Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementation of Maqasid al-Syari’ah in Islamic Banking: Historical Analysis, Urgency, and Review of Al-Daruriyyat Al-Khams Indicators Emi Sri Rahayu Fatimah; Andi Muh. Taqiyuddin BN; Yusril Mahendra; Zulfajrin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5033

Abstract

Maqasid al-Syari'ah is a fundamental pillar of Islamic law, oriented towards achieving human welfare, particularly in the economic sphere. This approach plays a strategic role as a philosophical foundation for the practice, product development, and the system of Islamic banking, enabling them to respond ethically to contemporary business dynamics. This study aims to examine in depth the definition, urgency, classification, and historical trajectory of Maqasid al-Syari'ah, and to analyze its implementation in the current Islamic banking industry. The method used is library research, in which data are collected from primary and secondary sources and analyzed descriptively and analytically. The results of the study indicate that the evolution of Maqasid al-Syari'ah thought transcends the historical phases of pre-codification and codification. This study confirms that the implementation of Maqasid al-Syari’ah in Islamic banking is not merely the fulfillment of formal legal aspects, but rather the embodiment of five main indicators (al-daruriyyat al-khams), namely the protection of religion (al-din), soul (al-nafs), reason (al-’aql), descendants (al-nasl), and property (al-mal). By integrating these values, Islamic banking is expected to mitigate negative practices such as usury, fraud, and corruption, thereby realizing substantive economic justice. The implication is that strengthening the understanding of Maqasid al-Syari’ah is crucial for stakeholders to maintain the integrity, business morality, and competitiveness of Islamic banking amidst rapid global progress.
PEMBERDAYAAN DAN PEMANFAATAN TOGA DI DESA KOTO TUO BARAT Yudho Harjoyudanto; Yusril Mahendra; Karina Lainatul Azra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v5i2.1425

Abstract

Tanaman adalah tumbuhan yang bisa hidup dimana saja, baik itu disekitar perumahan yang mempunyai sebidang tanah atau di perkebunan. Banyaknya tanaman yang tumbuh di sekitar perkarangan rumah membuat kita tidak sadar jika tumbuhan tersebut bisa berpotensi menjadi tanaman obat. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang sengaja ditanam karena berfungsi sebagai tanaman obat herbal sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan obat keluarga dengan cara pengolahan dan produksi yang sederhana (Fitri, 2015). Pelaksanaan pengabdian dilakukan di Desa Koto Tuo Barat, Kabupaten Kampar yang secara geografis sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani dan bercocok tanam. Selain itu, desa ini memiliki tanaman yang dapat tumbuh menjadi tanaman obat keluarga. Metode yang digunakan untuk melakukan pengabdian ini meliputi pengamatan dan pengambilan data serta pembuatan kebun dan penanaman tanaman obat keluarga yang tersedia di desa. Hasilnya adalah tersedianya lahan atau perkebunan tanaman obat keluarga yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar