Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA JENJANG SEKOLAH DASAR Mahadi Kesuma Rambe; Iwan Purnama; Sakinah Ubudiyah Siregar; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10169

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the importance of the principal’s role as an educational leader. School program planning constitutes a strategic responsibility aimed at improving educational quality through the implementation of School-Based Management. This study aims to describe the principal’s leadership in planning the development of School-Based Management (SBM) at SD Negeri 01 Pangkatan using a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects include the principal, classroom teachers, Physical Education (PJOK) teachers, and educational staff, with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal’s leadership in planning SBM development is carried out in a participatory manner by involving teachers and educational staff in formulating the school’s vision and mission, designing work programs, and managing school resources. The principal acts as a director, coordinator, and decision-maker, supported by effective communication and coordination, enabling the development of systematic programs aligned with school needs. Therefore, participatory and communicative leadership contributes to enhancing stakeholder involvement and improving the quality of education. ABSTRAK Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam dunia pendidikan. Perencanaan program sekolah merupakan tanggung jawab strategis untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam merancang pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Negeri 01 Pangkatan dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru PJOK, serta tenaga kependidikan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam perencanaan pengembangan MBS dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan dalam perumusan visi dan misi, penyusunan program kerja, serta pengelolaan sumber daya sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai pengarah, koordinator, dan pengambil keputusan, didukung oleh komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga program sekolah tersusun secara sistematis sesuai kebutuhan. Dengan demikian, kepemimpinan yang partisipatif dan komunikatif berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan warga sekolah dan mutu pendidikan.
OPTIMALISASI MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH DALAM PENGGUNAAN DANA BOS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Darpansyah Putra; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10270

Abstract

ABSTRACT The urgency of effective management of School Operational Assistance (BOS) funds is a crucial factor in supporting teacher performance and improving the quality of learning. This study aims to analyze the management of BOS funds at SDN 43 Bilah Hulu, identify the challenges encountered, and formulate strategies to optimize school financial management. The study employed a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation involving the principal, treasurer, teachers, operator, and school committee as informants. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The results indicate that BOS fund management has been carried out systematically through planning, organizing, implementation, and supervision functions that are participatory, well-directed, and accountable. The funds are utilized for providing learning facilities, technology-based media, and enhancing teachers’ competencies through training and teacher working groups (KKG). The main challenges include limited funds, prioritization of budget allocation, managerial capacity, and issues in supervision and reporting. Optimization strategies are implemented through participatory planning, prioritizing learning quality, strengthening supervision, and ensuring transparency and accountability. The study concludes that the success of BOS fund utilization is largely determined by the school’s managerial capacity in setting priorities, building coordination, and maintaining accountability, which in turn has a tangible impact on teacher performance and the quality of learning. ABSTRAK Urgensi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan dana BOS di SDN 43 Bilah Hulu, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi optimalisasi manajemen keuangan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala sekolah, bendahara, guru, operator, dan komite sekolah sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang partisipatif, terarah, serta akuntabel. Pemanfaatan dana diarahkan pada penyediaan sarana pembelajaran, media berbasis teknologi, serta pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan dan KKG. Kendala utama meliputi keterbatasan dana, penentuan prioritas anggaran, kemampuan manajerial, serta tantangan dalam pengawasan dan pelaporan. Strategi optimalisasi dilakukan melalui perencanaan partisipatif, prioritas pada mutu pembelajaran, penguatan pengawasan, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pemanfaatan dana BOS ditentukan oleh kapasitas manajerial sekolah dalam menetapkan prioritas, membangun koordinasi, dan menjaga akuntabilitas sehingga berdampak nyata pada kinerja guru dan kualitas pembelajaran.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN DUKUNGAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BILAH HULU I Hasan Maksum; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10297

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of improving the quality of education, which still faces challenges related to the effectiveness of principals’ leadership styles and the support of school committees in the implementation of education. The purpose of this study is to examine the influence of principals’ leadership styles and school committee support on improving the quality of education in Cluster 2 of Bilah Hulu District, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto design. The population consisted of 168 public elementary school teachers, with a sample of 50 respondents selected proportionally. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and then analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results indicate that the instruments used met the criteria of validity and reliability, and there is a strong and significant relationship among the variables. Partially, both the principals’ leadership style and school committee support have a significant effect on the quality of education. Simultaneously, these two variables contribute 72.2% to the improvement of educational quality. Thus, it can be concluded that the more effective the principal’s leadership style and the higher the level of school committee support, the greater the improvement in educational quality. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan yang masih menghadapi kendala terkait efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gugus 2 Kecamatan Bilah Hulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex-post facto. Populasi penelitian adalah 168 guru SD Negeri dengan sampel 50 responden yang diambil secara proporsional. Data  dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antarvariabel. Secara parsial, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 72,2% terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi dukungan komite sekolah, maka mutu pendidikan akan semakin meningkat.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS DIGITAL DI GUGUS I BILAH HULU Faisal Efendi Siregar; Iwan Purnama; Sakinah Ubudiyah Siregar; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10224

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology requires the education sector to transform toward an innovative and adaptive system, making the role of the principal as a visionary leader crucial in improving teacher performance and implementing digital-based learning. This study aims to analyze the role of visionary leadership of the principal, identify the challenges encountered, and examine the strategies implemented in realizing a digitally superior school at SD Negeri 43 Bilah Hulu. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that the principal’s visionary leadership plays a significant role in improving teacher performance through role modeling, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. However, several challenges were identified, including limited technological infrastructure, disparities in teachers’ digital competencies, and difficulties in implementing adaptive and fair policies. To address these challenges, the principal implemented strategies such as strengthening collaborative leadership, improving the quality of technology-based learning, enhancing teacher competence and professionalism, promoting student achievement, and gradually providing adequate facilities and infrastructure. Thus, it can be emphasized that the principal’s visionary leadership is a key factor in realizing a digitally-based excellent school, as the success of educational transformation is determined not only by the availability of technology, but more importantly by the quality of leadership and the readiness of human resources to manage and optimize it. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi menuju sistem yang inovatif dan adaptif, sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin visioner menjadi sangat penting dalam mendorong peningkatan kinerja guru dan implementasi pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner kepala sekolah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mengkaji strategi yang diterapkan dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital di SD Negeri 43 Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja guru melalui keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana teknologi, ketimpangan kompetensi digital guru, serta tantangan dalam penerapan kebijakan yang adaptif dan adil. Untuk mengatasi hambatan tersebut, kepala sekolah menerapkan strategi berupa penguatan kepemimpinan kolaboratif, peningkatan mutu pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru, peningkatan prestasi siswa, serta penyediaan sarana prasarana secara bertahap. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital, karena keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas kepemimpinan dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola serta mengoptimalkannya.