high content of pollutant parameters and lack of government support resulting landfill must think about the appropriate treatment to be safe for treating waste when discarded into the environment. Biofilter methods and wetland is the one of alternatives leachate treatment that can be used. This method does not require a large operating costs and does not require skilled professionals to operate it. With a combination of wetland and biofilter, it is expected to reduce the content of pollutants in  the leachate, so it can be meet the wastewater quality standards which set by the government. The levels of pollutants were tested in this study is the BOD5, COD, TSS, ammonia, nitrite and nitrate.
STUDI PEMBUATAN KOMPOS PADAT DARI SAMPAH DAUN KERING TPST UNDIP DENGAN VARIASI BAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAUN Hadiwidodo, Mochtar; Sutrisno, Endro; Handayani, Dwi Siwi; Febriani, Masyitha Putri
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.78-85

Abstract

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Universitas Diponegoro (TPST Undip) merupakan  sarana pengelolaan sampah  mandiri yang dibangun pada tahun 2015 oleh pihak institusi Universitas Diponegoro. TPST Undip melakukan kegiatan pengelolaan sampah mulai dari pengangkutan hingga pengolahan sampah untuk wilayah pelayanan yang mencakup seluruh area yang ada di kampus Undip. Pihak TPST Undip sudah melakukan upaya untuk mengolah timbulan sampah tersebut, yaitu dengan melakukan komposting untuk sampah organik biodegradable dan melakukan recycle untuk sampah anorganik. Pengomposan tersebut dilakukan selama 3 – 5 minggu dengan menggunakan bantuan aktivator EM4. Dalam penelitian ini, akan dibuat bioaktivator berupa larutan mikroorganisme lokal (MOL) dari berbagai macam daun yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar kampus, seperti daun ketapang (Terminalia catappa), daun angsana (Pterocarpus indicus) dan daun mahoni (Switenia mahagony). Bioaktivator ini akan menggantikan aktivator komersial EM4 untuk digunakan dalam pengomposan sampah daun kering. Proses pengomposan dilakukan secara aerobik dengan bak bersekat dan dilakukan selama 28 hari. Hasilnya kandungan unsur hara makro yaitu COrganik, N-Total, dan K-Total dalam kompos ini telah memenuhi standar kualitas kompos di Indonesia yang diatur dalam SNI 19-7030-2004
PENGGUNAAN BIOCATALYS ELECTROLYSIS DALAM PENURUNAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH DOMESTIK Oktiawan, Wiharyanto; Hadiwidodo, Mochtar; Purwono, Purwono
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 13, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.443 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v13i2.81-87

Abstract

Secara umum air limbah kegiatan rumah tangga (domestik) dibuang langsung menuju badan air seperti sungai dan danau. Pengolahan limbah cair secara biologis (aerob) sering menghasilkan lumpur dalam jumlah besar. Jumlah lumpur dapat dikurangi dengan pengolahan anaerob. Sistem bioelektrokimia merupakan salah satu terobosan teknologi yang memungkinkan untuk mengolah limbah sekaligus menghasilkan energi berupa gas metana. Penggunaan biocatalys electrolysis dapat mengatasi kelemahan proses anaerob secara konvensional dalam penurunan konsentrasi TSS dan COD limbah domestik salah satunya mampu menghasilkan gas H2 dari proses elektrolisis. Penambahan daya ekternal sebesar 6 volt mampu menyisihkan TSS sampai kadar 82 mg/l dari kadar semula 157 mg/l. Tegangan 12 volt mampu menurunkan kadar COD sampai 47,46 mg/l dari kadar awal 223 mg/l. Penyisihan TSS paling rendah pada waktu elektrolisis 15 menit dengan kadar 87 mg/l. Penambahan waktu elektrolisis sebanding dengan penurunan konsentrasi COD limbah domestik. Pada penelitian ini kualitas maupun kuantitas gas metana tidak diketahui secara jelas. Selain gas metan, produk fermentasi juga belum diketahui.
Evaluasi Efisiensi Kinerja Alat Pengendali Partikulat Cyclone dan Wet Scrubber Unit Paper Mill 7/8 PT. Pura Nusapersada Kudus Rahmawati, Fauziyah; Samadikun, Budi Prasetyo; Hadiwidodo, Mochtar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.909 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i2.144-153

Abstract

Kebutuhan yang semakin meningkat sejalan dengan tingginya permintaan pasar terhadap suatu produk. Salah satu produk yang banyak digunakan yaitu kertas. Salah satu industri kertas daur ulang adalah PT. Pura Nusapersada Unit Paper Mill 7/8 dimana proses produksinya menggunakan uap air dari boiler yang berbahan bakar batubara. Proses tersebut berpotensi menghasilkan ash yang dapat mencemari udara sehingga diperlukan alat pengendali pencemar udara seperti cyclone dan wet scrubber. Diperlukan evaluasi terhadap efisiensi cyclone dan wet scrubber dengan mengetahui spesifikasi dan prinsip kerja alat, emisi yang dihasilkan, efisiensi alat, faktor yang mempengaruhi, permasalahan, operasi, dan pemeliharaannya. Metode yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung, wawancara, data berupa dokumen, referensi, dan laporan rutin. Cyclone yang digunakan berjenis multicyclone dan wet scrubber berjenis venturi scrubber. Dari perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan efisiensi Boiler Hitachi 94,195% dan Boiler Hamada II 96,844%. Boiler tersebut menghasilkan emisi yang telah memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2007. Perhitungan efisiensi sebaiknya setahun sekali agar kualitas alat terpantau dan tidak mencemari kualitas udara di sekitarnya.