Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Ayam Ras Petelur Di Dusun Passau Timur Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Muhammad Abdi; Suhartina Suhartina; Nur Saidah Said; Najmah Ali
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Agrovital Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v3i1.216

Abstract

Peternakan Ayam Ras Petelur di Dusun Passau Timur Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. menunjukkan adanya isu di sekitar lingkungan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam ras petelur di Dusun Passau Timur Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Juli sampai 01 Agustus 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang menggambarkan suatu fenomena, dalam hal ini persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam ras petelur. Populasi sebanyak 220 orang dan jumlah sampel sebanyak 37 orang yang ditentukan berdasarkan rumus Slovin, teknik pengambilan sampelnya dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam ras petelur di Dusun Passau Timur Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene adalah sebagian besar merasa tidak terganggu dengan adanya peternakan ayam ras petelur.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETANI BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA SUKAMAJU JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN Suhartina Suhartina; Ristra Astriani
SOSIALITA Vol 13, No 2 (2019): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai Negara beriklim tropis dan dilalui oleh garis khatulistiwa, Indonesia di anugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa beraneka ragam jenis tanaman dan tumbuhan.Dari ribuan aneka jenis tanaman dan tumbuhan tersebut ada yang mempunyai kegunaan sebaga obat dan sumber gizi bagi umat manusia, misalnya jamur. Penelitian ini dilakukan 1 (satu) tahun dan merupakan penelitian kuaalitatif. Tahapan penelitian pada penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan, (2) Identifikasi Masalah, (3)mengindentifikasi masing-masing indikator penelitian, (4) tabulasi data, crosscheckdata-data, merunning data, menginterprestasikan hasil pengolahan data, merumuskankesimpulan dan rekomendasi penelitian sementara, evaluasi, serta perumusan kesimpulan dan rekomendasi penelitian final. Hasil dari penelitian ini adalah (1) menghasilkan informasi yang akurat tentang pencapaian target pengembangan usaha tani budidaya Jamur Tiram di Jati Sagung Lampung Selatan, (2) menilai keberhasilan target Pengembangan jamur tiram di Jati Agung Lampung Selatan menggunakan analisis SWOT, (3) menghasilkan rumusan bagi pihak-pihak terkait yang akanmelakukan budidaya jamur tiram di Lampung Selatan.
Pendugaan parameter genetik karakter akar beberapa genotype kedelai (Glycine max (L.) Merril) Deviona Deviona; Eva Nurjanah; Elza Zuhry; Armaini Armaini; Suhartina Suhartina
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akar menjadi salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan, perkembangan, serta hasil tanaman kedelai. Hal ini disebabkan akar menjadi organ pertama yang merespon kondisi media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas dan nilai heritabilitas karakter akar beberapa genotipe kedelai. Penelitian dilaksanakan menggunakan wadah dari kaca (rhizobox) di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, dengan perlakuan berupa 20 genotipe kedelai yang diulang 3 kali. Benih yang digunakan berasal dari Balitkabi. Karakter yang diamati yaitu: panjang plumula, panjang akar primer, panjang akar sekunder, jangkauan akar sekunder, kedalaman akar sekunder, dan jumlah akar yang panjang >1 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman genetik yang sangat tinggi pada karakter panjang plumula, panjang akar sekunder, jangkauan akar dan jumlah akar yang panjang >1 cm. Karakter kedalaman akar sekunder memiliki keragaman genetik luas, sedangkan panjang akar primer memiliki keragaman genetik rendah. Nilai heritabilitas seluruh karakter tinggi kecuali kedalaman akar sekunder yang memiliki nilai heritabilitas sedang dan panjang akar primer yang memiliki nilai heritabilitas rendah. Root is one of the important factors that determine the growth, development, and yield of soybean plants. Root is the first organ to respond to growing media conditions. This study aimed to determine variability and heritability values of root characters of several soybean genotypes. The research was conducted using a glass container (rhizobox) at the Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Riau. The study was an experimental research in a completely randomized design, with the treatment consisted of 20 genotypes repeated 3 times. The seeds used originated from Balitkabi. The characters observed were: plumule length, primary root length, secondary root length, secondary root reach, secondary root depth, and number of long roots >1 cm. The results showed that there was very wide variability in the character of the plumule length, secondary root length, secondary root range, and number of root range >1 cm. The secondary root depth character had wide genetic variability, while the primary root length had narrow genetic variability. The heritability values for all characters were high except for secondary root depth which had medium heritability and the primary root length had low heritability.
Gambaran Diagnostik Dan Penatalaksanaan Pasien Anak Demam Berdarah Dengue Rawat Inap Di Rumah Sakit Royal Prima Medan Suhartina Suhartina
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 5 No. 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v3i2.1380

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus dengue dari kelompok Arbovirus B, yaitu Arthropod-Borne Virus atau virus yang disebabkan oleh artopoda. Virus ini termasuk genus Flavivirus dari famili Flaviviridae. Ada 4 serotipe, yaitu DEN-1,DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Di Indonesia penyakit DBD masih merupakan masalah kesehatan karena masih banyak daerah yang endemik. Untuk mengetahui gambaran diagnostik dan penatalaksanaan pasien anak DBD rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan tahun 2015, telah dilakukan penelitian dengan desain studi kasus, bersifat deskriptif, dan retrospektif. Besar sampel100 data rekam medis pasien yang diambil secara purposive. Ditemukan umur termuda 1 tahun, dan umur tertua 17 tahun. Sex ratio = 143,9%.Kelompok umur terbanyak (3-4 tahun). Keluhan utama demam tinggi (96%), mimisan (3%), dan muntah darah (1%). Keluhan tambahan mual (30%), mual+muntah (28%), sakit kepala dan muntah masing-masing 8%. Pemeriksaan fisik inspeksi konjungtiva, hidung, kulit, gusi (dalam batas normal) (60%), ruam makulopapular (29%), gusi berdarah dan epistaksis+ruam makulopapular masing-masing 3%, palpasi abdomen nyeri tekan (49%), normal (46%), dan hepatomegali (5%), perkusi paru pada dinding thorax, normal (97%) dan suara redup (3%), auskultasi paru pada dinding thorax, normal (99%) dan melemah (1%). Pemeriksaan penunjang trombosit, trombositopenia (53%), normal (45%) dan trombositosis (2%), hematokrit normal (34%) dan hemokonsentrasi (66%), leukosit normal (39%), leukopenia (61%), hemoglobin normal (99%)dan anemia (1%), eritrosit normal (100%). Penatalaksaan cairan, Ringer Laktat (89%), Asering (7%) dan NaCl (3%). Medikamentosa, paracetamol (25%), paracetamol+ranitidin+ceftriaxone (12%), novalgin dan paracetamol+ranitidin masing-masing 10%. Lama rawatan, maksimum 11 hari, minimum 2 hari dengan rata-rata 4 hari. Keadaan sewaktu pulang, sembuh (79%) dan pasien berobat jalan (21%). Komplikasi, tidak ada. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelompok umur 1-2 tahun pada anak laki-laki sudah terdapat kasus DBD sedangkan pada perempuan mulai ditemukan pada kelompok umur 3-4 tahun.
UJI ORGANOLEPTIK SILASE KOMPLIT DI DESA BALA KECAMATAN BALANIPA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Najmah Ali; Suhartina Suhartina; Susanti S Irma
MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 7, No 1 (2022): MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan
Publisher : MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.818 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kualitas silase komplit (lamtoro, rumput gajah, dedak, dan EM4) yang diuji secara organoleptik Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kualitas silase komplit (rumput gajah, lamtoro, dedak dan EM4) dengan uji organoleptik. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei - Juni 2017 di Desa Bala Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah Pengumpulan alat dan bahan, pembuatan silase komplit dan Pengamatan Karakteristik Fisik. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah : Kualitas fisik silase komplit yaitu tekstur, warna dan aroma.Uji organoleptik menggunakan 6 panelis yang berasal dari mahasiswa peternakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptik pada silase komplit (daun lamtoro, rumput gajah, dedak padi, EM-4 Peternakan) menghasilkan silase tekstur sedang, warnacoklat kekuningan, dan aroma asam ini menunjukan bahwa silase komplit ini kualitasnya baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK KERBAU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL BERDASARKAN PELUANG DAN TANTANGAN Suhartina Suhartina; I. Susanti S.
MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 2, No 1 (2017): MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan
Publisher : MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.891 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pengembangan ternak kerbau yang dipelihara secara tradisonal berdasarkan peluang dan tantangan yang dihadapi peternak. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan dengan metode sampling jenuh, jumlah populasi peternak kerbau Desa Tandung Kecamatan Tinambung adalah 35 orang. Data primer dan sekunder yang diperoleh digunakan untuk menjawab tujuanpenelitian. Peluang pengembangan usaha ternak kerbau yang dipelihara secara tradisional oleh peternak di Desa Tandung Kecamatan Tinambung adalah tersedianya lahan yang berpotensi sebagai pengembangan HMT, peternak yang sudah berpengalaman, banyaknya limbah pertanian sebagai pakan ternak, daging dan susu kerbau merupakan sumber protein bernilai gizi tinggi, transportasi yang baik, permintaan produk ternak kerbau meningkat, dan dukungan dari pemerintah. Tantangan yang dihadapi peternak dalam mengembangkan usaha ternak kerbaunya terdiri dari kelemahan dan ancaman. Kelemahan terdiri dari pola pemeliharaan ekstensif, sulit dalam pengaturan perkawinan, penerapan teknologi masih rendah, danketersediaan modal yang masih kurang. Sedangkan ancaman terdiri dari pencurian ternak, pemotongan ternak betina produktif, dan ketersediaan pasar untuk menampung ternak yang siap jual. Strategi dalam pengembangan ternak kerbau yaitu pola pemeliharaan semi intensif dengan menyediakan padang penggembalaan terbatas, dengan memanfaatkan lahan tidak produktif. Ternak dilepas pada siang hari di padang penggembalaan yang telah diberi pembatas dan dimasukkan ke kandang pada malam hari.
RELATIONSHIP BETWEEN STRESS FACTORS AND GASTRITIS IN STUDENTS OF PRIMA INDONESIA UNIVERCITY Clinton Antony; Christine Christine; Suhartina Suhartina; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i1.12056

Abstract

Gatritis is the inflammation or swelling of gastric mucose triggered by an irritation and infection. Gatritis occurs if it solely causes simple gastric inflammation, else gastric ulcers happen when the acidity damages stomach lining. Based on one of Indonesia's health profile in 2016, gastritis is top 10 of the most in-hospital patients numbering 380.744 cases recorded. It is known that gastritis risk factors include long-term stress that often encountered in university students, stimulates high-amount gastric acid production; Objective: The main ocassion of this study was to rule out the link between stress and gastritis recurrences in undergarduate at Faculty of Medicine, Universitas Prima Indonesia; Method: This testing utilize descriptive-analytic-observational method with cross-sectional design. We used a total of 94 respondents, all of them are currently stated as active students of 2020/2021at Faculty of Medicine, Universitas Prima Indonesia; Result: Statistics were gathered by respondents filling in some questionnaires, hence being analyzed using Chi-Square, which shows 37 people (39.4%) are suffering recurrence aastritis and the other 57 people 60.6%) are not; Conclusion: Therefore, we concluded that there is a intense connection between stress and gastritis recurrences with p=0.001 (p0.05) where the more stress a person received, the more probable he/she is getting gastritis recurrences
Hubungan antara Faktor Stress dengan Penyakit Gastritis Pada Mahasiswa Universitas Prima Indonesia Christine Wijaya; Clinton Antony; Suhartina Suhartina; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p278-283.2022

Abstract

Gastritis merupakan kondisi dimana mukosa lambung meradang disebabkan oleh iritasi dan infeksi. Gastritis terjadi bila penyakit “hanya” menyebabkan radang lambung, dan tukak lambung terjadi bila penyakit tersebut menyebabkan tukak lambung atau yang biasa kita sebut tukak lambung. Berdasarkan data kesehatan terpercaya di Indonesia tahun 2016, gastritis termasuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak dengan pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus 380.744 kasus. Diketahui salah satu faktor resiko gastritis adalah sering mengalami stress yang berkepanjangan, dimana hal ini sering dijumpai pada pelajar maupun mahasiswa, memicu produksi asam lambung yang berlebihan; tujuan untuk memahami hubungan antara kejadian stres pada mahasiswa dengan kejadian gastritis pada Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa dan mahasiswi Tahun Ajaran 2020/2021 Fakultas kedokteran Universitas Prima Indonesia yang berstatus aktif dengan total 94 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square, yaitu 37 orang (39.4%) mengalami kekambuhan gastritis dan 57 orang (60.6%) lainnya tidak mengalami kekambuhan gastritis dan diperoleh hasil uji Chi-Square hubungan antara stress dengan kekambuhan gastritis p=0,001 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa semakin meningkatnya stres seseorang, semakin meningkatnya peluang untuk mengalami kekambuhan gastritis.
EVALUASI HASIL PELATIHAN REFRESHING PENYULUH LAPANGAN KELUARGA BERENCANA Suhartina Suhartina; Meyzi Heriyanto; Kiswanto Kiswanto
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.178 KB) | DOI: 10.46730/jiana.v16i2.6793

Abstract

Evaluation of Results of Refreshing Training for Family Planning Field Planning.The purpose of this study was to find out the refreshing training of family planning extensionofficers of the BKKBN Representative Office of Riau Province in 2017. This study used aquantitative descriptive approach. The study population was all trainees totaling 100 people.Primary data is obtained directly by using questionnaires, interviews, observation anddocumentation. Data were analyzed using descriptive statistical methods based on Likert scale.The results showed that every indicator in the refreshing training program at the Family PlanningField Extension Workers (PLKB) Representative Office of the BKKBN of Riau Province in 2017was good and quite good. Resource persons' activities in refreshing training were good enough,with the average response rate of respondents 3.39. Motivation of participants to take refreshingtraining is good.
SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH PADA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST BROILER Irma Susanti S; St Nuraliah; Ahmadi Ahmadi; Suhartina Suhartina; N. Ali
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2373

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Income Over Feed Cost ayam broiler yang diberi suplementasi tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali, dengan jumlah ayam setiap satuan percobaan sebanyak 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian tepung bawang putih (komersial) yang ditambahkan pada pakan dengan beberapa taraf perbandingan yakni P0 (tanpa pemberian tepung bawang putih), P1 (dengan tepung bawang putih 0,5 persen), P2 (dengan tepung bawang putih 1,25 persen) dan P3 (dengan tepung bawang putih 2 persen). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih memberikan pengaruh yang siginfikan terhadap pertambahan bobot badan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Income Over Feed Cost tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar  Rp. 13.117 dan terendah pada perlakuan P0 dengan nilai Rp 8.323.