Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Inovatif Saat Pandemi Covid Melalui Pelatihan Kewirausahaan Khas Perempuan Berbahan Sampah “Kolaborasi BUMDes dan Warga” Vembri Aulia Rahmi; Hadi Ismanto; Muhammad Zainuddin Fathoni
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i3.4632

Abstract

The waste condition that has not been resolved, followed by the PSBB program, has become a creative idea for community service through collaboration between academics, BUMDes and villagers and in collaboration with the Waste Bank Association. The selection of female participants in entrepreneurship training, because it is seen that women understand the waste better. Service methods using socialization and application practices are considered most effective in the implementation of entrepreneurship training based on women's specific knowledge. The results of service are conducive in the covid outbreak situation while still implementing physical distancing. Enthusiasm was high both by the BUMDes "Podho Joyo", Sidayu District, Gresik Regency and village women. Training on the concept of entrepreneurship is also provided by academics, so that through dedication can be an innovative solution for village welfare during a pandemic.
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN METODE HIDROPONIK UNTUK BERCOCOK TANAM SAYURAN DI DUSUN DAUN BARAT, DESA DAUN Muhammad Zainuddin Fathoni
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i1.1207

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian semakin tahun semakin pesat, sehingga masyarakat khususnya petani tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Salah satu teknologi yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik, hal ini dikarenakan semakin langkanya lahan pertanian akibat dari banyaknya sektor industri dan jasa, sehingga kegiatan usaha pertanian konvensial semakin tidak kompetitif karena tingginya harga lahan. Teknologi budidaya pertanian dengan sistem hidroponik diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang mempunyai lahan terbatas atau pekarangan, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai. Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media tanam selain tanah, seperti batu apung, kerikil, pasir, sabut kelapa, potongan kayu atau busa. Hal tersebut dilakukan karena fungsi tanah sebagai pendukung akar tanaman dan perantara larutan nutrisi dapat digantikan dengan mengalirkan atau menambah nutrisi, air dan oksigen melalui media tersebut.
PENDEKATAN BISNIS BUMDES BERKEMAJUAN DI KONDISI WABAH PANDEMI COVID’19 Vembri Aulia Rahmi; Muhammad Zainuddin Fathoni; Hadi Ismanto Ismanto
Jurnal Riset Entrepreneurship Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jre.v3i2.1730

Abstract

The impact of the Covid'19 pandemic outbreak rocked almost more than half of the world economy. In fact, many large world-class companies have suffered losses. This study seeks to describe the survival capacity of village economic institutions in supporting the economic welfare of small entrepreneurs during the pandemic that hit the country. Qualitative descriptive is used as the method of this research. The results of the study explain that BUMDes are able to survive in running the economy during a pandemic through certain business approaches, such as: changing the marketing method for village products, designing new business strategies, arousing entrepreneurial spirit, and improving service quality. Thus it can be concluded that BUMDes was able to anticipate problems in business management during the Covid'19 pandemic
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN STRAIGHTENING PADA PROSES BAR INSPECTION BERDASARKAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS(OEE) DI PT. JATIM TAMAN STEEL PLANT 2 Wujud Sampurno; Said Salim Dahda; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.658 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2936

Abstract

Jatim Taman Steel, Mfg (PT. JTS) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi baja steel batangan berupa flat bar dan round bar, flat bar merupakan baja yang berbentuk plat untuk spring sedangkan round bar merupakan baja bulat memanjang yang biasanya dipesan untuk dibuat sebagai komponen mesin otomotif dan lain-lainnya. Yang tidak lepas dari masalah yang berhubungan dengan efektivitas mesin/peralatan yang diakibatkan oleh six big losses. hal ini dapat dilihat dari frekuensi kerusakan yang terjadi pada mesin straigtening di bagian bar inspection round bar yang dapat menghambat proses produksi.Dari keenam faktor tersebut nilai yang tertingi terdapat pada reduce speed losses sebesar 22,51%, breakdown loss sebesar 21,22%, idling minor stoppage losses 6,92%, set up & adjustment losses 3,75%, proses defect losses 0,51%, dan reduce yield losses sebesar 0%. Dari perhitungan OEE mesin straightening pada bulan Januari 2019 – April 2019 diperoleh nilai OEE rata – rata 50,49%. Menunjukkan bahwa kinerja mesin straightening dalam mencapain efektivitas belum mencapai kondisi yang ideal yang di anjurkan oleh seichi nakajima OEE=85%.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROSES FABRIKASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC (STUDI KASUS : PT. RAVANA JAYA) Tutut Nur Asih; Nina Aini Mahbubah; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 2 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.903 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i2.2609

Abstract

PT Ravana Jaya adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi dan fabrikasi plat baja yang memiliki 8 tahapan proses, mulai dari marking, cutting, grinding, drilling, assembling, welding, sandblasting, dan painting. Pada bulan oktober 2017 sampai oktober 2018 terdapat 43 kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan. Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk assesment and Risk Control (HIRARC). Pada tahap identifikasi bahaya penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analisis (JSA). Dari hasil identifikasi bahaya, risiko pada bahaya yang teridentifikasi akan dilakukan penilaian severity dan likelihood untuk menentukan risk level. Dari penilaian risiko yang telah dilakukan, potensi bahaya diklasifikasikan menjadi 4 level yaitu low risk, medium risk, high risk dan extreme risk. Penelitian menunjukan pada proses marking terdapat 1 bahaya extreme risk, 1 bahaya high risk, dan 6 bahaya moderate risk, pada proses cutting terdapat 4 bahaya extreme risk, 5 bahaya high risk, 4 bahaya moderate risk dan 3 bahaya low risk, pada proses grinding terdapat 7 bahaya extreme risk, 6 bahaya high risk, 3 bahaya moderate risk dan 2 bahaya low risk, pada proses drilling terdapat 1 bahaya extreme risk, 5 bahaya high risk, 1 bahaya moderate risk dan 4 bahaya low risk, pada proses assembling terdapat 1 bahaya extreme risk, 1 bahaya high risk, 3 bahaya moderate risk dan 1 bahaya low risk, pada proses welding terdapat 6 bahaya extreme risk, 8 bahaya high risk, 2 bahaya moderate risk dan 1 bahaya low risk, pada proses sandblasting terdapat 1 bahaya extreme risk, 2 bahaya high risk, 1 bahaya moderate risk dan 6 bahaya low risk sedangkan pada proses painting terdapat 3 bahaya high risk dan 6 bahaya low risk. Pengendalian risiko menggunakan acuan OHSAS 18001.
UPAYA MENGURANGI WASTE PADA PRODUKSI JERIGEN 25 L DENGAN PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA DI PT. X Adi Karionugroho; Elly Ismiyah; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.246 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2833

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak pada produksi minyak goreng dalam kemasan yang merupakan produk ekspor. PT. X dituntut untuk selalu menjaga kualitas produknya. Produk kemasan jerigen 25 L merupakan produk unggulan karena memiliki nilai jual paling tinggi dibandingkan produk kemasan lainnya, oleh karena itu pemborosan pada produksinya merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kualitas produk. Hasil dari wawancara dihasilkan 3 pemborosan yang terjadi pada produksi yaitu Defect, Inventory, dan Motion. Lean Six Sigma digunakan untuk memperbaiki kualitas pada produksi jerigen 25 L. Penggambaran kondisi produksi dijelaskan melalui Value Stream Mapping. Penyebaran kuesioner digunakan untuk menentukan bobot nilai yang nantinya diolah dengan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk memilih tools apa yang paling tepat digunakan pada produksi. Dengan bobot nilai waste produksi: Defect 4,6 Motion 4,4 dan Inventory 4,1 kemudian diolah dengan VALSAT yang menghasilkan bobot nilai pada mapping tool: quality filter mapping 78,3 dan Process Activity Mapping 64,2. Pada tahap analisis 2 mapping tools diberikan usulan perbaikan dengan alat bantu FMEA, dan Cause Effect Diagram.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROSES PRODUKSI LEAF SPRING DIVISI HEATING DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI PT. X Firman Hadi Setiawan; Said Salim Dahda; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.015 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2937

Abstract

X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan leaf spring dan coil spring automotive. Spring merupakan komponen penting untuk menunjang kenyamanan pengendara sepeda motor maupun mobil. Pada proses pembuatan leaf spring terbagi atas tiga divisi proses produksi yaitu proses shearing, heating, dan assembling. Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode hazard identification risk assasment and risk control (HIRARC). Dari hasil identifikasi bahaya, risiko pada bahaya yang teridentifikasi akan dilakukan penilaian severity dan likelihood untuk menentukan risk level. Dari penilaian risiko yang telah dilakukan, potensi bahaya diklasifikasikan menjadi 3 level yaitu low risk, moderate risk, dan high risk. Hasil penelitian menunjukan pada proses heating furnace terdapat potensi bahaya yang paling dominan yaitu dengan level moderate risk dengan nilai risiko 6 material panas dan walking beam. Hasil pada proses press quenching terdapat potensi bahaya yang berpengaruh dengan kategori level high risk dengan nilai risiko 16 yaitu kabel terkelupas. Dan hasil pada proses tempering furnace terdapat potensi bahaya yang paling berpengaruh dengan kategori level high risk dengan nilai risiko 16 yaitu conveyor tempering. Pengendalian risiko menggunakan acuan OHSAS 18001
ANALISIS KEMAJUAN PROYEK MAINTENANCE ISOLASI DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi Kasus: CV. HASIL) Rizal Anggara Kurniawan; Nina Aini Mahbubah; Muhammad Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.697 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3922

Abstract

CV. Hasil memeperoleh proyek Maintenance Isolasi dengan batas waktu 29 hari dengan total biaya Rp. 22.013.000. Pemeliharaan pekerjaan isolasi ini berhubungan dengan waktu dan biaya maka perlu adanya analisis mengenai perkembangan perkerjaan untuk mencapai pengendalian kinerja serta memastikan apakah CV. Hasil mengalami keuntungan atau kerugian dalam mengerjakan proyek selama 29 hari. Analisis ini bertujuan untuk mengendalikan waktu dan biaya agar tidak terjadi kelebihan jadwal dan pembengkakan terhadap biaya. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode Earned Value. Earned Value adalah sutau metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya, jadwal proyek secara terpadu dan untuk mengukur kinerja proyek (Sudarsana, 2008). Untuk penelitian analisis dengan perhitungan ACWP, BCWP dan BCWS.Analisis kemajuan proyek maintenance isolasi dilakukan saat proyek berjalan 75% yaitu 22 hari. Hasil analisis perhitungan SV adalah Rp 295 yang berarti pekerjaan lebih cepat dari yang direncanakan dan CV adalah Rp 0 artinya biaya pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil analisis perhitungan SPI adalah 1 berarti proyek mengalami kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, jadwal lebih cepat dari rencana dan CPI adalah 1 artinya biaya pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang direncanakan. Hasil analisis perkiraan penyelesaian proyek sebesar Rp. 16,222,433, artinya biaya mengalami penurunan dari biaya aktual yaitu Rp. 16,223,876. Hasil perhitungan perkiraan biaya untuk menyelesaikan pekerjaan membengkak Rp. -1.443 dari awal direncanaan Rp. 22,013,000 dan perkiraan waktu proyek selesai sesuai perencanaan yaitu 29 hari, artinya sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
PENERAPAN 5S PADA DIVISI GUDANG (STUDI KASUS PT. SUMBER URIP SEJATI) Miftahul Qowim; Nina Aini Mahbubah; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.768 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2032

Abstract

Dalam meningkatkan mutu, selalu ada banyak cara dan alat yang dapat digunakan, mutu untuk lingkungan tempat kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) merupakan salah salah satu metode yang telah efektif dalam manajemen penataan gudang. PT. sumber urip sejati telah mengimplementasikan pendekatan 5S pada seluruh devisi. Namun pada devisi gudang tiga tidak dilakukan evaluasi dan assessment 5S. untuk mengetahui hasil implementasi 5S, maka dilakukan evaluasi dan assesment 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) pada divisi gudang tiga. selain hal tersebut peneliti juga memberikan usulan perbaikan penerapan 5S. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi implementasi 5S.Hasil evaluasi dari penelitian diperoleh kategori evaluasi implementasi 5S adalah Seiri dalam kategori cukup dengan skor 59%, Seiton dalam kategori cukup dengan skor 49%, Seiso dalam kategori cukup dengan skor 48%, Seiketsu dalam kategori cukup dengan skor 50%, Shitsuke dalam kategori cukup dengan skor 44%.
PERBAIKAN PELAYANAN UJI LABORATORIUM LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan, Gresik) Usfa Rosyikna; Pregiwati Pusporini; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.944 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2042

Abstract

UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan adalah Laboratorium yang memberikan jasa pengujian parameter kualitas lingkungan di Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dialami adalah meningkatnya jumlah prosentase pengaduan pelanggan dari tahun 2016-2018. Pada tahun 2016 sebesar 0,86%, tahun 2017 sebesar 1,52% dan pada tahun 2018 sebesar 1,71%. Serta adanya laboratorium pesaing di Kabupaten Gresik yaitu PT. Global Quality Analitycal dan PT. Envilab Indonesia sehingga mengharuskan UPT Lab harus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Metode pengukuran kualitas yang digunakan adalah integrasi Model Kano dan QFD yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengujian laboratorium. Dimana tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi atribut pelayanan, klasifikasi Kano, menentukan matriks perencanaan dan merumuskan respon teknis. Kemudian langkah selanjutnya yaitu menentukan hubungan masing-masing atribut dengan respon teknis. Prioritas pengembangan yang direkomendasikan diperoleh dari hasil matrik target persyaratan teknis yaitu nilai prioritas paling tinggi dari respon teknis. Responden yang digunakan sebanyak 100 responden yang pernah melakukan pengujian di UPT Lab. dan Laboratorium pesaing. Hasil penelitian didapatkan 4 atribut dalam kategori kebutuhan umum (must be), 7 atribut dalam kategori one dimensional yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan 5 atribut tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan (Indifferent). Nilai tingkat kepentingan atribut paling tinggi adalah ketepatan waktu penyelesaian laporan dengan nilai 4,90. Sedangkan nilai prioritas tertinggi adalah fasilitas dan kondisi laboratorium dengan nilai 8,30. Prioritas Pengembangan di UPT Lab. adalah perbaikan terhadap fasilitas dan kondisi laboratorium dan rekomendasi perbaikan yang diusulkan dengan melengkapi ketersediaan bahan peralatan uji laboratorium.Kata Kunci : Kualitas, Kano, QFD (Quality Function Deployment)