Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendirian Pojok Baca Sebagai Cara Meningkatkan Minat Baca Pada Anak M. Yudy Rachman; Ali Sadikin; Dahniar Dahniar; Yohana Yustika Sari; Diah Fitriaty; Novita Weningtyas Respati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2044

Abstract

Kegiatan literasi merupakan kegiatan yang penting dalam dunia pendidikan, dan memang kegiatan utama literasi ini adalah literasi membaca. Tim pengabdian masyarakat merealisasikan pendirian pojok baca di wilayah Berangas, Barito Kuala. Wilayah Berangas menjadi lokasi yang dipilih untuk pendirian pojok baca karena pada wilayah ini banyak terdapat anak-anak usia pra sekolah maupun usia sekolah yang tepat menjadi khalayak sasaran bagi kegiatan pengabdian ini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan, yang merupakan kegiatan untuk mengetahui kondisi dan situasi masyarakat khalayak sasaran. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan, tahapan ini merupakan proses pendirian pojok baca pada lokasi yang sudah ditentukan, yaitu di Jalan Berangas Kabupaten Barito Kuala, sekaligus mempersiapkan perlengkapan bagi pendirian pojok baca tersebut. Perlengkapan ini berupa bahan bacaan yang terdiri dari buku cerita anak, ensiklopedia anak, hingga buku-buku yang dapat menambah wawasan anak. Tahap terakhir yaitu penyususnan laporan kegiatan pengabdian masyarakat yang berisi gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan yang ditujukan kepada khalayak sasaran. Dengan adanya kegiatan pendirian pojok baca ini maka mampu meningkatkan minat baca pada anak baik usia pra sekolah maupun anak anak pada usia sekolah, serta mampu menyediakan fasilitas bacaan sederhana yang dapat dimanfaatkan khalayak sasaran untuk menambah pengetahuan dan minat baca sejak usia dini.
Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Kadar Hemoglobin pada Calon Pendonor di Unit Donor Darah PMI Provinsi Sulawesi Selatan Adinda Ashari; Hairuddin K; Dahniar Dahniar
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2025): November: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i6.1851

Abstract

Blood transfusion requires the availability of high-quality blood, which is determined, among others, by the donor's hemoglobin (Hb) level. One factor that may affect Hb is sleep quality. Objective: This study aims to determine the relationship between sleep quality and hemoglobin levels among prospective blood donors at UDD PMI South Sulawesi Province in 2025. Methods: An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 100 respondents selected using purposive sampling. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while Hb levels were measured using a hemoglobinometer. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p ≤ 0.05. Results: The majority of respondents (75%) had good sleep quality, while 25% had poor sleep quality. Normal Hb levels (12.5–17 g/dL) were found in 96% of respondents, while 3% were low and 1% were high. The Chi-Square test showed a significant relationship between sleep quality and Hb levels (p = 0.050). Conclusion: Good sleep quality is significantly associated with normal hemoglobin levels in prospective donors. Educational programs about healthy sleep patterns before donation are necessary to improve donor eligibility and ensure a safe blood supply.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWASMP NEGERI 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR Nani Suryani Nani Suryani; Dahniar Dahniar; Usman Usman
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Nusantara (Juni-September)
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa sehingga hasil belajar yang dicapai kurang memuaskan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar yang berjumlah 31 siswa. Adapun instrumen penelitian dilakukan dengan observasi dan soal tes. Pada tes kemampuan awal siswa diperoleh hasil tes yang tuntas sebanyak 32,25%, kemudian hasil tes pada siklus I diperoleh sebanyak 51,61% siswa yang tuntas dan pada siklus II diperoleh sebanyak 77,41% siswa yang tuntas. Adapun hasil penelitian ini adalah dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning maka dapat meningkatkan pemahaman matematis siswa SMP Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menguatkan Etika Digital dan Kesadaran Sosial Mahasiswa di Era Media Sosial Dahniar Dahniar; Syamzaimar Syamzaimar
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v4i2.6290

Abstract

This study aims to analyze the role of civic education in strengthening digital ethics and enhancing students’ social awareness in the era of social media. The rapid development of information technology has created both opportunities and challenges, particularly for students as active social media users. Using a qualitative approach, this research employed in-depth interviews, focus group discussions, and participatory observations involving students who had completed civic education courses. Thematic analysis was applied to identify behavioral patterns, which were then categorized based on their relevance to digital ethics and social awareness.The findings reveal that civic education plays a significant role in shaping students’ digital behavior to be more ethical, critical, and responsible. Students with strong civic knowledge tend to be more cautious in sharing information, respect privacy, and engage actively in constructive discussions. Moreover, social media serves as an effective platform for fostering solidarity and social concern, although challenges such as misinformation and hate speech remain prevalent. This study highlights the urgent need to integrate civic education with digital literacy, enabling students to navigate the complexities of the digital world wisely.
Penerapan Kaidah Nun Sukun pada Pembelajaran Tahsin Tiara Tiara; Dahniar Dahniar; Elviani Elviani
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 4 (2026): Juli: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i4.2110

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the rules of nun sukun in Qur’anic tahsin learning and to evaluate the effectiveness of the instructional methods used in improving students’ ability to recite the Qur’an fluently and accurately. The rules of nun sukun, which include izhar, idgham, iqlab, and ikhfa, are essential components of tajwid that must be understood and applied correctly to ensure proper Qur’anic recitation. This research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical design. The participants were students enrolled in a Qur’anic tahsin program at an Islamic educational institution who experienced difficulties in applying the rules of nun sukun. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings revealed that the most frequent errors occurred in the application of izhar and ikhfa, while mistakes in idgham and iqlab were also commonly found. The primary factors contributing to these difficulties were the dominance of theory-based instruction and the limited opportunities for structured and continuous practical exercises. The study further found that learning methods emphasizing direct practice, repeated exposure to Qur’anic verses, teacher modeling, and individualized feedback were more effective in enhancing students’ understanding and application of the rules of nun sukun. The research concludes that systematic and practice-oriented instructional strategies play a significant role in improving the quality of Qur’anic recitation. The results are expected to serve as a reference for tahsin teachers and Islamic educational institutions in developing more effective and practical tajwid teaching methods to improve students’ recitation skills.