Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fabrikasi Jig Untuk Penggurdian Benda Silindris Hamdani Hamdani; Sumardi Sumardi; syamsuar syamsuar; Mawardi Mawardi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 7, No 2 (2021): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.044 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v7i2.4285

Abstract

Penggurdian merupakan kegiatan yang sering dilakukan dalam proses manufaktur dan biasanya untuk penempatan baut, pin, dan juga sebagai saluran media tertentu.  Penggurdian pada pipa dilakukan dengan posisi pipa yang dicekam sedemikian rupa sehingga menghasilkan pekerjaan yang presisi. Dengan tuntutan efesiensi dan produktivitas yang tinggi dan produk yang presisi, diperlukan suatu alat bantu atau jig yang efektif dan efisien digunakan untuk melakukan proses gurdi pada benda silindris. Metode yang digunakan adalah melalui observasi kebutuhan di lapangan, kemudian membuat gambar desain alat, selanjutnya memfabrikasi komponen-komponen. Tahapan selanjutnya mengelas dan merakit komponen-komponen tersebut menjadi suatu alat dan pengerjaan finishing. Akhirnya jig diuji yaitu dengan menggurdi benda silindris yaitu pipa dengan hasil yang optimal dan presisi.
Pengaruh variasi arus pengelasan GTAW terhadap sifat mekanik material St 37 Rirismaranggi S Rirismaranggi S; Syamsuar Syamsuar; Sumardi Sumardi
Journal of Welding Technology Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.354 KB) | DOI: 10.30811/jowt.v1i1.1455

Abstract

In the joints process by using welding many stages must be considered to get optimal results, starting from the design stage to the processing stage. Stages of design that starts from the selection of welding types to the selection of the seam angle used. Whereas at the processing stage, the appropriate current strength will be chosen up to the working position. The purpose of this study was to determine the effect of welding currents on the mechanical strength of St 37 steel on GTAW welding. In this study the material used was St 37 and the protective gas used was argon gas and the current variation used was 70 A, 75 A and 80 A. After conducting the research, the welding of GTAW on the St 37 material with current variations affected the tensile strength values , violence and stretches that occur after welding. The results obtained are 80 A welding current has the highest tensile strength and hardness compared to 75 A and 70 A which has the lowest tensile strength and hardness, while the highest strain occurs at 80A current of 10.59%, followed by 75A current with a value of stretch which occurred by 8.6% and the lowest in the current 70 A is 2.96%.Keywords: GTAW, welding current, tensile strength, hardnessAbstrak Pada proses penyambungan dengan menggunakan pengelasan banyak tahapan yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal, mulai dari tahapan desain sampai tahapan pengerjaan. Tahapan desain yang dimulai dari pemilihan jenis pengelasan sampai pada pemilihan sudut kampuh yang digunakan. Sedangkan pada tahapan pengerjaan akan dipilih kuat arus yang sesuai sampai pada posisi pengerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan mekanik baja St 37 pada pengelasan GTAW. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah St 37 dan gas pelindung yang digunakan adalah gas argon serta variasi arus yang digunakan adalah 70 A, 75 A dan 80 A. Setelah dilakukan penelitian, maka pengelasan GTAW pada material St 37 dengan variasi arus mempengaruhi nilai kekuatan tarik, kekerasan dan rengangan yang terjadi setelah pengelasan. Hasil yang didapat adalah arus pengelasan 80 A memiliki kekuatan tarik dan kekerasan yang tertinggi dibandingkan dengan 75 A dan 70 A yang memiliki kekuatan tarik dan kekerasan terendah, sedangkan rengangan yang tertinggi terjadi pada arus 80A sebesar 10.59%, selanjutnya diikuti oleh arus 75A dengan nilai rengangan yang terjadi sebesar 8.6% dan yang terendah pada arus 70 A yaitus sebesar 2.96%. Kata kunci :  GTAW, arus pengelasan, kekuatan tarik, kekerasan
Kaji eksperimen pengaruh variasi elektroda dan kuat arus pengelasan SMAW pipa baja AISI 1026 terhadap nilai kekerasan dan pengujian magnetic particle Sopiansyah Sopiansyah; Ilyas Yusuf; Sumardi Sumardi
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2511

Abstract

Kekuatan sambungan pengelasan sangat dipengaruhi oleh pemilihan elektroda yang benar dan arus yang sesuai sehingga tidak menimbulkan cacat las, untuk mengetahui jenis cacat las yang terjadi diperlukan pengujian seperti pengujian tidak merusak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji tentang kualitas hasil sambungan las pada proses las SMAW dengan variasi elektroda dan arus pengelasan pada material pipa baja AISI 1026. Metode penelitian berupa pengelasan dengan variasi elektroda AWS E7016 dan E7018, kemudian dilakukan pengujian liquid penetrant dan magnetic particle untuk mengindentifikasi cacat pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikasi cacat las yang minim dari variasi arus pengelasan 80 A, 100A, dan 120 A adalah dengan menggunakan arus pengelasan 100 A dengan elektroda AWS E7016. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah weld 39,3 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7016 dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ kanan 36,28 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7018 dan HAZ kiri 36,20 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7018 Dari data hasil pengujian kekrasan material AISI 1026 didapat hasil pada data kekerasan base material rata-rata 30,15 HRC.  
Pengaruh redaman meda magnit terhadap ayunan von waltenhoven dan piringan logam berputar Nurlaili Nurlaili; Sumardi Sumardi
Jurnal POLIMESIN Vol 2, No 1 (2004): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v2i1.1407

Abstract

MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KELAPA MUDA MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK ½ HP DENGAN PUTARAN 1400 RPM Edi Pratama; Marzuki Marzuki; Sumardi Sumardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.878

Abstract

Kelapa muda adalah kelapa yang memiliki daging masih berlendir. Daging dari kelapa muda ini memiliki warna yang putih cenderung bening dan bertekstur lunak. Bentuk dari kelapa muda ini sama dengan kelapa pada umumnya yaitu tetap berbentuk bulat. Selain itu kelapa muda memiliki warna hijau dengan baret coklat pada kulitnya. Satu buah kelapa muda memiliki banyak air kelapa di dalamnya karena itu banyak orang yang menyukai kelapa muda. Teknologi yang semakin canggih mendorong manusia membuat alat-alat untuk membantu dalam segala jenis kegiatan. Salah satunya adalah Alat pengupas kelapa muda. Pengupasan kelapa muda dilakukan dengan mata pisau yang efesien untuk pengupasan kulit luar/sabut sampai setengah dari kulit dalamnya, tetapi alat tersebut tidak mempunyai mata pisau untuk pembuka. Melihat kekurangan itu dilakukan modifikasi pada alat tersebut yaitu penambahan mata pisau pembuka untuk pengambilan air dan membuat dudukan kelapa muda. hasil pengujian alat ini dapat mengupas kulit kelapa muda dalam waktu 50 detik/buah dan 72 buah/jam menggunakan motor listrik ½ HP dengan putaran yang telah direduksi menjadi 336 rpm. Kata Kunci : Kelapa muda, mata pisau, teknologi, Motor Penggerak
Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Keripik Pisang UMKM IBDA Lhoksukon dengan Menggunakan Mesin Pengiris Keripik Pisang Luthfi Luthfi; Herri Mahyar; Mursyidah Mursyidah; Azhar Azhar; Sumardi Sumardi
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8732

Abstract

Pisang merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan sering diolah menjadi berbagai produk makanan, salah satunya keripik pisang. Namun, mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yaitu UMKM IBDA yang dirintis oleh Teuku Muhammad Imam Shiddiq di Lhoksukon, menghadapi kendala dalam proses produksi karena pengirisan pisang masih dilakukan secara manual. Proses tersebut memakan waktu, melelahkan, serta berisiko melukai jari pekerja, sehingga produktivitas dan kualitas produk terbatas. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas keripik pisang melalui hibah mesin pengiris pisang kepada mitra. Metode yang digunakan adalah participation approach, di mana mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pemilihan jenis mesin, uji coba, dan demonstrasi alat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengiris dapat menggantikan proses manual dengan kecepatan dan kualitas irisan yang setara. Selain itu, kapasitas produksi meningkat signifikan, dan mutu irisan menjadi lebih seragam sehingga berdampak positif terhadap keberlanjutan usaha mitra
Pembuatan Bio Komposit Ramah Lingkungan Dari Ampas Kopi dengan Menggunakan Resin Unsaturated Polyester Luthfi Luthfi; Teuku Riyadhsyah; Sumardi Sumardi; Azhar Azhar; Hamdani Hamdani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.317

Abstract

     AbstractIndonesia, as one of the world's largest coffee bean producers, generates substantial spent coffee ground (SCG) waste with untapped potential. Currently, SCG utilization remains suboptimal, with large quantities discarded without processing to enhance economic value. This study aimed to evaluate the feasibility of using arabica and robusta SCG as fillers in unsaturated polyester resin (UPR) composites to develop value-added products from this waste. Five SCG volume fractions (5%–50%) were tested for each SCG type. Composites were cut into three specimens per fraction and mechanically tested per ASTM D638 (tensile) and ASTM C1341-06 (bending). Results showed that both tensile and bending strengths decreased with increasing SCG content for both types. Arabica SCG composites exhibited higher strengths at lower fractions (10%–30%): tensile 1.38–1.72 kgf/mm² and bending 2.08–2.72 kgf/mm², versus robusta (tensile 0.58–0.75 kgf/mm²; bending 1.22–1.45 kgf/mm²). At higher fractions (40%–50%), robusta outperformed arabica: tensile 0.58–0.75 kgf/mm² and bending 1.22–1.45 kgf/mm², versus arabica (tensile 0.45–0.68 kgf/mm²; bending 0.47–1.19 kgf/mm²). These findings highlight SCG's potential in affordable composites, with performance varying by type and loading. Keywords:arabica; composite; robusta; spent coffee grounds; unsaturated polyester resin AbstrakIndonesia sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia menghasilkan limbah ampas kopi bekas (spent coffee ground/SCG) dalam jumlah besar yang memiliki potensi belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, pemanfaatan SCG masih belum optimal, dengan jumlah limbah yang dibuang secara besar-besaran tanpa pengolahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan SCG arabika dan robusta sebagai pengisi dalam komposit resin poliester tak jenuh (unsaturated polyester resin/UPR) guna mengembangkan produk bernilai tambah dari limbah tersebut. Lima fraksi volume SCG (5%–50%) diuji untuk masing-masing jenis SCG. Komposit dipotong menjadi tiga spesimen per fraksi dan diuji mekanik sesuai ASTM D638 (tarik) dan ASTM C1341-06 (lentur). Hasil menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan lentur menurun seiring meningkatnya kandungan SCG untuk kedua jenis. Komposit SCG arabika menunjukkan kekuatan lebih tinggi pada fraksi rendah (10%–30%): tarik 1,38–1,72 kgf/mm² dan lentur 2,08–2,72 kgf/mm², dibandingkan robusta (tarik 0,58–0,75 kgf/mm²; lentur 1,22–1,45 kgf/mm²). Pada fraksi tinggi (40%–50%), robusta unggul: tarik 0,58–0,75 kgf/mm² dan lentur 1,22–1,45 kgf/mm², dibandingkan arabika (tarik 0,45–0,68 kgf/mm²; lentur 0,47–1,19 kgf/mm²). Temuan ini menyoroti potensi SCG dalam komposit terjangkau, dengan kinerja yang bervariasi berdasarkan jenis dan fraksi muatan. Kata Kunci:             ampas kopi; arabika; komposit; robusta; unsaturated polyester resin
Karakterisasi Ketangguhan Impak Paduan Aluminium–Seng Daur Ulang Hasil Pengecoran Menggunakan Metode Charpy Jagodang Harahap; Indra Mawardi; Sumardi Sumardi; Andi Sudirman; Arya Rudi Nasution
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 9, No 2: JULI 2026
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v9i2.31581

Abstract

ABSTRACKThis study aims to evaluate the effect of zinc scrzp additional on the impact toughness of cast aluminum alloys. The composition variations used include 95% aluminum–5% zinc, 85% aluminum–15% zinc, and 70% aluminum–30% zinc. Impact properties were tested using the Charpy method according to ASTM E23 standards, while the fracture surface characteristics were analyzed macroscopically to determine the material failure mechanism. The results showed that increasing zinc scrap content was followed by an increase in the alloy's ability to absorb impact energy. The impact energy values were 1.97 J, 2.24 J, and 3.80 J, respectively, while the impact price increased from 24,625 J/m² to 28,041.7 J/m² and reached 47,500 J/m² at the 70% aluminum–30% zinc composition. Macroscopic observations show that all specimens have brittle fracture characteristics, but differences in alloy compositions cause changes in fracture surface characteristics that correlate with increased impact toughness. Based on these results, it can be concluded that the addition of scrap zinc up to 30% can increase the impact toughness of scrap aluminum alloys from castings, so that they have the potential to be used as an alternative recycled-based material for applications requiring resistance to shock loadsKeywords: Scrap Aluminium, Scap Zinc,Alumnium-Zinc Allow Casting, Charpy Impact